Selasa, Februari 02, 2016

Sistem Ekonomi

            Selanjutnya kita akan mempelajari tentang sistem ekonomi. Sistem ekonomi dinilai dapat menjawab masalah ekonomi, apa (what), bagaimana (how), dan untuk siapa (for whom) yang telah kalian pelajari pada sub bab sebelumnya. Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara, aturan, dan kebiasaan-kebiasaan yang umum diterima dalam masyarakat yang mengatur dan mengkoordinasikan perilaku warga masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, perdagangan, konsumsi, dan sebagainya) sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis.
            Berikut ini akan dijelaskan tentang jenis sistem ekonomi yang ada, yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi komando, sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi campuran serta akan dibahas juga bagaimana sistem ekonomi di Indonesia.
1.      Sistem ekonomi tradisional
Ekonomi tradisional diterapkan sebelum masyarakat mengenal teknologi dan masih belum memerlukan uang
            Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional. Sesuai dengan keadaanya yang tradisional, corak perekonomian juga bersifat tradisional. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun. Umumnya, produksi lebih mengandalkan alam dan tenaga kerja. Hasil produksi pun terbatas hanya untuk keluarga atau kelompok. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut:
a.    Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
b.    Hanya sedikit menggunakan modal.
c.    Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
d.   Belum mengenal pembagian kerja.
e.    Masih terikat dengan tradisi.
f.     Tanah merupakan tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi tradisional:
No
Kelebihan
Kekurangan
1.
Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
Produktivitas rendah akibat teknologi masih rendah
2.
Kondisi ekonomi masyarakat stabil
Kualitas barang masih rendah
3.
Gotong royong
Ketidakjelasan pengukuran nilai dalam sistem barter
 
2.      Sistem ekonomi sosialis/terpusat
            Pada sistem ekonomi sosialis (sistem ekonomi terpusat) peran pemerintah sangat dominan, sedang peran masyarakat atau pihak swasta sangat kecil. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode apa barang tersebut diproduksi, serta kepada siapa atau untuk siapa barang tersebut diproduksi. Jadi, hampir seluruh kegiatan ekonomi diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:
a.    Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh negara sehingga hak milik perorangan hampir tidak ada (tidak diakui).
b.      Pekerjaan yang tersedia dan siapa yang akan bekerja ditentukan oleh pemerintah. Rakyat tidak memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan.
c.      Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah. Pemerinatah membuat rencana pembangunan nasionalnya. Segala keputusan dalam perekonomian berada di tangan pemerintah. Perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah.
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi terpusat:
No
Kelebihan
Kekurangan
1.
Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
Mematikan inisiatif individu untuk maju

2.
Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesusi dengan perencanaan, sehingga pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat


3.
Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
4.
Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
Membatasi kebebasan dalam mengungapkan ide
5.
Jarang tejadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah

          Contoh negara yang dapat dikatakan mendekati sistem ekonomi komando adalah Kuba dan RRC. Namun, perlu dicatat bahwa RRC pun sudah mulai meninggalkan sistem ekonomi komando dalam praktik ekonominya.

3.      Sistem Ekonomi Pasar/liberal
            Sistem ekonomi pasar merupakan kebalikan dari sistem ekonomi komando. Pada sistem ekonomi pasar, kegiatan ekonomi dilakukan oleh pihak swasta. Pemerintah hanya mengawasi dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan negara. Sistem ekonomi pasar sesuai dengan ajaran yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723-1790) dalam bukunya yang terkenal. An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
            Dalam bukunya, Adam Smith menganjurkan agar kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat menentukan jenis kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mencapai kemakmuran. Jika setiap individu makmur, maka negara pun akan makmur.
            Dalam sistem ekonomi pasar, pihak swasta menguasai alat-alat produksi. Akibatnya, pemilikan tidak terbatas, setiap individu berusaha meningkatkan keterampilan dan kemampuannya menguasai sektor ekonomi sehingga timbulah persaingan untuk maju. Pada sistem ekonomi pasar, pemerintah bertugas membuat peraturan dan mengawasi pelaksanaanya. Kegiatan ekonomi pemerintah hanya berhubungan dengan penyelenggaraan negara saja. Ciri-ciri sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut:
1.         Semua sumber produksi menjadi masyarakat. Masyarakat diberi kebebasan tanpa batas untuk memiliki sumber-sumber produksi.
2.         Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi
3.         Masyarakat terbagi dalam dua golongan, yaitu golongan pemeberi kerja atau pemilik sumber daya produksi dan golongan penerima kerja.
4.         Timbul persaingan dalam masyarakat. Sebagai konsekuensi adanya kebiasaan memiliki sumber-sumber produksi, timbul persaingan dalam mengejar keuntungan.
5.         Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan.
6.         Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar. Pasar merupakan dasar dari setiap tindakan ekonomi. Contohnya barang apa yang dibutuhkan dalam masyarakat.
Kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi liberal adalah:
No
Kelebihan
Kekurangan
1.
Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
Distribusi pendapatan tidak merata
2.
Mendorong inovasi dan kreasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi
Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
3.
Barang-barang yang dihaslikan bermutu tinggi
Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4.
Munculnya persaingan untuk maju diantara masyarakat
Sering terjadi gejolak dalam perekonomian akibat tidak ada campur tangan pemerintah.
5.
Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Negara yang sistem ekonominya mendekati sistem ekonomi pasar adalah Amerika Serikat dan Inggris.



4.      Sistem ekonomi campuran
      Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar. Namun, hingga batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan. Tujuan pemerintah dalam campur tangan adalah agar perekonomian tidak lepas kendali sama sekali dan tidak hanya menguntungkan pemilik modal besar. Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah:
a.         Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.
b.         Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
c.         Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
d.        Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.
      Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi campuran:
No
Kelebihan
Kekurangan
1.
Kebebasan berusaha
Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
2.
Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
3.
Lebih mementingkan kepentingan umum dari pada pribadi



Penerapan sistem ekonomi dalam memecahkan masalah ekonomi:
Pemecahan Masalah Ekonomi
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi Komando
Sistem Ekonomi Pasar
Sistem Ekonomi Campuran
Apa (What)
Penggunaan Sumber daya alam
Penggunaan sumber daya alam
Penggunaan sumber daya alam
Penggunaan sumber daya alam
Bagaimana (How)
Diproduksi sendiri
Diproduksi pemerintah
Diproduksi swasta
Diproduksi pemerintah dan swasta
Untuk siapa (For Whom)
Untuk sendiri
Untuk seluruh rakyat
Untuk pasar
Untuk rakyat dan pasar


5.         Sistem Ekonomi Indonesia
            Apakah kalian sudah mengetahui, sistem ekonomi apa yang sebenarnya diterapkan di Indonesia? Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, dimana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia saat itu berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
            Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang.
 
Sistem Ekonomi Demokrasi
            Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
                        Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi:
1)   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2)    Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
3)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
4)     Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
5)     Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
6)  Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
7)      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi:
1)    Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2)  Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3)    Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Sistem Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah:
1)      Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
2)      Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
3)      Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
4)      Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
5)      Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
            Pada dasarnya, tidak ada satu pun sistem ekonomi yang paling ideal dan sempurna. Selain itu, tidak ada satu negara di dunia yang menggunakan salah satu sistem ekonomi secara murni. Kebanyakan negara tidak lagi menganut salah satu sistem ekonomi, melainkan mencari kombinasi (modifikasi) dari sistem-sistem yang ada yang dirasa paling sesuai dengan situasi dan tradisi negara yang bersangkutan. Amerika Serikat misalnya, meskipun terkenal dengan ekonomi pasar bebasnya namun campur tangan pemerintah terlihat jelas, dengan membuat undang-undang anti monopoli.

Sumber: Ringkasan buku-buku ekonomi SMA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun