Kamis, Januari 24, 2013

makalah metodologi penelitian


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan zaman yang sangat pesat seperti saat ini, harus diikuti pula dengan pesatnya perkembangan intelektual manusia. Banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan pengetahuan ataupun mencari ilmu pengetahuan baru. Salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan tersebut adalah penelitian.
            Penelitian sendiri tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia, khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan hubungannya dengan berbagai hal dalam kehidupan mengakibatkan penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Sehingga setiap pedoman yang sistematis menjadi perhatian utama agar penelitian yang mandiri, subjekif, dan kritis dapat dilaksanakan dengan baik.
Terdapat banyak manfaat penelitian bagi kehidupan, diantaranya adalah digunakan untuk memenuhi rasa keingintahuan manusia karena terbatasnya pengetahuan mereka. Sehingga penelitian berguna untuk memperluas pengetahuan mereka dan memecahkan masalah-masalah yang sering muncul. Munculnya permasalahan inilah yang mengakibatkan manusia melakukan penelitian sehingga dapat menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan baru. Semakin banyak penelitian yang diadakan maka semakin memperkaya pula pengetahuan yang ada. Selain itu bila dikaitkan dengan pembangunan nasional, penelitian merupakan dasar (basic) bagi pengambilan keputusan setiap langkah-langkah pelaksanaan dan perencanaan pembangunan.
            Dalam melakukan penelitian diperlukan pula metode-metode atau prosedur agar sebuah penelitian menjadi penelitian yang sistematis, terorganisir, efektif, dan efisien. Mengingat betapa pentingnya metode yang harus diterapkan dalam penelitian, maka kelompok kami akan membahas tentang Metodologi Penelitian dalam makalah ini.



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian, prinsip, dan tujuan metodologi penelitian?
2.      Apa saja macam-macam metodologi penelitian?
3.      Bagaimanakah paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif?
4.      Bagaimana langkah-langkah melaksanakan penelitian?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian, prinsip, dan tujuan metodologi penelitian.
2.      Mengetahui macam-macam metodologi penelitian.
3.      Memahami paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif.
4.      Memahami langkah-langkah melaksanakan penelitian.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian, Prinsip, dan Tujuan Metodologi Penelitian
1.      Pengertian
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24). Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Hamidi,2007:6). Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.
Sedangkan dari sumber lain menyatakan bahwa Istilah metodologi penelitian diambil dari bahasa inggris yaitu methodological research yang secara harfiah diartikan sebagai berikut, methodological terdiri dari dua suku kata yaitu method dan logical. Method adalah kumpulan dari suatu cara-cara tertentu, dan logical atau logic diartikan sebagai cara berpikir lurus atau berpikir jernih atau berpikir yang sesuai dengan akal sehat atau berpikir mempersoalkan ilmu pengetahuan dengan cara berpikir lurus atau jernih yang dapat diterima oleh akal sehat. Selanjutnya Research juga berasal dari dua suku kata yaitu: Re dan search. Re berarti kembali, dan search berarti mencari atau menemukan sesuatu. Jadi Research diartikan mencari atau menemukan sesuatu kembali. Dengan demikian metodologi penelitian secara sederhana diartikan sebagai kumpulan dari metode-metode ataupun cara-cara tertentu yang dapat diterima oleh akal sehat untuk menemukan atau mencari sesuatu kembali. Metodologi penelitian sering pula diistilahkan sebagai Methods of research atau metode-metode penelitian. Adapula yang mengartikan logi sebagai suatu ilmu, seperti Biologi (ilmu hayat), Sosiologi (Ilmu sosial), Antropologi (Ilmu tentang manusia). Jadi Metodologi penelitian dapat diartikan sebagai ilmu tentang metode-metode penelitian.
Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh berbagai sumber dan ahli, pada dasarnya hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Metodologi sendiri merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan dilakukannya penelitian tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencari, menemukan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah secara sistematis dan konsisten.

2.        Prinsip-Prinsip Metodologi Penelitian
Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di dalam kegiatan ilmiah mereka.
Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya:
a.        Rene Descartes
Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 5 (lima) prinsip metodologi yaitu:
·           Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.   
·           Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: (1) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi, (2) Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk  mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.(3) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. (4) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.
·           Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: (1) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak. (2) Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. (3) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.
·           Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
·         Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.
b.        Alfred Julesayer
Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:
·         Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan.  
·         Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun
c.         Karl Raimund Popper
K.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut: Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir.
Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.
Cara kerja metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang-ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum.
K.R. Popper menolak cara kerja di atas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFABILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION).

3.      Tujuan Penelitian
Terdapat beberapa tujuan dilaksanakannya sebuah penelitian,antara lain:
a.       Penemuan, berarti hasil yang diperoleh dari penelitian itu adalah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum diketahui oleh banyak orang.
b.      Pembuktian, berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya sebab dan akibat dari variabel yang sedang diteliti dengan data yang dikumpulkan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
c.       Pengembangan, berarti penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada sehingga akan lebih mudah untuk dipelajari.

B.       Macam-Macam Penelitian
1.        Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi,  pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian ini didasari oleh filsafat konstruktivisme. Agar penelitian dapat menggambarkan objek yang diteliti, peneliti harus melakukan observasi langsung,observasi parsipatif, wawancara mendalam, dan lain-lain.
Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu:
a.         Menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore), yaitu penelitian dilakukan dapat menggambarkan objek yang sedang diteliti dan mengungkapkan manfaat dari penelitian kepada masyarakat.
b.        Menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain), yaitu penelitian dapat menggambarkan dan menjelaskan fakta-fakta yang baru kepada masyarakat.
Sedangkan penelitian kuatitatif adalah penelitian yang menekankan pada  fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Penelitian ini didasari oleh filsafat positivisme dan menggunakan instrumen-instrumen untuk memperoleh data yang sedang dikaji dan peneliti tidak perlu melakukan observasi langsung.

2.      Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluative adalah suatu desain dan prosedur evaluasi dalam mengumpulkan menganalisis data secara sistematik untuk menentukan nilai atau manfaat (worth) dari suatu praktik pendidikan.
Tujuan penelitian evaluatif adalah sebagai berikut:
a.         Membantu perencanaan untuk melaksanakan program
b.        Membantu dalam penentuan keputusan penyempurnaan atau perubahan program
c.         Membantu dalam penentuan keputusan keberlanjutan atau penghentian program
d.        Menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program
e.         Memberikan sumbangan dalam pemahaman proses psikologis, sosial, politik dalam pelaksanaan program serta faktor-faktor yang mempengaruhi program.
Penelitian ini sangat cocok digunakan untuk membuat kurikulum pada dunia pendidikan, sehingga program-program yang dicanangkan dapat up to date sesuai dengan kebutuhan siswa pada saat lulus nantinya.

3.        Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan merupakan suatu pencarian sistematik yang dilaksanakan oleh para pelaksana program dalam kegiatannya sendiri, dalam mengumpulkan data tentang pelaksanaan kegiatan, keberhasilan dan hambatan yang dihadapi, untuk kemudian menyusun rencana dan melakukan kegiatan-kegiatan penyempurnaan. Penelitian ini sangat cocok dilakukan oleh seorang guru yang sedang menemukan kesulitan belajar pada siswa, sehingga dapat memecahkan masalah kesulitan belajar tersebut.

4.      Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini biasanya digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang sudah ada dan menemukan teori yang baru yang sesuai dengan fenomena yang terjadi pada saat ini.

5.      Penelitian Eksperrimental
Penelitian eksperimental (experimental research) adalah pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Penelitian ini biasanya dilakukan di sebuah laboratorium yang menggunakan alat-alat untuk mengukur kepastian dan memiliki standar tertentu sebagai acuan pada objek yang diteliti.
Jenis-jenis penelitian juga dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a.       Penelitian menurut tujuan
·    Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan sebuah ilmu. Misalnya penelitian tentang teori pembelajaran.
·    Penelitian terapan merupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Contonya: penelitian tentang kesulitan belajar yang terjadi pada siswa.
b.      Penelitian menurut metode:
·    Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. Contohnya: penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat pendidikan mempengaruhi pendapatan masyarakat di indonesia.
·    Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut. Contoh: penelitian tentang terjadinya selat Sunda.
·    Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh: penelitian tentang manfaat lidah buaya bagi kesehatan.
·    Penelitian naturalistik sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
·    Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian tentang kebijaksanaan BLT.
·    Action research adalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
·    Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk. Contoh: penelitian proses pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas.
·    Penelitian sejarah adalah penelitan yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Contoh: penelitian terjadinya G 30 S PKI.
c.       Penelitian menurut tingkat explanasinya
·    Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian tentang struktur tanah di daerah yang sering mengalami kebakaran hutan.
·    Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.  Contoh: penelitian yang membandingkan kemajuan perkembangan sekolah swasta yang berstandar SBI dengan sekolah negeri yang berstandar nasional.
·    Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Contoh: penelitian tentang pengaruh minat siswa terhadap keberhasilan siswa
d.      Penelitian menurut jenis data dan analisis
·    Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
·    Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.

C.      Paradigma Kuantitatif Dan Kualitatif
Penelitian pada dasarnya adalah suatu proses pencarian yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan mulai dari pengumpulan data, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, kemudian dianalisis sampai dnegan menarik kesimpulan. Banyak sekali jenis-jenis penelitian atau pencarian yang dapat dilakukan, diantaranya berdasarkan pendekatan,berdasarkan  sifatnya, dan berdasarkan fungsinya. Kegiatan pencarian ini bisa juga dibedakan berdasarkan cara atau metode pencariannya atau metode penelitian.
Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan yang didasari oleh asumsi dasar, pandangan-pandangan, filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Metode penelitian memiliki prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisinya serta bagaimana data tersebut nantinya diolah. Untuk kali ini kami akan membahas jenis penelitian berdasarkan pendekatannya, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

1.        Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (angka) yang diolah dengan metode statistika. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data berupa angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
Penelitian kuantitatif ini didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Metode Kuantitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a.         Metode penelitian kuantitatif bersifat Eksperimental
1)        Eksperimental Murni,
2)        Eksperimental Kuasi,
3)        Eksperimental Lemah,
4)        Subyek Tunggal
b.        Metode penelitian kuantitatif bersifat Noneksperimental
1)      Deskriptif,
2)      Komparatif,
3)      Korelasional,
4)      Survai,
5)      Ekspos Fakto, dan
6)      Tindakan.

2.      Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan logika ilmiah. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.
Penelitian kualitatif ini didasari dari filsafat Konstruktivisme yang memandang kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan menuntut interprestasi berdasarkan pengalaman sosial. Metode kualitatif dibedakan dalam dua macam, yaitu:
a.       Kualitatif Interaktif
1)      Etnografis,
2)      Historis,
3)      Fenomenologis,
4)      Studi Kasus,
5)      Teori Dasar, dan
6)      Studi Krisis
b.      Kuantitatif Noninteraktif
1)      Analisis Konsep,
2)      Analisis Kebijakan, dan
3)      Analisis Historis
Tabel Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kuantitatif.
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1.      Berpijak pada Konsep Positivistik.
2.      Kenyataan berdimensi tunggal, fragmental terbatas, fixed.
3.      Hubungan antara peneliti dengan objek lepas, penelitian dari luar dengan instrumen standar yang objektif.
4.      Setting penelitian buatan lepas dari tempat dan waktu.
5.      Analisis kuantitatif, statistik, ebjektif.
6.      Hasil penelitian berupa inferensi, generalisasi, prediksi.
1.      Berpijak pada Konsep Naturalistik
2.      Kenyataan berdimensi jamak, kesatuan utuh, terbuka, berubah
3.      Hubungan peneliti dengan objek berinteraksi, penelitian dari luar dan dalam, peneliti sebagai instrumen, bersifat subjektif, judgment.
4.      Setting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu.
5.      Analisis subjektif, intuitif, rasional.
6.      Hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi, tentatif-situasional.

D.      Langkah-langkah Penelitian
            Penelitian merupakan suatu proses yang terdiri atas beberapa langkah. Langkah ini bukan sesuatu yang sekuensial atau langkah-langkah yang harus diikuti secara kaku. Proses penelitian adalah suatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain dan interpretasi.

1.      Mengidentifikasi masalah
            Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaanya bila isu atau masalah tersebut diteliti.
            Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja apa saja. Masalah juga dapat diperoleh dari membaca buku. Bisa juga masalah diberi oleh orang lain. Ada empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian:
a)      Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
b)      Penelitian dapat dilaksanakan
c)      Tersedia faktor pendukung
d)     Hasil penelitian bermanfaat.
            Prof. Dr. Suhardjono memberikan petunjuk mengenai persyaratan penelitian yang baik yang disingkat APIK:
a)      Asli, artinya tidak jiplakan atau mengganti-ganti penelitian orang lain.
b)      Penting, artinya bahwa hasil penelitian itu bermanfaat dan dipandang penting.
c)      Ilmiah, artinya menggunakan proses yang dibenarkan oleh teori penelitian.
d)     Konsisten, artinya ada keruntutan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
            Permasalahan dalam penelitian sering pula disebut sebagai problema atau problematik. Jenis permasalahan yaitu:
a)      Problema untuk mengartahui status dan mendiskripsikan fenomena.
b)      Problema untuk membandingkan dua fenomena atau lebih (problema komparasi)
c)      Problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena (problem korelasi): korelasi sejajar dan korelasi sebab-akibat.

2.      Merumuskan dan membatasi masalah
            Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Faktor atau variabel tersebut ada yang melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau variabel-variabel yang dominan.
            Adapun penjelasan tentang permasalahan yang akan diteliti meliputi:
a)      Penegasan judul.
b)      Alasan memilih judul: karena penting, menarik, dan belum ada yang meneliti.
c)      Problematik penelitian: pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui penelitian. Dirumuskan dalam kalimat pertanyaan, merupakan hal yang dipertanyakan.
d)     Tujuan penelitian: keinginan yang ada pada peneliti untuk hal-hal yang akan dihasilkan oleh peneliti.
e)      Kegunaan hasil penelitian: hal apa yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

3.      Melakukan studi kepustakaan
            Studi kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari penelitian, baik teori yang berkenaan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaaan juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris bersumber dari temuan-temuan penelitian terdahulu.
            Sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 objek:
a)      Paper, dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings).
b)      Person: bertemu, bertanya, dan berkosultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
c)      Place; tempat, lokasi atau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian.

4.      Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian
            Hal-hal pokok yang ingin diperoleh dari penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis tersebut dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatah kuantitatif dengan pengolahan data statistik inferensial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan data statistik deskriptif tidak diperlukan perumusan hipotesis, cukup dengan pertanyaan pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif.
            Borg dan Gall (1979:61) mengajukan adanya persyaratan untuk hipotesis, yaitu:
a)      Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas.
b)      Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel.
c)      Hipotesis harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

5.      Menentukan desain dan metode penelitian
            Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.
            Ada beberapa jenis desain atau rancangan penelitian, namun secara garis besar ada tiga rancangan dasar, yaitu:
a)      Rancangan rambang lugas.
b)      Rancangan ulangan.
c)      Rancangan faktorial.
            Ditinjau dari wilayah sumber data, maka dibedakan adanya tiga jenis penelitian: yaitu penelitian populasi, penelitian sampel, dan penelitian kasus. Hasil penelitian sampel berlaku bagi populasi, dan hasil penelitian kasus hanya berlaku bagi kasus itu sendiri.

6.      Menyusun instrumen dan mengumpulkan data
            Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, selain objektivitas dan keakuratan data yang akan diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian.
            Metode penelitian adalah cara yang dipakai dalam mengumpulkan data, sedangkan instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data itu. Instrumen penelitian: angket, tes, skala bertingkat, pedoman wawancara, pedoman observasi, check-list. Metode pengumpulan data: tes, angket atau koesioner, observasi, wawancara, skala bertingkat, dan dokumentasi.

7.        Menganalisis data dan menyajikan hasil
            Analisi data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitaf dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa tabel, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalur, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif naratif-logis.
            Langkah-langkah dalam analisis data:
a)      Persiapan: mengecek nama, isian, macam data
b)      Tabulasi: memberi skor, memberi kode, mengubah jenis data, coding dalam coding form.
            Penerapan data sesuai dengan pendekatan:
a)      Penelitian deskriptif: persentase dan komparasi dengan kinerja yang telah ditentukan.
b)      Penelitian komparasi: dengan berbagai teknik korelasi sesuai dengan jenis data.
c)      Penelitian eksperimen: diuji hasilnya dengan t-test.

8.      Menginterpretasi temuan, membuat kesimpulan dan rekomendasi
            Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan melalui interpretasi. Interpretasi dibuat dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lainnya, antara temuan dengan konteks atau halo-hal yang melatarbelakanginya, dengan teori yang mendukungnya ataupun dengan kemungkinan penerapannya.
            Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi  dari hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun penelitian kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi ini tetap ada, yaitu emnemukan hal-hal yang esensial atau prinsipal dari suatu deskripsi.
            Terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disususnlah implikasi dan rekomendasi atau saran. Implikasi merupakan akibat logis dari temuan-temuan penelitian yang terkandunfg dalam kesimpulan. Rekomendasi merupakan hal-hal yang sebaiknya dilakukanoleh pihak-pihak terkait dalam memanfaatkan hasil-hasil penelitian.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Metodologi penelitian adalah ilmu yang membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencari, menemukan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah secara sistematis dan konsisten.
2.      Terdapat banyak jenis penelitian, antara lain penelitian kualitatif dan kuantitatif, evaluatif, tindakan, eksperimental, penelitian dan pengembangan.
3.      Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (angka) yang diolah dengan metode statistika. Sedangkan Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan logika ilmiah.
4.      Langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian antara lain, (a) mengidentifikasi masalah, (b) merumuskan dan membatasi masalah, (c) melakukan studi kepustakaan, (d) merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian, (e) menentukan desain dan metode penelitian, (f) menyusun instrument dan mengumpulkan data, (g) Menganalisis data dan menyajikan hasil, (h) menginterpretasi temuan, membuat kesimpulan dan rekomendasi.

B.     Saran
1.      Mengingat pentingnya sebuah penelitian karena terkait dengan berbagai hal dalam kehidupan kita, maka penelitian harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan pedoman serta etika kebenaran.
2.      Dalam melaksanakan sebuah penelitian, peneliti diharapkan mampu menarik kesimpulan dan hasil sesuai dengan fakta yang diteliti serta mengesampingkan unsure subjektivitas.



DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nazir, Moh. 2009. Metode Penelitian. Bogor: PT. Ghalia Indonesia.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta
Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
________. 2011. Ilmu Pengetahuan, Metode Ilmiah dan Penelitian Ilmiah, (Online), (http://file2shared.wordpress.com/ilmu-pengetahuan-metode-ilmiah-dan-penelitian-ilmiah/), diakses tanggal 23 Januari 2012.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun