Kamis, Januari 24, 2013

Jenis Audit


            Tiga jenis auditing yang umum dilaksanakan, yaitu :

1.      Operasional Audit (Pemeriksaan Operasional/Manajemen)
Operasional atau management audit merupakan pemeriksaan atas semua atau sebagian prosedur dan metode operasional suatu organisasi untuk menilai efisiensi , efektifitas, dan ekonomisasinya. Audit operasional dapat menjadi alat manajemen yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil dari audit operasional berupa rekomendasi-rekomendasi perbaikan bagi manajemen sehingga audit jenis ini lebih merupakan konsultasi manajemen.
2.      Compliance Audit (Audit Ketaatan)
Compliance Audit merupakan pemeriksaan untuk mengetahui apakah prosedur dan aturan yang telah ditetapkan otoritas berwenang sudah ditaati oleh personel di organisasi tersebut. Compliance Audit biasanya ditugaskan oleh otoritas berwenang yang telah menetapkan prosedur/ peraturan dalam perusahaan sehingga hasil audit jenis ini tidak untuk dipublikasikan tetapi untuk intern manajemen.
3.      Financial audit (Audit atas Laporan Keuangan)
Pemeriksaan atas laporan keuangan merupakan evaluasi kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen secara keseluruhan dibandingkan dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum. Dalam pengertiannya apakah laporan keuangan secara umum merupakan informasi yang dapat ditukar dan dapat diverifikasi lalu telah disajikan sesuai dengan kriteria tertentu. Umumnya kriteria yang dimaksud adalah standar akuntansi yang berlaku umum seperti prinsip akuntansi yang berterima umum. Hasil audit atas laporan keuangan adalah opini auditor yaitu Unqualified Opinion, Qualified Opinion, Disclaimer Opinion dan Adverse Opinion.

            Sedangkan berdasarkan kelompok atau pelaksana audit, audit dibagi 4 jenis yaitu:
1.      Auditor Ekstern
Auditor ekstern/ independent bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Umumnya auditor ekstern menghasilkan laporan atas financial audit.
2.      Auditor Intern
Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Laporan audit manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit. Olreh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit manajemen yang termasuk jenis compliance audit.
3.      Auditor Pajak
Auditor pajak bertugas melakukan pemeriksaan ketaatan wajib pajak yang diaudit terhadap undangundang perpajakan yang berlaku.
4.      Auditor Pemerintah
Tugas auditor pemerintah adalah menilai kewajaran informasi keuangan yang disusun oleh instansi pemerintahan. Disamping itu audit juga dilakukan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi operasi program dan penggunaan barang milik pemerintah. Dan sering juga audit atas ketaatan pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Audit yang dilaksanakan oleh pemerintahan dapat dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Definition of Operational Audit and Management Audit

operational audit: evaluation made of management's performance and conformity with policies and budgets. The organization and its operations are analyzed, including appraisal of structure, controls, procedures, and processes. The objective is to appraise the effectiveness and efficiency of a division, activity, or operation of the entity in meeting organizational goals. Recommendations to improve performance are also made. The primary user of an operational audit is management. However, an operational audit is slightly different from a management audit since it concentrates on the organization. Many companies maintain internal audit staffs for the sole purpose of performing operational audits on a recurring basis. For each review, management receives a report from the audit team that will indicate how well the activities are performed, suggest improvements, and offer other conclusions drawn from the work.
management audit: examination and appraisal of the efficiency and effectiveness of management in carrying out its activities. Areas of auditor interest include the nature and quality of management decisions, operating results achieved, and risks undertaken.

audit operasional: evaluasi terbuat dari kinerja manajemen dan sesuai dengan kebijakan dan anggaran. Organisasi dan operasinya dianalisis, termasuk penilaian struktur, kontrol, prosedur, dan proses. Tujuannya adalah untuk menilai efektivitas dan efisiensi kegiatan, divisi, atau operasi entitas dalam mencapai tujuan organisasi. Rekomendasi untuk meningkatkan kinerja juga dibuat. Pengguna utama dari suatu audit operasional adalah manajemen. Namun, audit operasional sedikit berbeda dari audit manajemen karena berkonsentrasi pada organisasi. Banyak perusahaan mempertahankan staf audit internal untuk tujuan tunggal melakukan audit operasional secara berulang. Untuk meninjau setiap, manajemen menerima laporan dari tim audit yang akan menunjukkan seberapa baik kegiatan yang dilakukan, menunjukkan perbaikan, dan menawarkan kesimpulan lainnya yang diambil dari pekerjaan.

manajemen audit: pemeriksaan dan penilaian terhadap efisiensi dan efektivitas manajemen dalam melaksanakan aktivitasnya. Bidang minat auditor termasuk sifat dan kualitas keputusan manajemen, hasil operasi yang dicapai, dan risiko yang dilakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun