Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 3


KAS

A.    Pengertian Kas
Kas adalah alat pertukaran dan dasar pengukuran yang digunakan dalam akuntansi. Kas adalag aset yang paling likuid. Kas merupakan jenis aset yang paling cepat dapat dikonversi menjadi aset lainnya. Kas juga berguna untuk segera memenuhi kewajiban perusahaan yang jatuh tempo.
Kas terdiri dari:
1.      Uang kertas                                                     7. Cek Kasir
2.      Uang logam                                                     8. Wesel Bank
3.      Cek yang belum disetorkan                              9. Money Order
4.      Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet            10. Kas kecil
5.      Rekening tabungan                                           11. Uang Kembalian
6.      Traveller’s checks                                            12. Kas yang ada di cabang-cabang tetap.
Klasifikasi kas, ekuivalen kas, dan pos-pos nonkas
Pos                                                                                                                        Klasifikasi
Kas/ uang kertas dan logam yg tidak dibatasi                                                      kas
Dana yang tidak dibatasi penggunaannya pd deposito bank (rekening koran)       kas
Kas kecil dan kas bon                                                                                        kas
Cek, wesel bank, wesel pos, cek perorangan, cek perjalanan, cek kasir              kas
Rekening berbunga                                                                                             kas
Deposito yang dibatasi (sertifikat deposito, dana pasar modal, sertifikat
tabungan pasar modal                                                                                         investasi sementara
obligasi pemerintah dan surat-surat komersial                                                      investasi sementara
surat berharga jangka pendek (jatuh tempo krg dari 3 bulan)                               ekuivalen kas
surat berharga jangka pendek (jatuh tempo 3-12 bulan)                                       investasi sementara
cek mundur, surat utang, cek kosong, dan IOU                                                   piutang
uang muka perjalanan                                                                                         piutang
deposito pada bank luar negeri (tidak dibatasi penggunaanya)                              kas
deposito pada bank luar negeri (dibatasi penggunaanya)                                      piutang
benda-benda pos (perangko, dll)                                                                         perlengkapan kantor
overdraft bank                                                                                                    kewajiban lancar
saldo kompensasi                                                                                                kas didefinisikan secara terpisah
*kas yang dibatasi/ restriktif diklsaifikasikan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka panjang
*overdraft bank: suatu cek ditulis dalam jumlah yang melebihi rekening kas
*ekuivalen kas: investasi jangka pendek yang sangat likuid
*saldo kompensasi: saldo kas minimum dalam rekening giro atau tabungan.

B.     Manajemen dan Pengendalian Kas
Prinsip pengendalian internal terhadap kas menetapkan bahwa harus ada pemisahan fungsi-fungsi yang berhubungan dengan pengelolaan kas yaitu penerimaan, pengeluaran, penyimpanan dan pencatatan. Mengapa pengendalian kas penting?
1.      Kas merupakan aset yang segera dapat dikonversikan menjadi aset lain, mudah digelapkan dan mudah dipindah tangankan ke setiap orang.
2.      Jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan harus diatur secara seksama, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Jika terlalu banyak perusahaan akan kehilangan kesempatan penghasilan jika kas tersebut dapat diinvestasikan tetapi jika kekurangan kas akan menyebabkan perusahaan kesulitan likuiditasnya.
Sistem penerapan pengendalian internal terhadap kas dapat dilakukan sebagai berikut:
1.      Penggunaan rekening bank: kas yang dimiliki perusahaan tidak semuanya disimpan di dalam perusahaan tetapi disimpan di bank.
2.      Transfer dana elektronik (TDE): pemindahan dana dari satu pihak kepada pihak lainnya tidak selalu menggunakan media kertas, jika mau mengirimkan uang ke pemasok kita dapat datang ke bank dengan mengisis formulir pengiriman uang.
3.      Sistem kas kecil: untuk pembayaran dalam jumlah kecil tidak mungkin dilakukan dengan mengeluarkan cek oleh karena itu perusahaan harus menyediakan dana sebagai kas kecil untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
4.      Proteksi fisik atas saldo kas: tidak hnaya melalui pemisahan fungsi atau tugas tetapi juga perlu perlindungan secara fisik yang disimpan di perusahaan dan kas di bank. Perlindungan fisik dilakukan dengan menyediakan lemari besi, peti penyimpanan atau laci kas yang terkunci.
5.      Rekonsiliasi saldo bank: pencocokan antar catatan menurut bank dan menurut perusahaan untuk menentukan saldo yang benar pada tanggal tertentu misal pada tanggal pelaporan keuangan karena sering terjadi perbedaan dan keterlambatan informasi mengenai mutasi kas.
Prosedur pengawasan pengendalian internal peneriamaan kas (penjualan tunai, pelunasan piutang, dari pinjaman):
1.      Harus jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan segera dicatat apabila terjadi menerima dan segera disetor ke bank.
2.      Diadakan pemisahan tugas antara penguurusan kas dan pencatatan kas.
3.      Pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatatan.
Prosedur pengendalian pengeluaran kas:
1.      Semua pengeluaran menggunakan cek kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dengan kas kecil.
2.      Dibentuk kas kecil dan diawasi dengan ketat.
3.      Penulisan cek dilakukan apabia ada bukti-bukti yang lengkap.
4.      Dipisahkan antara orang-orang yang mengumpulkan bukti pengeluaran, yang menulis cek, yang menandatangani dan mencatat pengeluaran kas.
5.      Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu.
6.      Diharuskan membuat laporan harian.

C.    Kas Kecil
Dana Kas Kecil: uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Metode yang digunakan dalam pengisian dana kas kecil.
1.      Sistem Imprest: jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Apabila jumlah kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode, kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil sehingga jumlah uang dalam kas kecil kembali seperti semula. Misalnya PT Bahagia tagl 1 maret 2007 membentuk dana kas kecil Rp 2.000.000,00. Pengeluaran kas kecil sampai tgl 25 maret 2007 sebesar Rp 1.750.000,00 dengan rincian sebagai berikut: Beban rupa-rupa Rp 150.000, beban lisrik Rp 170.000, uang makan lembur Rp 325.000, beban telepon Rp 280.000, sumbangan Rp 175.000, suplies kantor Rp 300.000, dan ongkos taxi Rp 350.000. pada tanggal 26 maret 2007 dilakukan pengisian kembali sebesar Rp 1.750.000,00.
Transaksi-transaksi di atas dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2007




1 Maret

Dana Kas Kecil
       Kas
(pembentukan dana kas kecil)

Rp 2.000.000,00

Rp 2.000.000,00
1-25 Maret
Tidak ada jurnal



25 Maret
Biaya Rupa-rupa
Beban listrik
Uang makan lembur
Beban telepon
Sumbangan
Suplies kantor
Ongkos taxi   
        Kas
(pengisian kembali kas kecil)

Rp 1.500.000,00
Rp    170.000,00
Rp    325.000,00
Rp    280.000,00
Rp    175.000,00
Rp    300.000,00
Rp    350.000,00







Rp 1.750.000,00
2.      Metode Fluktuasi: dalam metode fluktuasi jumlah saldo kas kecil berubah-ubah setelah dilakukan pengisian kembali. Penggunaan dan prosedur pencatatn metode fluktuasi:
a.       Saat pembentukan dana kas kecil dilakukan pencatatan dengan mendebet kas kecil dan mengkredit Akun kas.
b.      Setiap ada pengeluaran kas kecil langsung dilakukan pencatatan dengan mendebet akun biaya dan mengkredit akun kas kecil.
c.       Pengisian kembali dapat dilakukan sebesar jumlah yang sama, lebih besar atau lebih kecil seperti saat pembentukan tanpa memperhatiakan berapa kas kecil yang sudah dikeluarkan.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2007




1 Maret

Dana Kas Kecil
       Kas
(pembentukan dana kas kecil)

Rp 2.000.000,00

Rp 2.000.000,00
2 Maret
Biaya rupa-rupa
       Kas kecil

Rp 150.000,00

Rp 150.000,00
5 Maret
Biaya listrik
       Kas kecil

Rp 170.000,00

Rp 170.000,00
15 Maret
Biaya Lembur
      Kas kecil

Rp 325.000,00

Rp 325.000,00
17
Biaya Telepon
      Kas Kecil

Rp 280.000,00

Rp 280.000,00
18 Maret
Sumbangan
      Kas Kecil

Rp 175.000,00

Rp 175.000,00
22 Maret
Biaya Supplies Kantor
      Kas Kecil

Rp 300.000,00

Rp 300.000,00
25 Maret
Ongkos Taxi
      Kas Kecil

Rp 350.000,00

Rp 350.000,00
26 Maret
Kas Kecil   
        Kas
(pengisian kembali kas kecil)

Rp 2.000.000,00

Rp 2.000.000,00

D.    Rekonsiliasi Laporan Bank
Perusahaan yang menyimpan uangnya sebagian di bank disebut dengan kas bank (cash in bank) dan sebagian ladi di dalam perusahaan yang disebut kas di tangan (cash on hand).
Rekonsiliasi bank: skedul atau daftar yang menjelaskan setiap perbedaan saldo kas menurut catatan bank dan catatan kas perusahaan sehingga didapatkan saldo yang benar.
1.      Hal-hal yang menimbulkan perbedaan pencatatan bank dan perusahaan:
a.       Perusahaan sudah mencatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank.
·         Setoran yang dikirim ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan).
·         Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya karena laporan bank terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan).
b.      Bank sudah mencatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
·         Bunga yang diperhitungkan oleh bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
·         Penagihan wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank tetapi perusahaan belum mencatatnya.
c.       Perusahaan sudah mencatat sebagai pengeluaran uang tetapi belum dicatat oleh bank.
·         Cek-cek yang beredar (outstanding check) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank, sehingga bank belum mencatatnya.
·         Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar, maka cek tersebut belum merupakan pengeluaran sehingga harus dikoreksi pada akhir periode.
d.      Bank sudah mencatat sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
·         Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena tetapi belum dicatat oleh bank.
·         Bunga yang diperhitungkan atas overdraft(saldo kredit kas) tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
·         Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan.
Selain keempat hal diatas, perbedaan anatara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank bisa juga terjadi akibat kesalahan pencatatan.
2.      Cara untuk membuat rekonsiliasi bank:
a.       Rekonsiliasi saldo akhir yang dibuat dalam 2 bentuk:
·         Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.
·         Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.
b.      Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir yang bisa dibuat dalam 2 bentuk:
·         Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom).
·         Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo  yang benar (8 kolom).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun