Jumat, April 10, 2015

artiekel...



Ancaman Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba atau drugs merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi. Banyak slogan yang sering dilontarkan tentang narkoba ini, diantaranya: “Dunia Indah Tanpa Narkoba”, “Say No to Drugs!”, “Ingat Sehat! Hindari Narkoba...” “Awas! Bahaya Narkoba...”, dll. Slogan-slogan tersebut  membuat kita sadar bahwa narkoba merupakan barang yang sangat berbahaya. Di dalam sebuah makalah peyalahgunaan narkoba banyak dibahas tentang apakah narkoba itu, apa bahaya penyalahgunaan narkoba serta bagaimana penanggulangan dan penanganan pecandu narkoba.


Apakah Narkoba itu?

Narkoba singkatan dari “narkotika dan obat/bahan berbahaya.”  NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) merupakan istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut narkoba. NAPZA atau narkoba adalah zat atau bahan yang bila masuk ke dalam tubuh akan mengubah suasana hati atau perasaan, pikiran dan perilaku dari pengguna. Zat ini juga dapat menimbulkan suatu ketergantungan (adiksi), yaitu ingin menggunakannya secara terus-menerus. Dan jika disalahgunakan zat ini dapat menyebabkan gangguan psikis, fisik dan fungsi sosial.

Narkoba pada awalnya digunakan untuk keperluan medis, yaitu sebagai bahan pembuatan obat atau keperluan medis yang lain. Sehingga jika digunakan secara benar dan sesuai dengan resep dokter maka narkoba dapat dijadikan sebagai obat. Namun pada zaman sekarang, narkoba banyak disalahgunakan. Penyalahgunaan ini yaitu mengkonsumsi narkoba dengan tujuan untuk mendapatkan kesenangan diri, bukan untuk keperluan medis.

Banyak sekali jenis dari narkoba, secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan:
1.      Narkotika, merupakan zat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, zat ini dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, menyebabkan perubahan atau penurunan kesadaran, hilangnya rasa, serta dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh dari narkotika yaitu:
a.      Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin  rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau  dalam bentuk cairan.
b.      Kodeina termasuk garam/turunan dari opium/candu. Biasanya berbentuk pil atau cairan jernih.
c.       Heroin (putaw) memiliki kekuatan dua kali lebih kuat dari morfin dan zat adiktif yang dikandungnya cukup tinggi. Bentuk dari heroin beragam, seperti cair, tepung, maupun butiran halus.
d.      Ganja berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Ganja biasanya dipadatkan menyerupai rokok.
e.      Kokain, mempunyai dua bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasanya agak pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit.
2.      Psikotropika, merupakan zat baik alami maupun sintetis selain Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif), zat ini mempengaruhi susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada kondisi psikis dan perilaku.
Contoh dari psikotropika yaitu:
a.      Ekstasi (XTC) merupakan senyawa kimia yaitu Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini biasanya berbentuk pil tablet atau kapsul.
b.      Shabu-shabu merupakan senyawa kimia yaitu Metamfetamina. Shabu-shabu berbentuk kristal kecil, biasanya berwarna putih, tidak berbau dan tidak berwarna.
c.       Zat penenang, merupakan zat berbentuk tablet yang dapat mempengaruhi otak serta dapat mempengaruhi perasaan penggunanya.
3.      Zat adiktif lain, merupakan zat tunggal maupun campuran selain Narkotika dan Psikotropika yang menyebabkan kecanduan. Contoh zat adiktif lain yaitu:
a.      Nikotin merupakan obat yang bersifat adiktif, jenis yang umum adalah tembakau yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu ataupun pipa.
b.      Alkohol adalah jenis minuman yang mengandung etil alkohol, misalnya wiski, vodka, bir, arak, saquer, gen, tuak, brem, ciu, dll.
c.       Zat Desainer merupakan zat yang dibuat  oleh  ahli  obat  jalanan. Obat ini dibuat dengan tidak memperhatikan kesehatan. Pembuat hanya memikirkan uang dan membiarkan para pembeli kecanduan dan membahayakan kesehatan.


Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Sudah jelas bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Ini disebabkan karena telah terjadi kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ-organ tubuh penting yang lain seperti ginjal, jantung dan paru-paru. Bahaya penyalahgunaan narkoba pada diri seseorang berbeda-beda tergantung pada jenis narkoba yang digunakan, kondisi dari pemakai, serta kepribadian pemakai. Secara umum, bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat menyebabkan gangguan fisik, gangguan psikis dan gangguan fungsi sosial.

1.      Gangguan Fisik, merupakan dampak narkoba yang menyebabkan gangguan pada organ fisik pemakainya. Misalnya adalah gangguan sistem syaraf, kerusakan otak, gangguan pada jantung, pembuluh darah, paru-paru, organ reproduksi, jaringan kulit dan lain sebagainya.
2.      Gangguan Psikis, merupakan dampak narkoba yang menyebabkan kondisi psikis pemakai menjadi terganggu. Misalnya adalah sulit berkonsentrasi, merasa tertekan, gelisah, lamban dalam bekerja, hilang kepercayaan diri, penghayal, penuh curiga, tingkah yang brutal, agresif, suka menyakiti diri sendiri dan bahkan bunuh diri
3.      Gangguan Fungsi Sosial, merupakan dampak narkoba yang menyebabkan kondisi sosial pemakai menjadi terganggu. Contohnya pemakai akan dikucilkan oleh lingkungannya, pendidikan pemakai menjadi terganggu, dan menjadi beban bagi keluarganya.


Penanggulangan dan Penanganan Pecandu Narkoba

Banyak hal yang masih bisa dilakukan untuk menanggulangi atau mencegah agar sesorang tidak melakukan tindak penyalahgunaan narkoba. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:
1.      Membentuk pendidikan anti narkoba, menyebarluaskan pemahaman akan bahaya narkoba melalui media tv, radio, koran, majalah, dan dengan mengadakan seminar tentang bahaya narkoba.
2.      Pendekatan religius, semua agama mengajarkan kebaikan dan menghindari kerusakan pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Dengan demikian jika semua memliki religiusitas maka diharapkan akan terhindar dari perbuatan yang tidak baik.
3.      Membentuk lingkungan sosial yang baik, kondisi seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Sehingga, jika seseorang bergaul dengan orang-orang yang baik pada lingkungannya, tentunya akan terhindar dari perbuatan yang dilarang.
4.      Persiapan mental, mental seseorang harus kuat untuk melawan ajakan atau tawaran narkoba. Kondisi mental yang positif diperlukan guna bersikap tegas untuk menolak hal yang tidak baik.
5.      Melakukan kegiatan positif, buat hidup lebih berarti dengan memiliki cita-cita untuk berprestasi. Lakukan kegiatan-kegiatan postif untuk menjadikan lebih mandiri, percaya diri dan senang untuk menyalurkan hobi.
6.      Kerja sama antar berbagai pihak, perlu adanya kerja sama antar berbagai pihak diantaranya keluarga, sekolah, masyarakat dan pihak berwajib agar penyebaran narkoba dapat dikurangi. Pihak berwajib juga perlu membuat sanksi yang tegas agar pengedar tidak berani menyebarkan narkoba dan pemakai tidak lagi mendekati narkoba.

Apabila ada seseorang yang didapati telah menjadi pecandu narkoba, maka perlu segera ditangani untuk mengurangi dampak buruk dari narkoba. Hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.
1.      Rehabilitasi, pecandu narkoba perlu melakukan rehabilitasi untuk mengobati kecanduannya. Rehabilitasi merupakan prosedur dimana seorang pecandu diberikan perawatan secara medis dan psikologis untuk tidak mendekati narkoba lagi.
a.      Secara medis, misalnya dengan melakukan detoksifikasi yaitu proses membuang racun yang ada dalam tubuh seorang pecandu.
b.      Secara psikis, misalnya melalui ajakan untuk melakukan kegiatan menarik minat mereka, memotivasi secara rohani, serta ajakan untuk melakukan hidup sehat dengan makan makanan bergizi, minum air putih serta berolah raga.
2.      Dukungan Masyarakat, masyarakat tidak boleh mengucilkan atau melecehkan pecandu narkoba. Bahkan mereka perlu memberikan perhatian lebih agar pecandu tidak merasa dikucilkan serta mereka mau kembali untuk melakukan hal positif dan menjauhi narkoba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun