Sabtu, Mei 25, 2013

Contoh Penelitian Eksperimen Bab 1 & Bab 2


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) semakin lama semakin berkembang dengan pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan tersebut akan memicu perkembangan teknologi. Dan sebaliknya perkembangan teknologi juga akan mampu meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet yang sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan sekarang ini.
Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. (UU RI No. 20 Tahun 2003).
Media mempunyai peranan yang penting dalam suatu proses pembelajaran. Sekarang ini kegiatan pembelajaran telah bergeser dari metode ceramah dan berpindah ke arah digunakannya media agar dapat meningkatkan motivasi pembelajar, merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru, mengaktifkan pembelajar agar memberikan tanggapan dan mendorong siswa untuk selalu memperhatiakan materi yang disampaikan. Media pembelajaran adalah “sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif” (Munadi, 2008: 9).
Salah satu media yang cukup populer saat ini adalah internet. Internet merupakan jendela dunia tanpa batas. Melalui internet dapat diperoleh beraneka ragam informasi, mulai dari dunia politik, ekonomi, sosial, hiburan, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain pemanfaatan internet sebagai jendela informasi, internet dapat juga dijadikan sebagai media pembelajaran.
Melalui media internet diharapkan siswa akan mengalami proses belajar yang bermakna, bukan sekedar belajar menghafal. Siswa juga diharapkan belajar dengan pendekatan konstruktivistik, yakni siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya setelah terjadi penyesuaian antara pengetahuan awalnya dengan pengetahuan baru yang diperoleh dari internet. Untuk itu diperlukan suatu bahan ajar yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran melalui internet ini selain dapat mengoptimalkan perkembangan teknologi yang ada juga dapat menyalurkan hobi siswa berinternet ke dalam suatu hal yang lebih positif berupa kegiatan pembelajaran.
      Dalam pelaksanaan pembelajaran Akuntansi di sekolah, banyak guru yang masih terpaku dengan penggunaan buku teks ataupun lembar kerja siswa, guru masih jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik. Apalagi materi pelajaran laporan keuangan perusahaan dagang yang dirasa lebih sulit dari pada materi lain semisal pada perusahaan jasa. Sehingga diperlukan media yang baik untuk dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sehingga pada akhirnya hasil belajar siswa dapat meningkat.
Blog merupakan media pembelajaran. Blog dapat dikategorikan sebagai e- learning. E-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif dimana guru dapat berkomunikasi dengan siswa ataupun siswa dengan siswa yang lain.
Model pembelajaran selama ini belum mampu melibatkan siswa secara keseluruhan dalam memahami materi Akuntansi sehingga siswa kurang memiliki minat belajar terhadap mata pelajaran tersebut serta daya inovatif dan kreatif kurang tereksplorasi dengan maksimal. Dengan demikian perlu adanya suatu model pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan mampu meningkatkan daya kreativitas dan inovativitas siswa dalam belajar khususnya dalam pelajaran Akuntansi yaitu dengan model pembelajaran interaktif dengan menggunakan blog.
            Menurut MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta. Dengan meningkatkan frekuensi pengguna internet tersebut menandakan sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan internet disetiap harinya. Untuk itu perlu dikembangkan media pembelajaran oleh para guru agar siswa dapat memanfaatkan internet untuk kegiatan yang positif yaitu pembelajaran. Dengan pengembangan media itu diharapkan siswa dapat memperlihatkan peningkatan hasil belajar yang signifikan, Penggunaan blog juga dapat membantu guru dalam mengatasi keterbatasan waktu, ruang, gerak, dan menjawab permasalahan yang dihadapi.
Penelitian terdahulu tentang penggunaan blog dalam pembelajaran pernah dilakukan oleh Aldina Ramayumanti (2011) di SMK Negeri 6 Malang yang menyimpulkan ada pengaruh positif yang signifikan penerapan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan Blog terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Peripheral.  Dewi Nuraeni (2010) juga melakukan penelitian tentang penggunaan blog dalam pembelajaran di SMA negeri 1 Garut yang menyimpulkan terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan media cetak (gambar) pada ranah kognitif mata pelajaran Biologi”. Sehingga media pembelajaran dengan menggunakan blog dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran.
            Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis mencoba melakukan penelitian pada pembelajaran Akuntansi yaitu mengenai Penggunaan Blog Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan diatas, maka secara umum pokok masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada ranah kognitif antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?”
Secara terperinci permasalahan penelitian tersebut  dirumuskan kedalam sub-sub pokok masalah yaitu:
1.      Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek pengetahuan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?
2.      Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek pemahaman antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?
3.      Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek penerapan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi?

C.    Hipotesis Penelitian
“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya (PPKI, 2010: 17). Hipotesis penelitian ini adalah:
1.      Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada ranah kognitif antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi.
2.      Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek pengetahuan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi.
3.      Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek pemahaman antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional pada mata pelajaran akuntansi.
4.      Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada aspek penerapan antara siswa yang menggunakan blog dengan siswa yang menggunakan pembelajaran tradisional mata pelajaran akuntansi.

D.    Kegunaan Penelitian
1.      Bagi sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam usahanya menggunakan media pembelajaran sebagai pengembangan model pembelajaran khususnya blog di sekolah.
2.      Bagi guru
Bagi guru diharapakan penelitian sebagai masukan untuk dapat untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam pengembangan media pembelajaran Akuntansi khususnya blog.
3.      Bagi siswa
Penelitian ini diharapkan siswa dapat mengerti pemanfaatan internet untuk kegiatan yang positif yaitu pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga hasil belajarnya juga akan meningkat.
4.      Bagi peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan dalam pengembangan pengetahuan yang diperoleh.

E.     Pembatasan Masalah
Terdapat beberapa masalah yang mungkin mempengaruhi penggunaan media blog ini, antara lain: kebijakan sekolah terhadap penggunaan media ini sebagai sebagai media pokok ketika pembelajaran berlangsung, kemampuan guru dalam mengoperasikan media ini, kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan penggunaan media ini, sikap guru terhadap penggunaan media ini dan lain sebagainya yang mungkin dapat mempengaruhi penggunaan media ini.
Untuk menanggulangi berbagai faktor di atas, maka penelitian ini perlu dibatasi agar tidak terjadi salah penafsiran. Penulis membatasi masalah pada penelitian sebagai berikut :
1.      Hasil belajar siswa dibatasi pada ranah kognitif yaitu pada aspek pengetahuan, pemahaman dan penerapan.
2.      Materi yang diberikan pada pembelajaran Akuntansi adalah pokok bahasan laporan keuangan perusahaan dagang.
3.      Penelitian ini mengambil siswa SMA Negeri 4 Bojonegoro Kelas XII IPS sebagai eksperimen dan kelas kontrol.

F.     Definisi Operasional
      Untuk memudahkan dan menghindari agar tidak terjadi salah pengertian terhadap judul penelitian maka penulis perlu menjelaskan kedalam definisi operasional, sebagai berikut:
1.      Blog
Blog atau Weblog dalam penetian ini merupakan suatu aplikasi, software atau perangkat lunak berbasis web yang dibuat seseorang (blogger atau pengguna blog) secara sengaja dengan tujuan dan alasan tertentu.
2.      Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
3.      Pembelajaran Tradisional
Pembelajaran Tradisional adalah interaksi antara siswa dan guru didalam kelas untuk melakukan proses belajar mengajar dimana proses didalamnya seorang guru mengajar menggunakan metode ceramah dengan berpedoman pada buku teks atau LKS. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pembelajaran tradisional adalah pembelajan yang hanya terpaku pada penggunaan buku teks atau LKS saja.
4.      Hasil belajar
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pada aspek kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom yang mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan.
5.      Akuntansi
Akuntansi adalah mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa Sekolah Menengah Atas tentang suatu sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan.
6.      Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Laporan Keuangan perusahaan dagang adalah laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan dagang yang diajarkan pada mata pelajaran akuntansi kelas XII IPS.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pembelajaran
1.      Pengertian Pembelajaran
      Dalam berbagai kajian instruction atau pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Dalam pembelajaran, situasi atau kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan oleh guru. Dalam Aunurrahman (2009: 34) istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami sama dengan proses belajar mengajar dimana didalamnya terjadi interaksi antara guru dan siswa dan antara sesama siswa untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku siswa.
      Pembelajaran berupaya mengubah masukan berupa siswa yang belum terdidik menjadi siswa yang terdidik atau siswa yang belum memiliki pengetahuan mengenai sesuatu menjadi siswa yang memiliki pengetahuan. Sebenarnya belajar dapat saja terjadi tanpa pembelajaran, namun hasil belajar akan nampak jelas dari suatu aktivitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan terjadinya proses belajar dalam diri siswa. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar apabila didalam dirinya telah terjadi perubahan. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar dapat dilihat secara langsung. Oleh sebab itu agar dapat dikontrol dan berkembang secara optimal melalui proses pembelajaran di kelas, maka program pembelajaran tersebut harus dirancang terlebih dahulu oleh guru dengan memperhatikan berbagai prinsip yang telah terbukti keunggulannya secara empirik.
2.      Model Pembelajaran
      Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para guru untuk merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar. Model pembelajaran juga dapat dimaknai sebagai perangkat rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk merancang bahan-bahan pembelajaran serta membimbing aktivitas pembelajaran di kelas atau di tempat-tempat lain yang melaksanakan aktivitas-aktivitas pembelajaran.
      Model pembelajaran yang dikemukakan oleh Lapp, Bender, Elennwood, dan John dalam Aunurrahman (2009: 147) berpendapat bahwa berbagai aktivitas belajar mengajar dapat dijabarkan dari empat model utama, yaitu:
1. The classical model, dimana guru lebih menitikberatkan peranannya dalam pemberian informasi melalui mata pelajaran dan materi pelajaran yang disajikannya.
2. The technological model, yang lebih menitikberatkan peranan pendidikan sebagai transmisi informasi, lebih dititikberatkan untuk mencapai kompetensi individual siswa.
3. The personalised model, dimana proses pembelajaran dikembangkan dengan memperharikan minat, pengalaman, dan perkembangan siswa untuk mengaktualisasikan potensi-potensi individualitasnya.
4. The interaction model, dengan menitikberatkan pola interdepensi antara guru dan siswa sehingga tercipta komunikasi dialogis didalam proses pembelajaran.

  Pendekatan pembelajaran tradisional merupakan strategi mengajar dimana menggunakan metode tunggal yaitu ekspositori dengan delivery method, memposisikan guru sebagai pelaku utama dan siswa terposisikan sebagai peserta didik yang pasif. Situasi pembelajaran berdasarkan pandangan tradisional adalah sebagai berikut:
1)      Ruang lingkup pembelajaran: disajikan secara terpisah-pisah, bagian perbagian dengan penekanan pada pencapaian keterampilan dasar.
2)      Kurikulum: harus diikuti sampai habis.
3)      Kegiatan pembelajaran: berdasarkan buku teks yang sudah ada.
4)      Kedudukan siswa: dilihat sebagai sumber yang kosong tempat ditumpahkannya semua pengetahuan dari guru, guru mengajar dan menyebarkan informasi keilmuan kepada siswa.
5)      Penyelesaian masalah pembelajaran: selalu mencari jawaban yang benar untuk memvalidasi proses belajar siswa.
6)      Penilaian proses pembelajaran: merupakan bagian terpisah dari pembelajaran dan dilakukan hampir selalu dalam bentuk tes/ujian.
7)      Aktivitas belajar: siswa lebih banyak belajar sendiri.

B.     Media Pembelajaran
1.      Pengertian Media Pembelajaran
  Media berasal dari kata medium (Latin) yang berarti perantara atau pengantar. Heinich, Molenda, Russel (1996: 8) menyatakan bahwa : A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). Menurut Gagne dalam Sadiman (1995: 6) media adalah berbagai jenis komponen dan lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Dalam proses belajar mengajar guru harus mampu menguasai alat bantu yang cocok untuk digunakan dalam proses belajar sehingga melalui penggunaan media pembelajaran tujuan pembelajaran pun dapat tercapai secara efektif dan efisien. Media pembelajaran adalah “sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif” (Munadi, 2008: 9).
Dari berbagai pengertian yang dikemukakan oleh ahli maka media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa sehingga dapat meningkatkan minat dan merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian siswa sehingga proses pembelajaran dapat tercapai.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
2.      Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar, sehingga dapat mempertinggi kualitas belajar mengajar dan diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2005: 2), bahwa Media Pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Manfaat yang bisa didapat dari penggunaan media pembelajaran diantaranya:
1)      Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa.
2)      Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan siswa.
3)      Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya hasil belajar.
4)      Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat.
5)      Pembelajaran dapat dilakukan secara mantap karena meningkatnya kemampuan manusia untuk memanfaatkan media komunikasi, informasi dan data secara lebih konkrit dan rasional.
6)      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
Dengan demikian media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat besar dalam penyampaian pesan dalam proses pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3.      Karakteristik Media
Tiap-tiap media mempunyai karakteristik yang perlu dipahami oleh pemakainya. Dalam memilih media, orang perlu memperhatikan tiga hal, yaitu:
1)      Kejelasan maksud dan tujuan pemelihian tersebut.
2)      Sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih.
3)      Adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan akan adanya alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan.

4.      Klasifikasi dan Macam-Macam Media Pembelajaran
Azhar Arsyad (2006: 29) mengelompokkan media pembelajaran berdasarkan perkembangan teknologi menjadi empat kelas, antara lain:
1)      Media hasil teknologi cetak.
2)      Media hasil teknologi audio visual.
3)      Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
4)      Media hasil gabungan teknologi dan cetak.
Leshin, dkk (1992) menggolongkan media pembelajaran menjadi empat bagian yaitu:
1)      Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelas dan lain-lain).
2)      Media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas).
3)      Media berbasis visual (buku, charts, grafik, peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai atau slide).
4)      Media berbasis audio-visual (video, film, slide bersama tape, televisi),
5)      Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).

C.    Blog
1.      Pengertian Blog
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelas website pribadi yang selalu diupdate secara continue dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Pengertian blog yang diambil dari Wikipedia.org Blog merupakan singkatan dari web blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan- tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.”
Pengertian blog yang menurut Rulianto Kurniawan Blog atau Weblog adalah suatu aplikasi, software atau perangkat lunak berbasis web yang dibuat seseorang (blogger atau pengguna blog) secara sengaja dengan tujuan dan alasan tertentu. Aplikasi ini biasanya berbentuk tulisan-tulisan informasi atau sering juga disebut sebagai postingan, namun ada juga dalam bentuk gambar.”
Sehingga blog merupakan aplikasi halaman web yang berisi tulisan, gambar, video ataupun hal lain yang dibuat dengan tujuan tertentu dan dapat diakses oleh pengguna internet yang berkepentingan.
2.      Manfaat Blog
Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari blog ini. Manfaat ini dibagi dua yaitu bagi pengguna blog dan pembaca blog. Manfaat bagi pengguna blog:
1)     Meningkatkan kemampuan menulis, baik itu dari segi disiplin menulis bahkan sampai pada mutu tulisan.
2)     Lebih kreatif, ekspresif, inspiratif, dan motivatif.
3)     Menambah berbagai wawasan dan dapat merangsang otak.
4)     Menjalin dan memperbanyak teman.
5)     Mendapat masukan dan pelajaran dari feedback para pembaca blog yang dibuat.
Manfaat bagi pembaca blog:
1)      Mendapat banyak informasi dari blog.
2)      Terlatih untuk berdiskusi dan berkomentar dari artikel atau tulisan yang ada didalam blog.
3)      Menjalin persahabatan antara sesama pembaca blog dan pemilik blog tersebut.
4)      Mendapatkan informasi lebih efektif dan efisien karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
5)      Sebagai sumber referensi untuk memperkuat argument atau gagasan yang akan digunakan.

D.    E-learning (Electronic Learning)
1.      Pengertian E-learning
Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e- learning Question and Answer Book). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet).
Darin E. Hartley (Hartley, 2001) yang menyatakan: e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Sedangkan pada sebuah situs e-learning Wikipedia, diuraikan bahwa e- learning merupakan suatu terminologi umum yang dipergunakan untuk menunjukkan pada suatu aktivitas belajar dimana instruktur atau siswa terpisah oleh ruang dan waktu dan terhubungi dengan menggunakan teknologi online.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas (pembelajaran jarak jauh), dan pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya Electronic Learning disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan).
2.      Manfaat E-learning
  E-learning memiliki manfaat, diantaranya:
1)      Fleksibilitas. Jika pembelajaran tradisional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet.
2)      Independent Learning. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing- masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik- topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan.
3)      Biaya. Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).
3.      Pengembangan Model E-learning
     Pendapat Haughey (Rusman, 2007) tentang pengembangn e-learning. Menurutnya ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric counter, dan web enhanced course.
     Web course adalah pengembangan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata model ini menggunakan sistem jarak jauh.
     Web centric course adalah penggunaan interrnet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.
     Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan dikelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen, sesama mahasiswa, anggota kelompok, atau mahasiswa dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran dosen dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan perkuliahan, menyajikan materi melalui web yang mwnarik dan diminati, menlayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukann.
     Dalam penelitian ini model pengembangan elearning yang digunakan adalah web centric course, yaitu blog digunakan sebagai pengayaan dalam pembelajaran.

E.     Hasil Belajar
1.      Pengertian Hasil belajar
            Hasil belajar merupakan perwujudan perilaku belajar yang biasanya terlihat dalam perubahan, kebiasaan, keterampilan, sikap, pengamatan dan kemampuan. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil belajarnya. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar (Sudjana, 1996: 22). Jadi hasil belajar adalah akibat dari suatu aktivitas yang dapat diketahui perubahannya dalam pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap melalui ujian tes atau ujian.
            Menurut pendapat Bloom dalam Arikunto (2009: 117) hasil belajar dibedakan menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga ranah tersebut dibedakan karena ciri-cirinya yang berbeda. Kognitif berhubungan dengan pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa. Afektif berhubungan dengan pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa. Sedangkan psikomotorikberhubungan dengan cara siswa pada waktu mengembangkan kedua hasil belajar tersebut, ketiga hasil belajar adalah saling berkaitan.
Oleh karena itu penilaian hasil belajar merupakan upaya untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang meliputi kemajuan dalam proses berfikir, kemajuan dalam menggunakan panca indera dan kemampuan dalam pembinaan moral dan kepribadian.
2.      Hasil Belajar Ranah Kognitif
Ranah kognitif dibedakan atas enam jenjang menurut taksonomi Bloom yang diurutkan secara hierarki piramida. Berikut klasifikasi menurut Bloom:
a.       Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan adalah aspek yang paling dasar dalam taksonomi Bloom, seringkali disebut aspek ingatan (recall). Dalam jenjang kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya konsep, fakta atau istilah-istilah, tanpa harus mengerti atau menggunakannya.
b.      Pemahaman (Comprehension)
Kemampuan pemahaman umumnya mendapat penekanan dalam proses belajar-mengajar. Siswa dituntut memahami atau mengerti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya tanpa keharusan menghubungkannya dengan hal-hal lain.
c.       Penerapan (Application)
Dalam jenjang kemampuan ini, dituntut kesanggupan ide-ide umum, tata cara, ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, serta teori-teori dalam situasi baru dan konkret. Misalnya mengenai penerapan suatu rumus, suatu contoh soal yang diapakai untuk penerapan rumus, jangan disajikan lagi pada saat tes atau ulangan. Jika hal ini terjadi, maka siswa dapat menjawab hanya berdasarkan ingatan, bukan melalui penerapan kaidah atau rumus tertentu. Pengkuran kemampuan ini umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving). Melalui pendekatan ini, siswa dihadapkan dengan suatu masalah, baik riil maupun hipotesis. Bentuk soal yang sesuai untuk mengukur aspek penerapan antara lain pilihan ganda dan uraian.
d.      Analisis (Analysis)
Dalam jenjang kemampuan ini sesorang dituntut untuk dapat menguraikan suatu situasi atau keadaaan tertentu ke dalam unsur-unsur atau komponen komponen pembentukannya. Kemampuan analisis diklasifikasikan atas 3 kelompok, adalah sebagai berikut: (a) Analisis unsur, (b) Analisis hubungan dan (c) Analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi.
e.       Sintesis (Synthesis)
Pada jenjang ini, seseorang dituntut untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baru dengan jalan menggabungkan atau menyusun kembali berbagai faktor yang ada. Singkatnya dapat dikatakan bahwa seseorang diminta untuk melakukan generalisasi.
f.       Penilaian (Evaluation)
Dalam kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengevaluasi situasi, keadaan, pernyataan, atau konsep berdasarkan suatu kriteria tertentu. Kriteria untuk mengevaluasi dapat bersifat intern dan ekstern. Kriteria intern adalah yang berasal dari situasi atau keadaan yang dievaluasi itu sendiri, sedangkan criteria ekstern adalah yang berasal dari luar situasi atau keadaan yang dinilai.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil belajar
Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a.       Faktor Intern
Faktor intern ang ada dalam diri siswa. Faktor intern dapat dikelompokkan, yaitu faktor fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis ini seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, dan sebagainya, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar.
Faktor yang kedua adalah faktor psikologis. Setiap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, terutama dalam hal kadar bukan jenis, tentunya perbedaan-perbedaan ini akan berpengaruh pada proses dan hasil belajarnya masing-masing. Beberapa faktor psikologis tersebut diantaranya adalah intelegensi, perhatian, minat dan bakat, motif dan motovasi, serta kognitif dan daya nalar.
b.      Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar diri siswa. Faktor ekstern dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan siswa. Salah satu faktor penentu dalam keluarga adalah orang tua. Orang tua harus menciptakan suatu keadaan dimana dimana si anak berkembang dalam suasana ramah tamah, kejujuran dan kerja sama yang diperlihatkan oleh masing-masing anggota keluarga dalam hidup mereka setiap hari. Faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar anak dalam keluarga, meliputi cara mendidik, hubungan orang tua dan anak dan ekonomi keluarga.
Sekolah sebagai tempat dimana siswa menuntut ilmu juga ikut menentukan hasil belajar siswa. Hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan siswa lain, kurikulum, metode pembelajaran, sarana dan prasarana yang tersedia dan lain-lain. Masalah-masalah yang ada di sekolah. Dan hasil belajar yaang diperoleh tidak akan maksimal.
Kehidupan masyarakat di sekitar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Jika masyarakat di sekitar siswa melakukan kebiasaan yang tidak baik, akan berpengaruh jelek pada siswa yang ada di lingkungan itu. Akibatnya, belajarnya terganggu dan bahkan siswa kehilangan semangat belajar. Sebaliknya jika lingkungan siswa adalah orang yang baik-baik, siswa terpengaruh ke hal-hal baik. Pengaruh itu dapat mendorong siswa untuk belajar lebih giat, dan hasil belajar yang diperoleh akan baik.

F.     Mata Pelajaran Akuntansi
            Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan.
            Pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas mata pelajaran Akuntansi diajarkan pada siswa program IPS yaitu kelas XI dan XII. Akuntansi merupakan bagian dari mata pelajaran Ekonomi. Yang dapat dilihat pada ruang lingkup mata pelajaran bahwa mata pelajaran Ekonomi mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan kehidupan terdekat hingga lingkungan terjauh, meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) Perekonomian, (2) Ketergantungan, (3) Spesialisasi dan pembagian kerja, (4) Perkoperasian, (5) Kewirausahaan (6) Akuntansi dan manajemen. (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  SMA/MA, Badan Standar Nasional Pendidikan 2006).
            Dalam standar isi juga disebutkan bahwa akuntansi difokuskan pada perilaku akuntansi jasa dan dagang. Peserta didik dituntut memahami transaksi keuangan perusahaan jasa dan dagang serta mencatatnya dalam suatu sistem akuntansi untuk disusun dalam laporan keuangan. Pemahaman pencatatan ini berguna untuk memahami manajemen keuangan perusahaan jasa dan dagang.
Tujuan umum pembelajaran Akuntansi di SMA mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang secara garis besar tercantum pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa, ditunjukkan pada tabel berikut:
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XI IPS
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
§ Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi
§ Menafsirkan persamaan akuntansi
§ Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit
§ Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal umum
§ Melakukan posting dari jurnal ke buku besar
§ Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa
§ Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas XII IPS
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
§ Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal khusus
§ Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar
§ Menghitung harga pokok penjualan
§ Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan dagang
§ Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang


Mamahami penutupan siklus
akuntansi perusahaan dagang
§ Membuat jurnal penutupan
§ Melakukan posting jurnal penutup ke buku besar
§ Membuat neraca saldo setelah penutupan
Sumber: SK dan KD SMA/MA, Badan Standar Nasional Pendidikan 2006
            Pada penelitian ini akan dibatasi pada kompetensi dasar “Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang”. Materi dan Indikatornya adalah:
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang
Laporan keuangan perusahaan dagang:
§  Laporan Laba/Rugi
§  Laporan Perubahan Ekuitas
§  Neraca
§  Laporan Arus Kas
Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang:
§  Menyusun Laporan Laba/Rugi
§  Menyusun Laporan Perubahan Ekuitas
§  Menyusun Neraca
§  Menyusun Laporan Arus Kas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun