Jumat, April 16, 2010

Pembuatan Keputusan


PEMBUATAN KEPUTUSAN

            Kehidupan manajer dipenuhi dengan serangkaian pembuatan atau pengambilan keputusan-keputusan investasi, menaikkan harga jual, mengambil tindakan terhadap karyawan yang sering terlambat, pemilihan lokasi gudang baru yang harus dibangun, dan masalah-masalah besar ataupun kecil lainnya dimana manajer harus membuat keputusan tindakan apa yang diambil atau paling tidak menugaskan orang lain untuk memutuskan. Kegiatan-kegiatan pelaksanaan hasil keputusan itu sendiri biasanya dilakukan oleh orang-orang lain.

PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).
Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :
G. R. Terry, Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
Theo Haiman, Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan, Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
Chester I. Barnard, Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
TIPE-TIPE KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan dapat diartikan sebagai  bagian kunci kegiatan manajer.dalam proses perencanaan nya manajer bertugas memutuskan tujuan-tujuan organisasi
Pembuatan keputusan ini dapat didefinisikan sebagai penentu serangkaian kegiatan untk mencapai hasil yang memuaskan.
Tipe-tipe keputusan dapat dibagi menjadi  3 yaitu:
1.        Keputusan-keputusan yang di program(programmed decisions) adalah satu keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan dan prosedur.keputusan ini rutin dan dilakukan berulang-ulang.
2.        Keputusan-keputusan yang tidak di program(non-programmed decisions)adalah suatu keputusan yang berkenan dengan masalah-masalah khusus, khas dan tidak terbiasa.
3.        Keputusan-keputusan dengan kepastian , resiko dan ketidakpastian, dimana pembuatan keputusannya untuk masa depan atau masa yang akan datang.
Dalam kondisi kepastian(certainly), bahwa menejer dapat mengetahui apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang sebab tersedia informasi yang akurat, terpecaya dan dapat diukur sebagai dasar keputusan. Dalam kondisi resiko/risk, bahwa manajer mengetahui besarnya probabilitas kemungkinan hasil ,tetapi informasi yang lengkap tidak tersedia. Kondisi ketidakpastian (uncertainty),bahwa manajer tidak dapat mengetahui probabilitas dan tidak mengetahui hasil-hasil dan menyangkut keputusan kritis dan yang paling menarik.keputusan dapat diambil dengan menggunakan metode kuantitatif(perhitungan statistik) untuk mengantisipasi dan memperkirakannya.
PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN
1.         Pemahaman dan perumusan masalah,bahwa setiap keputusan harus dapt dipahami dengan perumusan masalah yang tepat dan akurat.
2.         Pengumpulan dan analisa yang relevan,bahwa setiap pengumpulan keputusan harus mempunyai analisa yang relevan dan nyata dalam pengambilan keputusan.
3.         Pengembangan alternatif-alternatif ,bahwa setiap pengembangan keputusan-keputusan dalam perumusan dan pengumpulan data harus dikembangkan secara alternatif-alternatif suatu keputusan.
4.         Evaluasi alternatif-alternatif,bahwa setiap mengevaluasi suatu keputusan harus dengan komposisi,data yamg lemgkap dan seimbang.
5.         Pemilihan alternatif terbaik,bahwa setiap pemilihan suatu keputusan harus dengan konsep-konsep data alternatif yang terbaik.
6.         Implementasi keputusan,bahwa setiap keputusan harus mempunyai perlengkapan yang matang dalam mengambil suatu keputusan.
7.         Evaluasi hasil-hasil keputusan,bahwa setiap keputusan harus mempunyai hasil-hasil yang akurat ,analisa yang tepat.yang nantinya dapat di evaluasi dan di kembangkan kembali sehingga menjadi hasil yang memuaskan.
POHON KEPUTUSAN DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
Secara struktural, pohon yang dalam analisis pemecahan masalah  pengambilan  keputusan  adalah  pemetaan mengenai  alternatif-alternatif  pemecahan masalah  yang  dapat  diambil  dari masalah  tersebut.  Pohon tersebut  juga memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan/probablitas yang akan mempengaruhi alternatif-alternatif   keputusan tersebut, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila kita mengambil alternatif keputusan tersebut.
Pohon keputusan  juga dapat  digunakan  untuk memperhitungkan  analisa resiko dan  tingkat utilitas  yang  ada pada suatu  alternatif  pengambilan keputusan.  Selain itu,  pohon  keputusan  juga  dapat  memperhitungkan nilai  dari informasi tambahan yang mungkin akan kita pergunakan dalam mengambil salah satu dari alternatif keputusan yang ada di dalam pohon keputusan tersebut.
Kemampuan untuk menganalisa alternatif pengambilan keputusan yang ada dengan memperhitungkan faktor-faktor yang ada termasuk analisa resiko dan analisa informasi yang ada serta mampu memberikan estimasi hasil akhir dari suatu  alternatif  pengambilan  keputusan membuat  pohon  keputusan  ini sebuah  support  tool  yang  sangat  berguna dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan.
Skema dan struktur pohon keputusan adalah  suatu permodelan dari struktur pohon menurut teori graf. Berdasarkan teori graf, definisi pohon adalah “sebuah graf,  tak-berarah,  terhubung,  yang  tidak mengandung sirkuit”. Graf adalah suatu representasi visual dari objek-objek diskrit yang dinyatakan dengan noktah, bulatan, atau titik, serta hubungan yang ada antara objek-objek tersebut. Tak-Berarah di sini adalah graf tersebut sisinya tidak mempunyai arah. Terhubung maksudnya adalah semua simpulnya dapat terhubung oleh sisi-sisi  yang  ada  pada  graf tersebut. Tidak mengandung sirkuit maksudnya adalah graf tersebut tidak mengandung  suatu  lintasan yang melalui masing-masing sisi/simpul dalam graf tepat satu kali yang kembali ke simpul asal.
KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pembuatan Keputusan Kelompok
Group decision, keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.
Kebaikannya:
a.       keputusan relatif lebih baik, logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang
b.      kecenderungan untuk bertibdak otoriter dapat dihindarkan
c.       kerjasama relative akan dapat ditingkatkan diantara sesama anggota grup
d.      resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil
e.         pembinaan para annggota grup akan lebih baik
Keburukannya:
a.         pengambilan keputusan relative lama, bahkan sering bertele-tele
b.        biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak
c.         penanggungjawab keputusan kurang jelas
d.        minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara
Basis pengambilan keputusan
Decision making yang dilakukan oleh manajer (decision maker) biasanya didasarkan atas:a) keyakinan; b) intuisi; c) fakta-fakta; d) pengalaman; e) kekuasaan.
Faktor-faktor penolong pengambilan keputusan
            1) harus diperhatikan emosi dan aturan-aturan,baik yang tangibles maupun intangibles; 2) setiap keputusan harus mendorong tercapainya tujuan; 3) suatu keputusan tidak selalu memuaskan semua pihak; 4) hanya ada satu pilihan yang paling memuaskan atau terbaik; 5) pengambilan keputusan adalah mental action dan harus di transfer ke dalam physical action; 6) pengambilan keputusan yang efektip memerlukan waktu,dana,data informasi dan fakta yang cukup; 7) membuat keputusan dalam prakteknya,membutuhkan kecakapan, pengalaman, dan imajinasi; 8) pengambilan keputusan merupakan awal dan mata rantai aktivitas; 9) setiap keputusan harus dilaksanakan.
METODA-METODA KUANTITATIF DALAM EMBUATAN KEPUTUSAN
Metode kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif-seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi computer-untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan.  Teknik dalam peralatan kuantitatif dalam pembuatan keputusan disini akan menggunakan istilah Riset Operasi.
Ciri-ciri riset operasi
            Ada tujuh ciri utama riset operasi: 1) Terpusat pada pembuatan keputusan; 2) Penggunaan metoda ilmiah; 3) Penggunaan model matematik; 4) Efektivitas ekonomis; 5) Bergantung pada computer; 6) Pendekatan tim; 7) Orientasi sistem.
Tahap-tahap pendekatan riset operasi
            Pendekatan riset operasi untuk pemecahan masalah mempunyai lima tahap: 1) Diagnosa masalah; 2) Perumusan masalah; 3) Pembuatan model; 4) Analisa model; 5) Implementasi penemuan.
Berbagai model dan teknik riset operasi
Ada sejumlah cara pengelompokan model-model dalam riset operasi. Pembedaan yang biasa dibuat adalah antara model normatif dan deskriptif.
            Programisasi Linier, adalah salah satu peralatan riset operasi yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah “optimisasi” atau masalah-masalah dimana ada satu jawaban “paling baik” dari serangkaian alternatif. Teori antrian, merupakan peralatan sistem pengelolaan secara menguntungkan bagi organisasi yang mempunyai masalah-masalah garis tunggu. Analisa network, adalah suatu peralatan manajerial yang dikembangkan untuk membantu manajemen dalam perencanaan, pengawasan, dan penjadwalan proyek-proyek yang relatif kompleks dan tidak rutin.
Teori permainan, adalah suatu pendekatan matematik untuk pembuatan model persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang berkepentingan. Model rantai markov, adalah suatu teknik matematik yang berguna untuk pembuatan model berrbagai macam sistem dan proses bisnis. Programasi dinamik, adalah sekumpulan teknik programasi matematik yang digunakan untuk pembuatan keputusan yang bertingkat-tingakat. Simulasi, adalah kegiatan pelaksanaan percobaan-percobaan dengan suatu model (bukan kehidupan nyata) dalam berbagai cara teratur dan direncanakan.

1 komentar:

  1. artikelx siip..
    bs b'mnfaat nie...
    mksh ya sob.........
    klo mw bisnis hub sapro@ymail.com...

    BalasHapus

komen o yo rek,, *suwun