Jumat, Mei 17, 2013

Rangkuman Part 5



INVESTASI JANGKA PENDEK

A.    Pengertian dan Tujuan Investasi
1.      Pengertian investasi: komitmen dana atau penggunaan dana untuk pembelian satu atau lebih aset dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.
2.      Tujuan investasi:memperoleh dividen dan capital gain (selisih lebih harga jual surat berharga dibandingkan harga belinya), mempengaruhi atau untuk mengendalikan perusahaab lainnya.

B.     Kalsifikasi Investasi
1.      Investasi lancar (surat-surat berharga):investasi yang dapat dikonversi ke dalam bentuk kas dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau menggunakannya untuk membayar kewajiban lancar perusahaan. Contoh investasi lancar: sertifikat deposito dan saham atau obligasi.
2.      Investasi jangka panjang: investasi yang dapat dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari satu tahun. Contoh: sahan dan obligasi yang dipegang oleh investor dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun dan aktiva yang tidak dapat dipasarkan saat ini seperti real estat yang tidak digunakan dalam operasi usaha.

C.    Investasi dalam Saham
1.      Investor: orang atau perusahaan yang memiliki saham suatu perusahaan
2.      Investee: perusahaan yang mengeluarkan sahan

D.    Pengukuran dan Pencatatan Investasi Lancar
Investasi lancar diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih atau nilai yang lebih rendah antara biaya dan nilai realisasi bersih. Pencatatan dalam investasi saham:
1.      Perolehan Investasi saham
Surat berharga – Saham PT. X            xxx
            Kas                                                      xxx
2.      Perolehan Pendapatan dari Investasi Saham
Kas                                                      xxx
            Pendapatan Dividen                           xxx
3.      Pelepasan Investasi
Kas                                                                  xxx
Surat berharga – Saham PT. X                        xxx
Keuatungan Penjualan Surat Berharga           xxx

E.     Penilaian Investasi Saham (Pelaporan pada Nilai Terendah antara Biaya dan Nilai Pasar)
Investasi lancar dalam saham harus dilaporkan pada niali terendah antara biaya (harga perolehan) dengan nilai pasar (LCM/ lower of cost or market). Di dalam neraca akan dilaporkan nilai yang lebih rendah diantara keduanya. Untuk mencatat penurunan nilai investasi lancar atau kerugian yang belum terealisir atas investasi lancar akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi pada beban dan pendapatan lain-lain. Didalam CALK juga akan dijelaskan nilai yang dipakai.

F.     Investasi Lancar – Obligasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun