Sabtu, Mei 25, 2013

Contoh Penelitian Eksperimen Bab 3

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Rancangan Penelitian
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jenis desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, yang merupakan suatu bentuk eksperimen dengan ciri utamanya tidak dilakukannya penugasan random, melainkan dengan menggunakan kelas yang sudah ada yang dalam hal ini adalah kelas biasa. Sebagaimana dikemukakan oleh Mohammad Ali (1993: 140) “Kuasi eksperimen hampir sama dengan eksperimen sebenarnya perbedaannya terletak pada penggunaan subjek yaitu kuasi ekperimen tidak dilakukan penugasan random, melainkan dengan menggunakan kelas yang sudah ada.”
Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu kondisi yang sengaja dilakukan terhadap gejala sosial berupa kegiatan dan tingkah laku individu atau kelas yang diamati sehingga diketahui munculnya gejala tersebut, yang hasilnya akan diperoleh hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang diteliti.
Penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Penggunaan blog dan pembelajaran tradisional ditempatkan sebagai variabel bebas sedangkan hasil belajar siswa pada pada ranah kognitif aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan sebagai variabel terikat. 
 
Untuk melihat variabel yang akan diteliti dapat melihat tabel berikut:
Variabel Bebas (X)

                        Variabel terikat (Y)
Pembelajaran Akuntansi
Blog (X1)
Pembelajaran Tradisional (X2)
Hasil belajar Ranah Kognitif
Aspek pengetahuan
X1Y1
X2Y1
Aspek pemahaman
X1Y2
X2Y2
Aspek penerapan
X1Y3
X2Y3

 
Keterangan :
X1Y1    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan dengan            
              menggunakan blog.
X1Y2    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek pemahaman dengan
  menggunakan blog.
X1Y3    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek penerapan dengan              
  menggunakan blog.
X2Y1    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek  pengetahuan dengan
  menggunakan pembelajaran tradisional.
X2Y2    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek pemahaman dengan
  menggunakan pembelajaran tradisional.
X2Y3    = Perkembangan hasil belajar siswa pada aspek penerapan dengan
  menggunakan pembelajaran tradisional.
Penelitian ini siswa dibagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan blog dan kelas kontrol tanpa menggunakan blog dalam hal ini siswa belajar dengan menggunakan pembelajaran tradisional.
Desain penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Kelompok Kontrol Pretes-Postes (Pretest-Posttest Control Group Design) menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol tanpa penugasan random yang merupakan bentuk desain penelitian dalam metode kuasi eksperimen.
Desain yang digunakan adalah:
Kelas
Pretest
Perlakuan
Posttest
Eksperimen
T1
X1
T2
Kontrol
T1
X2
T2

Keterangan:
T1         = Pre-Test
T2         = Post-Test
X1        = Perlakuan di Kelas Eksperimen (Blog)
X2        = Perlakuan di Kelas Kontrol (Pendekatan pembelajaran tradisional.)
Dalam penelitian ini langkah pertama yang dilakukan adalah menetapkan kelas yang akan dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol.  Kelas eksperimen pada desain penelitian ini akan diberikan perlakuan dengan blog (X1), sedangkan pada kelas kontrol tidak diberi perlakuan dengan menggunakan blog melainkan dengan metode yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah tersebut yaitu dengan memanfaatkan pembelajaran tradisional (X2).
Sebelum perlakuan (X), kedua kelas diberikan pre-test (T1) kemudian dilanjutkan dengan memberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang mempergunakan blog dan kelas kontrol yang mempergunakan pembelajaran tradisional.
Kemudian kedua kelas diberikan post-test (T2), hasilnya kemudian dibandingkan dengan skor pre-test sehingga diperoleh gain, yaitu selisih antara skor pre-test dan post-test.
Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian diuraikan sebagai berikut:
1.      Tahap Pelaksanaan
a.       Menentukan kelas yang akan dijadikan sampel penelitian yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat dari prestasi kedua kelas tersebut.
b.      Melaksanakan pre-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengukur pengetahuan awal siswa.
c.       Melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan blog pada kelas eksperimen dan pembelajaran tradisional pada kelas kontrol.
d.      Melaksanakan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan soal yang sama dengan pre-test.
2.      Tahap Penarikan Kesimpulan
a.       Menganalisis data.
b.      Membahas data yang sudah dianalisis.
c.       Menarik kesimpulan.
  Untuk lebih jelasnya alur penelitian dipaparkan dalam gambar berikut:




Bagan: Prosedur penelitian
A.    Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 117). Jadi dapat dikatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPS SMA Negeri 4 Bojonegoro.   Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118). Jadi dapat dikatakan sampel merupakan wakil populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sample (sampel kelompok). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2, Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Bojonegoro yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu kelas XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IPS 1 sebagai kelas kontrol, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa, yang terdiri dari 30 siswa dari kelas eksperimen dan 30 siswa dari kelas kontrol.

B.     Instrumen Penelitian
Keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) diperoleh melalui instrumen. Instrumen penelitian diartikan sebagai alat yang dapat menunjukkan sejumlah data yang diasumsikan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menguji hipotesis penelitian. Moh. Ali (1993:63) mengemukakan, instrumen penelitian adalah: Alat pengumpul data sesuai masalah yang diteliti.” Sedangkan Sudjana (1998:97) menyatakan, bahwa: Keberhasilan penelitian ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) dan menguji hipotesis diperoleh melalui instrumen.”
Untuk memperoleh data hasil belajar diperlukan instrumen sebagai alat pengumpul data. Adapun langkah-langkah dalam penyusunan instrumen tes tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Menetapkan pokok bahasan yang akan digunakan sebagai bahan penelitian yang diambil dari kurikulum mata pelajaran Akuntansi Sekolah Menengah Atas kelas XII IPS.
2)      Menyusun silabus sesuai dengan pokok bahasan yang telah ditentukan.
3)      Menyusun kisi-kisi instrumen penelitian. Kemudian kisi-kisi tersebut dikembangkan pada pembuatan instrumen berupa pilihan berganda.
4)      Melaksanakan uji coba instrumen terhadap sejumlah siswa diluar sampel yang mempunyai tingkat kemampuan yang relatif sama dengan siswa dalam kelas sampel. Uji coba instrumen ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kualitas instrumen yang akan digunakan, yaitu informasi mengenai sudah atau belumnya instrumen tersebut memenuhi persyaratan sebagai alat pengumpul data. Instrumen dikatakan sudah memenuhi persyaratan apabila instrumen tersebut valid dan reliabel.
5)      Menganalisis dan merevisi terhadap item-item soal yang dianggap kurang tepat.

C.    Pengumpulan Data
  Teknik pengumpulan data sangat penting dilaksanakan karena data yang diperoleh dari lapangan melalui instrumen penelitian, diolah dan dianalisa agar hasilnya dapat dipergunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serta memecahkan masalah penelitian. Adapun teknik mengumpulkan data yakni melalui tes hasil belajar.
     Tes hasil belajar merupakan alat ukur yang digunakan kepada individu untuk mendapatkan gambaran-gambaran yang diharapkan, baik itu secara tertulis maupun lisan atau perbuatan. Penggunaan tes hasil belajar sebagai instrumen dimaksudkan untuk mengetahui daya serap atau kemampuan tertentu sebagai hasil dari proses belajar mengajar yang diberikan. Sudjana (1996:103) dalam menilai hasil belajar, khususnya di bidang kognitif alat penilaian yang paling banyak digunakan adalah tes tertulis. Dilihat dari bentuknya, soal-soal tertulis dikelaskan atas soal-soal bentuk uraian (essai) dan soal-soal bentuk objektif. Bentuk tes pada penelitian ini adalah tes tertulis berbentuk tes objektif pilihan berganda dengan empat alternatif jawaban (a, b, c, d). Tes diadakan pada saat pretest dan postest. Pretest diberikan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal kedua kelas penelitian. Sementara postest diberikan dengan tujuan untuk melihat kemajuan dan perbandingan peningkatan hasil prestasi belajar siswa pada kedua kelas penelitian.

D.    Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil test setelah pembelajaran, selanjutnya diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan teknik statistika inferensial.
Statistik  analitik/inferensial  dalam  penelitian  ini  digunakan  untuk  uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, dan uji hipotesis statistik.  Menurut pendapat Nana sudjana dan Ibrahim (1998: 127) …statistik analitik/inferensial merupakan kelanjutan dari statistik deskriptif yang digunakan untuk menguji hipotesis dan persyaratan-persyaratannya, serta untuk keperluan generalisasi hasil penelitian.”

1.      Uji Validitas
Pengujian  validitas  dilakukan  untuk  mengetahui  apakah  tes  yang digunakan dalam penelitian ini dapat atau tidak mengukur tingkat ketepatan tes yaitu mengukur apa yang seharusnya diukur, maka dilakukan uji validitas soal. Yang digunakan dalam pengambilan data adalah validitas yang dihubungkan dengan kriteria. Untuk mengetahui validitas yang dihubungkan dengan kriteria, digunakan uji statistik yakni teknik korelasi product moment sebagai berikut:
(Suharsmi Arikunto, 2009: 72)
Keterangan: 
rxy           = Koefisien korelasi yang dicari
XY   = Hasil kali skor X dan Y untuk setiap responden
Y      = Skor responden
X      = Skor item tes
(∑X2) = Kuadrat skor item tes
(∑Y2) = Kuadrat responden
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi:
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 0,199
0,20 0,399
0,40 0,599
0,60 0,799
0,80 1,000
 Sangat Rendah
 Rendah
 Sedang
 Kuat
Sangat Kuat

Setelah diperoleh hasil validitas tersebut kemudian diuji juga tingkat
signifikansinya dengan menggunakan rumus:
(Nana Sudjana, 1998: 149)
Keterangan:
 t          = nilai t hitung
r           = koefisisen korelasi
n          = jumlah banyak subjek
Dimana jika thitung > ttabel   pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk= n-2, maka soal ini valid.

2.  Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas soal dimaksudkan untuk melihat keajegan atau kekonsistenan soal dalam mengukur respon siswa sebenarnya. Reliabilitas  menunjuk pada suatu pengertian instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik.
Uji reabilitas dilakukan dengan menggunakan metode belah dua atau split- half method tepatnya dengan menggunakan rumus K-R.21, yaitu suatu teknik untuk menguji reliabititas suatu tes, dimana butir tesnya diberi skor 0 apabila jawabannya salah dan diberi skor 1 apabila jawaban benar. Untuk menguji reliabilitas digunakan rumus K-R 21 sebagai berikut:

(Mohammad Ali, 1993: 90)
Keterangan:    
K      = Jumlah item tes
M         = Rata-rata
S 2                = Simpangan baku
Sebagai tolak koefisien reliabilitas, digunakan kualifikasi sebagai berikut (Arikunto, 2009: 75):
Antara 0,800 sampai dengan 1,00   : sangat tinggi
Antara 0,600 sampai dengan 0,800  : tinggi
Antara 0,400 sampai dengan 0,600  : cukup
Antara 0,200 sampai dengan 0,400  : rendah
Antara 0,00 sampai dengan 0,200   : sangat rendah

3.  Tingkat Kesukaran Soal
Taraf kesukaran soal merupakan kesanggupan siswa dalam menjawab soal-soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya, sebaliknya soal yang terlalu sukar akan mentebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena diluar jangkauan. Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran.
Untuk mencari indeks kesukaran digunakan rumus:
(Mohammad Ali, 1993: 86)
Keterangan:
P          = Indeks kesukaran
B         = Banyaknya siswa yang menjawab benar soal
N         = Jumlah seluruh siswa tes
Indeks Kesukaran:
P ≥ 0,80                       : soal terlalu mudah
0,20 < P > 0,80           : soal dianggap baik untuk kepentingan penelitian
P ≤ 0,20                       : soal terlalu sulit

4.  Daya Beda
Perhitungan daya pembeda (D) tiap butir soal menggunakan rumus:
(Mohammad Ali, 1993: 86)
Keterangan:
D     = Indeks daya beda
Bu       = Jumlah jawaban benar kelas unggul (Upper)
 Bl        = Jumlah Jawaban benar kelas lemah (Lower)
Nu       = 27% Jumlah golongan unggul yang menjawab benar.
Nl        = 27% Jumlah golongan lemah yang menjawab benar.
Kriteria:
D ≤ 0,40                      : Rendah
0,40 < D > 0,70           : Sedang
D ≥ 0,70                      : Tinggi

5.  Langkah-Langkah Pengolahan Data
Data penelitian yang diperoleh melalui alat pengumpul atau instrumen yang telah diujicobakan selanjutnya diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian. Perhitungan yang digunakan  dalam penelitian ini adalah statistik inferensial, Menurut pendapat Nana sudjana dan Ibrahim (1998: 127) …statistik analitik/inferensial merupakan kelanjutan dari statistik deskriptif yang digunakan untuk menguji hipotesis dan persyaratan-persyaratannya, serta untuk keperluan generalisasi hasil penelitian. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan secara manual dan menggunakan software, seperti MS Excel dan SPSS ver. 17.0
Langkah langkah yang ditempuh dalam penggunaan statistik untuk mengolah data tersebut adalah :
a.      Uji Normalitas data.
Uji normalitas data merupakan salah satu cara untuk memeriksa keabsahan/normalitas sampel. Pengujian normalitas data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan program pengolah data SPSS 17 (Statistical Product and Service Solution) dengan uji normalitas one sample Kolmogorov Smirnov. Kriteria pengujiannya adalah jika nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas < 0.05 maka distribusi adalah tidak normal, sedangkan jika nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabililtas > 0.05 maka distribusi adalah normal. (Santoso, 2003: 168).
Apabila data yang diujikan berdistribusi normal maka data diolah dengan menggunakan uji-t, namun jika ternyata distribusi data tidak normal, maka dilanjutkan dengan menggunakan statistika non parametrik. Dalam hal ini menggunakan uji Mann-Whitney Test.
b. Uji Homogenitas Data
Uji homogenitas ditujukan untuk menguji kesamaan beberapa bagian sampel, sehingga generalisasi terhadap populasi dapat dilakukan. Pada penelitian ini, uji homogenitas menggunakan program pengolah data SPSS 17 dengan uji Levene (Levene Test). Uji Levene akan muncul bersamaan  dengan  hasil  uji  beda  rata-rata  atau  uji-t.  Kriteria pengujiaanya  adalah  apabila  nilai  Sig.  (Signifikansi)  atau  nilai probabilitas < 0.05 maka data berasal dari populasi-populasi yang mempunyai varians tidak sama, sedangkan jika nilai Sig. (Signifikansi) atau nilai probabilitas > 0.05 maka data berasal dari populasi-populasi yang mempunya varians yang sama. (Santoso, 2003: 168)
c.  Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t independen dua arah (t-test independent) untuk menguji signifikansi perbedaan rata- rata (mean) yang terdapat pada program pengolah data SPSS 17. Adapun yang diperbandingkan pada uji hipotesis ini adalah gain skor post test dan pre test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, baik secara keseluruhan ataupun setiap aspek (aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan).
Karena menggunakan uji dua ekor, maka daerah penolakan hipotesis terdapat pada daerah negatif dan positif dengan batas ttabel. Berdasarkan jumlah sampel sebanyak 60, maka dapat diketahui bahwa ttabel dengan dk 58  (n-2)  dan  tingkat  kepercaaan  95%  sebesar  2,000.  Kriteria pengujiannya adalah apabila -ttabel thitung + ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. (Ridwan, 2003: 181).


DAFTAR RUJUKAN
   
Ali, Muhammad. 1992. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa.

Arif. S Sadiman. 1993.  Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan
              Pemanfaatannya. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo       Persada.

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. SMA/MA. (Online), (http://bsnp-indonesia.org), diakses 23 April 2012.

Heinich, dkk. 2002.  Instructional Media and Tecnologies for Learning, Seventh
              Edition. Upper Saddle River, New Jersey Columbus, Ohio. Merrill
              Prentice Hall.

Kompas.com. 2011. Naik 13 Juta, Pengguna Internet Indonesia 55 Juta Orang. (Online), (http://tekno.kompas.com/read/2011/10/28/

Kurniawan, Rulianto. 2009. Membuat Blog Untuk Orang Awam. Palembang: Maxikom.

Munadi, Yudhi. 2008. Media pembelajaran (Sebuah pendekatan Baru). Ciputat: Gaung Persada (GP) Press.

Purwanto Agus. Blog Sebagai Media pembelajaran. (Online), (aguspur.staff.uns.ac.id), diakses tanggal 1Mei 2012.

Ridwan. 2008.  Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan Dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta

Rusman. 2009. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran.
              Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Santoso, S. 2003. SPSS Mengolah Data Statistik Secara Profesional. PT. elex
              Media Komputindo. Jakarta

Siahaan, Sudirman. 2008. Mengapa Harus Menggunakan E-learning Dalam Pembelajaran?. Jurnal Teknodik, (Online), (isjd.pdii.lipi.go.id), diakses tanggal 1 Mei 2012.

Sudjana, Nana. 2001. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sudjana, Nana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudjana, Nana. 2005. Teknologi pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (Online), (http://www.jdih.bpk.go.id), diakses 23 April 2012.

Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Edisi Kelima). Malang: Universitas Negeri Malang

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun