Sabtu, November 06, 2010

Perkembangan Jiwa balita


PERKEMBANGAN JIWA BALITA
 (USIA 2-5 TAHUN)
Masa Prenatal
1.     Tahap germinal (Germinal stage): zigot, Ovum
2.    Tahap Embrio (Embriyonic stage): alaqah/segumpal darah, 2 minggu-8 minggu setelah proses pembuahan
3.    Tahap janin (Fetus stage): setelah 8-9 minggu ciri fisik sebagai manusia semakin jelas. Pada usia kandungan 4 bulan ruh ditiupkan oleh Allah pada janin ( termasuk sifat/karakter; bakat; kekayaan; batas usia dll).
MASA BALITA/ANAK-ANAK
Ciri Pokok
Ø  Terjadi perubahan pesat pada aspek kepribadian dan emosional
Ø  Egosentris
Ø  Pembangkangan
Ø  Minta diperhatikan
Ø  Minta dihargai
Ø  Menuntut kebebasan
PERKEMBANGAN MOTORIK
Masa kanak-kanak awal àmasa peka/ideal untuk mengembangkan keterampilan
  1. Tubuh masih lentur
  2. Lebih mudah menerima keterampilan baru
  3. Suka mencoba hal baru
  4. Tidak cepat bosan
Cara Balita mempelajari keterampilan motorik
  1. Trial and error
  2. Meniru
  3. Pelatihan terencana
Jenis Keterampilan Anak
  1. Self help (makan, minum, mandi,dll)
  2. Social help
  3. Keterampilan bermain
  4. Keterampilan awal bersekolah
Perkembangan Bahasa
  1. Masa ideal untuk mengembangkan kemampuan berbahasa
  2. Penambahan kosa kata
  3. Pemahaman makna
  4. (dipengaruhi faktor kesehatan, kecerdasan, sosial ekonomi, lingkungan, metode pembelajaran yang diperoleh)
PERKEMBAGAN EMOSI
Pola Umum:
Ø  Rasa takut
Ø  Rasa marah
Ø  Rasa cemburu
Ø  Rasa senang
Perilaku Sosial Anak
Ø  Kerjasama
Ø  Persaingan
Ø  Kemurahan hati
Ø  Hasrat menerima sosial
Ø  Empati
Ø  Ketergantungan
Ø  Keramahan
Ø  Meniru
Perkembangan moral anak
Ø  Lebih bersifat peniruan lingkungan
Ø  Mengikuti kehendak orang yang berinteraksi
Ø  Terkait dengan kepentingan diri sendiri dan lingkungan
Ø  Lebih bersifat emosional
Faktor yang mempengaruh Perkembangan Kepribadian anak:
Ø  Model Pengasuhan
Ø  Model pembelajaran
Ø  Egoisme orang tua
Ø  Posisi anak dalam keluarga
Ø  Kondisi lingkungan
Ø  Kesehatan
Bermain bagi anak merupakan kegiatan yang penting, yang manfaatnya adalah:
Ø  Pertumbuhan fisik
Ø  Perkembangan komunikasi
Ø  Penyaluran energi
Ø  Pemenuhan kebutuhan
Ø  Sumber belajar
Ø  Rangsangan kreatifitas
Ø  Perkembangan pengetahuan
Ø  Belajar sosial
Ø  Menemukan jatidiri
MANFAAT BERMAIN
  1. Pertumbuhan fisik
  2. Perkembangan komunikasi
  3. Penyaluran energi
  4. Pemenuhan kebutuhan
  5. Sumber belajar
  6. Rangsangan kreatifitas
  7. Perkembangan pengetahuan
  8. Belajar sosial
  9. Menemukan jatidiri
JENIS PERMAINAN MENURUT FAHAM KOGNITIF
  1. Permainan fungsional (functional play):  permainan yang terjadi selama periode sensorimotorik, yang ditunjukkan dengan gerakan yang diulang-ulang, misalnya gerakan tangan dan kaki pada bayi, dan terpusat pada diri sendiri
  2. Permainan konstruktif (constructive play): suatu bentuk permainan dengan menggunakan obyek-obyek fisik untuk membangun atau membuat sesuatu. Permainan ini terjadi apabila anak melibatkan diri dalam suatu kreasi atau konstuksi produk atau pemecahan masalah ciptaannya sendiri
  3. Permainan dramatik (dramatic play), bentuk permainan yang dilakukan secara berpura-pura, yang dimulai ketika anak dapat mensimbolisasi atau menghadirkan obyek-obyek secara mental, permainan ini disebut juga permainan berpura-pura (make believe play)
  4. Permainan dengan aturan (games with play), yaitu permainan yang melibatkan aturan tertentu (games with rules) dan seringkali berkompetisi dengan satu atau lebih orang
JENIS PERMAINAN
Menurut Mildred Parten:
  1. Permainan Unoccupied :  permainan dimana anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol
  2. Permainan Solitary : anak dalam sebuah kelompok asyik bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam alat permainan, sehingga tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain, dan tidak peduli terhadap apapun yang sedang terjadi
  3. Permainan Onlooker: anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain, anak ikut berbicara dengan anak-anak yang lain dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi ia tidak ikut terlibat dalam aktifitas permainan tersebut
  4. Permainan Parallel: anak-anak bermain dengan alat-alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain ,atau tukar menukar alat permainan
  5. Permainan Assosiative: anak bermain bersama-sama saling pinjam alat permainan, tetapi permainan itu tidak mengarah pada satu tujuan, tidak ada pembagian peranan dan pembagian alat-alat permainan
  6. Permainan Cooperative: anak bermain dalam kelompok yang terorganisir, dengan kegiatan konstruktif dan membuat sesuatu yang nyata, dimana setiap anak mempunyai peranan sendiri-sendiri. Kelompok ini dipimpin dan diarahkan oleh satu atau dua orang anak sebagai pimpinan kelompok.
  Sumber: materi mata kuliah PPD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun