Selasa, April 20, 2010

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi


PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Ø  PENGERTIAN PENGORGANISASIAN
Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertain , istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini:
a)      Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya keuangan , fisik , bahan baku , dan tenaga kerja organisasi.
b)      Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokan didikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
c)      Hubungan-hubungan antara fungsi , jabatan , tugas dan para karyawan.
d)      Cara dalam mana para manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelagasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal , mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

STRUKTUR ORGANISASI
Sturktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Sturktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi atau orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarlisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan atau besaran satuan kerja.
            Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut:
1.      strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. strategi menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para pimpinan dan bawahan.
2.      teknologi yang digunakan. perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan struktur organisasi.
3.      anggota (pegawai/karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. kemanapun dan cara berfikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi.
4.      ukuran organisasi. besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan kerjanya yang sangat mempengaruhi struktur organisasi. semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih struktur yang tepat.
Unsur-unsur struktur organisasi teriri dari: (1) Spesialisasi kegiatan; (2) Standardisasi kegiatan; (3) Koordinasi kegiatan; (4) Sentralisasi dan Desentralisasi pembuatan keputusan; (5) Ukuran satuan kerja.

Ø  BAGAN ORGANISASI FORMAL
Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Pembagian kerja
2.
Menejer dan bawahan atau rantai perintah
3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5. Tingkatan manajemen
            Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Bentuk Piramidal
2. Bentuk Vertikal
3. Bentuk Horisontal
4. Bentuk Melingkar
            Tujuan dibentuknya panitia manajemen adalah untuk mengkoordinasikan dan mempertukarkan informasi, memberi saran manajemen, atau bahkan membuat keputusan sendiri.

Ø  DEPARTEMENTALISASI
            Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut:
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks
Departementalisasi Fungsional
            Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi.
Kebaikannya:
a. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
b. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
c. Memusatkan keahlian organisasi
d. Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
Kelemahannya:
a. Menciptakan konflik antar fungsi
b. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
c. Umpan balik yang lambat
d. Memusatkan pada kepentingan tugasnya
e. Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.
Departementalisasi Divisional
            Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
a. Struktur organisasi divisional atas dasar produk
Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
b. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.
Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya.
c. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.
Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci:
1.      Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
2.      Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
3.      Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
Kelemahan-kelemahan struktur divisional secara terperinci:
1.      Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
2.      Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi.
Organisasi Proyek dan Matriks
            Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe departementalisasi campuran (hybrid design).
Kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementalisasi lainnya. Struktur proyek dalam matriks bermaksud untuk mengkombinasikan kebaikan-kebaikan kedua tipe design fungsional dan divisional dengan menghindari kekurangan-kekurangan.
Kebaikan organisasi matriks. Berbagai kebaikan organisasi dapat diperinci:
1.      Memaksimumkan efisiensi penggunaan manager-manager fungsional
2.       Membebaskan manajeman puncak untuk perencanaan.
3.       Menstrimulasi kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang bermacam-macam dengan orientasi proyek.
Kelemahan-kelemahan organisasi matriks adalah:
1.       Mengandung resiko timbulnya perasaan anarki.
2.       Sangat memerlukan koordinasi horizontal dan vertikal.
3.      Memerlukan lebih banyak keterampilan-keterampilan antar pribadi.
4.       Sangat mahal untuk diimplementasikan.
5.      Mengandung resiko timbulnya perasaan anarki
6.      Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan

KELOMPOK-KELOMPOK KERJA FORMAL ORGANISASI
            Organisasi mempunyai tiga tipe utama kelomok-kelompk kerja formal:
1.       Kesatuan tugas khusus (task forces) dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus.
2.       Panitia tetap (standing committees) daan panitia Ad hoc merupakan bagian tetap dari struktur suatu organisasi yang dibentuk guna menangani tugas yang terus-menerus ada dalam organisasi.
3.       Dewan dan komisi (boards) dibentuk dari individu-individu yang dipilih atau ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta.

ORGANISASI INFORMAL
            Organisasi informal memainkan peranan penting dalam dinamika perilaku organisasi. Perbedaan pokok antara organisasi formal  dan informal adalah:
1.       Hubungan-hubungan antar pribadi
2.       Kepemimpinan
3.       Pengendalian perilaku
4.       Ketergantungan
Fungsi-fungsi yang dilaksanakan, antara lain:
1.       Menetapkan, memperkuat, dan meneruskan norma-norma dan nila-nilai sosial budaya penting para anggota kelompok
2.       Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan tugas manajer.
3.       Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan.
Memberikan kepuasan dan status sosial kepada para anggota yang tidk dapat diberikan oleh organisasi formal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun