Minggu, Agustus 07, 2011

Cinta, Sukses, dan Kaya



Seorang wanita yang keluar rumah mendapati di halaman depan ada tiga kakek berjenggot putih dan panjang.

“Saya kira, saya tidak kenal kalian, tapi kalian pasti lapar. Silakan masuk untuk makan,” kata wanita itu.

“Apakah suamimu dirumah?” tanya meraka.

“Tidak” jawab wanita itu, “Ia sedang keluar”.

“Kalau demikian kami tidak bisa masuk” kata mereka.

Ketika hari telah sore dan suaminya telah datang, wanita itu bercerita kepadanya tentang apa yang terjadi di rumahnya.

“Beritahu mereka, aku telah datang dan mereka dipersilakan masuk,” kata suaminya.

Wanita itu lalu keluar untuk mengundang mereka.

“Kami tidak masuk rumah bersama-sama,” jawab mereka.

“Mengapa demikian?” tanya wanita itu.

Salah seorang dari mereka berkata, “nama dia KAYA,” katanya sambil menunjuk salah seorang temannya, lalu ia menunjuk temannya yang lain, “nama dia SUKSES, dan aku sendiri bernama CINTA”

Ia kemudian melanjutkan, “Nah, sekarang bicarakan dengan suamimu, siapa di antara kita yang akan kalian undang ke dalam rumah kalian”.

Wanita itu masuk lagi lalu menceritakan kepada suaminya pembicaraan mereka. Suaminya merasa heran, “wow…, alangkah anehnya. Kalau demikian, marilah kita undang KAYA.
Biarkan dia masuk dan mengisi rumah kita dengan kekayaan”.

Tapi istrinya tidak setuju.

“Sayang… mengapa tidak kita undang SUKSES?” kata istrinya.

Menantu perempuan mereka yang sejak tadi mendengarkan dari sudut rumah mengusulkan, “Apakah tidak lebih baik kita undang CINTA? rumah kita nanti akan dipenuhi oleh cinta”

“Benar! Mari kita ikuti saran menantu kita,”kata sang suami kepada istrinya. “Panggilah cinta untuk menjadi tamu kita”.

CINTA bangun dan berjalan ke arah rumah. Kedua orang tua yang lain bangkit mengikuti CINTA. Merasa heran, wanita itu bertanya kepada KAYA dan SUKSES, “Aku hanya mengundang CINTA, mengapa kalian berdua ikut masuk?”

Mereka berkata “ Kalau kau mangundang KAYA atau SUKSES, maka dua orang dari kami akan tetap tinggal di luar. Tetapi karena kau mengundang CINTA, kemana pun ia pergi, kami berdua selalu mengikutinya.”

Sumber : Hikmah dari Seberang, Unknown Author, Pustaka Zawiyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun