Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 4



PIUTANG

A.    Pengetian Piutang
Klaim atau tagihan terhadap pihak lain dalam bentuk uang. Transaksi yang menimbulkan piutang adalah penjualan barang atau jasa secara kredit, pemberian pinjaman kepada nasabah atau karyawan, memberikan uang muka pada anak perusahaan.

B.     Klasifikasi Piutang
1.      Berdasarkan ada tidaknya dukungan perjanjian secara tertulis:
a.       Piutang Usaha: piutang yang timbul karena aktivitas utama perusahaan yang tidak didukung dengan perjanjian tertulis.
b.      Piutang Wesel: piutang yang timbul karena aktivitas utama perusahaan yang didukung dengan perjanjian tertulis.
2.      Berdasarkan hubungannya dengan aktivitas usaha utama perusahaan:
a.       Piutang Usaha: piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan secara kredit yang berjangka pendek sehingga dikelompokkan ke dalam aset lancar
b.      Piutang Bukan Usaha: piutang yang timbul bukan dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Ada yang dikelompokkan sbg. aset lancar seperti piutang bunga, persekot piutang dividen sedangkan yang digolongkan sbg. aset tidak lancar adalah piutang wesel yang jangka waktu penagihannya lebih dari satu periode akuntansi.
3.      Pengakuan Piutang Usaha: piutang dicatat bersamaan dengan pendapatan yang diperoleh perusahaan.
4.      Penilaian piutang usaha didalam neraca sebesar jumlah yang akan dapat direalisasikan (nilai realisasi/ penyelesaian) yaitu jumlah yang diharapkan dapat ditagih. (jumlah piutang yang ada dikurangi taksiran taksiran yang tidak dapat ditagih). Jumlah piutang yang tidak dapat ditagih diakui sebagai kerugian piutang yang dilaporkan dalam laporan berjalan sebagai beban lain-lain. Besarnya kerugian piutang dapat ditentukan dengan menggunakan metode penghapusan langsung dan metode cadangan.
a.       Metode penghapusan langsung
Jumlah kerugian piutang atau piutang yang dihapuskan dilaporkan jika terdapat bukti yang menyakinkan bahwa pelanggan benar-benar tidak dapat melunasinya sehingga jumlah piutang yang dilaporkan dalam neraca adalah sebesar nilai bruto bukan nilai yang diharapkan dapat diterima.
b.      Metode Cadangan
Perusahaan setiap akhir tahun menentukan taksiran besarnya piutang tak tertagih yang akan diakui dan dilaporkan sebagai kerugian piutang pada periode berjalan sehingga jumlah piutang yang dilaporkan dalam neraca adalah sejumlah yang diharapkan dapat diterima.Dasr yang digunakan untuk menetukan jumlah kerugian piutang:
1)      Jumlah penjualan: kerugian piutang dikalikan persentasi tertentu dari penjualan kredit atau penjualan secara keseluruhan.
2)      Saldo piutang, dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
a)      Jumlah cadangan dinaikkan sampai persentase tertentu dari saldo piutang,
b)      Cadangan ditambah persentae tertentu dari saldo piutang,
c)      Jumlah cadangan dinaikkan sampai jumlah yang dihitung dengan menganalisis umur piutang.
5.      Penagihan piutang yang telah dihapuskan
Seringkali piutang yang telah dihapus dilumasi kembali oleh pelanggan. Jika pelanggan menggunakan metode cadangan, maka saat menerima pelunasan akan dicatat sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit

Kas

xxx


      Cadangan Kerugian Piutang


xxx
Jika setelah dihapus pelanggan memberikan kesanggupan untuk melunasi dan selanjutnya membayarnya maka pencatatannya akan dilakukan sebagai berikut:
a.       Pada saat menerima janji kesanggupan membayar
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit

Piutang

xxx


      Cadangan Kerugian Piutang


xxx
b.      Pada saat menerima uangnya
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit

Kas

xxx


      Piutang


xxx
6.      Disposisi Piutang
Disposisi piutang dapat dilakukan dengan cara menggadaikan piutang atau menjual piutang kepada pihak lain.
a.       Penggadaian Piutang: menjaminkan piutang kepada lembaga keuangan (bank atau lembaga pembiayaan) untuk mendapatkan pinjaman.
b.      Penjualan/ pemfaktoran/ anjak piutang: penjualan piutang yang dimiliki oleh perusahaan kepada lembaga keuangan dimana lembaga keuangan yang akan menanggung semua resiko yang terkait dengan pelunasan piutang tersebut.
7.      Piutang wesel (Wesel Tagih)
a.       Wesel: janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pd tanggal tertentu dimasa yang akan datang. Wesel dibedakan menjadi dua yaitu:
1)      Wesel berbunga: swesel yang mempunyai tingkat bunga yang ditetapkan
2)      Wesel tanpa bunga: wesel yang bunganya sudah termasuk didalam jumlah nominalnya (bunga tidak dinyatakan secara eksplisit).
*wesel ada yang dapat dipindahtangankan (dijual/ didiskonyokan) dan  ada yang tidak dapat dipindahtangankan. Pendiskontoan dilakukan sebelum jatuh tempo.
b.  Piutang wesel dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1) Piutang wesel tidak berbunga: piutang wesel dimana debitor akan dikenai sejumlah bunga tertentu seperti yang tertera dalam lembar weselnya selama umur wesel.
2) Piutang Wesel Berbunga: piutang wesel yang tidak bersyarat pembayaran bunga.
8. Pencatatan Piutang Wesel Tagih
Wesel tagih dicatat sebesar nilai sekarang (present value) dari arus kas masa depan yang diharapkan diterima. Wesel jangka pendek umumnya akan dicatat sebesar nilai nominalnya sedangkan wesel tagih jangka panjang dinilai sekarang atau lebih awal dengan tingkat bunga pasar yang berlaku saat wesel diterbitkan.
a.       Jika nilai nominal wesel tagih = tingkatbunga pasar maka wesel akan terjual sebesar nilai nominalnya.
b.      Jika nilai nominal wesel tagih < tingkat bunga pasar wesel maka disebut dengan disagio wesel tagih.
c.       Jika nilai nominal wesel tagih lebih > tingkat bunga pasar wesel maka disebut dengan agio wesel tagih.
8.      Penilaian Piutang Wesel (Wesel Tagih) dan pencatatan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun