Selasa, Juni 05, 2012

Contoh Analisis Artikel 2

1.    Identitas Artikel
    Judul : Perubahan Tingkat Suku Bunga dan Kinerja Pasar Modal Indonesia: Analisis Pada Tingkat Pasar dan Tingkat Industri
    Penyusun : I Wayan Nuka Lantara (Universitas Gadjah Mada)
    Sumber: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 19, No. 2, 2004, 120 – 132
2.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan kinerja pasar modal Indonesia pada masa sebelum dan selama krisis ekonomi telah mengalami pasang surut yang turut mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia secara makro. Salah satu variabel ekonomi yang selama ini dipercaya terkait secara cukup kuat terhadap kinerja pasar modal Indonesia adalahperubahan tingkat suku bunga.
Motivasi yang mendasari dilakukannya penelitian ini adalah karena pengujian isu ini pada tingkat industri dan pasar tidak banyak diteliti secara empiris sebelumnya di pasar modal Indonesia. Kebanyakan penelitian empiris sebelumnya melakukan pengujian tentang berbagai reaksi return saham terhadap berbagai kejadian/event melalui pengujian pada tingkat perusahaan (firm-level analysis).
3.    Rumusan Masalah
    Bagaimana reaksi kinerja pasar modal Indonesia terhadap perubahan tingkat suku bunga dengan menggunakan analisis pada tingkat pasar (market-level analysis) dan tingkat industri (industry-level analysis).
    Apakah perubahan tingkat suku bunga akan diikuti oleh reaksi kinerja yang bervariasi jika diamati pada dua sektor industri yang berbeda yaitu sektor keuangan dan sektor manufaktur di Indonesia.
4.    Penelitian Terdahulu
    Waud (1970) di Amerika Serikat: penurunan tingkat suku bunga akan diikuti oleh reaksi yang positif dari pasar modal. Demikian pula sebaliknya.
    Fama (1990): hampir 60% dari varian pergerakan return pasar modal tahunan di pasar modal Amerika bisa dijelaskan oleh dua variabel yang signifikan yaitu perubahan tingkat produksi industrial dan perubahan tingkat suku bunga.
    Jensen dan Johnson (1995): sektor industri yang paling sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga adalah sektor industri keuangan.
    Bakshi dan Chen (1996): Variabel tingkat suku bunga merupakan salah satu variabel makro
ekonomi yang bisa dikontrol pemerintah (controllable variable) yang sering dipakai pemerintah (Bank Sentral) dalam menentukan arah perekonomian suatu negara.
    Jones (2000): Kebijakan pemerintah untuk merubah tingkat suku bunga secara teoritis akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kinerja pasar modal.
    Smirlock dan Yawitz (1985): perubahan tingkat suku bunga akan mempengaruhi tingat  return saham-saham di pasar modal.
5.    Hipotesis
    Ada dua hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian, yaitu:
    H1a: Kinerja pasar modal bereaksi negatif terhadap peningkatan suku bunga.
    H1b: Kinerja pasar modal bereaksi positif terhadap penurunan suku bunga.
    H2a: Kinerja sektor keuangan bereaksi negatif dan lebih kuat terhadap peningkatan suku bunga
           daripada kinerja sektor manufaktur.
    H2b: Kinerja sektor keuangan bereaksi positif dan lebih kuat terhadap penurunan suku bunga
           daripada kinerja sektor manufaktur.
6.    Sample atau populasi
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 34 kenaikan suku bunga SBI dan 30
penurunan suku bunga SBI periode tahun 1996-2001.
7.    Uji Statistik yang Dipakai
    Deskripsi  return pasar,  return sektor keuangan dan  return sektor manufaktur     dilakukan dengan menggunakan uji deskriptif terhadap  return pasar, sektor keuangan dan sektor manufaktur selama periode 1996 hingga 2002. Pengujian terhadap ukuran  mean adjusted return (MAR) pasar, sektor keuangan dan sektor manufaktur dalam penelitian ini dilakukan dengan dengan menggunakan uji one sample t-test. Cumulative mean-adjusted return (CMAR) pasar dan sektor
    keuangan dan sektor manufaktur diuji secara statistik dengan alat uji  t-statistic.
8.    Hasil
Ada indikasi reaksi positif  return pasar, sektor keuangan maupun sektor manufaktur setelah
hari pengumuman penurunan suku bunga (hari 0). Hal ini bisa dilihat dari ukuran MAR pasar,
sektor keuangan dan sektor manufaktur yang positif setelah hari 0.
    Ada kecenderungan informasi/pengumuman kenaikan suku bunga menimbulkan reaksi negatif terhadap  return pasar, sektor keuangan maupun sektor manufaktur. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya ukuran MAR yang negatif di sekitar hari pengumuman kenaikan suku bunga (hari 0).
    Sektor keuangan menunjukkan reaksi yang cenderung lebih sensitif terhadap pengumuman
kenaikan suku bunga SBI dibanding sektor manufaktur dan pasar. Hal ini terlihat dari nilai t yang signifikan pada tingkat kepercayaan 5% dan 10% setelah pengumuman kenaikan suku bunga SBI.
    Return kumulatif pasar, sektor keuangan maupun sektor manufaktur positif setelah hari pengumuman penurunan suku bunga.
    Pengumuman kenaikan suku bunga SBI cenderung diikuti oleh CMAR yang negatif dari pasar, sektor keuangan dan sektor manufaktur.
9.    Kesimpulan
Hasil penelitian mendukung hipotesis pertama dalam penelitian ini, yaitu perubahan suku bunga berpengaruh pada kinerja pasar. Tetapi, hasil yang sama tidak terjadi pada sektor keuangan, karena CMAR sektor keuangan tidak terbukti signifikan secara statistik. Hasil ini tidak mendukung hipotesis yang kedua dalam penelitian ini, bahwa sektor keuangan lebih sensitif dibanding sektor lainnya (manufaktur) terhadap pengumuman perubahan suku bunga.
10.    Keterbatasan dan Peluang Penelitian Berikutnya
Keterbatasan penelitian:
    Penelitian ini hanya melakukan pengujian terhadap  return pasar,  return sektor keuangan, dan  return sektor manufaktur saja. Penelitian ini tidak melakukan pengujian terhadap semua sektor-sektor industri yang lainnya yang ada di Indonesia.
    Penelitian ini hanya melakukan pengujian dengan uji t untuk melihat apakah ada perbedaan  return di sekitar hasil pengumuman perubahan suku bunga.
Peluang penelitian berikutnya:
    Untuk penelitian berikutnya, disarankan untuk melakukan pengujian pengaruh perubahan suku bunga terhadap sektor pasar dan semua sektor industri yang ada.
    Untuk penelitian berikutnya, disarankan untuk melakukan pengujian beda rata-rata terhadap  return pasar dan sektor industri yang berbeda.
    Penelitian berikutnya juga bisa menggunakan pengujian struktur regresi (dengan uji Chow) atau uji beda koefisien (dengan uji Wald) untuk membedakan dampak perubahan tingkat suku bunga pada berbagai industri yang berbeda.
Misal: Perubahan Tingkat Suku Bunga dan Kinerja Pasar Modal Indonesia: Analisis Pada Sektor Ketiga (Jasa) yaitu Sektor Properti dan Real Estate; Sektor Transportasi dan Infrastruktur; Sektor Keuangan; serta Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun