Sabtu, Mei 22, 2010

Nelayan sEraKaH


NELAYAN SERAKAH
                 Di tempat ini terdapat sungai panjang dan lebar.sungai ini terkenal seluruh Indonesia.sungai ini memiliki banyak cabang.namanya sungai KAPUAS yang ada di Kalimantan Barat.di antara dari sekian bnyak cabang dari sugai KAPUAS diantaranya ada Sungi Kawat.Sungai Kawat letaknya di kota sintang Kalimantan Barat.dahulu kala di kota ini hiduplah seorang nelayan berserta istri dn anak anaknya.Mereka tinggal dekat dengan Sungai Kawat.
                 Mereka hidup dalam kondisi miskin,karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari hanya menggantungkan menangkap ikan,terkadang hasil,terkadang pulang membawa tangan hampa.
                 Pada suatu hari nelayan miskin itu pergi ke sungai membawa dua mincing untuk menjaga kemungkinan pancingnya putus,sehingga dapat menggunakan pacing satunya.
                 Nelayan itu mendayung perahuya masuk ke Sungai Kawat.setiba di sungai tersebut,lalu mengulur pancingnya kedalam air.dia menunggu pancingnya ditarik ikan,tetapi sama sekali tidak di tarik ikan.nelayan itu beberapa kali pindah tmpat,tetapi keadaannya maih tetap,tak seekorpun ikan menarik pancingnya.nelayan itu nampaknya masih semangat menunggu pancingnya ditari ikan,tapi masih belum juga ditarik.dia bertekad bulat,bila pulang harus membawa ikan untuk anak-anak dan istrinya.
                 Hari menjelang sore,matahari mulai condong ke barat.nelayan mendayng perahunya untuk berpindah tempat,yaitu di sebuah teluk kecil yang banyak batunya.Tanah yang ada di sekitarnya itu banyak lumutnya serta pepohonan kayu yang besar.di tempat ini pancingnya mulai di turunkan ka dalam air.nelayan itu lama sekali menunggu pancingnya di tempat yang baru ini tetapi masih saja pancingnya belum juga di tari ikan.nelayan hampir saja pulang,karena matahari juga hampir tenggelam.tiba-tiba pancingnya di tarik dengan keras,nelayanpun mengangkat pancingnya.Ternyata tidak seekorpun ikan yang di dapat ketika pancing itu di tarik nelayan,tetapi yang menyangkut pancingnya adalah ujung kawat.Nelayan berkata,”aduh,ikannya lepas,kini tangannya menjangkau ke ujung kawat yang menyangkut di pancingnya.Ujung kawat itu di perhatikan dalam keremangan malam itu.Nampak warna kekuning-kuningan,dia yakin,bahwa kawat itu benar-benar emas,sehingga dia mulai menariknya ke dalam perahu.
                 Kawat itu terus menerus di tarik,hingga mendapatkan beberapa meter panjangnya. Dia belum juga puas masih terus menarik,padahal seandainya kawat itu sudah di dapat satu meter saja,maka hidupnya sudah lebih baik dari semula,yakni sudah berkecukupan.dia berusaha terus menerus menarik kawat emas itu dari dalam sungai dengan sebanyak-banyaknya.sekalipun kawat itu sudah di tarik lama sekali.tetapi masih saja belum putus.dalam benak hatinya berkata,aklah nanti orang paling kaya di antara sekian banyak orang yang ada di kampungku.Sementara perahunya sudah penuh dengan gulungan kawat tersebut.
                 Terdengarlah suara dari dalam air,sudahlah potong di sini saja!nelayan itu tetap tidak mau menghiiraukan ,dia tetap menarik kawat dari dalam sungai,biarku cepat kaya raya,pikiranya.
                 Terdengarlah suara berikutnya,sudahlah potong di sini saja!jangan kamu teruskan,berhentilah di sini saja!tetapi nelayan itu masih juga tidak menghiraukan.sementara perahu itu sudah berat sekali dengan gulungan kawat emas itu,sehingga air  masuk ke dalam perahu sampai penuh,seketika itu juga perahu tenggelam bersama nelayan ke dasar sungai.dengan tenggelamnya perahu bersama nelayan itu.maka dia tidak pernah timbul dan mati ke dasar sungai ,akibatnya dari keserakahan yang melebihi batas.dengan cerita di atas,sehingga sungai itu dinamakan sungai kawat.
                 Dalam hal ini perlu kita ketahui,bahw serakah,tamak adalah suatu yang tercela,maka kita berusaha untuk menjauhi,kita harus bersyukur atas pemberian Allah sekalipun kita pandang sedikit,kalau yang sedikit tidak kita syukuri,maka otomatis yang banyak juga tidak akan di syukuri,sehingga terus menerus masih kurang,padahal sudah melimpah ruah harta yang dimiliki.oleh karena itu kita harus pandai bersyukur atas karunia Allah yang telah di berikan kepada kita sekalian,dengan demikian kita termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur.
                

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun