Rabu, Februari 03, 2016

Mekanisme Transaksi di Pasar Modal



Mekanisme Penawaran Umum
        Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan, baik yang berasal dari luar perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan, sedangkan alternatif pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur berupa utang, pembiayaan bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang, maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham.  Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public.
        Penawaran umum atau sering pula disebut go public adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaanya.
         Penawaran umum mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini:
   a. Periode pasar perdana, yaitu ketika efek ditawarkan kepada pemodal oleh penjamin emisi melalui para agen penjual yang ditunjuk.
   b. Penjatahan saham, yaitu pengalokasian efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah efek yang tersedia.
   c. Pencatatan efek di bursa, yaitu saat efek tersebut mulai diperdagangkan di bursa. Proses penawaran umum saham dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan berikut:
1)      Tahap Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapakan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penawaran umum. Pada tahap yang paling awal perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum saham. Setelah mendapat persetujuan, selanjutnya emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar, yaitu penjamin emisi, akuntan publik, penilai, konsultan hukum dan notaris.
2)      Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
Pada tahap ini, caloin emiten menyampaikan pendaftaran kepada BAPEPAM-LK, dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung hingga BAPEPAM-LK menyatakan pernyataan pendaftaran menjadi efektif.
3)     Tahap Pendaftaran Saham
Tahapan ini merupakan tahapan utama, Karena pada waktu inilah emiten menawarkan saham kepada investor. Investor dapat membeli saham tersebut melalui agen-agen  penjual yang telah ditunjuk. Masa penawaran sekurang-kurangnya tiga hari kerja.  Perlu diingat pula bahwa tidak seluruh keinginan investor terpenuhi dalam tahapan ini. Misalnya, saham yang dilepas ke pasar perdana sebsar 100 juta saham sementara yang ingin dibeli seluruh investor berjumlah 150 juta saham. Jika investor tidak mendapatkan saham pada pasar perdana, maka investor tersebut dapat membeli di pasar sekunder, yaitu setelah saham dicatatkan ke bursa efek.
4)    Tahap Pencatatan
                 Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di 
                 Bursa efek Indonesia.

Mekanisme Pencatatan Saham di Pasar Modal
         Saham yang dicatatkan di BEI dibagi atas dua papan pencatatan, yaitu papan utama dan papan pengembangan dimana penempatan  dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya di dasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.
           Papan utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai ukuran besar dan mempunyai track record yang baik. Sementara papan pengembangan ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di papan utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan, dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan.
          Calon emiten bisa mencatatkan sahamnya di Bursa, apabila telah memenuhi syarat berikut:
1.       Pernyataan pendaftaran emisi telah dinyatakan efektif oleh BAPEPAM-LK.
2.   Calon emiten tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat memengaruhi kelangsungan perusahaan.
3.       Bidang usaha, baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia.
4.   Khusus calon emiten pabrikan, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (hal tersebut dibuktikan dnegan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan harus memiliki sertifikat ecolabeling (ramah lingkungan).
5.     Khusus calon emiten bidang pertambangan harus memiliki ijin pengelolaan yang masih berlaku minimal 15 tahun, memiliki minimal 1 kontrak karya atau kuasa penambangan atau surat izin penambangan daerah, minimal salah satu Anggota Direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan, calon emiten sudah memiliki  cadangan terbukti (proven  deposit) atau yang setara.
6.    Khusus calon emiten yang dibidang usahanya memerlukan ijin pengelolaan (seperti jalan tol, penguasaan hutan) harus memiliki ijin usaha minimal 15 tahun.
7.    Calon emiten yang merupakan anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten yang sudah tercatat (listing) di BEI dimana calon emiten memberikan kontribusi pendapatan kepada emiten yang listing tersebut lebih dari 50% dari pendapatan konsolidasi, tidak diperkenankan tercatat di Bursa.
8.  Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.

Mekanisme Perdagangan di Bursa Efek Indonesia

          Sebelum dapat melakukan transaksi, terelebih dahulu investor harus menjadi nasabah di perusahaan efek atau kantor broker. Di BEI terdapat sekitar 120 perusahaan efek yang menjadi anggota BEI. Pertama kali investor melakukan ppppembukaan rekening dengan mengisi dokumen pembukaan rekening. Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.
         Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan efek. Umumnya setiap perusahaan efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham. Jumlah deposit yang diwajibkan bervariasi, misalnya ada yang mewajibkan sebesar Rp 25 juta, sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya.
         Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dan jumlah dana untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual belikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot. Di BEI, satu lot berarti 100 saham dan itulah batas minimal pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena ragamnya harga saham yang tercatat di bursa.
        Dilihat dari prosesnya, maka urutan perdagangan saham atau efek lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut.
  a.      Menjadi nasabah di perusahaan efek
Pada bagian ini, seseorang yang akan menjadi investor terlebih dahulu menjadi nasabah atau membuka rekening di salah satu broker atau perusahaan efek. Setelah resmi terdaftar menjadi nasabah, maka investor dapat melakukan kegiatan transaksi.
  b.      Order dari nasabah
Kegiatan jual beli saham diawali dengan instruksi yang disampaikan investor kepada broker. Pada tahap ini, perintah atau order dapat dilakukan secara langsung dengan cara investor datang langsung ke kantor broker atau order disampaikan melalui sarana komunikasi seperti telepon atau sarana komunikasi lainnya.
  c.       Diteruskan ke floor trader
Setiap order yang masuk ke broker selanjutnya akan diteruskan ke petugas broker tersebut yang berada di lantai bursa atau yang sering disebut floor trader.
  d.      Masukkan order ke JATS-NextG
Floor trader akan memasukkan semua order yang diterimanya ke dalam sistem komputer JATS-NextG. Di lantai bursa, terdapat ratusan terminal JATS-NextG yang menjadi sarana entri order-order dari nasabah.  Seluruh order yang masuk ke sistem JATS-NextG dapat dipantau, baik oleh floor trader, petugas di kantor broker dan investor. Dalam tahap ini, terdapat komunikasi antara pihak broker dengan investor agar dapat terpenuhi tujuan order yang disampaikan investor, baik untuk beli maupun untuk jual. Termasuk pada tahap ini, berdasarkan perintah investor, floor trader melakukan beberapa perubahan order, seperti perubahan harga penawaran dan beberapa perubahan lainnya.
  e.       Transaksi terjadi
Pada tahap ini order yang dimasukkan ke sistem JATS-NextG yang menjadi sarana entri bertemu dengan harga yang sesuai dan tercatat di sistem JATS-NextG sebagai transaksi yang telah terjadi (done), dalam arti sebuah order beli atau jual telah bertemu dengan harga yang cocok. Pada pihak ini pihak floor trader atau petugas di kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order yang disampaikan telah terpenuhi.
  f.        Penyelesaian transaksi
Tahap akhir dari sebuah siklus transaksi adalah penyelesaian transaksi atau sering disebut settlement. Investor tidak otomatis mendapatkan hak-hakny a karena pada tahap ini dibutuhkan beberapa proses seperti kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya hak-hak investor terpenuhi, seperti investor yang menjual saham akan mendpaatkan uang, sementara investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham.

sumber: rangkuman buku-buku ekonomi SMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun