Kamis, Januari 24, 2013

makalah desain dan metode penelitian


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan zaman yang begitu pesat seperti saat ini diikuti pula dengan pesatnya perkembangan intelektual manusia. Banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan pengetahuan ataupun mencari ilmu pengetahuan baru. Salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan tersebut adalah penelitian.
            Penelitian sendiri tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal dalam kehidupan mengakibatkan penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Sehingga setiap pedoman yang sistematis menjadi perhatian utama agar penelitian yang mandiri, subjekif, dan kritis dapat dilaksanakan dengan baik.
Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Manfaat desain penelitian akan dirasakan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian.
            Selain itu, agar sebuah penelitian memiliki batasan-batasan dan dapat disusun secara terstruktur dan terkonsep dengan baik, maka diperlukan sebuah metode penelitian. Mengingat betapa pentingnya desain dan metode penelitian bagi sebuah penelitian, maka kelompok kami akan membahas mengenai Desain dan Metode Penelitian dalam Makalah ini.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa perbedaan antara desain penelitian dengan metode penelitian?
2.      Bagaimana pengelompokan desain penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut pandang?
3.      Bagaimana dasar dan komponen rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian?
4.      Apa saja pokok bahasan yang dibahas dalam metode penelitian?
5.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif  dan kualitatif?
6.      Apa saja yang dapat menjadi sumber potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah desain penelitian?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui perbedaan antara desain penelitian dengan metode penelitian.
2.      Mengetahui pengelompokan desain penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut pandang.
3.      Memahami dasar dan komponen rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian.
4.      Mengetahui pokok bahasan yang dibahas dalam metode penelitian.
5.      Memahami karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif.
6.      Mengetahui yang dapat menjadi sumber potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah desain penelitian.











BAB II
PEMBAHASAN

A.      Perbedaan Antara Desain Penelitian dengan Metode Penelitian
1.      Pengertian Desain Penelitian
Desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud (Echols dan Hassan Shadily, 1976:177). Sedangkan Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur  penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal. Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu: 
(1)control group pre-test post test; (2) random terhadap subjek; (3) pasangan terhadap subjek; (4) random pre test post test; (5) random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test kelompok eksperimen; (6) tiga kelompok eksperimen dan kontrol; (7) empat kelompok dengan 3 kelompok kontrol; dan (8) desain waktu.
Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu (1) simple randomaized; (2) treatment by levels designs; (3) treatments by subjects designs; (4) random replications designs; (5) factorial designs; (6) dan groups within treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Suchman, 1967: 307), dalam pengertian yang lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja. Namun demikian desain penelitian juga bermakna proses-proses penelitian yang dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu: (1) Perencanaan penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang ada. (2) Pelaksanaan penelitian atau proses operasional penelitian. (Moh Nazir, 1983: 84-85).
Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti mengenai pengertian desain penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa definisi desain penelitian adalah sebuah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut untuk menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu dibuat agar pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga penelitian tersebut juga dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi peneliti.

2.      Pengertian Metode Penelitian
Metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan. Secara ringkas, metode adalah suatu sistem untuk melalukan suatu tindakan.
Karena berupa sistem maka metode merupakan seperangkat unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan. Unsur-unsur metode adalah wawasan intelektual, konsep, cara pendekatan (approach) persoalan, dan rancang bangun atas data (database). Wawasan intelektual berkenaan dengan nalar, tanggap rasa (sensation), pemahaman (perception), pengalaman, dan ilmu pengetahuan. Konsep adalah hasil proses intelektul berpa kejadian imajinatif untuk memperluas dan menambah pemahaman sehingga dapat dibentuk gagasan baru yang dapat menganalisis persoalan secara lebih cermat.
Penelitian (research) adalah suatu kegiatan mengkaji (study) secara teliti dan teratur dalam suatu bidang ilmu menurut kaidah tertentu. Kaidah yang dianut adalah kaidah metode. Mengkaji adalah suatu usaha memperoleh atau menambah pengetahuan. Jadi, meneliti dilakukan untuk memperkaya dan meningkatkan pemahaman tentang sesuatu. Dalam penelitian ada kegiatan penyelidikan (investigation), yaitu mencari fakta secara teliti dan teratur menurut kaidah tertentu untuk menjawab suatu pertanyaan. Jadi penyelidikan dilakukan untuk menjelaskan sesuatu. Pada dasarnya, penyelidikan dinyatakan selesai setelah berhasil menemukan penyebab kejadian. Suatu penelitian baru dianggap selesai setelah berhasil menetapkan faktor atau latar belakang penggerak atau pengendali penyebab atau pelaku kejadian. Jadi, suatu penelitian menjangkau persoalan secara lebih jauh atau lebih mendalan daripada penyelidikan. Oleh karena penelitian selalu mengungkapkan faktor penyebab maka penelitian menjadi sumber ilmu. Dengan kata lain, tanpa penelitian tidak akan ada ilmu dan ilmu hanya dapat tumbuh dan berkembang jika didorong dan didukung dengan penelitian.
Setelah kita ketahui definisi dari metode dan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode penelitian adalah kegiatan mengkaji suatu masalah secara teliti dan teratur, dengan cara menyusun gagasan yang terarah dan terkonsep untuk mendapatkan data dengan tujuan memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat atau peneliti itu sendiri.
Dari pengertian desain penelitian dan metode penelitian di atas, dapat kita ketahui perbedaan di antara keduanya. Hal ini penting untuk diketahui agar para calon peneliti paham betul dengan apa yang mereka lakukan. Desain penelitian merupakan kerangka kerja atau rencana sebelum melaksanakan penelitian, sedangkan metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh data dengan tujuan memecahkan permasalahan melalui penelitian.
Sesuai definisi desain penelitian telah dipaparkan diatas, yaitu rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti sebagai ancar-ancar kegiatan yang akan
dilaksanakan. Disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih luas
daripada desain penelitian, dan desain  penelitian masuk dalam bagian dari metode penelitian. Hal ini terjadi karena untuk melakukan penelitian, cara ilmiah yang kita gunakan adalah metode  penelitian, dan prosedur-prosedur didalamnya sangat banyak dan luas. Desain penelitian merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam menggunakan metode penelitian, karena selain desain penelitian, masih banyak prosedur yang harus dilalui.
B.       Pengelompokan Desain Penelitian dari Berbagai Sudut Pandang
1.    Desain penelitian dilihat dari perumusan masalahnya.
a.         Penelitian eksploratif. Penelitian yang menguji suatu variabel yang
diyakini  kebenarannya sehingga menghasilkan penemuan-penemuan baru.
b.        Penelitian uji hipotesis. Suatu Penelitian yang menguji hipotesis/pernyataan yang telah ada menggunakan metode-metode tertentu.
2.    Desain penelitian berdasarkan metode pengumpulan data
a.         Penelitian pengamatan. Metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Proses pengamatan terdiri atas:
1)        Persiapan termasuk latihan (training)
2)        Memulai interaksi
3)        Pengamatan dan pencatatan
4)        Menyelesaikan tugas lapangan
b.        Penelitian Survai. Metode pengumpulan data dengan menggunakan instrumen untuk meminta tanggapan dari responden tentang sampel. Pada dasarnya survai terdiri atas:
1)      Wawancara
2)      Kuesioner
3.    Desain penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti
a.         Penelitian eksperimental. Meneliti hubungan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian dengan melakukan suatu proses percobaan untuk mendapatkan hasil yang presisi.
b.        Penelitian ex post facto. Suatu penelitian yang telah diteliti sebelumnya sehingga data-datanya (variabel-variabel penelitiannya) dapat dilacak kembali melalui kuisioner atau dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian tersebut.
4.    Desain penelitian menurut tujuannya
a.         Penelitian deskriptif. Penelitian yang digunakan untuk memberikan penjelasan yang obyektif, justifikasi, dan evaluasi sebagai bahan pengambilan keputusan bagi yang berwenang dari suatu fakta atau kejadian yang sedang terjadi.
b.        Penelitian komparatif. Membandingkan suatu permasalahan yang sama pada suatu obyek yang berbeda.
c.         Penelitian asosiatif. Menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya  atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain.
5.    Desain penelitian dilihat dari lingkungan studi
a.         Studi Lapangan. Penelitian yang dilakukan melalui proses pembelajaran secara langsung atau dapat juga dilakukan dengan menggali pengetahuan dari orang yang ahli dibidangnya.
b.        Eksperimen Lapangan. Penelitian yang proses pengujian data yang diteliti dengan melakukan suatu percobaan sampai mendapatkan data yang akurat.
c.         Eksperimen Laboratorium. Untuk mendapatkan kebenaran dari penelitian maka suatu variabel atau data-datanya harus diteliti dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium sebagai sarana pembantunya.

C.    Dasar dan Komponen Rancangan, serta Penyusunan Sistematika Penelitian
1.      Dasar Rancangan Penelitian
           Rancangan pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran, penentuan matang tentang hal-hal yang akan dilakukan dan merupakan landasan yang dijadikan dasar penilaian oleh peneliti sendiri maupun oleh orang lain terhadap kegiatan penelitian. Sehingga rancangan penelitian bertujuan untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap semua langkah yang akan diambil. Baik atau tidaknya sebuah penelitian sangat tergantung pada rancangan yang dibuat oleh peneliti. Agar rancangan dapat memperkirakan hal-hal apa yang akan dilakukan dan dipegang selama penelitian, perumusannya harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a.       Mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan, seperti masalah, tujuan, sumber data, saran prasarana, dan lain-lain.
b.      Disusun secara sistematis dan logis sehingga memberi kemungkinan kemudahan bagi peneliti dalam melaksanakan dan bagi orang lain dalam melakukan penelitian.
c.       Harus dapat memperkirakan sejauh mana hasil yang akan diperoleh, serta usaha-usaha yang mungkin dilakukan untuk memperoleh hasil secara efektif dan efisien.

2.      Komponen Rancangan Penelitian
           Berdasarkan perumusan dalam penyusunan rancangan penelitian, maka komponen suatu rancangan penelitian meliputi:
a.       Masalah. Sebelum membuat penelitian, peneliti harus mengetahui masalah apa yang akan ia teliti.
b.      Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan. Peneliti harus mengetahui untuk melakukan penelitian yang ia inginkan, bentuk dan jenis data seperti apa yang cocok untuk digunakan sebagai bahan penunjang penelitiannya.
c.       Tujuan penelitian. Seorang peneliti harus tahu apa tujuan penelitiannya
d.      Kepentingan penelitian. Kepentingan penelitian adalah apa yang menjadi manfaat atau untuk apa penelitian dibuat.
e.       Masalah sampling. Seorang peneliti harus mengetahui dimana ia akan mengambil data dan siapa yang menjadi objek data.
f.       Masalah jadwal kegiatan. Agar penelitian dapat selesai sesuai dengan target waktu yang diinginkan, maka seorang peneliti hendaknya membuat jadwal kegiatan
g.      Masalah organisasi kegiatan dan alokasi biaya. Hal ini sangat penting, karena akan mempengaruhi hasil penelitian. Jika peneliti dapat mengorganisasi kegiatan dengan baik, maka penelitian dapat berjalan lancar. Faktor biaya juga tidak kalah penting. Seorang peneliti harus pandai dalam mengalokasikan biaya agar penelitiannya dapat dilakukan secara efisien.
h.      Hipotesis penelitian. Sebelum memulai penelitian, hendaknya peneliti mempunyai hipotesis penelitian terlebih dahulu.
i.        Teknik pengumpulan data. Teknik penumpulan data yaitu bagaimana cara peneliti dalam memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penelitian.
j.        Teknik pengolahan data, merupakan bagaimana cara peneliti mengolah data yang sudah ia dapat sehingga dapat menjadi sebuah penelitian.
k.      Pola dan sistematika laporan, merupakan bentuk atau struktur sistematika laporan penelitian sebagai hasil akhir dari kegiatan penelitian.

3.      Sistematika Penyusunan Penelitian
           Sistematika penelitian adalah pola urutan yang digunakan oleh peneliti untuk membuat sebuah penelitian sehingga akan tersusun secara logis dan sistematis sesuai dengan lingkungan di sekitar peneliti. Sistematika hasil penelitian dapat dibagi menjadi dua metode,yaitu:
a.      Sistematika Penyusunan Penelitian Kuantitatif
Isi dan sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif seperti skripsi, tesis, dan disertasi dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
Bagian Awal
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan
a)    Lembar Persetujuan Pembimbing
b)    Lembar Persetujuan dan Pengesahan
Pernyataan Kesalahan Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya
Bagian Inti
BAB I      PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.    Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian
C.    Hipotesis Penelitian
D.   Kegunaan Penelitian
E.    Asumsi Penelitian
F.    Definisi istilah atau Definisi Operasional
BAB II    KAJIAN PUSTAKA
BAB III   METODE PENELITIAN
A.   Rancangan Penelitian
B.    Populasi dan Sampel
C.    Instrumen Penelitian
D.   Pengumpulan Data
E.    Analisis Data
BAB IV   HASIL ANALISIS
A.   …………..     
B.    …………..
C.    …………..
BAB V    PEMBAHASAN
A.    …………..     
B.    …………..     
C.    …………..     
BAB VI   PENUTUP
A.   Kesimpulan
B.    Saran

Bagian Akhir
1.    Daftar Rujukan
2.    Lampiran-lampiran
3.    Riwayat Hidup

b.   Sistematika Penyusunan Penelitian Kualitatif
Sama halnya dengan penelitian kuantitatif, sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif juga terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
Bagian Awal
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan
a)    Lembar Persetujuan Pembimbing
b)    Lembar Persetujuan dan Pengesahan
Pernyataan Kesalahan Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya

Bagian Inti
BAB I      PENDAHULUAN
A.    Konteks Penelitian atau Latar Belakang
B.    Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
C.    Landasan Teori
D.    Kegunaan Penelitian
BAB II    METODE PENELITIAN
A.   Pendekatan dan Jenis Penelitian
B.    Kehadiran Peneliti
C.    Lokasi Penelitian
D.   Sumber Data
E.    Prosedur Pengumpulan Data
F.    Analisa Data
G.   Pengecekan Keabsahan Temuan
H.   Tahap-tahap Penelitian
BAB III   PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB IV   PEMBAHASAN
BAB V    PENUTUP

Bagian Akhir
1.         Daftar Rujukan
2.         Lampiran-lampiran
3.         Riwayat Hidup

D.      Pokok Bahasan dalam Metode Penelitian
1.        Metode Penelitian Kuantitatif
            Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian kuantitatif  paling tidak mencakup rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian, pengumpulan data, analisis data.
a.       Rancangan Penelitian
Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variael-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitan dalam penelitian eksperimental selalu mengacu kepada hipotesis yang akan diuji.
Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab Rancangan Penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifa hubungan antara variabel-variabel tersebut.
b.      Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi, jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek peneliti, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informasi atau subjek, tergantung pada cara pengambilan datanya.
Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representative, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupaka kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya.
Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.  
c.         Instrumen Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrument yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Suatu instrument yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, atau lebih-labih dalam disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrument.
Instrumen penelitian dapat diambil dari instrumen yang sudah baku, atau instrumen yang sudah baku tetap diadaptasi, atau instrument yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Jika instrumen penelitian diambil dari instrument yang sudah baku, maka jabaran variabelnya tidak perlu dipaparkan lagi. Namun, apabila peneliti mengadaptasi instrument baku atau mengembangkan instrument sediri, peneliti perlu memaparkan proses dan hasil validasi instrumen.
Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrument penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta, istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab Instrumen Penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan. 
d.        Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.
Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang , dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.
e.         Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametric dan statistik nonparametrik.
Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi kepada tujaun yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya.
Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih, dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat, jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrk secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, pembahasannya tidak perlu  dilakukan secara panjang lebar. Sebalinya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan, uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS or Windows.

2.        Metode Penelitian Kualitatif
Pada bab Metode Penelitian ini memuat uraian tentang metode-metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
a.       Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian ini peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoritis, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolis, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutika). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan, apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.
b.      Kehadiran Peneliti
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipasi penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Disamping itu, perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subyek atau informan.
c.       Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian denga topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika mengutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja disitu, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
d.      Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data dengan keteranga yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subyek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subyek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya, data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (Snowball sampling).
Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif, tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan dan waktu.
e.       Prosedur Pengumpulan Data
Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu, dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan datadengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.
f.       Analisa Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisi data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, denga teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini sebaiknya diberikan contoh yang opersional, misalnya matriks dan logika.
g.        Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian-uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya temuan ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasi kepada sumbernya (confirmability).
h.      Tahap-tahap penelitian
Bagian ini menguraikan proses pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

E.       Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki karakteristik masing-masing, di bawah ini akan dibedakan karakteristik antara keduanya.
No.
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1.
A. Desain
  1. Spesifik, jelas, rinci
  2. Ditentukan secara mantap sejak awal
  3. Menjadi pegangan langkah demi langkah
A. Desain
  1. Umum
  2. Fleksibel
  3. Berkembang,dan muncul dalam proses penelitian
2.
B. Tujuan
  1. Menunjukkan hubungan antar variabel
  2. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B. Tujuan
  1. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
  2. menemukan teori
  3. menggambarkan realitas yang kompleks
  4. d. memperoleh pemahaman makna
3.
C. Teknik Pengumpulan Data
  1. Kuesioner
  2. Observasi dan wawancara terstruktur
C. Teknik Pengumpulan Data
  1. Participant observation
  2. In depth interview
  3. Dokumentasi
  4. Triangulasi
4.
D. Instrumen Penelitian
  1. Test, angket, wawancara terstruktur
  2. Instrumen yang telah terstandar
D. Instrumen Penelitian
  1. Penelitian sebagai instrumen (human instrument)
  2. Buku catatan, tape recorder, camera, handycame, dan lain-lain
5.
E. Data
  1. Kuantitatif
  2. Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
E. Data
  1. Deskriptif kualitatif
  2. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan, tindakan reponden, dokumen dan lain-lain.
6.
F. Sampel
  1. Besar
  2. Representatif
  3. Sedapat mungkin mungkin random
  4. Ditentukan sejak awal
F. Sampel atau sumber data
  1. Kecil
  2. Tidak representatif
  3. Purposive, snowball
  4. Berkembang selama proses penelitian
7.
G. Analisis
  1. Setelah selesai pengumpulan data
  2. Deduktif
  3. Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis
G. Analisis
  1. Terus-menerus sejak awal sampai akhir penelitian
  2. Induktif
  3. Mencari pola, model, tema, teori
8.
H. Hubungan dengan Responden
  1. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
  2. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
  1. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H. Hubungan dengan Responden
  1. Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam.
  2. Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan.
  3. Jangka waktu lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
9.
I. Usulan Desain
  1. Luas dan rinci
  2. Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti
  3. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
  4. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
  5. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
  6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
I. Usulan Desain
  1. Singkat, umum bersifat sementara
  2. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
  3. prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour atau topik
  4. Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
  5. Tidak dirumuskan, karena justru akan menemukan hipotesis
  6. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10.
J. Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
J. Kapan penelitian dianggap selesai?
    Setelah tidak ada data yang dianggap baru atau jenuh
11.
K. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen.
K. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian.

F.       Beberapa Kesalahan dalam Desain Penelitian
Dalam melakukan sebuah penelitian salah satu hal yang sangat penting adalah membuat rancangan atau desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menunjukkan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.
Meskipun peneliti membuat desain penelitian sebaik mungkin akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih terdapat kesalahan yang seringkali terjadi dalam melakukan penelitian. Agar tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:
a.       Kesalahan dalam Perencanaan
Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusun desain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan menghasilkan informasi yang tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang diteliti. Cara mengatasi kesalahan ini adalah dengan mengembangkan proposal dengan baik dan benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan niali tambah penelitian yang akan dijalankan.
b.      Kesalahan dalam Pengumpulan Data
Kesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah terjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal data tersebut data yang dikoleksi harus merupakan representasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang akurat. Cara mengatasi kesalahan ini adalah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal.
c.       Kesalahan dalam Melakukan Analisis
Kesalahan dalam melakukan analisis dapat terjadi pada saat peneliti salah dalam memilih cara menganalisis data. Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih teknik analisis yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini adalah dengan membuat justifikasi prosedur analisis yang digunakan untk menyimpulkan data dan memanipulasi data.
d.      Kesalahan dalam Pelaporan
Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam mempresentasikan hasil-hasil penelitian. Kesalahan seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-hubungan dan angka-angka yang diidentifikasikan dari tahap analisis data. Cara mengatasi kesalahan ini adalah hasil analisis data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan menguasai masalah hasil penelitian tersebut.
Selain kesalahan-kesalahan yang telah dijabarkan di atas, kesalahan juga seringkali terjadi dari dalam diri peneliti sendiri. Kesalahan tersebut juga berpengaruh dalam proses penyelesaian penelitian, misalnya adalah sifat malas yang dimiliki oleh peneliti, sifat yang suka menunda-nunda pekerjaan, sifat pantang menyerah yang dimiliki peneliti, sifat yang tidak mempunyai target untuk menyelesaikan penelitian dan lain sebagainya. Sifat-sifat yang seperti harus dikesampingkan agar penelitian dapat selesai dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
            Adapula kesalahan yang juga terjadi karena adanya faktor dari luar, misalnya adalah keadaan lingkungan yang tidak mendukung penelitian yaitu dari keluarga dan teman-teman yang tidak mendukung serta masyarakat, dosen pembimbing yang tidak sejalan dengan mahasiswa yang melakukan penelitian, proses birokrasi yang sulit pada saat akan mengambil sampel, atau keterbatasan sampel itu sendiri. Untuk itu, faktor-faktor yang seperti itu selayaknya dapat diminimalisir agar penelitian yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar, baik dan sesuai dengan tujuan serta memberikan manfaat bagi orang banyak.









BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.      Desain atau rancangan yang dibuat oleh peneliti merupakan ancar-ancar kegiatan yang akan dilaksanakan. Disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih luas daripada desain penelitian, dan desain penelitian masuk dalam bagian dari metode penelitian.
2.      Pengelompokan dapat dilihat dari sudut pandang perumusan masalah, metode pengumpulan data, pengendalian variabel-variabel oleh peneliti, tujuan, serta lingkungan studi.
3.      Sistematika penyusunan penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistematika penyusunan penelitian kuntitatif dan kuantitatif.
4.      Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian kuantitatif  paling tidak mencakup rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian, pengumpulan data, analisis data.
5.      Pada bahasan Metode Penelitian kuantitatif memuat uraian tentang metode-metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
6.      Sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan adalah kesalahan dalam perencanaan, pengumpulan data, melakukan analisis, dan dalam pelaporan.

B.       Saran
1.      Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Sehingga peneliti harus mampu membuat rancangan dengan baik dan benar.
2.      Peneliti diharapkan mampu mencari metode yang tepat bagi penelitiannya dan relevan dengan penelitian yang diteliti.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi      Mahastya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta
Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja            Rosdakarya.
Saukah, Ali, dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 2010. Malang: Universitas     Negeri Malang
_______. 2009. Pengertian Desain Penelitian. (Online),       (http://www.scribd.com/doc/51444421/7/Pengertian-desain-penelitian),       diakses tanggal 1 Maret 2012.
_______. 2010. Desain dan Contoh Proses Penelitian Kualitatif. (Online), (http://mudjiarahardjo.com/materi-kuliah/208-desain-dan-contoh-proses-            penelitian-kualitatif.html), diakses tanggal 1 Maret 2012.
______. 2011. Beberapa Kesalahan dalam Desain Penelitian.(Online),             (http://www.infoskripsi.com/Resource/Beberapa-Kesalahan-dalam- Desain-Penelitian.html), diakses tanggal 29 Februari 2012.
______. 2010. Metode dan Desain Penelitian Kualitatif. (Online),             (http://www.scribd.com/doc/56342783/2/Metode-dan-desain-penelitian-     kualitatif), diakses tanggal 29 Februari 2012.
______. 2010. Desain Penelitian Kuantitatif. (Online),          (http://www.scribd.com/doc/42819368/3/Desain-penelitian-kuantitatif),            diakses tanggal 29 Februari 2012.


3 komentar:

  1. Assalamualaikum :)
    sebuah artikel yang telah sangat membantu sya dalam menyelesaikan tugas akhir
    "lengkap,jelas dan presentatif sekali"
    itu kata dosen saya
    terimakasih dan.. good job uhty... ;)

    BalasHapus

komen o yo rek,, *suwun