Selasa, Februari 02, 2016

Permasalahan Pokok Ekonomi (What, How, For Whom)

            Selanjutnya, kalian akan mempelajari tentang permasalahan pokok ekonomi. Berangkat pada kenyataan bahwa kebutuhan manusia yang tidak terbatas jumlahnya, dengan alat pemuas yang terbatas jumlahnya sehingga menimbulkan kelangkaan maka akan timbul suatu permasalahan ekonomi yaitu bagaimana dengan sumber-sumber daya yang terbatas manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang banyak dan beraneka ragam itu. Masalah ekonomi ini dihadapi oleh perorangan, keluarga, perusahaan, bangsa, dan negara secara keseluruhan bahkan dunia internasional.
            Dengan demikian manusia harus selalu memikirkan upaya-upaya yang harus dilakukan dalam memecahkan masalah ekonomi yang dihadapinya tersebut. Adapun masalah ekonomi yang dihadapi manusia, pada dasarnya meliputi tiga persoalan pokok, yaitu:
  • Barang dan jasa apa yang harus diproduksi (what)?
  • Bagaimana cara memproduksi barang dan jasa tersebut (how)?
  • Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom)?



1.      Apa yang diproduksi?
            Masalah ini menyangkut jenis barang dan jumlah yang akan diproduksi. Pernyataan ini berkaitan dengan pengalokasian sumber daya yang langka diantara berbagai alternatif penggunaanya. Karena sumber daya terbatas, masyarakat harus memilih dan memutuskan barang apa yang akan diproduksi: apakah kita akan memproduksi makanan, pakaian, mesin industry atau sarana transportasi. Sangat tidak mungkin untuk memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan tersebut sejumlah yang diinginkan oleh masyarakat. Setelah ditentukan apa yang akan diproduksi, masyarakat harus memutuskan berapa jumlah barang tersebut harus diprodukisi sehingga dapat ditentukan berapa sumber daya yang harus dialokasikan untuk makanan, berapa untuk obat-obatan, berapa untuk mesin-mesin industri. Jika kita ingin memproduksi lebih banyak makanan, sumber daya untuk memproduksi obat-obatan akan berkurang. Demikian juga sebaliknya.
            Keputusan mengenai barang apa yang akan diproduksi, harus dipertimbangkan dengan cermat. Dalam pengalokasian dana pembangunan, terutama dalam produksi barang-barang, kita harus dapat mengajukan alasan mengapa barang tersebut diproduksi. Kita harus dapat menjawab pembangunan diarahkan ke sektor pertanian? Mengapa bukan ke sektor industri, misalnya. Setelah memprioritaskan ke sektor pertanian, selanjutnya harus ditentukan apakah kita akan memproduksi bahan pangan atau bahan untuk di ekspor. Jika sudah diputuskan barang apa yang diproduksi, maka masalah berikutnya adalah berapa jumlah barang yang harus diproduksi. Mengenai barang apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya tergantung pada kondisi ekonomi negara bersangkutan.

 2.    Bagaimana memproduksinya?
            Masalah dalam hal ini adalah teknologi atau metode produksi apa yang digunakan dalam memproduksi suatu barang: berapa jumlah tenaga kerja, jenis mesin apa, serta bahan mentah apa yang akan digunakan. Produksi dengan teknologi padat karya banyak menggunakan tenaga manusia, tetapi jumlah produksinya terbatas. Jika yang digunakan adalah teknologi padat modal, maka yang menjadi masalah adalah dari mana akan diperoleh modal.
            Masalah kedua yang harus ditangani adalah bagaimana mengombinasikan faktor-faktor produksi yang ada agar berhasil guna dan berdaya guna. Hal yang berkaitan dengan masalah metode produksi kini adalah bagaimana melakukan proses produksi tersebut seefisien mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

3.      Untuk siapa diproduksi?
            Permasalahan di sini adalah siapa yang memerlukan barang tersebutdan siapa saja yang menikmati hasilnya. Dengan kata lain, bagaimana pendistribusiannya. Apakah barang-barang yang diproduksi tersebut akan didistribusikan menurut ukuran pendapatan, kekayaan, atau kelompok tertentu dari masyarakat? Sistem ekonomi pasar berpendapat bahwa sedikit atau banyaknya distribusi tergantung pada persaingan. Jadi, distribusi tergantung pada mekanisme pasar. Sedangkan pada sistem ekonomi komando, produksi dan distribusi diatur oleh pemerintah.



sumber: kesimpulan buku-buku paket SMA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun