Selasa, Juni 05, 2012

Contoh Analisis Artikel 3

1.    Identitas Artikel
•    Judul dari artikel ini adalah Hubungan Resiko Dan Tingkat Keuntungan Dalam Konteks Portofolio Pasar Modal Internasional: Pengamatan Terhadap Beberapa Bursa Efek Asia Pasifik Dan Sekuritas Yang Diperdagangkan Di Bursa Efek Jakarta
•    Ditulis oleh Agus Sartono, Sukasmanto (Universitas Gadjah Mada).

2.    Latar Belakang Masalah
Permasalahan utama dalam pemilihan tingkat bunga (discount rate) untuk investasi luar negeri adalah portofolio pasar yang relevan untuk memperkirakan koefisien beta rencana investasi. Pemilihan portofolio merupakan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi pada portofolio internasional karena suatu resiko yang sistematis dalam konteks portofolio domestik mungkin didiversifikasikan secara baik pada konteks portofolio dunia. Jika hal tersebut terjadi, penggunaan portofolio pasar domestik untuk menghitung beta akan menghasilkan tingkat keuntungan yang di harapkan lebih tinggi, dan rencana investasi yang kurang menarik, dibandingkan dengan beta diukur dengan portofolio pasar dunia. Kesempatan untuk memperoleh manfaat dari portofolio internasional pada berbagai pasar modal (domestik), tidak sama satu dengan lainnya. Perbedaan pasar modal berimplikasi pada perbedaan resiko yang diturunkan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan diuji hubungan antara resiko dan tingkat keuntungan yang terjadi pada bursa efek-bursa efek dikawasan Asia Pasifik dan secara khusus pada sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Jakarta selama periode 1992 sampai dengan 1996.

3.    Rumusan Masalah
Bagaimana hubungan antara resiko dan tingkat keuntungan yang terjadi pada bursa efek-bursa efek di kawasan Asia Pasifik dan secara khusus pada sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Jakarta selama periode 1992 sampai dengan 1996?

4.    Penelitian Terdahulu
•    Pengujian ini didasarkan pada asumsi dasar bahwa pasar modal terintegrasi untuk menguji hipotesa nol pasar modal tersegmentasi. Sehingga persamaan yang digunakan adalah model pasar modal terintegrasi (Ricard Stehle).
•    Menurut Ricard Stehle, untuk menghindari fenomena regresi, pengelompokan harus dilaksanakan dengan variabel instrumental. Sebab βiD sebelumnya memprediksi βiD saat ini lebih baik daripada prediksi γi sebelumnya terhadap γi saat ini, dan oleh karena itu besarnya intersep juga menjadi sangat penting.
•    Persamaan yang digunakan untuk menguji hubungan antara resiko dan tingkat keuntungan pada saham-saham yang tercatat pada BEJ apakah terjadi dalam konteks portofolio internasional ataukah domestik, adalah persamaan (5) dimana b1 merupakan komponen yang berkorelasi sempurna dengan resiko sistematis portofolio pasar modal domestik dan b2 adalah komponen yang berkorelasi sempurna dengan resiko sistematis portofolio pasar modal internasional nondomestik (Kraus/Litzenberger).

5.    Hipotesis
Penelitian ini mengidentifikasi hipotesis sebagai berikut.
•    H0 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara resiko dengan tingkat keuntungan dalam konteks portofolio pasar modal internasional pada bursa efek Asia Pasifik.
•    H1 menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara resiko dengan tingkat keuntungan dalam konteks portofolio pasar modal internasional pada bursa efek Asia Pasifik.

6.    Sampel atau Populasi
Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah periode tahun 1992-1996. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sebelas bursa di kawasan Asia Pasifik.

7.    Uji Statistik yang Dipakai
Dalam artikel ini, studi dilaksanakan dengan model yang digunakan oleh Ricard Stehle.
Pengujian signifikansi ini dilakukan dengan menggunakan uji-t.

8.    Hasil
•    Koefisien regresi, βWD yang merupakan konponen tingkat keuntungan pasar modal internasional yang berkorelasi sempurna dengan tingkat keuntungan portofolio pasar modal domestik makin tinggi nilainya dengan makin tingginya derajat integritas pasar modal domestik terhadap pasar modal internasional Nilai koefisien ini menunjukkan kepekaan tingkat keuntungan portofolio pasar modal internasional terhadap perubahan tingkat keuntungan portofolio pasar modal domestik.
•    Hasil pengujian empiris membuktikan bahwa hubungan antara resiko sistematis yang tidak dapat dikurangi melalui diversifikasi portofolio internasional (βWD) dan tingkat keuntungan dalam konteks portofolio internasional tidak konsisten dari satu periode ke periode berikutnya dan tidak mempunyai kecenderungan makin terintegrasi ataupun tersegmentasi terhadap pasar modal dunia.
•    Terjadi korelasi negatif antara fluktuasi nilai tukar suatu mata uang tertentu dengan mata uang lainnya terhadap hubungna resiko dan keuntungan dalam konteks portofolio pasar modal internasional.
•    Nilai koefisien korelasi antara tingkat keuntungan sebelas bursa di kawasan Asia Pasifik selama lima tahun terakhir menunjukkan koefisien korelasi relatif tinggi.
•    Hasil pengujian dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa hubungan antara resiko dan tingkat keuntungan dalam konteks portofolio pasar modai intemasional yang terjadi pada bursa efek Asia Pasifik tidak menunjukkan kecenderungan meningkat atau menurun namun cenderung bergerak dalam pola yang unik (unique term). Hal itu mengindikasikan bahwa penentuan integrasi-segmentasi suatu bursa efek terhadap pasar modal dunia untuk pengambilan keputusan penentuan portofolio yang relevan hanya dapat dijadikan dasar pada periode tertentu.

9.    Kesimpulan
•    Hasil penelitian ini mendukung Hipotesis awal bahwa terdapat hubungan positif antara resiko dengan tingkat keuntungan dalam konteks portofolio pasar modal internasional pada bursa efek Asia Pasifik, terbukti dari nilai koefisien korelasi antara tingkat keuntungan sebelas bursa di kawasan Asia Pasifik selama lima tahun terakhir menunjukkan koefisien korelasi relatif tinggi.. Hal ini berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak.
10.    Keterbatasan dan Peluang Penelitian Berikutnya
•    Keterbatasan dari penelitian ini adalah :
    Pada penelitian ini, pengujian dibatasi pada portofolio yang dibentuk adalah berdasar kelompok tingkat resiko tertentu.
•    Peluang penelitian berikutnya adalah :
    Membentuk portofolio dengan tingkat resiko yang lebih luas dan beragam, agar penelitian yang dihasilkan lebih valid dan terukur dari berbagai aspek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun