Selasa, Juni 05, 2012

Contoh Analisis Artikel 4

1.    Identitas Artikel
    Judul : Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Perusahaan Pasca IPO dengan Analisis Multinomial Logit
    Penyusun : Luciana Spica Almilia & Meliza Silvy (STIE PERBANAS Surabaya)
    Sumber: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 18, No. 4, 2003, 374 - 390
2.    Latar Belakang Masalah
Initial Public Offering  (IPO) merupakan langkah awal yang menentukan dalam kelangsungan hidup perusahaan publik. Pendapat umum menyatakan bahwa penawaran publik mengindikasikan perusahaan berada pada tahapan bertumbuh sehingga perusahaan memerlukan dana untuk ekspansi
dan/atau melakukan modernisasi. Perusahaan yang melakukan IPO, pada perkembangan selanjutnya, dapat berevolusi menjadi salah satu dari tiga kondisi dasar pasca-IPO, yaitu tetap hidup (survive) sebagai perusahaan independen, gagal secara keseluruhan (fail outright), atau diakuisisi dan kehilangan identitasnya.
3.    Rumusan Masalah
1)    Apakah karakteristik perusahaan yaitu rasio keuangan, trend harga dan variabel fundamental perusahaan dapat memprediksi secara signifikan status perusahaan pasca IPO?
2)    Apakah struktur industri perusahaan memprediksi secara signifikan status perusahaan pasca IPO?
3)    Apakah faktor makro ekonomi yaitu sensitifitas perusahaan terhadap variabel makro (Indeks Harga Saham Gabungan, money supply, indeks harga konsumen umum dan tingkat suku bunga) dapat memprediksi secara signifikan status perusahaan pasca IPO?
4)    Apakah karakteristik penawaran dapat memprediksi secara signifikan status perusahaan pasca IPO?
4.    Penelitian Terdahulu
    Pagano et. al., (1998): Dalam kasus IPO di Itali bahwa perusahaan menjadi perusahaan publik dengan tujuan keseimbangan akun-akun mereka setelah menjalani tahap investasi dan pertumbuhan yang tinggi.
    Jain dan Kini (1994): Perusahaan yang berada pada tahap perkenalan (start-up) ternyata melakukan penawaran perdana ke publik untuk mendanai ekspansinya.
    Berger dan Ofek (1995): Ada hubungan positif antara corporate focus dengan kinerja.
    Puji (2001): Terdapat 2 variabel non keuangan yang secara  statistis signifikan yaitu  timelag 
dan variabel  dummy  kondisi pasar dengan arah negatif. Variabel non keuangan mempunyai kemampuan yang lebih besar dalam mempengaruhi kualitas perusahaan dibandingkan variabel keuangan.
5.    Hipotesis
    H1: Karakteristik perusahaan yang meliputi rasio keuangan, trend harga saham dan variabel
         fundamental perusahaan dapat digunakan sebagai alat prediksi status perusahaan pasca IPO.
    H2: Struktur industri perusahaan dapat digunakan sebagai alat prediksi status perusahaan pasca
         IPO.
    H3: Sensitifitas perusahaan terhadap variabel makro ekonomi dapat digunakan sebagai alat
         prediksi status perusahaan Pasca IPO.
    H4: Karakteristik penawaran dapat digunakan sebagai alat prediksi status perusahaan pasca IPO.
6.    Sample atau populasi
Sampel penelitian dikategorikan menjadi 4 kelompok (kelompok 1 adalah perusahaan yang sehat, sedangkan kelompok 2 sampai dengan 4 adalah kelompok perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan).
7.    Uji Statistik yang Dipakai
    Pengujian hipotesis 1 sampai dengan 4 menggunakan model prediksi  multinomial logit analysis.
    Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda langsung dan metoda tidak langsung. Analisa data dilakukan dengan menilai kelayakan model regresi, menguji koefisien regresi, dan menganalisis daya klasifikasi model prediksi untuk masing-masing kelompok.
8.    Hasil
    Pada metoda tidak langsung:
a.    Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 1 dengan kelompok 2, 3 dan 4 adalah variabel TREN_HRG, SETA, RETA, NITA, LNASSET dan KUM_RTN.
b.    Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 2 dengan kelompok 3 dan 4 adalah variabel TREN_HRG, REP_UW dan KUM_RTN.
c.    Sedangkan variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 3 dengan kelompok 4 adalah variabel TREN_HRG, REP_UW dan KUM_RTN.
    Pada metoda langsung:
a.    Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 1 dengan kelompok 2, 3 dan 4 adalah variabel S_IHKU, S_SBI, S_M2, RETA, NITA, LNASSET dan MEDIAN_M.
b.    Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 2 dengan kelompok 3 dan 4 adalah variabel S_IHKU, S_SBI, S_M2 dan MEDIAN_M.
c.    Sedangkan variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membedakan kelompok 3 dengan kelompok 4 adalah variabel S_IHSG, S_IHKU dan S_M2.
    Pengujian dengan metoda langsung memberikan tingkat daya klasifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metoda tidak langsung. Secara keseluruhan tingkat daya klasifikasi metoda tidak langsung sebesar 61,60% sedangkan daya klasifikasi metoda langsung sebesar 70,00%.
9.    Kesimpulan
H1, H2, H3 dan H4 diterima. Variabel karakteristik keuangan, variabel fundamental perusahaan, sensitifitas perusahaan terhadap kondisi makro ekonomi, struktur industi perusahaan dan karakteristik penawaran dapat digunakan untuk memprediksikan status perusahaan pasca IPO.
10.    Keterbatasan dan Peluang Penelitian Berikutnya
Keterbatasan penelitian:
    penelitian ini hanya menggunakan 5 rasio keuangan dan 1 variabel fundamental perusahaan.
    penelitian ini hanya mengukur sensitifitas perusahaan terhadap 4 variabel makro ekonomi yaitu indeks harga konsumen umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),  money supply dan tingkat bunga SBI.
    penelitian ini sulit mengukur  cost dari kesulitan keuangan.
    struktur industri perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini diproxykan dengan median dari  industry market to book ratio untuk perusahaan-perusahaan yang hanya terdaftar di BEJ.
Peluang penelitian berikutnya:
    perlu dilakukan penelitian yang mengukur sensitifitas perusahaan terhadap variabel makro ekonomi lain selain yang telah diteliti dalam penelitian ini.
    perlu dilakukan penelitian dengan mengelompokkan perusahaan yang sehat pada 2 kategori yaitu perusahaan bertumbuh dan perusahaan tidak bertumbuh.
    perlu dilakukan penelitian yang menggunakan struktur industri perusahaan selain menggunakan proxy industry market to book ratio dari perusahaan-perusahaan yang hanya terdaftar di BEJ, tetapi struktur industri perusahaan secara keseluruhan baik yang go publik maupun tidak go publik.
    perlu dilakukan penelitian yang berkaitan besarnya  cost  untuk dapat diklasifikasikan menjadi perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dengan yang tidak mengalami kesulitan keuangan, dan penentu faktor-faktor yang mempengaruhi cost tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun