Kamis, September 15, 2016

Contoh Kasus etika Bisnis



Kasus: Traidos Bank and Roche’s Drug Trials in China

            Bank Traidos adalah salah satu lembaga keuangan di Inggris yang memberikan jasa tabungan dan investasi. Bank ini menyatakan dirinya sebagai “the world’s leading ethical and sustainable bank”. Bank Traidos memiliki enam prinsip dalam membuat keputusan: (1) mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan; (2) menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku; (3) menghormati hak asasi manusia (4) memperhatikan lingkungannya; (5) akuntabilitas; (6) melakukan perbaikan secara terus menerus. Roche adalah salah satu perusahaan farmasi di Swiss yang sedang mengembangkan CellCept di Cina. CellCept merupakan obat yang mencegah sistem imun pasien dari penolakan organ yang telah di transplantasikan.
            Pada tahun 2009, Bank Traidos telah mereview kegiatan operasional dari Roche. Data menunjukkan bahwa Roche telah memenuhi standar etika yang telah ditetapkan dan memiliki kualitas untuk dimasukkan dalam investasi portofolio bank Traidos. Hasil reviewnya antara lain: (1) Roche menempati Best Performing 50% dari perusahaan farmasi di Eropa; (2) Roche transparan terhadap isu keberlanjutan; (3) Memiliki posisi komrehensif terkait rekayasa genetika; (4) Memiliki pedoman etika yang jelas dalam melakukan uji klinis; (5) Memiliki sistem untuk memonitor dan menegakkan standar sosial; (6) Menegakkan sistem menagemen lingkungan yang baik; (7) Memiliki target untuk mengurangi penggunaan energi dan emisi gas dari green house.
            Roche menerima Public Eye Award yang disponsori oleh Berne Declaration dan Greenpeace pada Januari 2010. Penghargaan ini diberikan karena Roche melakukan hal yang tidak etis yaitu melakukan percobaan klinis di Cina untuk produk CellCept, organ yang ditransplantasi ini sebagian besar berasal dari para tahanan yang dieksekusi, dan Roche tidak memverifikasi asal dari organ yang diuji cobakan tersebut.  Pada bulan Mei 2007, pemerintah Cina telah melarang penjualan organ manusia, dan donor hanya dapat dilakukan dari pendonor yang masih hidup, dan mendonorkan bagian dari tubuhnya hanya bisa kepada pasangannya, yang memiliki hubungan darah atau saudara tiri dan keluarga angkat. Namun, perdagangan organ tetap berkembang di Cina dengan memalsukan dokumen-dokumen yang diperlukan.
            Di musim panas 2010, human right grup mengumumkan investigasinya bahwa lebih dari 9.000 anggota dari Falun Gong telah dieksekusi di penjara Cina untuk diambil bagian tubuhnya diantaranya kornea, paru-paru, hati dan jantung. Hal ini dilakukan tanpa persetujuan dari mereka, walaupun dengan persetujuan itupun dilakukan secara paksa agar mereka menyetujui. Hampir 90% dari semua organ yang ditransplantasi di Cina berasal dari tahanan yang dieksekusi.
            Roche telah melakukan uji klinis sesuai hukum yang berlaku di Cina yaitu setiap obat yang akan dijual di Cina harus diujikan kepada pasian di Cina. Pihak Roche menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mencari tahu sumber dari organ yang ditransplantasikan. Roche mengatakan bahwa jika tidak menguji obat pada pasien transplantasi di Cina maka ia tidak bisa memasarkan obatnya di Cina. Meskipun organ transplantasi banyak berasal dari tahanan, namun kedepannya dari uji tersebut dapat sangat bermanfaat untuk masyarakat Cina yang membutuhkan obat tersebut.
            Karena hal-hal tersebut, maka pada tanggal 23 September 2010 Bank Traidos memutuskan untuk menarik Roche dari investasi portofolionya. Bank Traidos beralasan bahwa Roche sudah tidak memenuhi kriteria dari 6 prinsip yang ia miliki karena Roche telah melakukan uji coba klinis dengan transplantasi organ di Cina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun