Kamis, Januari 17, 2013

pendardoran & skripsweet

tibalah masa aku berada di penghujung masa kuliah S1. aku sudah semester 8. sudah tidak ada tanggungan mata kuliah lagi yang harus aku tempuh. tinggal 1 langkah lagi aku bisa memakai toga untuk mengikuti momen yang bernama wisuda gelar S1. ya.... aku harus melewati 6 sks lagi yang bernama "pendadaran dan skripsi", aku terkadang sering memplesetkannya menjadi "pendardoran & skripsweet".
bagaimana tidak pendadaran merupakan ajang bagi mahasiswa untuk menjawab secara lesan tentang pertanyaan yang diajukan dosen tentang apapun yang berhubungan dengan akuntansi & dunia kependidikan.
hal itu pasti membuat tegang "dar dor dar dor"...
karena pendadaran tersebut ada beberapa teman mahasiswa yang berhasil dibuat galau, muram, sedih, bahkan ada yang sampai menangis, ironis bukan.. ya , diakhir kuliah kita harus terpaksa belajar lagi materi tentang semester awal tingkat pertama samapai semester akhir. u know what.. belajar dalam keadaan terpaksa dan tidak bisa menikmati adalah hal yang menyedihkan. dan akhirnya saya hanya bisa berpesan pada diri saya sendiri berusahalah, jika kamu sudah lelah berusaha ikut saja dengan arus, dan perbanyaklah berdoa.
skripsi pun tak kalah menarik, kita harus menghadapi dosen pembimbing yang dijodohkan kepada kami, yang namanya penjodohan ada yang suka ada yang tidak. dosen memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing. ada dosen yang mempermudah mahasiswanya dengan tidak mempersulit penulisan skripsi, bahkan membantunya. ada dosen yang sok perfect atau memang bener-bener perfect yang meminta mahasiswanya untuk membuat skripsi dengan sepenuh hati sehingga menjadi sebuah skripsi yang adu hai mantapnya. ada juga dosen yang mencla mencle, kemaren ngomong apa sekarang ngomong apa. ada dosen yang membuat hati bergejolak sakit karena sikap, perkataan ataupun paras bahasa tubuhnya yang mampu menyontak jiwa acuh. dan lain lain lain. banyak sekali tipe dosen, ya sebagai mahasiswa hanya bisa menuruti apa perkataan dosen, berusaha menjaga hati agar tidak membenci mereka, dan selalu berdoa agar dapat membina hubungan baik dengan pembimbing dan dapat menjalaninya dengan lebih cepat serta mendapat hasil yang terbaik.
menurutku skripsi ini agak menghambat kreativitas mahasiswa, semuanya serba diatur. mahasiswa tidak bebas mengungkapkan apa yang ingin diproduksinya (ditulis). so, pada akhirnya pentingkah skripsi itu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun