Jumat, April 02, 2010

Perkembangan Teori Manajemen


PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
            Teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen membuat lebih mudah bagi manajer untuk memutuskan apa yang harus dilakukan agar dapat menjalankan fungsinya secara efekif. Tanpa teori, semua pembahasan adalah berupa intuisi, dugaan dan harapan yang akan membatasi penggunaannya dalam organisasi yang semakin kompleks.
Ø  Teori Manajemen Klasik
Sebelum zaman manajemen ilmiah muncul, telah terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke 19 (tahun 1800-an). Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan suatu pendekatan manajemen yang sistematis. Beberapa prinsip manajemen ilmiah yang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah manajemen akibat timbulnya revolusi industri itu adalah:
1)      Robert Owen (1771-1858)
Owen mengajukan satu perbaikan berupa: Membangun perumahan karyawan dan membangun jalan dilingkungan tempat tinggal karyawan; Berusaha memperbaiki lingkungan hidup sehingga lingkungan hidup dan pabrik menjadi menarik; Koperasi konsumsi bagi karyawan, (Mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan, menjual barang-dengan harga yang layak); Menyediakan makanan bagi karyawan; Pembatasan pekerja anak dibawah umur (menolak memperkerjakan anak dibawah umur 10 tahun); Menurunkan jam kerja yang semula 13 jam menjadi 10,5 jam perhari. Karena jasanya ini beliau disebut sebagai “Bapak Manajemen Personalia Modern”.
2) Charles Babbage (1792 – 1871)
Babbage adalah seorang guru besar Matematika dan penemu Kalkulator serta Komputer pertama dari Inggris, yang tertarik pada usaha penilaian efisiensi operasi suatu pabrik, yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah akan terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Babbage mengusulkan pertama kali adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi dari pekerja sesuai penguasaan keterampilan tertentu, pekerjaan dibuat rutin sehingga lebih mudah dapat dikendalikan dan dimekanisasi dengan alat kalkulator.
Ø  Manajemen Ilmiah
1)      Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
Pada tahun 1903 menyusun buku dengan judul “Shop Management”, tahun 1911 menyusun buku dengan judul “The Principles of Scientific Management” dan pada tahun 1912 menyusun buku yang berjudul “Testimory Before Special House Committee” Ketiga buku tersebut tersebut digabungkan dalam sebuah buku dengan judul “Scientific Management” pada tahun 1947. Karya besarnya itulah membuat dia dikenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah. 
Filsafat dibelakang konsep Taylor terletak diatas 4 prinsip yang dikenal dengan “Empat prinsip dasar Taylor” yaitu : Pengembangan Manajemen Ilmiah yang benar dapat di gunakan untuk menentukan metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas; Seleksi karyawan dengan cara ilmiah, karyawan diberi tanggung jawab atas tugas yang sesuai dengan keterampilannya; Pendidikan dan pengembangan karyawan dengan cara ilmiah; Hubungan kerjasama yang erat antara Manajemen dan Karyawan.
2)      Henry L. Gantt (1861-1919)
Dia mengemukakan gagasan: kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, seleksi ilmiah tenaga kerja, sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan instruksi-instruksi yang terperinci.
3)      The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868-1924 dan Lilian Gilbreth: 1878-1972).
Pasangan suami istri ini bekerjasama mempelajari aspek kelelahan dan gerak (fatique and motion studies). Disamping itu Lilian juga tertarik dengan usaha membantu pekerja, menurut Lilian, sasaran akhir manajemen ilmiah adalah usaha membantu karyawan menampilkan kemampuannya yang penuh sebagai mahluk manusia. Konsep Gilbreth : Gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap langkah yang dapat menghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan, hal ini dapat meningkatkan semangat karyawan.
4)      Harrington Emerson (1853-1931)
Pemborosan dan ketidakefisienan adalah masalah-masalah yang dilihat Emerson sebagai penyakit system industry. Karena itu Emerson mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi, yaitu: 1) Tujuan dirumuskan dengan jelas, 2) Kegiatan yang dilakukan masuk akal, 3) Adanya staf yang cakap, 4) Disiplin, 5) Balas jasa yang adil, 6) Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg sistem informasi dan akuntansi, 7) Pemberian perintah perencanaan dan pengurutan kerja, 8) Adanya standar-standar dan skedul-skedul metode dan waktu setiap kegiatan, 9) Kondisi yang distandardisasi, 10) Operasi yang distandardisasi, 11) Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar, 12) Balas jasa efisiensi  rencana insentif.
Ø  Teori Organisasi Klasik
1)        Henry Fayol (1841-1925)
Pada tahun 1916, Fayol menyusun buku yang berjudul “Administration Industrielle et Generalle” dan dalam bahasa Inggris “General and Industrial Management. Sumbangan terbesar dari Fayol adalah pandangannya yang menyatakan bahwa manajemen itu bukanlah keterampilan pribadi, tetapi merupakan satu ke-terampilan yang dapat diajarkan segera setelah dipahami prinsip prinsip pokoknya dan teori umumnya yang sudah dirumuskan.
Fayol menyusun 14 macam prinsip manajemen sebagai berikut: 1) Division of labor (Pembagian kerja); 2) Authority and Responsibility (Wewenang dan Tanggung Jawab); 3) Discipline (Disiplin); 4) Unity of Cammand (Kesatuan komando); 5)Unity of Direction (Kesatuan pengarahan); 6) Sub Ordination of Individual interest to the common good (Pengutamaan kepentingan umum dari pada kepenting an pribadi); 7) Renumeration of Personnel (Pemberian upah karyawan), 8) Centralization(Sentralisasi/Pemusatan); 9) Scalar Chain (Rantai Skalar/Garis Wewenang); 10) Order (Tata Tertib); 11) Equity (Keadilan); 12) Stability of Penure of Personnel (Kestabilan Staff); 13) Initiative (Inisiatif); 14) Esprit de Corps (Semangat Kelompok).
2)        James D. Money
Eksekutif General Motor ini, mengkatagorikan prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Empat kaidah dasar yang perlu diperhatikan untuk merancang organisasi: Koordinasi, Prinsip hirarki, Prinsip fungsional, Prinsip staf.
3)        Max Weber (1864-1920)
Max Weber mengembangkan teori “Manajemen Birokrasi”. Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hierarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas.
4)        Mary Parker Follett (1868-1933)
Follett, ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan pemerintah. Dia menulis panjang lebar tentang kreatifitas, kerjasama antar manajer dan bawahan, koordinasi dan pemecahan konflik. Dia juga menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formal, tapi yang berasal dari kelebihan pengetahuan dan keahlian.
5) Oliver Sheldon (1894-1951)
Sheldon, yang mengungkapkan pertama kali tentang filsafat manajemen dalam bukunya yang terbit tahun 1923, yang menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dunia usaha, sehingga etika sama pentingnya dengan ekonomi dalam manajemen, dalam arti pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar kepada masyarakat. Manajemen harus memperlakukan karyawan dengan adil dan jujur.
6) Chester I. Barnard (1886-1961)
Berdasarkan pengalaman dan bacaan-bacaannya dalam sosiologi dan filsafat. Bernard merumuskan teori-teori tentang kehidupan organisasi. Bukunya yang berpengaruh berjudul “The Functions of the Executif” (1938). Analisisnya mengenai manajer sungguh-sungguh merupakan suatu pendekatan sistem sosial karena, untuk mengerti dan menganalisis fungsi-fungsi eksekutif,
Ø  Aliran Hubungan Manusiawi
1)        Hugo Munsterberg (1863-1916)
Munsterberg yang melahirkan Psikologi Industri, sering disebut sebagai Bapak Psikologi Industri. Sumbangan yang penting adalah berupa pemanfaatan psikologi untuk mewujudkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan pro duktivitas seperti juga teori-teori manajemen lainnya. Penerapan faktor-faktor psikologi dalam membantu peningkatan produksi. Melalui bukunya dengan judul “Psychology and Industrial Efficien- sy”.
2)        Elton Mayo (1880-1949)
Ia terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam situasi kerja. Eksperimen ini disimpulkan bahwa perhatian khusus dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya. Gejala ini disebut Hawrthorne effect yaitu karyawan akan lebih giat bekerja jika mereka yakin bahwa manajemen memikirkan kesejahteraan mereka.
Ø  Aliran Manajemen Modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan pengembangan aliran perilaku (perilaku organisasi) dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah (aliran kuantitatif) atau operation reserch dan management science.
Perilaku Organisasi
Pendekatan manusia mempelopori tumbuhnya pendekatan baru yang lebih sering dikenal sebagai pendekatan/aliran perilaku. Tokoh-tokoh aliran perilaku organisasi ini adalah sebagai berikut:
1.      Abraham Maslow, mengemukakan adanya hierarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
2.      Douglas McGregor, Dikenal dengan teori X dan teori Y-nya.
3.      Frederick Herzberg, Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
4.      Robert Blake dan jane Mouton, Membahas lima Gaya Kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid).
5.      Rensis Likert, Mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem : 1. exploatif-otoritatif sampai, 4. partisipatif kelompok.
6.      Fred Fiedler, Menyarankan pendekatan kontingensi pada studi kepemimpinan.
7.      Chris Argyris, Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
8.      Edger Schien, Banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan lain nya.
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
(1) Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
(2) Manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.
(3) Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
(4) Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
Aliran Kuantitatif
Langkah-langkah pendekatan manajemen science biasanya adalah sbb: perumusan masalah, penyusunan suatu model matematis, mendapatkan penyelesaian dari model, pengujian model dan hasilyang didapatkan dari model, penetapan pengawasan atas hasil-hasil, pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.
Pendekatan Sistem
Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. Organisasi sebagai suatu sistem akan di pandang secara keseluruhan, terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem), dan sistem/organisasi tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. Pandangan yang menyeluruh semacam itu akan lebih bermanfaat dibanding dengan pandangan terisolasi.
Pendekatan Kontingensi
Pendekatan kontingensi muncul sebagai tanggapan atas ketidakpuasan terhadap anggapan universalitas, dan kebutuhan untuk memasukkan berbagai variable lingkungan ke dalam lingkungan dan praktek manajemen.
Perkembangan Teori manajemen di Masa Mendatang
Ada lima kemungkinan arah kemungkinan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang,
1.      Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
2.      Divergence. Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri.
3.      Convergence. Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan di antara mereka cenderung kabur.
4.      Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
5.      Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun