Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 6



ASET TETAP

A.    Karakteristik Aset Tetap:
1.      Digunakan dalam operasi perusahaan (tidak diperjualbelikan).
2.      Berumur lebih dari satu periode akuntansi dan disusutkan.
3.      Mempunyai substansi fisik dan memiliki manfaat ekonomi di masa depan.

B.       Penilaian Aset Tetap
Aset tetap dinilai berdasarkan harga perolehan/ biaya historis (semua pengeluaran yamg dilakukan untuk memperoleh aset tetap tersebut sampai dengan aset tetap tersebut siap digunakan).

C.      Akun-akun yang tergolong Aset Tetap
Akun yang tergolong dalam aset tetap diantaranya:
1.      Tanah
2.      Gedung
3.      Kendaraan
4.      Peralatan Kantor
5.      Mesin-mesin pabrik

D.      Cara memperoleh aset tetap dengan cara membeli:
1.      Kontrak pembayaran yang ditangguhkan: berdasarkan kredit jangka panjang harus diperhitungkan pada nilai sekarang
2.      Pembelian dalam jumlah sekaligus: atas dasar nilai pasar wajar relatifnya
3.      Pembelian diperoleh dengan menerbitkan saham: dinilai atas dasar nilai pari ataupun tetapan saham tersebut.
4.      Pertukaran aset tetap yang serupa: didasarkan pada nilai wajar dari aset yang diserahkan atau niali wajar dari aset yang diterima dengan keuntungan dan kerugian yang diakui.
a)      Akuntansi pertukaran untuk aset yang sejenis dengan tombokan
b)     Akuntansi pertukaran untuk aset serupa-situasi kerugian
c)      Akuntansi pertukaran untuk aset yang serupa-situasi keuntungan (tetapi tidak ada kas yang diterima).
d)     Pertukaran aset tetap yang tidak serupa
e)      Akuisisi dan disposisi dari donasi atau hadiah: nilai dihitung dari nilai buku aset yang akan dicatat dalam buku.


PENYUSUTAN ASET TETAP

A.    Pengertian Penyusutan atau depresiasi
Penyusutan atau depresiasi: cara untuk mengalokasikan seberapa penurunan nilai dari aset tersebut untuk masing-masing periode yang dilalui, penyusutan bukan merupakan alat untuk alokasi biaya perolehan nilai aset.

B.     Faktor-faktor perhitungan Penyusutan
1.      Umur manfaat: kemampuan kapasitas produksi dari aset yang digunakan dalam operasi.
2.      Nilai Residu (nilai sisa): taksiran jumlah yang akan diterima pada saat aset itu dijual atau ditarik dari penggunaannya.

C.    Metode-metode Penyusutan
Dalam menentukan beban penyusutan harus disesuaikan dengan jenis aset, metode penyusutan yang tetpat karena akuntansi mensyaratkan metode penyusutan yang digunakan harus sistematik dan rasional. Terdapat empat metode penyusutan, yaitu:
a.      Metode Aktuvitas (unit produksi): penyusutan merupakan fungsi produktifitas aset. Umur manfaat diperhitungkan dari satuan keluaran produksi atau masukan seperti jumlah jam dalam berproduksi.
Penyusutan: (Harga Perolehan / Taksiran Total Jam) x Jumlah Jam Per Tahun
b.      Metode Garis Lurus (straight line method): penyusutan menggunakan waktu sebagai pertimbangan dalam penyusutan bukan fungsi dari manfaat produksi.
Penyusutan: (Harga Perolehan / Taksiran Total Jam) x Total Jumlah Tahun Umur Aset
c.       Metode Jumlah Angka Tahun: beban penyusutan menurun berdasarkan pecahan yang menurun dari dasar penyusutan (biaya semula dikurangi nilai sisa)
Penyusutan: ((biaya - nilai sisa) x Umur Aset) / Total Jumlah Umur Aset

d.      Metode Saldo Menurun: tarif penyusutan dinyatakan dengan (%) prosentase, yang berupa kelipatan dari garis lurus. Tarif saldo menurun tetap konstan dan diterapkan pada nilai buku yang menurun setiap tahun dan nilai sisa tidak dikurangkan dalam menghitung dasar penyusutan.
Penyusutan: (Harga Perolehan – Nilai Sisa) / Taksiran Umur Aset               
*(hasil dari penyusutan dibagi dengan nilai buku awal tahun dikalikan 100% kemudian dikalikan 2).

Contoh soal:
Pada tgl 31 des ’07 PT adidaya mempunyai aset tetap sbb:
No.
Jenis Aset
Harga Perolehan
Nilai Sisa
Umur Ekonomis
1.
Tanah
Rp 150.000.000


2.
Bangunan
Rp 400.000.000
Rp 100.000.000
50 tahun
3.
Kendaraan
Rp 200.000.000
Rp   20.000.000
10 tahun
4.
Mesin
Rp 150.000.000
Rp   20.000.000
10 tahun





Informasi tambahan:
-          Tanah dan bangunan diperoleh pd tgl 1 mei 2007
-          Kendaraan diperoleh pd tanggal 1 juni 2007
-          Mesin diperoleh pd tgl 1 juli 2007
Jawaban:
a.       Penyusutan = (400.000.000 – 100.000.000) : 50 tahun
      = Rp 6.000.000
           
Periode
Penyusutan
Nilai Buku
1/05/2007

Rp 400.000.000
31/12/2007
4.000.000
Rp 396.000.000
31/12/2008
6.000.000
Rp 390.000.000
31/12/2009
6.000.000
Rp 384.000.000
31/12/2010
6.000.000
Rp 378.000.000
31/12/2011
6.000.000
Rp 372.000.000
31/12/2012
6.000.000
Rp 366.000.000, dst
b.      Penyusutan = (200.000.000 – 20.000.000) x 10 tahun : 55 tahun
       = Rp 32727272,73
Periode
Dasar penyusutan (Rp)
Sisa Umur
Pecahan
Beban Penyusutan (Rp)
Nilai buku akhir tahun (Rp)
1/01/2007




200.000.000
31/01/2007


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun