Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 10


Akuntansi Perusahaan

Dalam dunia usaha terdapat tiga bidang usaha, yaitu:
1.      Perusahaan Jasa: Perusahaan yang menjual jasanyakepada para pelanggan. Contoh: Salon, dokter, konsultan,dll.
2.      Perusahaan Dagang: Perusahaan yang membeli barang kemudian menjualnya kembali tanpa merubah bentuk. Contoh: Toko baju, swalayan, matahari,dll.
3.      Perusahaan Manufaktur: Perusahaan yang menjual barang jadi yang sebelumnya mengolah bahan baku menjadi barang siap untuk dijual atau barang jadi. Contoh: Pabrik sepatu, toko Roti, pabrik gula,dll.

Aktivitas perusahaan dagang adalah menjual barang, apabila barang dagang telah terjual maka akan dilaporkan sebagai penjualan, dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan (cost of goods sold). Penjualan dikurangi harga pokok penjualan merupakan laba kotor (gross profit). Disebut demikian karena belum dikurangi dengan beban operasi.

Pengukuran Laba atau rugi pada perusahaan jasa
            Pendapatan – beban operasi = Laba atau rugi bersih

Pengukuran laba atau rugi bersih pada perusahaan dagang
            Penjualan – Harga pokok penjualan (HPP) = Laba Kotor – beban operasi = Laba (rugi)bersih
            Penjualan – Harga pokok penjualan – beban operasi = laba (rugi) bersih

Laporan yang dibuat untuk setiap perusahaan sama yaitu, Lap laba/rugi, Lap. Perub. Ekuitas, dan neraca namun karena adanya perbedaan sifat perusahaannya maka kompleksitas laporan keuangan tidak akan sama.

Penjualan: jumlah yang dibebankan kepada para pelanggan atas barang yang dijual kepada pelanggan baik secara tunai mapun secara kredit.

Retur dan potongan harga diberikan kepada pelanggan untuk barang yang rusak atau cacat.

Diskon penjualan diberikan kepada pelanggan untuk pembayaran lebih awal dari jumlah terutang.

Penjualan bersih adalah hasil dari penjualan dikurangi dengan retur adanya potongan harga serta diskon penjualan.

Harga pokok penjualan: harga barang yang terjual ke pelanggan. Besarnya harga pokok ditetapkan setiap kali penjualan barang atau pada akhir periode akuntansi. Harga pokok yang ditetapkan pada saat penjualan terjadi maka perusahaan menggunakan sistem perpetual. Namun jika harga pokok penjualan ditetapkan pada akhir periode akuntansi maka perusahaan menggunakan sistem periodik.

Transaksi utama yang terjadi pada perusahaan dagang adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. Transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang, antara lain:

1.      Transaksi Penjualan Barang dagangan
Penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit maupun secara tunai. Akun yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang disebut akun penjualan. Jika penjualan dilakukan secara kredit maka akun yang digunakan adalah piutang dagang yang seringkali diikuti dengan syarat penjualan. Penerimaan uang perusahaan dagang selain dari penjualan juga berasal dari setoran pemilik perusahaan, pinjaman, dll.
Contoh pencatatan transaksi metode periodik:
a.       Penjualan secara tunai:
Kas                                    xxx
      Penjualan                     xxx
b.      Penjualan secara kredit:
Piutang Dagang      xxx
      Penjualan                     xxx

2.      Transaksi Pembelian Barang Dagangan
Transaksi pembelian barang dagangan juga dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit. Pembelian secara kredit akan menimbulkan utang sehingga akan dicatat dalam akun utang dagang. jumlah yang dibebankan kepada perusahaan untuk memperoleh sampai dijual kembali merupakan harga pokok barang. Harga pokok selain harga beli juga termasuk ongkos atau biaya angkut pembelian, asuransi, dll.
Contoh pencatatan transaksi metode periodik:
a.       Pembelian secara tunai:
Pembelian              xxx
      Kas                              xxx
b.      Pembelian secara kredit:
Pembelian              xxx
      Utang dagang               xxx

3.      Beban transportasi
Hak milik atas barang bisa beralih kepada pembeli pada saat penjual menyerahkan barang dagang ke perusahaan pengangkut. Misalnya: perusahaan Bintang Baru menjual barang kepada perusahaan bulan purnama. Bintang baru mengalihkan hak kepemilikan barang kepada bulan purnama pada saat dikirimkan. Dalam hal ini, syarat penjualan disebut sebagai FOB (free on board) tempat pengiriman atau FOB Shipping Point. Ini berarti perusahaan bulan purnama yang akan membayar beban transportasi.
Hak milik barang dagang bisa beralih ke pembeli ketika pembeli menerima barang dagangan, hal ini syarat penyerahan barang disebut FOB Destination atau FOB tujuan. Dalam hal ini yang membayar beban transportasi adalah pihak penjual seperti perusahaan bintang baru yang menjual barang dagangannya.  Contoh pencatatan transaksi: pada tanggal 10 Juli 2012 perusahaan Airlangga membeli darang dagangan dari UD Kartika secara kredit senilai Rp 90.000.000,- syarat penyerahan FOB shipping point (beban angkut menjadi tanggung jawab pembeli). Beban tranportasi sebesar Rp 5.000.000,-. Perusahaan Airlangga mencatat transaksi sebagai berikut:
(dalam rupiah)
Tanggal
Keterangan
Ref.
Debet
Kredit
2012





Juli
10
Pembelian
       Utang dagang
(untuk mencatat pembelian secar kredit, syarat FOB shipping point)

90.000.000,-

90.000.000,-

10
Pembelian
      Kas
(membayar beban tranportasi atas pembelian barang dagang)

5.000.000,-

5.000.000,-

4.      Pajak Pertambahan Nilai
Transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan akan dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10%. Pajak yang muncul akibat penjualan barangakan dikenakan kepada konsumen (PPN Keluaran). Sebaliknya, pajak yang terjadi akibat membeli barang dagangan disebut PPN masukan. PPN-Keluaran akan menimbulkan utang bagi penjual kepada pemerintah. Sedangkan bagi pembeli pajak yang ditanggung merupakan pajak yang dibayar di muka sebagai aset .

5.      Potongan
a.       Potongan tunai: potongan yang diberikan apabila pembayaran lebih cepat dari masa kredit. Dari sudut penjual, potongan ini disebut potongan penjualan (sales discount), sedangkan dari segi pembeli disebut potongan pembelian (purchases discount). Contoh potongan tunai dinyatakan dengan 2/10, n/30.
b.      Potongan Perdagangan (trade discount): potongan yang diberikan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan pelanggan yang dilakukan. Misalnya, suatu perusahaan dapat memberikan potongan sebesar 25% apabila penjualan dilakukan dengan tunai dan potongan sebesar 20% apabila penjualan dilakukan dengan kredit. Contoh lain adalah apabila suatu perusahaan memberikan potongan sebesar 30% apabila penjualan dilakukan kepada pedagang besar dan hanya 15% apabila menjual kepada pedagang eceran.

6.      Retur  Penjualan
Akun retur dan potongan penjualan merupakan akun kontra dari akun penjualan yang artinya sebagai pengurang nilai penjualan pada periode tertentu. Retur penjualan: barang dagangan yang sudah terjual dikembalikan oleh pembeli ke penjual (kerusakan barang dagangan atau tidak sesuai dengan pesanan atau sebab lainnya). Potongan penjualan: penjual mengurangi harga jual semula.

1.      Perbedaan Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa
a.       Perusahaan Dagang: kegiatan usahanya adalah membeli barang kemudian menjualnya kembali tanpa merubah barang yang dijualnya. Contohnya: Toko Kelontong, PT. Matahari, Toko Baju, dll.
b.      Perusahaan Jasa: perusahaan yang kegiatan usahanya memberikan jasa kepada konsumen. Contohnya: salon, konsultan, dokter,dll.
2.      Mungkin, Laba kotor= penjualan – hpp sedangkan kerugian bersih atau laba bersih diperoleh dari laba kotor = penjualan – hpp – beban-beban. Apabila beban-beban yang ditanggung oleh perusahaan lebih besar daripada laba kotor maka perusahaan mengalami kerugian bersih dan sebaliknya.
3.      2/10: mendapatkan diskon 2% apabila pembayaran dilakukan maksimal 10 hari dari tanggal transaksi.
n/30: pembayaran maksimal dilakukan 30 hari setelah tanggal transaksi.
Eom: end of month: pembayaran dilakukan maksimal pada akhir bulan.
4.      FOB Shipping Point: pembeli yang menanggung biaya transportasi
FOB Destination: penjual yang menanggung biaya transportasi
5.      Penjualan, Pembelian, Retur dan potongan harga, persediaan barang dagang, beban transportasi.
6.      Untuk mengetahui jumlah retur dan potongan yang diberikan perusahaan pada suatu periode tertentu.
7.      Potongan Penjualan: pengurangan harga oleh penjual
Potongan tunai: potongan yang diberikan penjual akibat pembayaran oleh pembeli lebih cepat dari masa kredit.
8.      Potogan perdagangan: potongan yang diberikan penjual karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan pelanggan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun