Selasa, Juni 05, 2012

Contoh Analisis Artikel 1

1.    Identitas Artikel
    Judul : Penanaman Modal Asing dan Pertumbuhan Industri di Asean (6), China, India, dan Korea Selatan 1999-2004
    Penyusun : Sri Yani Kusumastuti (Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti)
2.    Latar Belakang Masalah
Kehadiran PMA dalam suatu negara diakui dapat menjadi perangsang perluasan teknologi, efisiensi dan produktivitas. Dari keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari adanya PMA maka banyak negara berkembang berupaya untuk menarik investasi asing tersebut. Persaingan yang keras terjadi antar negara berkembang dalam upaya menarik PMA ini dan dengan strategi yang terus dikembangkan. Goncangan krisis 1997-1998 ternyata telah meruntuhkan kestabilan perekonomian dan industri negara-negara ASEAN sehingga mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya karena investasi di kawasan ASEAN menjadi sangat beresiko. Di sisi lain China dan India terus mengalami meningkatan PMA. Republik Korea merupakan salah satu negara yang juga diguncang krisis moneter, namun segera berhasil keluar dan kembali memulihkan kondisi perekonomiannya sehingga mampu menarik PMA.
3.    Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji dalam artikel ini adalah bagaimana negara-negara ASEAN harus menarik PMA ketika kompetisi tidak hanya berasal dari negara-negara ASEAN sendiri tetapi juga dari negara-negara lain seperti China, India dan Korea Selatan dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan industri di negara tujuan PMA.
4.    Penelitian Terdahulu
    Agiomirgianakis et al (2006) melakukan penelitian yang terkait dengan menarik PMA dan dampaknya di 20 negara OECD pada periode 1975-1997 dengan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal manusia, tingkat keterbukaan perekonomian, dan ketersediaan infrastruktur (dan rel kereta api) berpengaruh positif terhadap PMA. PMA periode lalu juga signifikan. Sedangkan variabel infrastruktur lain (jalan) dan kebijakan pemerintah (anggaran belanja) tidak signifikan menarik PMA.
    Kirkpatrick  et al meneliti kaitan antara kualitas regulasi dan PMA di infrastruktur di negara berpendapatan menengah dan rendah selama 1990-2002. Hasilnya menunjukkan bahwa PMA di infrastruktur berkorelasi positif dengan efektivitas regulasi.
    Penggunaan model data panel untuk penelitian PMA juga dilakukan oleh  Cassou  (1997), Bevan dan Estrin (2000), Nguyen dan Haughton (2002), dan Hsieh (2005). Hsieh (2005) menggunakan model data panel dinamik dengan fixed effect untuk menentukan faktor penentu arus PMA di Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam pada periode 1990-2003. Hasil estimasi menunjukkan  bahwa: (1) variabel penentu yang signifikan menarik PMA adalah PMA periode lalu, GDP per kapita dan derajat keterbukaan; (2) krisis keuangan di Asia mempunyai dampak yang berbeda di setiap negara; dan (3) kategori variabel yang menarik PMA adalah faktor fundamental makro.
    Dengan menggunakan data Eropa Tengah dan Timur, Bevan  et al  (2000) berpendapat bahwa faktor penentu aliran masuk PMA adalah resiko negara (country risk), biaya per unit tenaga kerja, ukuran pasar dalam negeri, dan faktor-faktor gravitasi.
    Merlevede dan Schoors (2004) menggunakan data panel di negara transisi untuk meneliti faktor penentu PMA. Hasil empiris menunjukkan bahwa negara dengan pasar domestik potensial lebih besar akan menerima pangsa investasi yang besar pula.
    Dari hasil kajian terdahulu, dampak PMA dapat  teridentifikasi ada pada lima hal: pertumbuhan ekonomi, perdagangan, tenaga kerja dan tingkat keterampilan, penyerapan teknologi dan transfer pengetahuan dan keterkaitan dan  spillover  pada industri domestik.
5.     Hipotesis
    Penelitian ini mengidentifikasi hipotesis sebagai berikut.
1)    PMA menpunyai dampak langsung secara positif pada pertumbuhan industri negara tujuan PMA.
2)    PMA dipengaruhi secara positif oleh capaian variabel makroekonomi, tingkat pertumbuhan GDP dunia, indeks daya saing global, indeks korupsi, indeks modal manusia dan indeks investasi.
6.    Sample atau populasi
Sampel adalah 9 negara berkembang, yaitu 6 negara Asia Tenggara dan 3 negara kompetitor
China, India dan Korea Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber pada berbagai edisi publikasi Internasional.
7.    Uji Statistik yang Dipakai
Hipotesis akan diuji dengan model simultan data panel yang terdiri dari dua model, yaitu model investasi dan model pertumbuhan industri. Regresi data panel akan dilakukan dengan beberapa metode estimasi, yaitu tanpa fixed effect dan dengan fixed effect. Menggunakan uji F-restriksi dan uji Hausman.
8.    Hasil
Hasil penelitian menemukan bahwa investasi asing yang masuk ke suatu negara mempengaruhi pertumbuhan PDB sektor industri di negara tujuan investasi secara positif. Dalam jangka pendek, investasi asing yang masuk dipengaruhi oleh kondisi kestabilan makroekonomi, pertumbuhan PDB dunia, dan tingkat pendidikan secara positif. Sedangkan dalam jangka panjang, faktor yang mempengaruhi investasi asing adalah selain kinerja makroekonomi, pertumbuhan PDB dunia, dan tingkat pendidikan adalah persepsi korupsi dan rata-rata kinerja investasi yang masuk pada periode sebelumnya. Semua faktor ini diharapkan mampu menarik masuk investasi ke suatu negara.
9.    Kesimpulan
Kondisi makroekonomi masih dominan mendorong investasi asing masuk ke suatu negara. Variabel kinerja makroekonomi tetap mempengaruhi investasi asing. Penggunakan variabel lain seperti indeks persepsi korupsi, indeks persaingan global, dan indeks kinerja belum memberikan hasil yang konsisten seperti yang diharapkan.
Implikasi dari penemunan ini adalah perlunya terus menjaga kestabilan variabel makroekonomi jika ingin menarik masuk investasi asing dan memberikan keyakinan pada mereka bahwa kestabilannya benar-benar terjaga. Tetapi juga tidak boleh melupakan bahwa investor lebih mempercayai penilaian lembaga independen terhadap kinerja suatu negara yang tercermin dalam berbagai indeks yang dihasilkan. Setiap negara juga harus selalu memperhatikan komponen-komponen dari setiap penilaian agar diperoleh indeks yang baik. Indeks yang baik merupakan signal awal atau lampu hijau bagi investor untuk aman melakukan investasi ke negara tujuan investasi yang mereka inginkan.
10.    Keterbatasan dan Peluang Penelitian Berikutnya
Penelitian ini belum mampu membuktikan bahwa variabel-variabel tersebut signifikan dan konsisten karena data yang tersedia masih terbatas. Sehingga variabel-variabel tersebut meskipun disusun dengan komprehensif dengan mempertimbangkan semua faktor atau indikator ke dalam satu indeks masih hanya menjadi acuan awal untuk mendeteksi kondisi negara tujuan investasi yang diperlukan investor. Investor memerlukan kajian lebih detail sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun