Rabu, Februari 03, 2016

Investasi di Pasar Modal



                Proses investasi menjelaskan bagaimana seharusnya investor melakukan investasi dalam sekuritas. Sekuritas merupakan surat berharga yang menunjukkan hak investor untuk mendapatkan bagian dari kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut. Adapun hal-hal yang harus diputuskan dalam investasi adalah sebagai berikut.
a.       Sekuritas apa yang menjadi pilihan investasi?
b.      Berapa besar investasi?
c.       Kapan investasi tersebut dilaksanakan?
Untuk mengambil keputusan-keputusan tersebut diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.
a.      Menentukan kebijakan investasi
Investor harus menentukan tujuan investasi dan berapa jumlah dana yang dipersiapkan untuk investasi tersebut.
b.      Analisis sekuritas
Tujuan analisis ini adalah mengetahui sekuritas dengan karakteristik mispriced, yaitu sekuritas yang harganya bisa sangat tinggi atau sangat rendah. Dengan kata lain, sekuritas tersebut tidak stabil dalam pergerakan harga di bursa. Untuk mengetahui sekuritas mispriced dapat digunakan analisis teknis dan analisis fundamental. Analisis teknis adalah analisis yang menggunakan data empiris berupa perubahan harga pada masa lalu untuk memprediksi harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis fundamental berguna untuk memprediksi harga di masa yang akan datang dengan cara memprediksi prospek perusahaan di masa yang akan datang.
c.       Penentuan portofolio
Portofolio adalah gabungan surat-surat berharga sebagai pilihan investasi. Prinsip portofolio menganut paham don’t put your eggs in one basket. Yang berarti, dari bermacam-macam sekuritas yang kita miliki, jika salah satunya mengalami keuntungan maka dapat menutuo kerugian sekuritas lainnya.
d.      Melakukan revisi portofolio
Pada tahap ini, dilakukan penilaian kembali terhadap tiga langkah sebelumnya. Jika berdasarkan penilaian kembali perlu dilakukan perubahan, maka pada tahap ini perubahan tersebut terjadi. Jangan lupa dengan semboyan “teliti sebelum membeli.”
e.       Penilaian hasil portofolio
Pada tahap ini, investor melakukan evaluasi terhadap keuntungan yang diperoleh dan risiko yang harus ditanggung dari portofolio yang dimiliki.

Bagaimana berinvestasi di pasar modal?
                Sebelum berinvestasi di pasar modal, investor harus terlebih dahulu membuka rekening di salah satu perusahaan efek. Sebelum memilih perusahaan efek, investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor berikut ini.
1)      Jika calon investor lebih menyukai untuk berinvestasi di saham-saham yang baru ditawarkan di pasar perdana, pilih perusahaan yang aktif dalam proses penjaminan emisi saham.
2)    Jika calon investor hanya memerlukan jasa yang paling mendasar dari perusahaan efek yang dapat memberikan jasa tersebut secara cepat dan akurat.
                 Investor dapat membuka rekening di perusahaan efek dengan cara mengisi dokumen-dokumen yang diperlukan. Secara umum, perusahaan efek biasanya mewajibkan investor untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu sebagai jaminan dalam proses penyelesaian transaksi.
                 Proses transaksi saham di bursa efek:
1)    Transaksi diawali dengan memberikan perintah  jual dan/atau perintah beli ke perusahaan efek. Perintah tersebut dapat diberikan lewat telepon atau perintah secara tertulis. Perintah tersebut harus berisikan nama saham, jumlah yang akan dijual dan/atau dibeli serta berapa harga jual dan/atau harga beli yang diinginkan.
2)     Perintah tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh perusahaan efek.
3)     Selanjutnya perintah tersebut dimasukkan ke dalam sistem perdagangan di bursa efek.
4)   Semua perintah jual dan/atau perintah beli dari seluruh perusahaan efek akan dikumpulkan di bursa efek dalam sistem yang disebut JATS.
Keuntungan yang timbul atas perdagangan saham adalah capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan dari hasil jual beli saham. Dividen adalah keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Selain itu, ada resiko yang muncul dari perdagangan saham. Selain itu, ada resiko yang muncul dari perdagangan saham, yaitu capital loss dan resiko likuiditas. Kerugian akibat jual beli saham disebut capital loss. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan maka hak klaim dari pemegang saham menjadi prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi. Apabila masih ada sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan, maka akan dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan menerima apa-apa. Hal ini merupakan risiko terberat yang harus ditanggung oleh pemegang saham. Oleh karena itu, pemegang saham dituntut untuk terus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya ia miliki.
Proses transaksi obligasi di bursa efek:
1)      Transaksi dimulai dengan penempatan kuotasi sistem di sistem perdagangan di BES yang disebut OTS-FIS sehingga semua kuptasi yang masuk ke dalam sistem dapat dilihat secara langsung (real time) oleh pelaku pasar lainnya.
2)        Melalui OTC-FIS, partisipan dapat melihat kuotasi yang paling menarik bagi dirinya.
3)       Kemudian, partisipan  yang tertarik untuk membeliu/menjual dapat menghubungi partisipan yang akan menjual/membeli untuk negosiasi lebih lanjut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun