Jumat, April 10, 2015

artikel...



Perilaku Manusia dan Berbagai Faktor yang Mempengaruhinya

Manusia selalu melakukan berbagai tindakan atau aktivitas dalam kehidupan kesehariannya. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai suatu bentuk respon terhadap apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Suatu kumpulan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itulah yang dinamakan perilaku. Karena berbagai faktor yang mempengaruhinya, perilaku manusia tentunya berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain.

Perilaku di dalam diri manusia juga bisa berubah, hal ini karena adanya pengaruh dari luar diri manusia. Seseorang yang dahulunya bicara kasar terhadap semua orang, kemudian setelah ia mendapatan nasihat dari orang disekitarnya, tutur bicaranya menjadi halus dan sopan. Hal itu mungkin saja terjadi jika pemikirannya telah menyadari mana perilaku yang baik dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.

Namun, ada juga manusia yang pemikirannya telah menyadari bahwa perilaku yang dilakukan adalah perilaku yang tidak baik, tapi tetap saja ia melakukannya. Mungkin ini dikarenakan mereka menganggap perilaku yang tidak baik tersebut wajar dan sudah membudaya. Sehingga, mereka tidak merasa bersalah atau berdosa atas perilaku buruk yang dilakukan.

Klasifikasi Perilaku Manusia

Perilaku setiap manusia berbeda-beda dan memiliki keunikan sendiri-sendiri. Dari keunikan tersebut, terkadang seseorang dijuluki oleh teman-teman disekitarnya. Tentu saja julukan tersebut bisa mengarah ke hal baik atau yang tidak baik. Untuk mempermudah pengidentifikasiannya, maka perilaku manusia dapat diklasifikasikan menurut hal-hal berikut ini.

1.        Perilaku dilihat dari respon yang diberikan
Tanggapan manusia terhadap stimulus atau rangsangan dari luar dirinya disebut dengan respon. Tentunya stimulus yang mempengaruhi manusia bisa termasuk pada hal baik, namun bisa juga mengarah ke hal tidak baik. Dilihat dari respon yang diberikan seseorang ketika mendapatkan stimulus dari luar, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku tertutup dan perilaku terbuka.

a.       Perilaku Tertutup
Disebut juga covert behavior, merupakan perilaku dimana respon seseorang terhadap sebuah stimulus masih terbatas pada sisi perhatian dan persepsi saja. Belum terjadi perilaku yang dapat diamati atau diobservasi oleh orang lain. Sehingga, orang lain sulit mempengaruhi perilaku dari orang berperilaku tertutup ini.

Contoh seseorang siswa memiliki perilaku buruk yaitu tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, setelah diberikan nasihat oleh guru maupun diberikan sangsi, ia berkata mau mengerjakan.  Tetapi pada akhirnya, tetap saja ia tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Dengan demikian, siswa tersebut tidak mewujudkan stimulus yang diberikan guru ke perilaku yang baik. Siswa tersebut masih memiliki persepsi bahwa perilakunya tersebut wajar dan tidak menjadi masalah yang harus dirisaukan.

b.      Perilaku Terbuka
Disebut juga overt behavior, adalah perilaku dimana respon seseorang terhadap stimulus yang diberikan sudah diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Perilaku yang dilakukan tersebut sudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain. Dengan demikian, orang yang memiliki perilaku terbuka lebih mudah dipengaruhi perilakunya dari pada orang yang memiliki perilaku tertutup.

Misal ada siswa yang tidak mau berbicara di depan kelas ketika pelajaran dikerenakan berbagai alasan. Kemudian guru memberikan dorongan dan menyadarkan pentingnya berlatih bicara di depan kelas. Setelah mendapatkan stimulus dari guru tersebut, persepsi siswa menjadi berubah dan ia mau mencoba untuk berbicara di depan kelas. Walaupun mungkin belum sempurna, tapi siswa tersebut merespon dengan mewujudkannya pada perilaku yang dapat diamati oleh orang lain.

2.       Berdasarkan Domain Perilaku
Dilihat dari domainnya, maka perilaku yang dilakukan seseorang dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Domain-domain tersebut sangat berhubungan. Pengetahuan akan memperngaruhi sikap seseorang, dan sikap akan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan.

1.       Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil akhir setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap berbagai objek yang ada disekitarnya. Setelah melakukan pengindraan, maka seseorang akan tahu tentang salah satu atau gabungan dari apa, bagaimana, mengapa, kapan dan dimana. Kemudian ia akan menarik kesimpulan yang pada akhirnya akan menjadi pengetahuan dalam dirinya.

Pengetahuan ini akan menjadi teori dan fakta yang akan digunakan seseorang dalam memahami suatu gejala yang dihadapi, menanggapinya dan akhirnya melakukan pemecahan masalah. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman langsung maupun dari pengalaman yang dilakukan orang lain. Selain itu, pengetahuan dapat disebarluaskan secara individu maupun kelompok. Perwujudan nyata dari usaha penyebaran pengetahuan adalah didirikannya sekolah-sekolah yang mengajarkan tentang berbagai pengetahuan.

2.       Sikap
Sikap (attitude) merupakan respon atau reaksi dari suatu stimulus dari luar yang belum bisa dilihat secara nyata. Secara umum, sikap memiliki kecenderungan untuk melakukan respon postif atau negatif dari semua rangsangan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena belum diwujudkan dalam perilaku, maka sikap lebih sulit untuk diamati.

Sikap lebih mengarah kepada hal yang berhubungan dengan afektif, misalnya senang, sedih, benci dan sebagainya. Sikap juga memiliki tingkatan yang berbeda-beda antar orang, misalnya sangat senang, senang, kurang senang dan tidak senang. Setiap orang bisa saja mengalami suatu perubahan sikap dikarenakan tambahan pengetahuan yang didapatkannya.

3.       Tindakan
Tindakan (practice) merupakan perwujudan secara nyata dari sikap yang dimiliki seseorang. Suatu sikap belum tentu diwujudkan dalam suatu tindakan. Namun masih perlu pendorong ataupun kondisi yang memungkinkan untuk mewujudkan sikap tersebut dalam bentuk tindakan. Untuk itu, peran dari faktor yang ada disekitar sangat mempengaruhi tindakan seseorang.

Tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga membentuk suatu mekanisme disebut dengan kebiasaan. Selama proses melakukan kebiasaan, seseorang tentunya tetap mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Tahap penyesuaian kebiasaan yang dilakukan berdasarkan informasi baru yang diperoleh itulah yang disebut dengan adaptasi. Adaptasi ini diharapkan dapat mengarahkan untuk menyempurnakan kebenaran yang menjadi persepsi awalnya.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku

Seseorang yang memiliki perilaku yang sama belum tentu hal yang mempengaruhinya sama. Ini dikarenakan berbagai faktor yang sangat berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Secara umum, faktor yang mempengaruhi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu faktor dari genetik dan faktor dari luar.

1.       Faktor Genetik atau Keturunan
Faktor genetik atau disebut juga faktor endogen merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, dimana faktor ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan perilakunya. Faktor ini termasuk faktor internal yang telah dibawa sejak seseorang lahir di dunia ini dan tidak bisa dirubah. Namun, kebanyakan ahli sepakat bahwa faktor ekternal lah yang lebih berpengaruh terhadap perilaku seseorang dibandingkan dengan faktor internal ini.

Faktor genetik atau faktor internal ini adalah sebagai berikut.
a.       Ras, didunia ini memiliki berbagai ras yang tentunya berbeda antara ras satu dengan ras yang lainnya.
b.      Jenis Kelamin, pada umumnya perilaku yang dilakukan pria lebih berdasar pada akal, sedangkan wanita lebih berdasar pada perasaan.
c.       Keadaan Fisik, orang yang memiliki tubuh yang tinggi kurus biasanya memiliki perilaku yang berbeda dengan orang yang memiliki tubuh pendek gemuk.
d.      Kepribadian, karena pengaruh agama, usia, pengalaman, watak, nilai, norma dan lain-lain menyebabkan kepribadian seseorang berbeda dengan orang lain.
e.      Bakat bawaan, pada dasarnya seseorang memiliki bakat unik yang menonjol namun tahap pengembangan bakat tersebuat antar orang tentulah berbeda.
f.        Intelegensi, seseorang yang memiliki intelegensi tinggi akan melakukan tindakan dengan cepat dan tepat, berbeda dengan orang yang memiliki intelegensi rendah.

2.       Faktor dari Luar
Faktor dari luar atau disebut dengan faktor eksogen merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor ini berpengaruh ketika seseorang telah melakukan interaksi aktif dengan dunia luar atau lingkungan. Faktor eksternal ini sangat mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku. Orang yang pada awalnya berperilaku baik, namun karena ia tinggal di lingkungan yang tidak baik maka mungkin saja ia akan terbawa melakukan perilaku tidak baik.

Faktor dari luar atau faktor eksternal ini adalah sebagai berikut.
a.       Lingkungan, merupakan segala hal yang ada disekitar baik fisik, sosial maupun biologis. Lingkungan sangat mempengaruhi seseorang karena merupakan tempat berkembangnya seseorang.
b.      Pendidikan, merupakan hasil interaksi seseorang mulai dari masih anak-anak samapi tua. Pendidikan ini dapat bersifat formal dan bisa juga informal.
c.       Agama, merupakan kepercayaan seseorang yang dapat mempengaruhi cara berpikir dan tindakannya.
d.      Sosial ekonomi, seseorang yang memiliki sosial ekonomi yang baik tentu perilakunya akan berbeda dengan orang yang memiliki sosial ekonomi yang kurang baik.
e.      Kebudayaan, suatu hal yang sudah menjadi adat, kebiasaan, dan peradaban suatu masyarakat tentunya akan mempengaruhi perilaku seseorang.

Demikianlah informasi tentang perilaku manusia dan berbagai hal yang mempengaruhinya. Semoga dapat meningkatkan wawasan dan tentunya dapat bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun