Jumat, April 10, 2015

artikel



Dunia Motor Grasstrack dan Kejuaraannya

Jika Anda menggemari dunia balap motor, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya motor grasstrack. Sesuai namanya, ini merupakan jenis motor yang digunakan dalam perlombaan balap motor di track yang berumput. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap. Bagaimana tidak, perlombaan balap motor kebanyakan dilakukan di track yang beraspal dengan permukaan yang rata. Jika tracknya tanah dengan permukaan yang tidak rata atau bergelombang tentunya akan lebih licin dan perlu keahlian khusus bagi pembalap yang mengikuti kejuaraan grasstrack.

Kejuaraan grasstrack ini sudah banyak diadakan di daerah-daerah baik di jawa maupun luar jawa. Peminatnya pun cukup banyak untuk menjadi pembalap, hadiah bagi pemenangnya pun cukup menarik perhatian. Dalam kejuaraan ini, faktor yang paling penting diperhatikan adalah motor yang digunakan. Motor yang digunakan dalam kejuaraan ini adalah motor yang sudah dimodifikasi agar sesuai untuk perlombaan. Bagaimana bentuk modifikasinya dan apa saja aturan yang ada dalam kejuaraan grasstrack, simak selengkapnya dalam uraian di bawah ini.


Modifikasi Motor Grasstrack

Sudah banyak bengkel-bengkel motor yang menawarkan jasa dalam memodifikasi motor untuk kebutuhan grasstrack. Kebanyakan sepakat bahwa performa mesin menjadi persoalan nomor dua, yang utama adalah konstruksi rangka motor. Ini karena di grasstrack tidak mengutamakan top speed, melainkan akselerasi yang cepat dan tenaga yang besar. Kebutuhan akan kerja shock yang maksimal juga perlu diperhatikan mengingat ini bukan digunakan untuk lintasan yang beraspal.

Kreativitas dari mekanik/bengkel dan pembalap merupakan hal yang paling utama dalam memodifikasi motor yang digunakan dalam grasstrack ini. Sebab belum ada pabrik motor yang khusus memproduksi motor untuk grasstrack. Tidak sama dengan motorcross yang motornya sudah banyak yang menjualnya, sehingga mudah mendapatkannya. Mesin motor yang digunakan dalam grasstrack biasanya tidak banyak dirubah, sama seperti motor-motor yang digunakan dalam jalan raya biasa. Hanya saja untuk rangka motor perlu sekali diubah menyesuaikan medan berat yang ada dalam kejuaraan grasstrack.

Untuk memodifikasi rangka grasstrack mengacu pada konstruksi rangka Special Engine. Ukuran pada motor Special Engine lah yang dipakai pada motor untuk keperluan grasstrack, karena rangka Special Engine telah teruji tahan banting pada lintasan yang sangat bergelombang sekalipun. Semakin baik rangka motor yang dirakit maka pembalap juga akan semakin nyaman dalam mengendarainya.

Sektor kaki pada motor jenis ini juga sangat diperhatikan, hal ini terkait dengan tinggi badan dan berat badan pembalap. Semakin baik dan sesuai  kaki-kaki motor, maka feeling dari pembalap juga akan semakin baik, serta akan semakin nyaman dalam mengendarai di medan yang ekstrim sekalipun. Pelek motor juga perlu diubah ke pelek yang kuat dan ringan juga menggunakan jari-jari yang lebih kecil diameternya. Bearing roda perlu diubah ke heavy duty agar kuat melintasi track. Ban diganti dengan ban khusus off road jenis trail/knoby.

Yang utama, dalam memodifikasi motor untuk kebutuhan grasstrack perlu untuk melakukan konsultasi dahulu kepada mekanik yang sudah berpengalaman dalam melakukan modifikasi motor jenis ini. Hal ini penting, sebab medan yang digunakan dalam kejuaraan grasstrack sangat berbahaya untuk itu faktor safety sangat perlu untuk diperhatikan.


Kejuaraan Grasstrack di Indonesia

Sampai saat ini sudah banyak sekali daerah-daerah yang telah mengadakan kejuaraan grasstrack. Dan kemungkinan besar, kejuaraan ini masih sangat diminati pada tahun-tahun mendatang. Dalam kejuaraan grasstrack ini terdapat jenis dan aturan yang perlu diperhatikan. Aturan ini dibuat oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), berikut sedikit penjelasan tentang aturan ini.

1.      Pembalap
Pembalap dibagi menjadi tiga, yaitu pemula, junior dan senior. Pemula merupakan pembalap yang selama setahun perlombaan berjalan (Januari s/d Desember) namanya
tidak tertera dalam daftar kategori yang dikeluarkan oleh IMI. Junior merupakan pembalap yang pada tahun sebelumnya menjadi juara Nasional rangking 1 sampai dengan rangking 3 kategori Pemula. Senior adalah pembalap yang pada tahun sebelumnya menjadi juara Nasional rangking 1 sampai dengan rangking 3 kategori Junior. Pembalap junior dan senior ini namanya sudah tertera dalam daftar yang dibuat IMI.

Pembalap yang akan turut serta pada Kejuaraan Nasional ini harus memiliki Kartu Ijin Start
(KIS) yang masih berlaku. Pembalap wajib berbadan sehat, layak berlomba dan dapat diperiksa sewaktu-waktu oleh petugas kesehatan sebelum lomba dimulai.

Pembalap dapat memilih nomor startnya dengan terlebih dahulu memberitahu kepada
Panitia Penyelenggara. Pembalap juga diwajibkan membuat nomor start punggung pada kaos/body protector yang akan dipergunakan pada saat latihan dan balapan.

2.      Kendaraan
Perlombaan ini terbuka untuk kendaraan jenis motor bebek, sport dan trail.
Kelas-kelas untuk Kejuaraan Nasional Grass Track adalah:
a.      Kelas Bebek Standard PEMULA ( Kejuaraan Nasional )
b.      Kelas Bebek Modifikasi JUNIOR ( Kejuaraan Nasional )
c.       Kelas Bebek Modifikasi 2 langkah SENIOR ( Kejuaraan Nasional )
d.      Kelas Bebek Modifikasi 4 langkah SENIOR ( Kejuaraan Nasional )
e.      Kelas Sport dan Trail SENIOR ( Kejuaraan Nasional )

Balapan  Tambahan / Non Kejurnas  (Wajib) :
a.      Kelas Bebek Standard 4 langkah 110 cc pemula
b.      Kelas Bebek Modifikasi 4 langkah 110 cc Open
c.       Kelas Bebek Modifikasi (Mesin Berdiri) Open

Setiap kendaraan yang akan dipergunakan untuk berlomba harus memenuhi ketentuan dan
spesifikasi sebagai berikut:
a.      Menggunakan mesin dan rangka motor bebek, sport dan trail yang diproduksi  di dalam negeri (diproduksi di Indonesia) serta diperjual  belikan secara resmi dan mempunyai ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) di Indonesia. (Wajib memenuhi kedua ketentuan di atas).
b.      Kendaraan harus digerakkan secara mekanis dengan mempunyai dua roda dengan satu jejak.
c.       Kendaraan harus terdaftar dan dinyatakan lulus scrutineering dan tidak membahayakan diri pembalap atau pembalap lainnya.
d.      Semua kendaraan harus dilengkapi dengan rem yang bekerja sempurna (rem depan dan belakang).
e.      Lampu depan, belakang, sein, kaca spion, standart samping, tengah dan lain-lainnya yang membahayakan harus dilepas.
f.        Menggunakan ban khusus off road jenis trail/knoby, dengan kondisi ban 80 % baru. Khusus untuk kelas-kelas kejurnas wajib menggunakan ban merk “SWALLOW” dengan ukuran pelek 16 “, 17 “,18”, 19” dan 21 “
g.      Tidak diperkenankan memasang tambahan pada ban ( misalnya melilitkan rantai dan memasang paku ban pada roda kendaraan).
h.      Spatboard (depan dan belakang) harus dipasang dan ujungnya tidak boleh lancip, bahan spatboard harus terbuat dari plastik / fiber.
i.        Ujung handle rem depan dan kopling tidak boleh tajam, melainkan harus bulat sesuai aslinya.
j.        Khusus type bebek dan sport, footstep boleh dirubah/diperkuat dan ujungnya dibentuk seperti type spesial engine/trail, bila tidak dirubah harus dipasang karet sesuai aslinya.
k.       Sistem Rem depan dan belakang boleh dirubah/diganti dengan sistem discbreak atau sebaliknya.
l.        Pelek minimum 16 inci dan maximum 21 inci.
m.    Semua sepeda motor harus dilengkapi dengan Engine Cut Off/Engine stop.

3.      Lintasan
Panjang lintasan minimum 1000 Meter dan tidak lebih dari 2000 meter dengan lebar minimum 8 Meter dan lebar lintasan pada titik tertentu tidak kurang dari 5 meter, diusahakan jarak bebas antara lintasan dan semua rintangan diatas tanah harus minimum 3 meter. Lintasan tidak dapat diluluskan jika dilintasan terdapat tempat genangan air yang dalam atau terlalu banyak batu atau terdapat bagian lurus dilarang dengan kecepatan yang tinggi, adapun kecepatan maximum adalah 55 km/jam.

Untuk kejuaraan Grass Track lintasan harus dibuat memakai rintangan dengan ketentuan:
a.      Dapat dibuat jumpingan maksimum 5 buah dengan ketinggian maksimum 1 meter dimana awalan dan akhiran harus landai.
b.      Diperbolehkan adanya 1 bagian rintangan superball dengan kedalaman maksimum 30 cm yang berjarak 2 meter antara tiap superball dengan jumlah maksimum superball 10 buah.

Demikianlah wawasan tentang motor grasstrack dan kejuaraan yang ada di Indonesia, semoga memberikan manfaat bagi Anda yang membaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun