Sabtu, Juni 02, 2012

Analisis Kinerja Sektor Publik, Analisis APBD dan Analisis LAKIP

ANALISIS KINERJA SEKTOR PUBLIK

      Menurut Mahsun (2009) terdapat empat pendekatan pengukuran kinerja yang dapat diaplikasikan pada organisasi sektor publik, yaitu: analisis anggaran, analisis rasio laporan keuangan, balanced scoredcard, dan audit kinerja (value for money).
     Untuk mendownload yang lengkap silahkan klik disini klikH3R3

1.    Analisis anggaran. 
Analisis anggaran adalah pengukuran kinerja yang dilakukan dengan cara membandingkan anggaran pengeluaran dengan realisasinya. Hasil yang diperoleh berupa selisih lebih (favourable variance) atau selisih kurang (unfavourable variance). Teknik ini berfokus pada kinerja input yang bersifat finansial dan data yang digunakan adalah data anggaran dan realisasi anggaran.

2.    Analisis Rasio Laporan Keuangan
Dalam menganalisis laporan  keuangan terdapat berbagai cara yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan suatu oraganisasi salah satunya adalah teknik analisis rasio keuangan yang membandingkan angka-angka yang ada dalam satu laporan keuangan ataupun berberapa  laporan keuangan  pada satu periode waktu tertentu. Bagi tipe organisasi publik yang bertujuan non profit maka rasio keuangan yang berhubungan dengan kemampuan pembiayaan pemerintah dalam menyediakan barang dan jasa publik dapat menjadi ukuran kinerja organisasi  non profit. Rasio keuangan yang dimaksud  adalah Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas.

3.    Balanced scoredcard
Adalah pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang berbasis pada aspek finansial dan non finansial yang diterjemahkan dalam empat perspektif kinerja, yaitu perspektif finansial, persektif kepuasan pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan/pembelajaran.

4.    Audit kinerja (value for money)
Adalah pengukuran kinerja yang didasarkan pada konsep value for money yang merupakan perluasan ruang lingkup  dari audit finansial. Indikator pengukuran kinerjanya terdiri dari  ekonomi, efisiensi  dan efektivitas.
•    Ekonomi: pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.
•    Efisiensi: pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang rendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standard kinerja atau target yang telah ditetapkan.
•    Efektivitas: tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun