Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Akuntansi Part 9


AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR

1.      Pengertian Perusahaan Manufaktur
Perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut.
Akuntansi biaya (Cost accounting): bidang akuntansi yang menangani masalah produsi perusahaan.
Persediaan Barang Dalam Proses Awal + Jumlah Lancar Biaya Pabrikasi = Jumlah Biaya Dalam Proses – Barang Dalam Proses Akhir = Harga Pokok Pabrikasi. Atau
Persediaan Barang Jadi Awal + Harga Pokok Pabrikasi – Persediaan Barang Jadi Akhir = Harga Pokok Penjualan (Perusahaan Manufaktur).
Persediaan Barang Dagang Awal + Harga Pokok Pembelian – Persediaan Barang Dagang Akhir = Harga Pokok Penjualan (Perusahaan Dagang).
2.      Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur
a.       Persediaan (Inventory), terdiri atas:
1)      Persediaan Bahan Baku (raw materials inventory): melaporkan harga pokok bahan baku yang ada pada tanggal neraca. Bahan baku adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi.
2)      Persediaan barang dalam proses (work in proccess inventory) terdiri dari biaya bahan baku dan biaya manufaktur lain yang terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.
3)      Persediaan barang jadi (finished goods inventory) terdiri dari total biaya pabrik untuk barang-barang yang telah selesai diproduksi tapi belum dijual.
b.      Biaya Manufaktur: biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode. Biaya manufaktur terdiri atas tiga jenis, yaitu:
1)      Biaya bahan baku (raw material cost): biaya untuk bahab-bahan yang dengan mudah dan langsung diidentifikasi dengan barang jadi. Contoh: kayu untuk perusahaan kayu dan tembakau untuk perusahaan rokok.
2)      Biaya Tenaga Kerja Langsung (direct labor cost): biaya untuk tenaga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasi langsung dnegan proses produksi. Contoh: buruh langsung adalah tukang kayu mebel perusahaan dan pelinting rokok dalam perusahaan rokok.
3)      Biaya overhead pabrik (overhaed cost): biaya-biaya pabrik selain bahan bauku dan tenaga kerja langsung atau biaya yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung dengan barang yang dihasilkan. Contoh:
a)      Bahan pembantu (bahan tidak langsung): perlengkapan pabrik (mur, baut dan peritur dalam perusahaan mebel).
b)     Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor): gaji mandor, gaji direktur
c)      Pemeliharaan dan perbaikan
d)     Listrik, air, telepon, dsb.
c.       Biaya Produksi (production cost) dan Biaya Periode (Period Cost)
Biaya produksi: biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Terdiri dari: persediaan barang dalam proses awal + biaya pabrikasi – persediaan barang dalam proses akhir.
Biaya pabrikasi: semua biaya yang berhub dengan proses produksi. Komponen biaya yang terdapat dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku , biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Biaya utama (prime cost): biaya yang merupakan komponen utama dari produk yang dibuat, yang termasuk biaya ini adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Biaya konversi (convertion cost): biaya yang dikeluarkan atau terjadi sehingga bahan baku dapat diubah menjadi produk jadi, yang termasuk kedalam biaya ini adalah biaya overhead pabrik.
Biaya periode (period cost): biaya nonpabrikasi yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Contoh dari biaya ini adalah beban penjualan atau beban pemasaran dan administrasi.
d.      Beban pokok produksi (Cost of Goods Manufactured):biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik + persediaan dalam proses awal periode – persediaan dalam proses akhir periode.
e.       Akuntansi untuk Perusahaan Manufaktur
Tahap Pencatatan: pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, pencatatan dalam jurnal dan posting ke buku besar.
Tahap pengikhtisaran: pembuatan neraca saldo, pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian, laporan keuanagan, jurnal penutup, neraca saldo penutup dan jurnal pembalik.
Bahan Baku: pembelian bahan baku dicatat dalam buku pemeblian (pembelian kredit) dan buku pengeluaran kas (pembelian tunai). Pembeyaran utang yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas.
Tenaga Kerja Langsung: pembayaran gaji dicatat dalm buku pengeluaran kas. Jurnal penutup dilakukan ke rekening Ikhtisar Beban Pokok Produksi.
Biaya Overhead Pabrik: terdiri dari berbagai jenis seperti bahan pembantu, tenaga kerja tidak langsung, gaji, listrik, telepon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan perbaikan, penyusutan, dsb. Untuk setiap akun-akun tersebut bisa dibuatakan akun tersendiri atau hanya disediakan satu akun atau rekening saja yaitu biaya overhead pabrik sebagai rekening induk. Rincian BOP ke dalam tiap-tiap jenis biaya dicatat dalam buku tambahan.
Persediaan dalam Proses: untuk mencatat niali persediaan dalam proses dibuat rekening yang diberi nama “Persediaan dalam Proses” dan pada akhir periode dibuat jurnal penyesuaian untuk menghilangkan persediaan dalam proses awal dan membebankannya ke proses produksi.
f.       Membuat Laporan Beban Pokok Produksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun