Jumat, Maret 25, 2011

Proses Bisnis Pengelolaan Pesanan Pelanggan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Proses Bisnis Pengelolaan Pesanan Pelanggan
Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan meliputi aktivitas:      
a.      Permintaan Informasi
            Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan sering dimulai dengan suatu permintaan informasi dari pelanggan atau permintaan quotation. Quotation adalah sebuah dokumen yang disiapkan dan dikirimkan ke pelanggan potensial guna memberikan informasi mengenai produk, harga, ketersediaan produk dan informasi pengiriman.
b.     Pembuatan Kontrak
            Beberapa perusahaan memerlukan kontrak (perjanjian legal) yang disiapkan sebelum menjual kepada pelanggan sebagai suatu kebijakan perusahaan.  Kontrak adalah suau perjanjian untuk menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan. Kontrak biasanya menyebutkan kuantitas dan jadwal waktu pengirimannya. Kontrak yang berisi perjanjian mengenai penyediaan suatu barang pada periode tertentu disebut blanket order.
c.      Memasukkan Pesanan (Order Entry)
            Memasukkan pesanan yaitu proses menyiapkan dokumen pesanan penjualan. Penerimaan pesanan biasanya berisi penentuan harga dan pemeriksaan ketersediaan barang. Penentuan harga suatu pesanan yaitu mengetahui harga terkini dari produk atau jasa, biaya tambahan, diskon ataupun biaya pengiriman. System informasi enterprise resource planning (ERP) memungkinkan implementasi prosedur penentuan harga yang canggih dan fleksibel antara pelanggan dan barang spesifik. Prosedur pelanggan khusus dapat menjadi keunggulan bersaing yang signifikan sehingga perusahaan dapat menawarkan suatu layanan yang disesuaikan dengan pelanggan. Ini merupakan aspek yang penting dari orientasi kepada pelanggan yang menjadi fokus dari system ERP.
d.     Pengiriman
            Aktivitas pengiriman diawali dengan penyiapan dokumen pengiriman yang disebut delivery. Pesanan penjualan berisi banyak informasi yang diperlukan dalam suatu delivery. ERP secara otomatis membuat salinan informasi ini ke delivery. ERP akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan kualitasnya.Dokumen delivery dibuat untuk mengatur jadwal pengiriman barang ke pelanggan. Jadwal didasarkan pada tanggal pengiriman yang diminta oleh pelanggan. Barang yang dikeluarkan dari persediaan untuk pengiriman memerlukan dokumen pengambilan pesanan, pengepakan pesanan dan posting pengiriman.
            Beberapa dokumen disiapkan selama aktivitas pengiriman yaitu: daftar pengambilan, daftar pengepakan dan bill of lading. Personel pengiriman akan memposting goods issue notice ketika barang sudah dikirim. Posting ini akan memperbarui dokumen delivery yang relevan. ERP menggunakan informasi ini untuk memperbarui persediaan sesuai kebutuhan didasarkan pada pengiriman.
e.      Penagihan
            Dokumen delivery dimasukkan dalam jadwal penagihan dan difakturkan. Faktur untuk pengiriman disiapkan dan diberikan kepada pelanggan. Pembuatan faktur ini adalah akhir dari proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan. Faktur akan dilanjutkan ke bagian piutang dagang untuk menunggu pembayaran dari pelanggan.
Ilustrasi ERP ( Enterprise Resource Planning)
            System ERP mampu menyimpan dan memproses sejumlah informasi yang sangat besar yang berkaitan dengan proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan dengan menggunakan SAP R/3. Proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan adalah bagian dari modul penjualan dan distribusi SAP.
Record Master Pelanggan
            Record master pelanggan berisi semua informasi yang berkaitan dengan pelanggan dan dibuat sebelum proses pesanan penjualan dalam R/3 karena informasinya akan digunakan dalam proses pesanan penjualan.
            SAP R/3 membutuhkan empat macam record master, yaitu:
·      Record penjualan ke pelanggan
·      Record pengiriman ke pelanggan
·      Record penagihan ke pelanggan
·      Record pembayaran pelanggan
Ketika record master ke pelanggan dibuat, ketiga record master yang lain akan secara otomatis dibuat dengan informasi yang sama. R/3 perlu tau bagaimana hierarki pelanggan terlebih dahulu sebelum membuat record master. Hierarki pelanggan adalah representasi dari struktur organisasi pelanggan yang menentukan informasi harga, terdiri dari saluran distribusi, jenis industry,dan lokasi geografis yang digunakan dalam R/3. R/3 juga memerlukan persetujuan penjualan yang dilakukan kepada pelanggan sebelum membuat record master.
Field Data
Create Customer: Initial Screen. Layar awal ini memerlukan masukan kode pelanggan yang digunakan sebagai identitas unik record master pelanggan. Kode ini dapat ditetapkan secara internal ataupun eksternal. Kode pelanggan ditetapkan secara eksternal ketika seseorang yang memasukkan data memilih suatu kode. Penetapan secara internal dilakukan secara otomatis oleh R/3, dimana kode berikutnya ditetapkan secara berurutan.
            Tambahan input diperlukan untuk kode perusahaan dan data organisasi yang mengidentifikasi wilayah penjualan.Wilayah penjualan diidentifikasi dengan tiga filed: organisasi penjualan (unit perusahaan yang bertanggung jawab terhadap penjualan), saluran distribusi (mencakup penjualan langsung, eceran, dan penjualan jumlah besar), dan divisi (kode yang mengidentifikasi suatu sub grup dalam organisasi penjualan).
a.      Create Customer: Customer Address. Field input disediakan untuk alamat, kotak pos, kota, propinsi (atau Negara bagian), kode pos (atau ZIP) dan Negara. Kode yang mengindikasikan bahasa yang akan digunakan harus dimasukkan pada bagian komunikasi dari Layar Customer Address.
b.      Create Customer: Control Data Screen. Field yang dimasukkan pada layar ini tergantung pada kebutuhan khusus perusahaan. Satu-satunya field yang diperlukan adalah field area transportasi, yang mengidentifikasi wilayah regional di mana pengangkutan dialokasikan.
c.       Create Customer; Marketing. Layar ini digunakan untuk memasukkan data statistic dan demografi mengenai pelanggan. Field digunakan untuk mengumpulkan kode untuk klasifikasi pelanggan, industry, dan wilayah.
d.      Create Customer: Payment Transaction. Layar ini digunakan untuk memasukkan informasi bank pelanggan. Field yang disediakan adalah kode Negara bank, kunci bank, nomor rekening bank, rincian referensi, dan rincian lainnya.
e.       Create Customer: Unloading Points. Layar ini digunakan untuk memasukkan di mana barang yang diterima pelanggn belum dibongkar dan untuk memasukkan factory calendar milik pelanggan, yang menentukan tanggal dan jam penerimaan barang oleh pelanggan.
f.       Create Customer: Foreign Trade. Layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan pengendalian ekspor.
g.      Create Customer: Contact Person. Layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan orang kontak. Field ini disediakan untuk nama, nomor telpon, formulir untuk alamat dan kode departemen.
h.      Create Customer: Account Management. Layar ini digunakan untuk spesifikasi data rekening rekonsiliasi. Rekening dipilih dari daftar menu . Kunci yang diurutkan dipilih untuk spesifikasi bagaimana line item akan diurutkan pada daftar rekening pelanggan.
i.        Create Customer: Payment Transaction. Layar ini mengumpulkan data untuk transaksi pembayaran, termasuk transaksi pembayaran secara otomatis.field pembayaran menentukan diskon kas dan periode pembayran yang berisi ringkasan seluruh pembayaran.
j.        Create Customer: Correspondence. Layar ini dapat digunakan untuk membangun suatu dunning procedure dan koresponden lain dengan pelanggan. Dunning procedure adalah tindakan yang dilakukan untuk mengumpulakan pembayaran dari pelanggan yang terlambat melakukn pembayaran.
k.      Create Customer: Insurance. Layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan asuransi kredit ekspor. Field disediakan untuk kebijakan nomor, jumlah asuransi, perusahaan asuransi, bulan, dan presentase pengurangan.
l.        Create Customer: Sales. Layar ini digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dalam perusahaan yang bertanggung jawab kepada pelanggan. Layanan ini menentukan mata uang untuk penyelesaian rekening. Layar ini menentukan prosedur penentuan harga, yang merupakan istilah R/3 untuk tipe dan urutan  kondisi penentuan harga untuk pesanan penjualan. Juga dapat menentukan tipe daftar harga grosir atau eceran.
m.    Create Customer: Shipping. Layar ini digunakan untuk menentukan pengiriman rinci. Field kombinasi pesanan dipilih sebagai default. Akan batal dipilih jika pelanggan tidak menerima pengiriman secara parsial.
n.      Create Customer: Billing. Layar ini digunakan untuk memasukkan data mengenai penagihan. Field-field menentukan apakah faktur manual diperlukan dan apakah pelanggan pantas memperoleh potongan. Filed input mengumpulkan grup rekening yang disetujui, yang digunakan untuk integrasi dengan modul piutang dagang pada R/3.
o.      Create Customer: Taxes. Layar ini digunakan untuk memasukkan data yang berkaitan dengan keajiban pajak pelanggan. Field klasifikasi pajak dilengkapi untuk setiap kategori pajak yang terdaftar.
p.      Create Customer: Layar Output. Layar ini digunakan untuk spesifikasi default output untuk berbagai dokumen yang dapat dihasilkan bagi pelanggan.
q.      Create Customer: Partner Function. Ketika record penjualan ke pelanggan dibuat, R/3 secara otomatis membuat record master tagihan kepada, pembayar, dan pengiriman ke untuk pelanggan yang sama dengan menggunakan informasi yang sama.
Pelanggan Satu-Waktu
            Karena kompleksnya proses pembuatan record master pelanggan, R/3 memungkinkan untuk membuat record master tunggal secara dummy untuk pelanggan satu-waktu atau pelanggan yang tidak rutin. Proses ini mengamankan masalah dalam pembuatan record rinci untuk pelanggan satu-waktu.
Standar Pemrosesan Pesanan Pada SAP R/3
Tinjauan
Bagian ini memberikan tinjauan mengenai standar proses pesanan pada SAP R/3. Standar pemrosesan pesanan adalah istilah yang menjelaskan proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan yang pesanan pelanggan dimasukkan dari persediaan barang jadi.
Standar pemrosesan pesan adalah istilah yang menjelaskan proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan yang pesanan pelanggan dimasukkan dari persediaan barang jadi. Standar umumnya diterima melalui telepon, fax, bagian penjualan dan voice email. Pertama-tama , diterbitkan quotation untuk pelangagan, jika tidak ada maka pesanaan dibuat jika pelangagan memerlukan pengiriman barang dan jasa. Sesudah sutau pesanan dibuat dan diproses, dokumen delivery dibuat.
Membuat Pesanan Pelanggan
Record master pelanggan harus ada sebelum pesanan penjualan dibuat. R/3 dapat menyalin informasi dari record master kedalam pesanan penjualan jika diperlukan.
Create sales order, layar awal. Layar awal ini digunakan untuk memastikan informasi untuk wilayah penjualan. Ada 3 field yang harus ada yaitu field distribusi, field kode divisi, dan field tipe pesanan. Layar ini punya 2 bagian yaitu  head order dokumen dan wilayah untuk data item. Header dokumen berisi field untuk item yang menjelaskan pesanan. Field sold-to- party mengumpulkan pesanan. Nama field pembelian pelanggan dimasukkan kedalam field nomer pesanan pembelian. Tanggal pesanan pembelian digunakan untuk tanggal penerimaan pesanan pembelian pelanggan.
Fitur Database
Setiap aktivitas pada proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan-quotation, pesanan, pengiriman faktur dan sebagainya menghasilkan dokumen. Fitur arus dokumen pada SAP R/3 memungkinkan untuk melihat dan melacak dokumen-dokumen tersebut.
Standar pemrosesan pesan adalah istilah yang menjelaskan proses bisnis pengelolaan pesanan pelanggan yang pesanan pelanggan dimasukkan dari persediaan barang jadi. Standar umumnya diterima melalui telepon, fax, bagian penjualan dan voice email. Pertama-tama , diterbitkan quotation untuk pelangagan, jika tidak ada maka pesan aan dibuat jika pelangagan memerlukan pengiriman barang dan jasa. Sesudah sutau pesanan dibuat dan diproses, dokumen delivery dibuat.

B.     Pengendalian Siklus Transaksi pada Pemrosesan Pesanan
·         Memasukkan Pesanan
Fungsi memasukkan pesanan (order-entry) memulai proses pesanan pelanggan dengan menyiapkan dokumen pesanan penjualan. Pesanan penjualan berisi penjelasan mengenai produk yang dipesan, harganya, dan data deskriptip mengenai pelanggan seperti nama, alamat pengiriman, dan jika diperluakan alamat penagihan. Jika waktu antara penerimaan pesanan dengan pengiriman sesungguhnya signifikan, maka pemberitahuan pesanan akan dikirimkan kepelanggan untuk memberitahukan bahwa pesanan telah diterima dan sedang diproses. Harga yang dimasukkan pada pesanan penjualan disetujui oleh menejemen atau fungsi organisasi yang independen dari fungsi pesanan penjualan.
·         Kredit
Kredit pelanggan yang masih ada sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu kebagian pengiriman barang. Untuk pelanggan reguler, pemeriksaan kredit meliputi menentukan jumlah total kredit yang disetujui tidak melebihi otorisasi dari menjemen secara umum dan khusus. Untuk pelanggan yang baru, pemeriksaan kredit diperlukan untuk menentukan jangka waktu penjualan kepada pelanggan.
·         Barang Jadi
Barang jadi diambil sesuai yang ada pada picking list. Picking list disiapkan dari dokumen pengiriman yang disiapkan dengan database pesanan untuk memproses pesanan yang telah disetujui. Informasi pengambialan akan dimasukkan untuk memperbaruhi informasi pengiriman pada database pesanan. Record persediaan diperbaruhi untuk menunjukkan kuantitas sesungguhnya yang diambil dan dilanjutkan kebagian pengiriman. Barang akan dilanjutkan dibagian pengiriman. Bagian pengiriman akan memberitahukan barang yang telah ditransfer.
·         Pengiriman
Bagian pengiriman menerima perintah pengiriman setelah cocok dengan pesanan yang ada pada picking list bersama dengan barang yang dipesan seperti yang ada pada daftar pengepakan barang. Informasi pesanan yang ada pada daftar pengepakan disiapkan secara inependent karena ia didasarkan pada pesanan yang disiapkan oleh fungsi order-entry dan disetujui oleh fungsi kredit. Dokumen pengiriman disiapkan dan database pesanan diperbaruhi untuk pengiriman. Bagian pengiriman secara khusus menyiapkan bill of lading untuk pengiriman. Tembusan daftar bill of lading diikutkan dalam pesanan pelanggan ketika dikirimkan.
·           Penagihan
Penagihan merupakan proses terakhir dari proses pesanan dengan menyiapkan faktur untuk  pesanan yang tampak pada daftar penagihan. Bagian penagihan melakukan verifikasi pesanan dan kemudian menyiapkan faktur. Faktur dikirimkan kepada pelanggan, faktur dicatat pada jurnal penjualan dan pemberitahuan dikirimkan kebagian piutang dagang. Secara periodik, jurnal disiapkan dan dilanjutkan ke fungsi buku besar untuk dilakuakan posting ke buku besar.
·           Piutang dagang dan Buku Besar
Perbedaan antara piutang dagang dan penagihan penting untuk mempertahankan pemisahan fungsi. Bagian penagihan bertanggung jawab untuk membuat faktur pesanan secara inividual dan piutang dagang menangani informasi rekening pelanggan dan secara periodik mengirimkan laporan piuatang dagang ke pelanggan. Bagian penagihan tidak memiliki akses ke record keuangan. Pengendalian total dari posting ke rekening buku besar piutang dagang dibandingkan dengan jurnal yang dikirimkan dari penagihan untuk melakukan validasi posting ke buku besar.

C.    Proses Bisnis Manajemen Akun Pelanggan
Proses bisnis pesanan pelanggan mencakup pemrosesan piutang dagang sampai pengumpulan pembayaran pelanggan pada rekening.
Piutang Dagang
Piutang dagang mewakili uang yang dimiliki oleh pelanggan untuk barang atau jasa yang telah dijual yang dimasukkan dalam rekening. Ada dua pendekatan dasar pada aplikasi piutang dagang yaitu proses open item dan proses balance forward. Pada pemrosesan open item, pencatan terpisah dikelolah pada sistem piutang dagang untuk setiap faktur yang belum dibayar oleh pelanggan. Jika pembayarn pelanggan diterima, akan dibandingkan dengan faktur yang belum dibayarkan. Pada pemrosesan balance forward, pembayaran dari pelanggan dibandingkan dengan total saldo pelanggan yang masih ada dan bukan dibandingkan dengan faktur pelanggan secara individu.

D.    Pengendalian Transaksi pada Proses Bisnis Piutang Dagang
Pengendalian transaksi pada proses bisnis piutang dagang dilakukan dengan pemisahan pada fungsi-fungsi yang ada dalam proses bisnis yaitu : Penerimaan Kas, penagihan, Piutang dagang, kredit, Buku besar, retur dan potongan penjualan dan penghapusan piutang dagang.
a.       Penerimaan Kas
Slip pembayaran pelanggan dilanjutkan ke piutang dagang untuk diposting dari penerimaan kas. Piutang dagang tidak punya akses ke kas atau memeriksa pembayaran pelanggan.
b.      Penagihan
Faktur, memo kredit dan penyesuaian faktur yang lainnya dirutekan ke piutang dagang untuk diposting ke rekening pelanggan. Hal ini menjaga pemisahan fungsi-fungsi yang ada. Penagihan tidak punya akses langsung ke pencatatan piutang dagang.
c.       Piutang Dagang
Piutang dagang bertanggung jawab utuk mengelola buku pembantu piutang dagang. Rekening kontrol dikelola oleh departemen buku besar. Debit dan kredit diposting ke rekening pelanggan dari bukti pembayaran, faktur, dan dokumen lain yang diterima dari penagihan dan penerimaan kas.  
d.      Kredit
Fungsi departemen kredit meliputi menyetujui retur dan potongan penjualan dan penyesuaian lainnya untuk rekening pelanggan, menilai dan menyetujui neraca saldo umur piutang untuk menentukan sisa kredit dari pelanggan, dan memulai memo (dokumen) penghapusan untuk membebani rekening dengan kerugian piutang.
e.       Buku besar
Buku besar mengelola rekening pengendali piutang dagang. Debit dan kredit diposting ke rekening pengendali piutang dagang dari jurnal dan hasil pencocokan dengan total pengendali yang diterima dari penagihan dan penerimaan kas.Jumlah ini direkonsiliasi ke konrol total dan dikirimkan ke buku besar langsung dari piutang dagang. Rekonsiliasi ini merupakan siklus pengendalian transaksi yang penting dalam proses bisnis piutang dagang.
f.       Retur dan Potongan Penjualan
Retur dan potongan penjualan memerlukan pengendalian yang hati-hati. Potongan penjualan terjadi karena ada barang dagangan yang rusak, kekurangan dalam pengiriman, kesalahan klerikal atau adanya perjanjian antara pelanggan dengan penjual untuk mengurangi jumlah yang dimiliki pelanggan. Jumlah potongan dinegosiasikan antara pelanggan dan departemen penerimaan pesanan penjualan (atau penjualnya). Potongan sebaiknya dipertimbangkan dan disetujui oleh fungsi yang independen (biasanya departemen kredit). Setelah potongan diotorisasi dan disetujui, bagian penagihan akan membuat memo kredit untuk mendokumentasikan pengurangan rekening pelanggan.
Retur penjualan terjadi ketika pelanggan mengembalikan barang yang sudah dikirim. Prosedur retur penjualan dimulai dari departemen penerimaan. Setelah barang diterima dari pelanggan dan dikembalikan sebagai persediaaan, untuk pengendalian yang baik, bagian penerimaan akan melanjutkan memo retur penjualan atau dokumen yang sejenis ke departemen kredit. Departemen kredit menyetujui memo retur penjualan dan melanjutkan ke bagian penagihan. Memo retur penjualan ynag telah disetujui diotorisasi oleh bagian penagihan untuk menerbitkan memo kredit untuk retur ini.
g.      Penghapusan Piutang Dagang
Hal pokok dalam proses penghapusan adalah analisi rekening yang telah jatuh tempo sebelumnya. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan laporan saldo umur piutang. Sejumlah teknik dapat digunakan sebaga upaya untuk mengumpulkan rekening yang telah jatuh tempo. Hal ini melibatkan prosedur dunning seperti mengirimkan ke pelanggan sejumlah surat sebagai tindak lanjut dan menggunakan agen-agen pengumpul piutang untuk melakukan pendekatan ke pelanggan untuk membayar. Akan tetapi, sejumlah rekening memang sudah tidak layak lagi dan harus dihapus.
Departemen kredit memulai proses penghapusan dengan menyimpan memo penghapusan (atau dokumen yang sejenis) yang disetujui oleh treasurer atau fungsi independen lainnya. Bagian piutang dagang melaukan otorisasi untuk rekening yang dihapus setelah menerima memo penghapusan yang telah disetujui. Tembusan memo penghapusan yang telah disetujui juga dikirimkan ke pihak ketiga yang independen (internal audit) untuk tujuan pencatatan.
  
E.     Proses Bisnis Kas yang Diterima pada Rekening
Proses Bisnis kas yang diterima pada rekening digunakan ketika pelanggan masih memilki saldo. Penerimaan kas pada rekening biasanya berawal dari pengiriman surat atau dibayarkan oleh seseorang ke kasir pusat atau cash window. Untuk itu lebih jelasnya akan diterangkan sebagai berikut :
·         Mailroom
Pembayaran pelanggan akan diterima dalam mailroom. Surat akan dibuka dan cek serta bukti pembayaran akan dipiasahkan, cek disahkan dan dijumlah secara hati-hati. Daftar pembayaran yang berisi pembayaran yang diterima, disiapkan. Tembusan daftar pembayaran dan bukti pembayaran diberikan ke bagian piutang dagang. Cek dan control total diberikan ke penerimaan kas sebagai deposit. Tembusan daftar pembayaran dan control total disimpan urut tanggal.
·         Penerimaan kas
Cek diterima dari mailroom bersama dengan penerimaan kas dari penjualan tunai dan slip setoran disiapkan. Daftar pembayaran dan control total diterima dari mailroom dicocokkan dengan slip setoran dan perjanjian yang telah disetujui. Daftar pembayaran kemudian digunakan untuk memposting jumlah pembayaran yang diterima dari mailroom ke jurnal penerimaan kas. Jurnal disiapkan dan dilanjutkan ke buku besar. Daftar pembayaran, tembusan slip dan control total disimpan urut tanggal. Deposit dilanjutkan seluruhnya ke bank.
·         Piutang dagang
Piutang dagang diposting pada rekening piutang dagang. Yang diposting ke buku besar adalah totalnya. Kontrol total dicocokkan  dengan daftar pembayaran. Perjanjian untuk  jumlah ini disetujui. Piutang dagang diurutkan dan disimpan berdasarkan urutan pelanggan. Daftar pembayaran dan kontrol total yang diposting urut tanggal. Daftar pembayaran dan tembusan kontrol total yang diposting disimpan urut tanggal. Tembusan kontrol total dilanjutkan ke buku besar.
·         Buku besar
Jurnal dari penerimaan kas dan control total diterima dari rekening piutang dagang untuk dibandingkan. Jumlahnya kemudian diposting ke buku besar. Sumber posting buku besar berasal dari jurnal dari kasir sejumlah pembayaran yang diterima untuk didepositkan. Jumlah ini harus harus direkonsiliasikan dengan total item yang diposting ke buku besar piutang dagang.  Jurnal dan kontrol total disimpan urut tanggal.
·         Bank
Bank menerima setoran dan melakukan validasi tembusan slip setoran. Tembusan slip setoran yang telah divalidasi dikembalikan ke audit internal. Slip setoran yang telah divalidasi disimpan urut tanggal.
·         Audit Internal
Audit internal menerima laporan bank secara periodik. Rekonsiliasi bank secara independen merupakan pengendalian yang penting dalam proses bisnis penerimaan kas.
Sistem Pengumpulan Lock-Box
Sistem lock-box deposit digunakan untuk mengurangi float-waktu antara penandatangan pembayaran cek oleh pelanggan dan ketika perusahaan menggunakan dana tersebut. Sistem lock-box digunakan juga untuk mengurangi float yang biasanya terjadi karena bank tidak mengizinkan perusahaan untuk menggunakan cek sampai mereka membereskan urusan dengan bank pelanggan

F.     Proses Bisnis Penjualan Tunai
Pada proses bisnis penjualan tunai tidak ada pencatatan aset sebelumnya (saldo rekening pelanggan). Pembuatan dokumen awal dari penjualan tunai merupakan poin utama pada sistem pengendalian. Ketika pencatatan telah disiapkan, maka penjualan tunai menjadi subjek pengendalian akuntansi.
Ada beberapa teknik pencatatan awal yaitu antara lain : Auditing pelanggan dan Teknik Imprest. Auditing pelanggan (customer audit) merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan prosedur dimana tindakan pelanggan sebagai pengendalian pada dokumentasi awal transaksi. Teknik imprest digunakan unuk mengendalikan penenerimaan kas dengan cara yang sama (tetapi biasanya kurang akurat) yang digunakan dalam pengendalian pengeluaran kas kecil.

1 komentar:

  1. flowchart nya mana???
    kami lagi butuh flowchart dan penjelasannya..

    BalasHapus

komen o yo rek,, *suwun