Jumat, Oktober 29, 2010

Cara Membuat Media Pendidikan dan Penggunaannya


1.      Media Audio (Contoh: Radio)
Langkah-langkah memproduksi audio adalah:
1)      Praproduksi
a.       Pemilihan materi, mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi dapat dibuat ke dalam media audio secara menarik.
b.      Penulisan naskah, naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.  Tahapan penulisan naskah yaitu persiapan, penelitian, pengorganisasian informasi, penulisan sinopsis dan treatment, dan skenario/naskah.
2)      Produksi
a.       Menentukan Team Produksi
       Produksi media audio ini merupakan kerja bersama (team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian atau keterampilan  berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif. Anggota tim tersebut yaitu:
1.         Sutradara, orang yang bertanggung jawab atas semua aspek manajemen dan artistik dari sebuah produksi.
2.         Operator, mempersiapkan peralatan rekam dan bertanggung jawab atas hasil perekaman.
3.         Teknisi, mengontrol dan memastikan semua peralatan dalam keadaan siap pakai.
4.         Penata musik, mempersiapkan musik dan sound effect sesuai dengan naskah.
5.         Editor, melakukan koreksi terhadap hasil rekaman dan melakukan mixing tutur (dialog/drama) dengan musik dan sound effect yang diperlukan sesuai naskah.
b.      Rembuk Naskah (Script Conference)
       Setelah Sutradara menerima dan mempelajari, kemudian dilakukan rembuk naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli media. Rembuk naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.
c.       Pemilihan Pemain (Casting)
       Setelah rembuk naskah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan menarik.
d.      Latihan Kering
       Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.
e.         Rekaman(Recording)
       Rekaman adalah proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. Sutradara adalah pengendali sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.
f.         Editing dan Mixing
Editing:  maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang dianggap tidak perlu atau juga menambah efek, misalnya echo.
       Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background, dan soundeffect sehingga media audio lebih terkesan menarik.
g.        Preview
       Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan sutradara sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim preview..
h.        Pembuatan Master Audio (Mastering)
Menyimpan atau merekam hasil produksi media audio ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan lainnya.

Langkah-langkah menggunakan media radio
Langkah Persiapan:
1.      Guru menentukan tujuan yang jelas tentang apa yang akan diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan mendengarkan siaran.
2.      Tugas-tugas atau pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan ditemukan jawabannya melalui mendengarkan siaran.
3.      Periksa alat yang digunakan, apakah semua dalam keadaan normal.
4.      Guru hendaknya dapat memotivasi siswa untuk bersikap bahwa mendapatkan ilmu pengetahuan melalui mendengarkan secara teliti dan kritis adalah merupakan bagian dari proses pengembangan pribadi siswa.
5.      Persiapan berbagai bahan tentang siaran misalnya buku petunjuk, buku pegangan dan kalau mungkin bahan penyerta siaran.
Langkah-langkah penerimaan:
1.      Guru hendaknya dapat menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat mendengarkan dengan baik.
2.      Bantulah siswa agar jangan sampai lupa dengan tugas yang telah direncanakan semula pada saat siswa mendengarkan dengan teliti dan kritis.
3.      Guru dapat pula membantu dengan membuat catatan-catatan atau menulis kata-kata baru yang sulit dimengerti oleh siswa.
Langkah lanjut (follow up):
1.      Kegiatan apapun tidak akan dapat diketahui tingkat keberhasilannya bila dievaluasi.
2.      Beritahukan kepada siswa tentang tingkat keberhasilan yang telah dicapainya, agar menjadi motivasi untuk mengikuti program berikutnya.
3.      Berilah kesempatan pada siswa untuk mengevaluasi  jalannya program mendengarkan radio, apakah kebaikan dan kekurangannya.
4.      Rencanakan program berikutnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hasil yang telah ada.

2.      Visual (Contoh: Papan Tulis)
Langkah-langkah  membuat papan tulis
1.      Siapkan materi yang akan dituliskan atau digambarkan pada papan tulis.
2.      Tuliskan secara jelas, teratur, dan berurutan materi yang ingin disampaikan agar siswa dapat memahami dengan mudah
3.      Jelaskan apa yang sudah dituliskan dengan penjelasan yang mudah dipahami

Cara penggunaan papan tulis yang baik:
1.      Papan tulis diusahakan selalu bersih sebelum dipakai .
2.      Tulisan pada papan tulis hendaknya mudah dibaca.
3.      Kapur tulis dapat diruncingkan atau ditumpulkan sesuai dengan kebutuhan.
4.      Tulisan pada papan tulis hendaknya teratur dan urut, jangan meloncat-loncat agar tidak membingungkan siswa.
5.      Untuk memberikan penjelasan dalam beberapa hal, gunakan kapur berwarna.
6.      Berilah garis bawah untuk kata-kata atau istilah-istilah yang penting.
7.      Usahakan pada waktu menulis sedapat mungkin tulisan yang sedang ditulis langsung dapat dilihat oleh siswa.
8.      Papan tulis hendaknya dipasang cukup tinggi sehingga semua siswa dapat melihat dengan jelas.
9.      Usahakan letak papan tulis itu tidak terlalu dekat dengan deretan bangku siswa paling depan (minimal 2,50).
10.  Tinggi papan tulis harus disesuaikan dengan siswa sehingga papan mudah dicapai oleh siswa.

3.      Audio Visual (contoh: tv pendidikan)
Untuk membuat media video secara umum ada tiga tahap yaitu:
1.      Praproduksi
            Tahap praproduksi melalui tahap yang panjang dan menentukan keberhasilan pada tahap selanjutnya. Tahap ini merupakan perencanaan dari kegiatan selanjutnya dan hasil yang akan dicapai. Tahap ini meliputi:
·         Penentuan Ide/Eksplorasi Gagasan
·         Penyusunan Garis Besar Isi Media Video (GBIMV)
·         Penyusunan Jabaran Materi Media Video (JMV)
·         Penyusunan Naskah
·         Pengkajian Naskah
Hasil akhir dari tahap praproduksi yaitu naskah video yang telah disetujui oleh pengkaji dan dinyatakan kebenarannya, sehingga naskah tersebut layak produksi.
2.      Produksi
            Produksi merupakan tahap selajutnya setelah naskah diterima oleh Produser dan Sutradara. Untuk menghasilkan gambar dan suara sesuai dengan keinginan penulis naskah, maka pada tahap ini harus dilakukan berbagai kegiatan, meliputi:
·         Rembuk Naskah
·         Penentuan Tim Produksi
·         Casting (Pencarian Pemain)
·         Hunting (Pencarian Lokasi Shooting)
·         Crew Metting (Rapat Tim Produksi)
·         Pengambilan Gambar
Hasil akhir dari kegiatan produksi yaitu sekumpulan gambar dan suara dari lapangan yang siap diserahkan kepada editor untuk dipilih sesuai naskah.
3.      Pascaproduksi
Setelah sekumpulan gambar dan suara diterima oleh editor, maka langkah selanjutnya yaitu tahap pemilihan gambar dan suara yang terbaik. Gambar dan suara tersebut kemudian disambung-sambung. Tahap ini cukup panjang, yaitu meliputi:
·         Editing (Penggabungan dan Pemilihan Gambar)
·         Mixing (Pengisian Musik)
·         Preview
·         Ujicoba
·         Revisi
4.      Distribusi/Penyiaran
Penyusunan program TV pendidikan adalah:
1.      Menciptakan tujuan dan sasaran.
Apa yang akan dicapai oleh siswa setelah mengikuti program tersebut.
2.      Menetapkan pokok-pokok isi program.
Hal apa yang akan disajikan dalam program TV tersebut.
3.      Menetapkan bentuk penyajian program.
Berdasarkan tujuan dan isi program dapat ditetapkan bentuk penyajian program yang paling tepat.
4.      Menetapkan alat-alat yang digunakan dalam penyajian, baik berupa perangkat keras maupun lunaknya.
5.      Menetapkan alat evaluasi dan balikan.
Evaluasi dan balikan digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program setelah program dilaksanakan.

Langkah menggunakan tv pendidikan
1.      Siapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti televisi, antena, remote control.
2.      Cari dan pilih channel yang berisi tentang pendidikan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3.      Letakan televisi pada tempat yang dapat dijangkau oleh semua siswa.
4.      Perhatikan dengan seksama isi materi yang disajikan agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
5.      Setelah penayangan berakhir diadakan pembahasan ulang mengenai inti materi yang ada dalam tayangan televisi tersebut.

5.      Multimedia (contoh: internet, dengan spesifikasi blog)
Cara membuat blog:
·         kunjungi website www.blogger.com
·         Setelah page terbuka, klik CREATE AN ACCOUNT setelah diklik, maka akan muncul form untuk mengisikan nama dan password. Jangan lupa untuk menceklist Term of service agreement. Kemudian klik tombol panah "Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-3.
·         Bagian ini sangat penting, karena nama dari blog akan menjadi sebuah keyword. Sekarang klik tombol panah ORANGE "Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-4.
·         Pilih warna dan bentuk sesuai dengan topic dan selera. Klik OK jika sudah selesai memilih template. Sekarang klik tombol panah ORANGE"Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-5.
·         Setelah blog selesai dibuat, maka di browser ada tulisan "Your Blog Has Been Created".
·         Klik start Posting untuk membuat artikel/tulisan pertama. Isikan materi-materi yang ingin disampaikan kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
·         Sekarang Isikan Judul artikel pada kolom title, dan tulis isi dari artikel di bawahnya.

Cara menggunakan blog:
·         Siapkan keperluan yang diperlukan untuk membuka blog seperti, perangkat  komputer atau laptop, modem atau penghubung dengan internet. Apabila tidak terdapat fasilitas dirumah kita bisa pergi ke warnet terdekat.
·         Apabila perangkat komputer atau laptop sudah terhubung maka bukalah internet explorer atau website untuk masuk ke blog, lalu ketiklah alamat web atau blog yang ingin dilihat.
·         Carilah blog yang sudah dirujukan guru atau carilah artikel yang menunjang pengetahuan anda. Banyak sekali manfaat atau ilmu pengetahuan baru yang anda dapatkan apabila dapat menggunkan blog dengan baik.

6.      Proyektor (Contoh: OHP)
Membuat transparansi OHP:
1.      Bahan yang ditulis adalah bahan yang transparan seperti plastik dan bahan tembus cahaya lainnya.
2.      Pilih alat tulis sesuai dengan kebutuhan. Yaitu alat tulis yang dapat dihapus langsung/mudah, dapat dihapus dengan alkohol atau spirtus, dan ada yang tidak dapat dihapus.
3.      Dapat pula digunakan lembaran film transparan untuk mewarnai gambar atau membuat bayangan yang tidak tidak dikehendaki.
4.      Melengkapi transparansi OHP dengan bingkai. Bingkai OHP dapat dibuat sendiri atau membeli di toko.

Langkah-langkah dalam menggunakan OHP:
1.      Tempatkan OHP di muka kelas dengan kepala proyektor menghadap ke layar atau dinding depan kelas.
2.      Atur pemasangan sedemikian rupa sehingga tidak ada siswa yang terhalang pandangannya oleh kepala proyektor.
3.      Jarak OHP dengan layar tergantung pada berapa besar gambar yang dikehendaki atau besar layar yang tersedia.
4.      Apabila tegangan listrik yang ada sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, maka kabel power tenaga listrik dapat dihubungkan.
5.      Letakkan transparansi pada alas kaca proyektor dalam posisi yang dapat dibaca oleh guru atau operator yang menghadap ke siswa.
6.      Tekan tombol On untuk menyalakan lampu proyektor. Jika gambar atau tulisan yang diproyeksikan masih kabur dapat dipertajam dengan cara memutar tombol pada tangkai kepala proyektor, yaitu tombol pengatur focus.
7.      Pada waktu kita menambah penjelasan secara lisan yang tiadak berhubungan langsumg dengan gambar atau tulisan pada transparansi, maka OHP harus diperhatikan.
8.      Pada waktu OHP menyala dilarang keras menggerakkan atau memindahkan OHP. Jangan sampai menyentuh bola lampu secara langsung atau terkena benda berminyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun