Selasa, Januari 22, 2013

PENGARUH BANYAKNYA PARTAI POLITIK TERHADAP KETAHANAN NASIONAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sejak Indonesia merdeka hingga sekarang Indonesia telah melakukan lima kali pemilu. Walaupun tidak semua partai mendapatkan jumlah pemilih yang memadai, tetapi perwujudan banyak partai itu, dinilai positif sebagai semangat demokrasi yang tinggi. Kemajemukan masyarakat Indonesia sangat memengaruhi timbulnya banyak partai. Baik itu dilatarbelakangi agama, suku, aliran politik, bahkan tokoh. Semuanya merasa berhak untuk terwakili untuk ikut memimpin negara Indonesia.
Padahal jika mau diteliti lebih dalam, tidak semua partai sebenarnya benar-benar layak untuk ikut kompetisi. Maka yang kemudian dikeluarkanlah Undang-Undang baru kepartaian yang dilaksanakan lebih ketat. Dalam kondisi psikologis negara yang sekarang ini, kemajemukan lebih cenderung membahayakan daripada menjadi aset kekayaan bangsa. Jika itu dihubungkan dengan ketahanan nasional, maka merupakan ancaman yang serius. Negar Indonesia adalah negara besar karena keanekaragaman sumber daya alam sebagai kekayaan negara. Padahal kepemilikan sumber daya itu sangat majemuk, sehingga jika sampai terjadi kericuhan antaretnis atau golongan sangat mengancam sumber-sumber kekayaan negara yang mengancam eksistensi negara Indonesia.
Untuk itulah penulis ingin mengkaji lebih dalam mengenai peran partai politik dalam ketahanan nasional.     

B.     RUMUSAN MASALAH
  1. Apa yang dimaksud Partai Politik?
  2. Bagaimana fungsi partai politik seharusnya?
  3. Mengapa partai politik dapat menimbulkan konflik?
  4. Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi kemajemukan partai politik?


C.    TUJUAN
  1. Untuk mengetahui pengertian partai politik.
  2. Untuk mengetahui fungsi partai politik yang seharusnya.
  3. Untuk alasan partai politik dapat menimbulkan konflik.
  4. Untuk mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kemajemukan partai politik

D.    MANFAAT
1.      Untuk menambah pengetahuan masyarakat pada umumnya, dan mahasiswa pada khususnya
2.      Sebagai acuan dalam pembelajaran.















BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENGETIAN PARTAI POLITIK
Menurut Prof. Dr. Miriam Budiarjo, partai politik adalah organisasi atau golongan yang berusaha untuk memperoleh dan menggunakan kekuasaan
Menurut Sigmund Neuman, partai politik adalah organisasi tempat kegiatan politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang tidak sepaham.
Menurut Carl J. Friedrich, partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan partainya sehingga penguasaan itu memberikan manfaat kepada anggota partainya baik yang bersifat ideal maupun material.
Jadi partai politik merupakan saluran utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus sebagai sarana kondensasi dan rekrutmen kepemimpinan nasional. 

B.     FUNGSI  PARTAI POLITIK
1.      Sarana Komunikasi Politik
Partai politik sebagai sarana untuk komunikasi politik yaitu berfungsi sebagai penyalur aspirasi pendapat rakyat, menggabungkan berbagai macam kepentingan (interest aggregation) dan merumuskan kepentingan (interest articulation) yang menjadi dasar kebijakannya.
Upaya yang dilakukan:
a.       Memperjuangkan aspirasi rakyat agar menjadi kebijaksanaan umum (public policy) oleh pemerintah.
b.      Menyebarluaskan rencana-rencana dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah.
c.       Perantara (broker) dalam suatu bursa ide-ide (clearing house of ideas).
d.      Bagi pemerintah bertindak sebagai alat pendengar, sedangkan bagi warga masyarakat sebagai pengeras suara.
2.      Sarana Sosialisasi Politik
Partai politik sebagai sarana sosialisasi politik yaitu berfungsi untuk memberikan penanaman nilai-nilai, norma-norma, dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu.
Upaya yang dilakukan:
a.       Penguasaan pemerintah dengan memenangkan setiap pemilu.
b.      Menciptakan image bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum.
c.       Menanamkan solidaritas dan tanggung jawab terhadap para anggotanya maupun anggota lain (ingroup dan outgroup)
3.      Sarana Rekrutmen Politik
Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik yaitu berfungsi untu mencari dan mengajak orang berbakat untuk aktif dalam kegiatan politik (political recruitment). Dengan demikian memperluas partisipasi politik.
Upaya yang dilakukan:
  1. Melalui kontak pribadi maupun persuasi.
  2. Menarik golongan muda untuk dididik menjadi kader di masa depan.
4.      Sarana Pengatur Konflik
Mengatasi berbagai macam konflik yang muncul sebagai konsekuensi dari negara demokrasi yang didalamnya terdapat persaingan dan perbedaan pendapat. Biasanya masalah tersebut cukup menganggu stabilitas nasional. Hal ini meungkin saja dimunculkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan popularitasnya.

C.    HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PARTAI POLITIK DAPAT MENIMBULKAN KONFLIK.
Memang terlalu berlebihan jika kita langsung memvonis bahwa berdirinya banyak partai memicu timbulnya semangat perpecahan. Namun tidak bisa pula serta merta hal itu diabaikan. Partai adalah wujud adanya kelompok dalam negara yang harus mewakili kepentingan politik. Maka efektifitas dari perwujudan partai tersebut sangat ditentukan oleh latar belakang partai tersebut didirikan. Sebuah partai jika memang ingin disebut sebagai wakil kelompok masyarakat seharusnya lahir dari keinginan masyarakat sendiri untuk membentuk kelompok secara wajar.
Dalam ilmu politik, partai adalah alat untuk mencapai kekuasaan. Pembenaran politik terdapat pada kuantitas dukungan dan kemenangan diplomasi. Keterwakilan suatu kelompok menjadi subjektif dalam hal ini. Maka pembentukan partai sebagai alat politik cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Hal seperti inilah yang potensial menimbulkan konflik.
Jabatan dan aktivitas politik begitu menarik bagi kalangan politisi. Hal ini dikarenakan dengan memperoleh jabatan berarti memperoleh kekuasaan (power), kemegahan diri (self-glory), dan kesengan hidup (pleasure). Bagi para pejuang ideologi, keagamaan, jabatan, dan kekuasaan politik dikejar-kejar untuk menegakkan hukum Tuhan dimuka bumi (menurut pemahaman mereka). Bagi sekelompok orang mungkin saja untuk mencari uang atau melindungi bisnisnya.
Nurani dan nalar sehat menjadi amat kecewa saat melihat panggung politik yang pada dasarnya begitu mulia, berubah menjadi panggung gladiator, arena perebutan kekuasaan dengan cara saling memfitnah, menjegal, dan membunuh lawan. Bahkan beberapa golongan mengatasnamakan suku, etnis, maupun agama untuk mewujudkan keinginannya untuk memenangkan pertarungan politik. Akibatnya, apa yang disebut potitik tidal lagi sebagai seni dan ilmu untuk memperoleh kemenangan dengan cara cerdas, elegan, santun dan terhormat tetapi siapapun yang turun merasa terluka, kalah, dan sakit hati.
Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka keadaan ini akan sangat membahayakan persatuan dan kesatuan     

D.    SOLUSI UNTUK MENGATASI KEMAJEMUKAN PARTAI POLITIK
Kesadaran berpartai sewajarnya dimulai dari semangat menyampaikan pendapat. Bukan semangat untuk mencapai kekuasaan walaupun dalam teori politik hal itu dibenarkan. Namun terbukti hal-hal seperti itu seringkali memicu konflik yang serius. Bahkan dinegara-negara asal demokrasi seperti Amerika dan Inggris.
Konflik, perpecahan atau sebaliknya persatuan dan persamaan adalah sesuatu yang yang tidak berdiri mutlak. Dalam hal ini sebaiknya masyarakat menumbuhkan kesadaran akan bahayanya konflik sekecil apapun dan pentingnya persatuan dan toleransi pada saat-saat tertentu. Konflik tidak harus menghasilkan pemenang dan persatuan tidak harus lahir dari suatu kelompok. Kadang-kadang semua hanyalah merupakan kebijaksanaan saja dan dibutuhkan kedewasaan masyarakat untuk menghormati keadaan-keadaan seperti itu. Kesadaran akan langgengnya perbedaan dan pentingnya persatuan pada masyarakat akan memicu munculnya partai yang sehat. Oknum-oknum licik dengan sendirinya akan sulit untuk bermain-main untuk mewujudkan kepentingan mereka.
Hal ini terjadi karena telah berkembangnya ketahanan masyarakat akan eksistensi dirinya dan pentingnya menghormati orang lain. Eksistensi diri sendiri sangat ditentukan oleh eksistensi lingkungan sekitarnya pada skala yang lebih besar. Dengan demikian tidak akan terjadi kerusuhan didalam masyarakat yang hanya disebabkan adanya perbedaan partai politik. Karena masyarakat dapat menmpatkan partai politik pada porsi yang sesungguhnya.
Jika konflik yang ditimbulkan akibat anggota partai politik yang memberikan informasi justru menimbulkan kegelisahan dan perpecahan masyarakat, pimpinan partai politik harus segera klarifikasi atau diselesaikan dengan baik.
Adanya kemungkinan anggota partai politik lebih mengejar kepentingan pribadi/golongannya, sehingga berakibat terjadi pengkotakan politik atau konflik yang harus segera diantisipasi dan diselesaikan dengan tuntas.

     




BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
1.      Partai politik adalah  saluran utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus sebagai sarana kondensasi dan rekrutmen kepemimpinan nasional. 
2.      Fungsi partai politik antara lain sebagai berikut.
a. Sarana Komunikasi Politik
b. Sarana Sosialisasi Politik
c. Sarana Rekrutmen Politik
d. Sarana Pengatur Konflik
3.      Hal-hal yang menyebabkan partai politik dapat menimbulkan konflik adalah adanya keinginan untuk memperoleh jabatan dan kedudukan dalam pemerintah. 
4.      Hal-hal yang seharusnya dilakukan agar partai politik tidak menjadi penyebab konflik adalah adanya kesadaran dalam diri masyarakat dalam menempatkan partai politik dan penentuan tujuan utama dibentuknya partai politik.

B.     SARAN
Melihat kondisi tersebut seharusnya antara masyarakat dan partai politik bekerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Selain itu kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa perlu ditanamkan pada diri masing-masing.







DAFTAR PUSTAKA

Chotib, dkk. 2000. Kewarganegaraan 2 Menuju Masyarakat Madani. Jakarta:Yudhistira
Tim PPKn. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Malang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun