Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 7



KEWAJIBAN

A.    Pengertian Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang harus dibayar atau diselesaiakan oleh perusahaan dimasa yang akan datang. Karakteristik kewajiban diantaranya:
1.      Utang terjadi akibat transaksi yang telah terjadi
2.      Sifatnya tidak biasa dihindari
3.      Penyelesaian atau pembayaran menggunakan kas, barang atau jasa.

B.       Pengukuran yang digunakan untuk kewajiban adalah nilai sekarang (tunai) arus kas untuk menetapkan besarnya kewajiban. Untuk tujuan pengukuran, kewajiban dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
1.      Kewajiban yang jumlahnya sudah definitif atau pasti: eksistensi kewajiban maupun jumlah yang akan dibayarkan dapat ditentukan dengan pasti karena adanya kontrak, persetujuan penjualan atau pratik-praktik umum yang berlaku seperti pembayaran pokok atas wesel, utang usaha, wesel bayar, dll.
2.      Kewajiban yang diestimasi: kewajiban yang benar-benar merupakan kewajiban atau pasti akan adanya arus kas  keluar sumber dana tetapi besar jumlahnya belum dapat ditentukan sekarang dan jumlah nilainya hanya diperkirakan saja seperti garansi servis dan penggantian, deposito yang akan dikembalikan, tiket, tanda bukti atau kupon berhadiah.
3.      Kewajiban kontinjen (bersyarat):suatu yang menyerupai kewajiban, tetapi masih belum pasti karena berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di masa yang akan datang, tidak akan dicatat sampai ada kemungkinan besar bahwa peristiwa itu akan terjadi. Meskipun besarnya jumlah kewajiban yang akan muncul dapat diketahui namun eksistensinya masih dipertanyakan karena berkaitan dengan peristiwa masa mendatang dimana terkandung unsur ketidakpastian. Contohny adalah peristiwa/ perkara hukum yang sedang diproses atau sedang naik banding.

C.      Kewajiban Lancar
1.      Kewajiban lancar adalah kewajiban yang harus diselesaikan atau dibayar dalam waktu satu siklus akuntansi atau dalam waktu satu tahun.
2.      Jenis kewajiban lancar:
a.      Utang dagang(account payable) atau utang usaha(trade account payable):utang yang timbul sebagai akibat adanya pembelian barang atau jasa yang dilakukan secara kredit.
b.      Utang wesel(notes payable: kewajiban yang didukung dengan janji tertulis atau promes. Dari sisi perusahaan yang berutang disebut wesel bayar sedangkan dari sisi perusahaan yang berpiutang disebut wesel tagih. Wesel yang diterbitkan bagi kreditor dalam rangka pembelian barang atau jasa disebut utang wesel dagangsedangkan wesel yang diterbitkan bagi pihak bank, pejabat, atau pemegang saham atas pinjaman perusahaan atau pihak-pihak lain untuk pembelian aktiva tetap disebut utang wesel nondagang.
c.       Utang pajak penjualan (PPN Keluaran): pajak pertambahan nilai yang dikenakan atas barang-barang yang dijual perusahaan.
d.      Utang pajak penghasilan: pajak yang dihitung berdasarkan penghasilan yang diperoleh wajib pajak badan dengan tarif tertentu pada akhir periode fiskal.
e.       Pajak penghasilan karyawan yang dipotong dari gaji: pajak yang dikenakan pada seorang karyawan yang memiliki penghasilan dari perusahaan.
f.       Utang jangka panjang yang jatuh pada periode sekarang
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam masa berjalan tidak boleh dimasukkan sebagai kewajiban jika: 1) akan dilunasi dengan aset yang sudah dicadangkan untuk tujuan ini; (2) akan didanakan kembali atau dilunasi dari hasil penerbitan uatang baru; (3) akan dikonversikan menjadi modal saham.
g.      Utang dividen: jumlah terutang oleh perseroan kepada para pemegang sahamnya sebagai hasil dari diotorisasikannya pembagian dividen oleh RUPS. Dalam proses pembagian dividen terdapat tiga tanggal yang berpengaruh thp pencatatan akuntansi, yaitu: (1) pada tanggal pengumuman jurnalnya Laba Ditahan pada Utang Dividen; (2) pada tanggal pencatatan tidak dilakukan penjurnalan karena perusahaan hanya melakukan pendaftaran saham-saham oleh pemegangnya; (3) pada tanggal pembayaran jurnalnya adalah Utang Dividen pada Kas.
h.      Pendapatan diterima di muka: penerimaan kas yang terjadi sebelum barang atau jasa diserahkan.
i.        Kewajiban kontinjensi: kewajiban yang tergantung pada terjadinya atau tidak terjadinya kejadian masa depan mengenai jumlah, tanggal dan pihak yang dibayarkan.Jurnal yang dibuat pada kewajiban kontinjensi, pada saat penjualan Kas/Piutang Dagang pada Penjualan sedangkan pada saat pengakuan timbulnya biaya jaminan jurnalnya adalah Beban Jaminan pada Taksiran Kewajiban Mnrt jaminan.


KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

A.    Pengertian
Kewajiban jangka panjang: kewajiban yang pelunasannya atau jatuh temponya lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi mana yang lebih lama.

B.       Kegunaan suarat utang jangka panjang:
1.      Membiayai produk baru
2.      Memperluas operasi
3.      Mengambil alih perusahaan lain

C.    Alasan perusahaan lebih menerbitkan obligasi atau wesel jangka panjang dibandingkan saham
1.      Pemilik saat ini tetap memegang kendali perusahaan
2.      Bunga merupakan beban yang dpat dikurangkan dalam menhitung laba kena pajak sedangkan deviden tidak.
3.      Suku bunga pasar sekarang ini mungkin lebih menguntungkan ketimbang harga pasar saham
4.      Pengeluaran tunai untuk membayar bunga mungkin lebih kecil daripada jumlah dividen yang diharapkan oleh pemegang saham.

D.    Keterbatasan pembiayaan dengan obligasi:
1.      Pembiayaan dengan utang bisa dilakukan apabila perusahaan dalam kondisi keuangan yang memuaskan sehingga dapat memberikan jaminan yang kepada kreditor
2.      Bunga harus dibayar tanpa mempedulikan laba dan posisi keuangan perusahaan, sehingga apabila perusahaan tidak dapat membayar maka pemegang sekuritas hutang mungkin akan mengambil tindakan hukum untuk mengendalikan perusahaan.
3.      Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara atau hak istimewa.

E.     Jenis-jenis Kewajiban atau Utang Jangka Panjang
1.      Utang Obligasi: surat tanda bukti utang yang dikeluarkan perusahaan kepada pemegangnya dengan imbalan bunga sejumlah tertentu dalam setiap obligasi tertera nilai nominal atau nilai pari (jumlah yang harus dibayar perusahaan pada waktu obligasi jatuh tempo) dan tingkat bunga obligasi (prosentase tertentu yang harus dibayarkan secara periodik kepada pemegang obligasi).
2.      Jenis-jenis obligasi:
1.      Obligasi Dijamin dan Obligasi tidak dijamin
1)      Obligasi dijamin: obligasi yang penerbitannya dijamin dengan suatu jaminan tertentu, seperti obligasi hipotik dijamin dengan real estate, obligasi trust dijamin oleh saham atau obligasi perusahaan lain.
2)      Obligasi tidak dijamin: obligasi yang penerbitannya tidak dijamin dengan suatu jaminan tapi seringkali perusahaan memberikan tingkat bunga yang tinggi.
2.      Obligasi Berjangka, obligasi serial dan obligasi dapat ditebus.
1)      Obligasi Berjangka: obligasi yang memiliki jatuh tempo dalam satu tanggal.
2)      Obligasi Serial: obligasi yang jatuh tempo secara serial atau bersangsur.
3)      Obligasi Dapat Ditebusobligasi yang memberikan hak kepada penerbitnya untuk menebus atau menarik obligasi tersebut sebelum jatuh tempo.
3.      Obligasi Konvertibel dan Obligasi Sokongan Komodoti
1)      Obligasi Konvertibel: obligasi yang dapat dikonversi dengan surat berharga lain pada waktu setelah penerbitannya.
2)      Obligasi Sokongan Komoditi: obligasi yang dapat ditebus dengan menggunakan komoditi seperti minyak dan logam berharga.
4.      Obligasi terdaftar dan Atas Unjuk
1)      Obligasi Terdaftar (obligasi atas nama): obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik.
2)      Obligasi Atas Unjuk (berkupon): obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan dapat ditransfer dari satu pemilik ke pemilik lain cukup melalui penyerahan saja.
5.      Obligasi tanpa Bunga dan Obligasi dengan suku bunga mengambang
1)      Obligasi tanpa bunga (obligasi berdiskonto besar): sekuritas utang dijual dengan memberikan diskonto besar sehingga pembayaran nilai penuhnyapada jatuh tempo dianggap telah memberikan pendapatan bunga yang memadai kepada investor.
2)      Obligasi Suku Bunga Mengambang: suku bunga yang mengambang akan mengurangi resiko bagi investor apabila suku bunga membumbung dan bagi penerbit obligasi apabila suku bunga merosot.
6.      Obligasi yang dapat Ditarik: obligasi yang dapat ditarik sewaktu-waktu atau dihentikan peredarannya sebelum jatuh tempo oleh perusahaan penerbit.
3.      Akuntansi untuk Obligasi
a)        Istilah dalam obligasi:
1)      Nilai nominal atau nilai pari: nilai yang tercantum dalam lembar obligasi dan nilai ini adalah nilai yang harus dilunasi perusahaan pada saat jatuh tempo.
2)      Tanggal jatuh tempo: tanggal yang menunjukkan waktu obligasi tersbut akan dilunasi oleh perusahaan.
3)      Bunga obligasi: bunga per tahun yang akan dibayar oleh perusahaan.
4)      Tanggal bunga: tanggal yang menunjukkan kapan perusahaan akan membayar bunga, biasanya satu tahun, semesteran atau triwulanan.
b)        Jurnal yang dibuat:
1)      Jurnal Penerbitan Obligasi:
Kas                                          xxx
Utang Obligasi                        xxx
2)      Jurnal pembayaran bunga
Beban bunga                           xxx
            Kas                                          xxx
3)      Jurnal pelunasan
Utang Obligasi                        xxx
Kas                                          xxx
4.      Jenis-jenis Penjualan Obligasi
a.    Penjualan obligasi dengan Diskonto
Penjualan obligasi dengan diskonto: penjualan obligasi oleh perusahaan dengan harga jual dibawah nilai nominalnya. Biasanya Perusahaan akan memberikan tingkat bunga obligasi di bawah tingkat bunga pasar. Jurnalnya:
Kas                                     xxx (x)
Diskonto Utang Obligasi    xxx (y)
        Utang Obligasi                        xxx (x+y)
b.   Penjualan Obligasi dengan Premi
Penjualan Obligasi dengan Premi: penjualan obligasi oleh perusahaan dengan harga jual di atas nilai nominalnya. Biasanya perusahaan memberikan tingkat bunga obligasi di atas tingkat bunga pasar. Jurnalnya:
Kas                                     xxx (x+y)
Premi Obligasi             xxx (x)
Utang Obligasi                        xxx (y)
c.    Penjualan Obligasi diantara tanggal bunga
Pembeli akan membayar lebih dulu bunga yang akan diterimanya pada tanggal pembayaran bunga periode berikutnya. Jurnal penerbitan obligasi:
Kas                         xxx
Utang bunga               xxx
Utang Obligasi            xxx
                 Jurnal pada saat pembayaran bunga:
                 Utang bunga           xxx
Beban bunga           xxx
Utang Obligasi            xxx
5.      Perlakuan Akuntansi untuk Premi dan Diskonto
Premi atau diskonto utang obligasi harus diamortisasi selama umur obligasi. Amortisasi premi atau dikonto utang obligasi dihitung dengan menggunakan:
a.    Metode Bunga Efektif: bunga yg sbenarnya diterima oleh pemegang obligasi. Bunga efektif disebut market share atau effective yield sedangkan bunga obligasi disebut stated rate.
b.    Metode Garis Lurus
·         Wesel bayar jangka panjang: utang wesel yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu periode akuntansi. Perusahaan biasanya menerbitkan wesel bayar jangka panjang apabila membutuhkan dana yg besar atau pembelian yang tidak biasa dibayar langsung tapi melalui pembayaran angsuran. Wesel bayar akan dicatat sebagai kewajiban jangka panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun