Jumat, April 10, 2015

artikel



Sejarah Telepon dan Alur Perkembangannya


Semua orang pasti tahu dan sering menggunakan media komunikasi yang disebut telepon. Media ini sangat penting keberadaanya di zaman sekarang ini, yang menjadikan semua orang dapat berkomunikasi secara langsung walaupun tempatnya berjauhan. Di masa kini banyak sekali jenis dari telepon dan terkesan semakin canggih. Namun, apakah Anda tahu bagaimana awal penemuan atau sejarah telepon hingga menjadi telepon yang kita kenal sekarang ini? Bila anda penasaran, simak selengkapnya pada uraian di bawah ini.

Awal Penemuan Telepon

Orang yang paling berjasa dalam menemukan telepon pertama kali adalah Alexander Graham Bell. Ia dilahirkan tanggal 3 Maret 1847 di Scotlandia yaitu kota Edinburg. Keluarganya sangat mementingkan pendidikan, hal ini menjadikan Alexander G. Bell sangat termotivasi dan mampu menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg serta University College yang berada di London. Awalnya saat masih di London, ia belum tertarik dengan percobaan tentang suara dan bunyi. Kemudian, setelah ke Amerika Serikat tahun 1970-an ia mulai tertarik untuk melakukan percobaan tentang hal itu.

Di Amerika Serikat tepatnya di Boston, ia menjadi pengajar di sekolah bagi orang-orang yang mengalami cacat pendengaran. Hingga selanjutnya di Boston University, ia diangkat menjadi seorang guru besar psikologi. Selain itu berkat kepeduliannya terhadap orang-orang tunarungu, ia mendirikan organisasi yang diberi nama American Association to Promote the Theaching of Speech to the Deaf.

Penelitian yang dilakukan oleh Alexander G. Bell dilakukan sejak tahun 1873 hingga tahun 1976 dengan menggunakan alat multiple telegraph, phonatograph dan electric speaking. Biaya dari penelitian ini didanai oleh dua orang ayah dari peserta didiknya. Penyandang dana tersebut bernama Gardiner Hubbard and Thomas Sanders.

Hubbard memiliki seorang putri yang juga mengalami cacat pendengaran. Putrinya tersebutlah yang kemudian menjadi istri dari Alexander G. Bell, putrinya bernama Mabel Hubbard. Mereka dikarunia empat orang anak: Elsie May Bell (1878), Marian Hubbard Bell (1880), serta dua putra yang meninggal di usia anak-anak yaitu Edward (1881) dan Robert (1883).

Dalam melakukan penelitian, Alexander G. Bell bekerjasama dengan Thomas Augustus Watson yang bertugas sebagai asistennya. Watson adalah seorang ahli listrik muda, ia lahir pada 18 Januari 1954. Alexander bersama asistennya meminta bantuan Joseph Henry yang merupakan direktur dari Smithsonian Institution. Mereka memiliki ide untuk menggunakan multireeds listrik sebagai pemancar suara manusia, Henry berpendapat positif terhadap ide tersebut, bahkan ia melihat hal itu akan menjadi sebuah penemuan besar.

Dengan adanya dorongan postif dari Henry, Bell dan asistennya melakukan eksperimen mereka lebih jauh yaitu menggunakan acoustic telegraphy. Pada bulan Juni 1975, mereka akan merealisasikan pembuatan perangkat yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara elektronik. Kemudian pada 10 Maret 1996 yaitu tiga hari setelah penemuannya dipatenkan, mereka mencapai sukses besar. Dimana mereka dapat mendemonstrasikan alat telepon penemuannya. Kalimat terkenal untuk pertama kalinya yang diucapkan oleh Bell melalui telepon dan diterima Watson adalah “Mr. Watson, Come here, I want to see you.” Watson dapat mendengar dengan jelas suara tersebut di ruang yang berbeda.
Perkembangan Awal dari Penemuan Telepon
Setelah peristiwa pada bulan Maret 1996 itu, Bell berfokus untuk mengembangkan telepon elektromagnetik hasil penemuannya. Pada tanggal 3 Agustus 1996, ia membuat eksperimen kembali. Jika eksperimen penggunaan telepon yang pertama hanya jarang dekat yaitu berbeda ruangan, maka eksperimen berikutnya ini menggunakan jarak jauh yaitu 8 km. Telepon dihubungkan dengan kabel melalui pagar-pagar dan terowongan. Eksperimen ini hasilnya sukses, suara dapat diterima dengan baik pada jarak yang cukup jauh.

Selanjutnya pada tahun 1877 didirikanlah The Bell Telephone Company, hingga tahun 1886 tercatat 150.000 lebih orang di Amerika Serikat telah memiliki telepon di rumahnya. Alexander G. Bell terus melakukan perbaikan-perbaikan dari penemuannya, sehingga produk penemuannya dianggap menjadi produk paling sukses yang pernah ada. Pada tahun 1879 perusahaan milik Bell diakuisis oleh Edison’ patent yang memiliki carbon microphone. Alat ini dapat menyebabkan telepon menjadi lebih praktis lagi dan tidak perlu berbicara dengan keras saat bertelepon.

Eksperimen selanjutnya adalah melakukan panggilan telepon lintas benua pada tanggal 15 Januari 1915, yaitu antara New York dan San Francisco. Bell berada di New York dan Watson berada di Sanfrancisco, hasilnnya mereka dapat mendengar suara lebih jelas. Suara yang dihasilkan jauh lebih jelas dibanding eksperimen pertama mereka pada 38 tahun yang lalu.

Perkembangan Telepon Lebih Lanjut

Pada perkembangan awal telepon dihubungkan melalui kabel, hal itu dirasa kurang praktis. Selanjutnya, diciptakanlah telepon seluler yang menghubungkan telepon tanpa menggunakan kabel. Telepon seluler sering disebut sebagai handphone (HP) atau telepon genggam, karena bentuknya yang lebih kecil dan praktis. Penemuan radio merupakan hal yang sangat mempengaruhi penemuan telepon seluler ini.

Awal Penemuan telepon seluler adalah sekitar tahun 1921, yaitu ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan telepon satu arah pada mobil patrolinya. Kemudian pada 1928 mulai berkembanglah komunikasi dua arah melalui frequency modulated (FM).

Pada tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation yang sekarang dikenal sebagai motorola menciptakan sebuah alat komunikasi yang ditujukan untuk perang dunia II. Alat ini berupa portable handie-talkie SCR536, yang termasuk pada generasi 0 (0-G) yaitu generasi paling awal dari penemuan telepon seluler. Tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation kembali mengeluarkan portable radio dua arah, yang diberi nama SCR300.

Generasi 0 dari telepon seluler diakhiri dari penemuan konsep oleh insinyur dari Bell Laboratory pada tahun 1947. Konsep yang ditemukan adalah penemuan telepon hexagonal sebagai dasar pembuatan telepon seluler. Sayangnya, konsep ini mulai dikembangkan pada tahun 1960-an.

Telepon seluler yang sebenarnya berhasil diciptakan pada tahun 1973 oleh Martin Cooper dari Motorola Corporation. Penemuan ini termasuk dalam telepon seluler generasi 1 (1-G), teknologinya masih bersifat analog atau dikenal dengan istilah AMPS. Ukuran telepon ini masih sangat besar, karena keperluan tenaga pada batrai, serta jangkauannya masih bersifat regional.

Generasi 2 (2-G) dari telepon seluler diperkenalkan pada tahun 1990-an, dimana di Amerika menggunakan teknologi CDMA dan di Eropa menggunajan teknologi GSM. Teknologi GSM ini memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan CDMA, sehingga mampu menampung pelanggan lebih banyak. Pada 2-G sudah tidak menggunajan sinyal analog, namun sudah diganti menjadi sinyal digital yang mampu membuat panggilan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Ukuran dari 2-G juga lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya.

Selanjutnya adalah generasi 3 (3G), dimana mampu memberikan jangkauan lebih luas pada penggunanya. Standar untuk dunia komunikasi 3G ini ada tiga yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband CDMA, serta CDMA 2000. Kekurangan 3G adalah jangkauannya yang belum luas karena terbilang baru serta memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Terakhir diperkenalkanlah generasi 4 (4G), merupakan sistem telepon seluler yang menggunakan teknologi yang lebih canggih. 4G mampu mengintegrasikan teknologi wireless broadband, wireless LAN, CDMA, GSM, bluetooth, dll. Sistem 4G bekerja berdasarkan heterogenitas IP yang membuat pengguna dapat memakai beragam sistem dimana saja dan kapan saja. 4G memiliki kecepatan tinggi, kualitas baik, volume tinggi, jangkauan luas serta mudah untuk menjelajahi banyak teknologi yang berbeda.

Demikianlah penjelasan tentang sejarah telepon dan alur perkembangannya, semoga memberikan manfaat dan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun