Kamis, Januari 24, 2013

Contoh Laporan Lesson Study Akuntansi (PPL 2 - UM)



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Lesson study merupakan salah satu masalah atau topik pendidikan yang belakangan ini menarik untuk diperbincangkan. Lesson study ini sesungguhnya bukanlah program baru sebab sesungguhnya program kerjasama meningkatan pembelajaran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang disebut “piloting”. Lesson study merupakan sebuah adaptasi program peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di Jepang. Prinsip utama lesson study adalah peningkatan kualitas pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
Lesson study muncul sebagai salah satu alternatif yang berguna untuk mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Sekarang ini masih banyak praktik pembelajaran di Indonesia yang cenderung melakukan pembelajaran secara konvensional. Praktik pembelajaran konvesional semacam ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar (teacher-centered) dari pada bagaimana siswa belajar (student-centered), dan secara keseluruhan hasilnya tidak banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa. Dalam hal ini, Lesson Study dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia menuju ke arah yang jauh lebih efektif.
LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) baik negeri maupun swasta terus berlomba-lomba mencetak calon guru. LPTK selalu terus berupaya meningkatkan mutu lulusan calon guru dengan berbagai cara. Mulai dari meningkatkan kualifikasi dosen LPTK, memperbaiki kualitas perkuliahan melalui berbagai penelitian pendidikan dan juga pelatihan. Keberhasilan tersebut seharusnya diindikasikan oleh semakin meningkatnya kemampuan dan profesionalisme guru dan dosen, semakin meningkatnya kualitas proses dan prestasi belajar siswa.
Dalam rangka mewujudkan keinginan-keinginan tersebut, khususnya upaya untuk meningkatkan kemampuan calon guru. Universitas Negeri Malang menggagas suatu bentuk pelaksanaan PPL yang berbasis Lesson Study bagi mahasiswanya. Dengan demikian, penyusun melaksanakan Lesson Study di SMK negeri 1 Malang sebagaimana ketentuan dari Universitas.

B.       Tujuan Lesson Study
            Penerapan lesson study sebagai salah satu alternatif pengembangan profesionalitas guru dalam mengajar memiliki beberapa tujuan. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk: (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya (Sudrajat:2008).
Selain itu, tujuan Lesson Study diantaranya:
1.      Meningkatnya pengetahuan tentang pembelajaran.
2.      Meningkatnya kemampuan mengobservasi aktivitas belajar.
3.      Semakin kuatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan jangka panjang (perbaikan mutu pembelajaran terus-menerus); Meningkatnya kualitas rencana pembelajaran (termasuk kompetensi pedagogik).
4.      Meningkatnya pengetahuan tentang materi pengajaran (termasuk kompetensi profesional).
5.      Semakin meningkatnya motivasi untuk selalu berkembang (termasuk kompetensi kepribadian).
6.      Semakin kuatnya hubungan rekan sekerja (termasuk kompetensi sosial).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa lesson study sangat diperlukan dalam pembelajaran untuk dapat terus meningkatkan mutu serta kualitas dari pembelajaran saat ini.
Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam Lesson Study ini adalah:
1.      Mengetahui pelaksanaan Lesson Study di SMK Negeri 1 Malang pada saat pelaksanaan Lesson Study PPL semester Ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
2.      Mengetahui pola pembelajaran yang dilakukan guru model ketika melaksanakan pembelajaran di kelas.
3.      Mengetahui hasil observasi yang dilakukan observer saat pembelajaran berlangsung.
4.      Mengetahui refleksi yang muncul untuk perbaikan Lesson Study di SMK Negeri 1 Malang.

C.      Manfaat Leson Study
1.      Guru
a.       Memperbaiki dan meningkatkan cara/model pembelajaran.
b.      Terbuka atau melakukan sharing secara kolaboratif dengan koleganya.
c.       Meningkatkan pengetahuan tentang cara mengobservasi aktivitas belajar siswa.
d.      Meningkatkan motivasi untuk senantiasa berkembang.
e.       Meningkatkan kualitas rencana pembelajaran.
2.      Siswa
a.       Meningkatkan aktivitas belajar.
b.      Meningkatkan motivasi belajar.
c.       Meningkatkan hasil belajar.
3.      Sekolah
Dengan adanya Lesson Study ini dapat berpengaruh kepada semua guru untuk memperbaiki model pembelajarannya sehingga kesulitan dan permasalahan yang dihadapi di sekolah pada waktu kegiatan belajar mengajar dapat diatasi.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Lesson Study
Lesson Study (jugyokenyu) adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkatkan keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran (Garfield, dalam Syamsuri 2010). Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajaran secara bersiklus dan terus menerus. Menurut Walker dalam Syamsuri (2010), Lesson Study adalah suatu metode pengembangan profesionalitas guru. Menurut Lewis dalam Syamsuri (2010), ide yang dikandung didalam Lesson Study sebenarnya singkat dan sederhana, yakni seorang guru ingin melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Namun demikian dalam praktiknya ada beberapa variasi atau penyesuaian cara melaksanakan Lesson Study.
Secara lebih sederhana Lesson Study adalah suatu kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok guru guna meningkatkan kualitas pembelajarannya. Tim pengembangan Lesson Study yang bekerja untuk Program SISTEMS JICA di Indonesia mengartikan Lesson
Study sebagai suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pembinaan  profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community (Hedrayana,dkk.2006).

B.   Hakekat Lesson Study
Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran, tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat, tetapi merupakan kegiatan terus-menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management (TQM), yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus, berdasarkan data. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri, baik pada tataran individual maupun manajerial. Mulyana (2007) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.
Bill Cerbin & Bryan Kopp mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama, yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya, di luar peserta Lesson Study; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.

C.  Langkah-Langkah Melaksanakan Lesson Study
Ada beberapa cara orang melakukan Lesson Study. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi dalam praktiknya. Menurut Lewis (2002) menyarankan ada 6 tahapan dalam mengimplementasikan Lesson Study di sekolah antara lain:
·         Tahap 1: Membentuk kelompok Lesson Study, yang antara lain berupa kegiatan merekrut anggota kelompok, menyusun komitmen waktu khusus, menyusun jadwal pertemuan dan menyetujui aturan kelompok.
·         Tahap 2: Memfokuskan Lesson Study dengan 3 kegiatan antara lain yakni: (a) menyepakati tema penelitian (recearchtrime) tujuan jangka panjang bagi murid; (b) memilih cakupan materi; (c) memilih unit pembelajaran dan tujuan yang disepakati.
·         Tahap 3: Merencanakan pembelajaran (recearchlessen), yang meliputi kegiatan melakukan pengkajian pembelajaran yang telah ada, mengembangkan petunjuk pembelajaran, meminta masukan dari ahli dalam bidang studi dari luar (Dosen/guru lain yang berpengalaman).
·         Tahap 4: Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (Observasi). Dalam hal ini pembelajaran dilakukan oleh salah seorang guru anggota kelompok dan anggota yang lain menjadi observer. Observer tidak diperkenankan melakukan introduksi terhadap jalannya pembelajaran baik kepada guru maupun siswa.
·         Tahap 5: Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran yang telah dilaksanakan. Diskusi dan analisis sebaiknya mencakup butir-butir: Refleksi oleh instruktur, informasi latar belakang anggota kelompok, presentasi dan diskusi data data dari hasil observasi pembelajaran, diskusi umum, komentar dari ahli luar, ucapan terima kasih.
·         Tahap 6: Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya. Pada tahap ini anggota kelompok diharapkan berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Apakah berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pembelajaran ini menjadi lebih baik?, apakah akan mengujicobakan dikelas masing-masing?, dan anggota kelompok sudah puas dengan tujuan-tujuan Lesson Study dan cara kerja kelompok.
Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk pada pemikiran Mulyana (2007) dan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study:
1.      Tahapan Perencanaan (Plan)
Dalam tahap perencanaan, para guru yang menjadi model dalam Lesson Study menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.
2.      Tahapan Pelaksanaan (Do)
Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru model yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/ observer). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:
·         Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.
·         Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.
·         Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
·         Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
·         Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.
·         Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
·         Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.
3.      Tahapan Refleksi (Check)
Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh guru pamong atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.
Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, tidak berdasarkan opininya. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

D.  Alasan Pemilihan Lesson Study
Alasan pemilihan Lesson Lesson Study sebagai pengembang profesionalitas guru antara lain adalah:
1.      Lesson Study merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. a) Lesson Study dilakukan sebagai hasil sharing  pengetahuan secara profesional yang berlandaskan pada praktek dan hasil pengajaran yang dilaksanakan para guru; b) Penekanan mendasar suatu Lesson Study adalah para siswa memikiki kualitas belajar; c) Tujuan pembelajaran dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran di kelas; d) Berdasarkan pengalaman real dikelas Lesson Study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran; dan e) Lesson Study akan menempatkan peran guru sebagai peneliti pembelajaran. (Lewiss, dalam Syamsuri 2010).
2.      Lesson Study yang didesain dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional dan inovatif. Dengan melaksanakan Lesson Study para guru dapat a) Menentukan tujuan pembelajaran, satuan pelajaran, metode pelajaran yang efektif; b) Mengkaji dan meningkatkan pelajaran yang bermanfaat bagi siswa; c) Memperdalam pengetahuan tentang mata pelajaran yang disajikan para guru; d) Menentukan tujuan jangka panjang yang akan dicapai para siswa; e) Merencanakan pelajaran secara kolaboratif; f) Mengkaji secara teliti belajar dan perilaku siswa; g). Mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang diandalkan dan melakukan refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa dan koleganya (Lewiss, dalam Syamsuri 2010)
Jadi Lesson Study sebenarnya merupakan sarabna unuk membangun komunitas belajar (learning community) di sekolah. Komunitas belajar yang dimaksud adalah sekelompok orang yang saling membelajarkan, dalam hal ini adalah antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, guru dengan kepala sekolah, dan civitas sekolah dengan masyarakat.

E.  PPL Berbasis Lesson Study
Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah sentral di Lembaga Pendidikan dan Tenaga kependidikan (LPTK) karena program ini merupakan jembatan bagi mahasiswa LPTK sebelum menjadi guru yang sebenarnya. PPL merupakan ajang latihan mahasiswa untuk menjadi guru dan merupakan ajang untuk mempertemukan antara teori di perguruan tinggi dan praktik lapangan (yang terkadang tidak berjalan harmonis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model proses pembimbingan dan evaluasi PPL berbasis lesson study dapat meningkatkan profesionalisme calon guru baik yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian guru dan kelima praktikan yang menggunakan PPL lesson study menyatakan lebih siap dibanding dengan praktikan yang tidak menggunakan lesson study.
Aspek yang dilihat dari keaktifan mahasiswa sejak merencanakan PBM, penyusunan Rencana Pembelajaran/skenario pembelajaran, penguasaan materi dan kelas, penggunaan media dan ketepatan evaluasi semuanya bisa terlihat ketika plan-do-see. Dengan kehadiran dan diskusi yang dihadiri observer dan juga guru pamong, guru model mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil PPL sekaligus mengefektifkan sistem evaluasi.

F.  Jenis Lesson Study yang Dikembangkan di Indonesia
Pengembangan kegiatan Lesson Study di Indonesia dilakukan dalam rangka implementasi program kerjasama teknis (Technical Assistant) dengan JICA (Japan Internasional Cooperatioon Agency) yang disebut program SISTTEMS. Program SISTEMS mulai dillaksanakan pada bulan Mei 2006-Oktober 2008. Program ini dilaksanakan di tiga daerah rintisan (Piloting), yakni: Kab. Sumedang/Jabar di dampingi oleh UPI Bandung, Kab. Bantul/Yogyakarta di dampingi oleh UNY Yogyakarta, dan Kab Pasuruan/Jatim didampingi oleh UM Malang. Sebelum program sistem, Lesson Study telah dicoba kembangkan dalam program IMSTEP. Tahap lanjutan, yakni tahun 2004/2005, di tiga Daerah (Malang, Yogyakarta, dan Bandung). Dua bentuk kegiatan Lesson Study yang dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan:
a)      Lesson Study berbasis MGMP, yakni Lesson Study yang dilaksanakan pada setiap hari pertemuan MGMP yang telah ditetapkan (Kamis untuk Matematika, dan Sabtu untuk Sains). Kegiatan yang dilakukan meliputi Plan pada minggu pertama diikuti Do dan See pada minggu ketiga.
b)      Lesson Study Berbasis sekolah (LSBS) atau Entire School Lesson Study (ESLS), yakni Lesson Study yang dilakukan di suatu sekolah dengan kegiatan utama berupa open lesson atau open class oleh setiap guru secara bergiliran pada hari tertentu. Pada saat ada salah seorang guru “membuka kelas” (Open Class) guru-guru yang lain di sekolah tersebut bertindak sebagai observer. Setelah itu semua guru, baik guru model atau observer malakukan diskusi refleksi untuk membahas berbagai hal yang terkait dengan fakta atau fenomena proses belajar siswa yang ditemukan dalam pembelajaran tersebut.
Lesson Study yang akan dilaksanakan dalam konteks sebagai basis pelaksanaan PPL, lebih dekat dengan LSBS. Sehingga dalam Open Class atau pelaksanaan pembelajaran oleh calon guru di kelas dapat diobservasi oleh mahasiswa lainnya, guru pamong maupun Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berasal dari berbagai bidang studi, yang saat itu bertugas atau melaksanakan kegiatan disekolah tempat PPL.



BAB III
IMPLEMENTASI LESSON STUDY DI SMK NEGERI 1 MALANG

Bab III ini berisi mengenai hasil kegiatan pembelajaran berbasis Lesson Study yang telah dilaksanakan selama PPL II di SMK Negeri 1 Malang. Hasil kegiatan pembelajaran yang kami lakukan disajikan dalam format portofolio yang berisi jurnal kegiatan LS, lampiran RPP, lembar observasi, lembar refleksi, dan foto kegiatan lesson study yang terdiri atas plan, do, dan see.
Berikut identitas kegiatan lesson study yang telah dilakukan:
No.
Nama Praktikan
Kelas
Lampiran Kegiatan
1
B
X Ak 1
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study
2
D
XI Ak 2
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study
3
E
X Ak 2
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study
4
F
XII Ak 3
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study
5
S
X Ak 3
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study
6
Si
XII Ak 1
-    Jurnal kegiatan LS
-    Daftar Pengamat (observer)
-    Lembar Observasi
-    Lembar Refleksi
-    RPP
-    Foto Kegiatan Lesson Study

 
BAB IV
REFLEKSI IMPLEMENTASI LESSON STUDY
DI SMK NEGERI 1 MALANG
Kegiatan lesson study yang dilakukan di SMK Negeri 1 Malang ini dilaksanakan oleh tiap praktikan. Dari hasil pelaksanaan lesson study terdapat banyak pengalaman yang didapatkan baik ketika sebagai guru model ataupun sebagai observer. Sebagai guru model, dapat mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan ketika mengajar serta dapat mengetahui bagaimana kesuksesan hasil pembelajaran yang kita lakukan.
Setelah beberapa kali menjadi observer hal yang menjadi kekurangan kami dalam pelaksanaan atau  do Lesson Study adalah proses mengamati yang kami rasa masih kurang spesifik terhadap tingkah laku dan antusiasme siswa yang cenderung naik turun sesuai dengan motivasi yang terbangun dalam diri siswa. Kami kadang merasa sulit saat harus menjelaskan keadaan siswa pada saat apakah siswa dinyatakan mengalami motivasi dan tidak termotivasi. Karena selama pengalaman kami menjadi observer motivasi itu tampak naik turun. Pada setiap tahap siswa akan mengalami gejolak motivasi dan keaktifan. Sehingga saat telah dicatat siswa tersebut tidak berkonsentrasi tapi ternyata meskipun mereka diam dan tidak berdiskusi, ternyata mereka belajar. Dari mimik dan gerak-gerik keaktifan saja menurut kami masih kurang menunjukkan bahwa siswa benar-benar belajar. Tetapi pendekatan yang lebih mendalam mengenai karakter cara belajar siswa dan disesuaikan dengan kegiatan belajar siswa dalam kelas maka dapat diamati lebih baik apakah siswa dapat belajar atau tidak. Karakter belajar siswa memiliki banyak keunikan, sehingga saat menjadi observer ini merupakan suatu pandangan kami untuk dapat menyatakan siswa tersebut telah belajar atau belum.
Karakter kelas yang berbeda juga menjadikan standar penilaian terhadap proses belajar siswa menjadi bersifat flekibel dan dapat berubah. Sehingga standar penilian harus dirubah disesuaikan dengan keadaan kelas yang diamati. Selain itu keadaan siswa yang cenderung beranekaragam, ada yang aktif dan pasif menjadikan observer harus mencatat secara lebih baik dan tepat mengenai perubahan yang terjadi setelah proses pembelajaran.
Sebagai observer yang kami amati adalah kegiatan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru model, mengenai konsentrasi, motivasi, perhatian, tanggung jawab, ketepatan menjawab, keaktifan meskipun tidak berani mengutarakan pada guru setidaknya pada teman dalam kelompok.
Observer adalah individu yang mengamati proses pembelajaran dalam kelas yang dilakukan oleh guru model, secara bersama-sama dengan teman sejawat. Observer mengamati proses pembelajaran yang terjadi terutama dari segi siswa bukan dari segi guru model. Sehingga saat kami menjadi observer yang kami amati adalah ketepatan metode pangajaran yang telah direncanakan oleh guru model, apakah semua siswa telah dapat belajar dengan metode yang telah dilaksanakan tersebut. Siswa yang menjadi tanggung jawab kami, kami amati mulai dari kegiatan awal mereka menerima pembelajaran saat apersepsi. Pengamatan ini kami lakukan pada aspek perhatian siswa saat awal pembelajaran. Kemudian saat masuk kedalam inti pembelajaran, kami semakin mendekati kelompok yang kami amati sehingga dengan lebih jelas kami dapat mengamati dan memahami kesulitan belajar mereka. Semakin banyak mereka bertanya tentang sesuatu yang tidak dipahami kepada guru model, kami semakin memahami jika mereka sebenarnya belajar dimana mereka ingin memahami hal yang mereka kurang paham.
Selain metode yang kami amati juga adalah ketepatan media pembelajaran mereka, apakah sudah jelas, sudah dapat membantu siswa belajar dengan baik, sudah cukup baikkah tatanan konsep yang akan di bangun dalam otak siswa. Saat media yang digunakan tidak sesuai maka biasanya siswa akan cenderung merasa kesulitan dan bosan, sehingga siswa tidak dapat belajar dengan baik. Tugas berupa analisis menurut kami masih teralu sulit dilakukan oleh siswa kelas X ataupun kelas XI. Sehingga soal-soal yang cenderung hanya pengembangan C1 dan C2 ini menjadi favorit siswa. Saat  jawaban soal tidak ditemukan di buku, mereka sudah merasa tidak percaya diri tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Sehingga saat observasi kami biasanya memberikan masukan bahwa soal jangan hanya analisis saja atau jangan hanya C1 dan C2 saja tetapi seharusnya merupakan penggabungan. Diharapkan agar siswa dapat belajar dengan lebih baik lagi.
Jika jumlah yang menjadi tanggung jawab kami lebih dari 6 orang kami mengalami kesulitan untuk dapat mengamati satu per satu siswa. Karena dalam beberapa kali menjadi observer tidak jarang kami bertanggung jawab untuk memegang 2-3 kelompok sekaligus, sehingga proses pengamatan tidak dapat begitu detail kami lakukan.

 
BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lesson study merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam satu ruangan kelas, di mana terdapat sejumlah guru dan pakar pembelajaran. Dalam kegiatan lesson study terdapat guru model dan observer dalam proses pembelajaran berlangsung. Terdapat 3 tahap dalam pelaksanaan Lesson Study, yaitu perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Do), dan Refleksi (See).
Kesimpulan dari pelaksanaan Lesson Study yang telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Malang diantaranya:
1.      Lesson Study yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Malang berlangsung dengan baik, dimana guru model dan observer bisa bersama-sama belajar dan bisa memperbaiki kegiatan pembelajaran dari hasil pengamatan para observer supaya untuk pembelajaran  yang berikutnya bisa lebih baik sesuai dengan yang diharapkan.
2.      Pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru sudah baik, sehingga siswa bisa aktif dalam kegiatan proses pembelajaran berlangsung.
3.      Hasil observasi yang intensif dapat mengukur tingkat pemahaman siswa, begitu juga dengan angket yang telah disebarkan pada saat Lesson Study guru bisa memahami apa yang diinginkan siswa pada saat proses pembelajaran.
4.      Refleksi yang dilakukan pada akhir Lesson Study ini sangat membangun guru model maupun para observer yang ikut dalam kegiatan Lesson Study, dengan adanya refleksi ini guru bisa memperbaiki cara mengajarnya dari saran dan kritik yang disampaikan para observer.

B.     Saran
 Dari uraian yang dipaparkan pada Bab I sampai Bab IV serta adanya kesimpulan di atas, maka di sini penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:
1.      Mengembangkan sosialisasi Lesson Study agar lebih dikenal oleh berbagai lembaga pendidikan.
2.      Sikap membuka diri dari peserta Lesson Study untuk diobservasi dan direfleksi, perlu dipertahankan agar proses perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran bisa maju dan bersaing dengan negara lain.

DAFTAR PUSTAKA

BSNP, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta : BSNP.

Depdiknas. 2005. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009 Menuju Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang. Jakarta: Depdiknas.

Garfield, J. 2006. Exploring the Impact of Lesson study on Developing Effective Statistics Curriculum. (Online), (www.stat.auckland.ac.nz/-iase/ publications/11/- Garfield.doc, diakses tanggal 11 Oktober 2012.

Hendayana. 2006. Lesson Study Meningkatkan Profesionalisme Guru. (Online), http://mgmppknbondowosodeskripsi.blogspot.com/2012/04/lesson-study-meningkatkan.html, diakses 10 Oktober 2012.

Ibrohim. 2010. Paduan Pelaksanaan Lesson Study Di Kkg. Malang:Universitas Negeri Malang.

Lewis, C.C. 2002. Lesson study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change. Philadelphia: Reseach For better School .Inc.

Mulyana. 2007. FKIP: Jurusan PMIPA Laksanakan Pembelajaran Berbasis

Lesson Study. (Online), http://keguruan.umm.ac.id/id/umm-news-1881-fkip-jurusan-pmipa-laksanakan-pembelajaran-berbasis-lesson-study.html,diakses 11 Oktober 2012.

 

Rahayu. 2005. Apa Itu Lesson Study. (Online), http://mudifalahhidha.blogspot.com/2012/10/apa-itu-lesson-study.html, diakses 10 Oktober 2012.

Soenarto, 2000. Model Pelatihan Demand Driven: Peninkatan Kualitas Pendidikan Berbasis Sekolah. Proceeding Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan MIPA di Era Globalisasi.22 Agustus 2000. Yugyakarta : FMIPA UNY

Sudrajat. 2008. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran. (Online), http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/ lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/,diakses 11 Oktober 2012.

Syamsuri, I dan Ibrohim, 2008. Studi Pembelajaran (Lesson Study): Model Pembinaan Pendidikan Secara Kolaboratif dan Berkelanjutan, Dipetik dari Program SISTEMS JICA di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Malang: FMIPA UM

Syamsuri, I dan Ibrohim. 2010. Workshop Leson Study untuk Mahasiswa, Guru, Dosen FMIPA Universitas Negeri Malang Semester Genap 2010/2011 dengan Judul Lesson Study: Sebagai Pola Alternatif untuk Meningkatkan Efektivitas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa calon Guru. Malang: FMIPA UM

UPT PPL Universitas Negeri Malang. 2012. Buku Petunjuk Pelaksanaan PraktikPengalaman Lapangan (PPL) Keguruan Universitas Negeri Malang, Malang: UPT PPL UM.

Walker, J.S. 2005. UWEC Math Dept. Journal of Lesson Studies. (Online), www.uwec.edu/walkerjs/Lesson_Study/Statement_of_Purpose.pdf., diakses 11 Oktober 2012.

 LAMPIRAN
 Lampiran Berisi laporan masing-masing individu dalam kelompok tentang perangkat pelaksanaan Lesson Study

2 komentar:

  1. mba boleh minta contoh RPPnya gak??
    mkch,,,

    BalasHapus
  2. izin kopas , , ,smga kebaikan slu bersma anda, Aamiin , , ,

    BalasHapus

komen o yo rek,, *suwun