Kamis, September 15, 2016

Current Liabilities



KEWAJIBAN LANCAR, PROVISION DAN KONTIJENSI

A.    KEWAJIBAN LANCAR
Kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan masa depan atas manfaat ekonomi yang muncul dari kewajiban saat ini dari entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu. Dengan kata lain, suatu kewajiban memiliki tiga karakteristik :
1.      Merupakan kewajiban saat ini yang memerlukan penyelesaian dengan kemungkinan transfer masa depan atau penggunaan kas, barang atau jasa
2.      Merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari
3.      Transaksi atau kejadian yang menciptakan kewajiban itu harus telah terjadi
Kewajiban lancar adalah kewajiban yang likuidasinya diperkirakan secara layak memerlukan penggunaan sumber daya yang ada, yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar, atau penciptaan kewajiban lancar lain. Beberapa contoh kewajiban lancar : Hutang Usaha, Wesel Bayar, Jatuh Tempo Berjalan Hutang Jangka Panjang, Kewajiban Jangka Pendek yang diharapkan akan didanai kembali, Hutang Dividen, Uang Muka Pelanggan dan Deposito yang dapat dikembalikan, Pendapatan diterima dimuka, Hutang Pajak Penjualan, Hutang PPh dan Kewajiban yang berhubungan dengan karyawan.

1.      Hutang Usaha
Hutang Usaha atau Hutang Dagang merupakan saldo yang terhutang kepada pihak lain atas barang, perlengkapan atau jasa yang dibeli dengan akun terbuka atau secara kredit. Hutang Usaha muncul karena adanya kesenjangan waktu antara penerimaan jasa atau akuisisi hak aktiva dan pembayaran atasnya. Periode perluasan kredit ini biasanya ditemukan dalam persyaratan penjualan (2/10, n/30 atau 1/10 E.O.M) dan biasanya adalah 30 hari hingga 60 hari.

2.      Wesel Bayar
Wesel Bayar adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat tanggal tertentu di masa depan dan dapat berasal dari pembelian, pe,biayaan atau transaksi lainnya. Wesel diklasifikasikan sebagai jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada tanggal jatuh temponya dan dapat juga diklasifikasikan sebagai wesel berbunga dan wesel tanpa bunga.

3.      Jatuh Tempo Berjalan Hutang Jangka Panjang
Pepsico melaporkan obligasi, wesel hipotik dan hutang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam tahun fiscal beriktunya. Jatuh tempo saat ini dari hutang jangka panjang sebagai kewajiban lancar. Perusahaan seperti Pepsico, tidak mencatat hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo saat ini sebagai kewajiban lancar jika akan :
a.       Ditarik atau dilunasi dengan aktiva yang terakumulasi untuk tujuan tersebut yang secara layak tidak ditunjukkan sebagai aktiva lancar
b.      Didanai kembali atau dilunasi dari hasil penerbita hutang baru
c.       Dikonversi menjadi modal saham
4.      Kewajiban Jangka Pendek yang diharapkan akan didanai kembali
Kewajiban jangka pendek adalah hutang yang dijadwalkan akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca perusahaan atau dalam siklus operasi perusahaan, mana yang lebih lama. Beberapa kewajiban jangka pendek didanai kembali atas dasar jangka panjang dank arena itu, diperkirakan tidak memerlukan penggunaan modal kerja selama tahun berikutnya. Kriteria pendanaan kembali :
a.       Perusahaan memiliki rencana untuk mendanai kembali kewajiban atas dasar jangka panjang,
b.      Perusahaan itu menunujukkan kemampuan untuk pendanaan kembali itu.

5.      Hutang Dividen
Hutang Dividen tunai adalah jumlah terhutang oleh perusahaan kepada para pemegang saham sebagai hasil dari otorisasi dewan direksi. Pada tanggal pengumuman, perusahaan mengasumsikan kewajiban yang menempatkan pemegang saham dalam posisi kreditor atas sejumlah dividen yang diumumkan. Karena dividen tunai selalu dibayarkan dalam satu tahun setelah pengumuman (biasanya 3 bulan) maka itu diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.

6.      Uang Muka dan Deposito Pelanggan
Kewajiban lancar yang dapat mencakup  deposito kas yang dapat dikembalikan yang diterima dari pelanggan dan karyawan. Prusahaan dapat menerima deposito dari pelanggan untuk menjamin pelaksanaan kontrak atau jasa atau sebagai penjamin untuk menutup pembayaran kewajiban yang diharapkan di masa depan. Klasifikasi pos-pos ini sebagai kewajiban lancar atau tidak lancar tergantung pada waktu antara tanggal deposito dan pemutusan hubungan yang mensyaratkan deposito.

7.      Pendapatan Diterima Dimuka
Perusahaan memperhitungkan pendapatan diterima dimuka yang diterima sebelum barang dikirimkan atau jasa dilakukan adalah dengan cara :
a.       Ketika uang diterima, Kas didebet dan akun Kewajiban lancar yang mengidentifikasi sumber pendapatan diterima dimuka dikredit
b.      Ketika pendapatan diterima, akun pendapatan diterima  dimuka didebet, dan akun pendapatan yang diterima dikredit
                                 
8.      Hutang Pajak Penjualan
Terkadang penagihan pajak penjualan yang dikredit ke akun kewajiban tidak sama dengan kewajiban yang dihitung oleh rumus pemerintah. Pada kasus ini, GAP membuat penyesuaian atas aku kewajiban dengan mengakui keuntungan atau kerugian atas penagihan pajak penjualan.
Dalam banyak perusahaan, pajak penjualan dan jumlah penjualan tidak dipisahkan pada waktu penjualan terjadi. Keduanya dikredit secara total kea kun penjualan. Sehingga untuk merefleksikan scara benar jumlah penjualan actual dan kewajiban untuk pajak penjualan, akun penjualan didebet sebesar pajak penjualan yang terhutang kepada pemerintah atas penjualan itu dan akun hutang pajak penjualan dikredit sebesar jumlah yang sama

9.      Hutang Pajak Penghasilan
Setiap Pajak Penghasilan federal atau Negara bagian memiliki porsi yang berbeda terhadap jumlah laba tahunan. Dengan menggunakan informasi dan nasihat yang tersedia, perusahaan harus mempersiapkan SPT pajak penghasilan dan menghitung hutang pajak penghasilan yang dihasilkan dari operasi periode berjalan. Hutang pajak atas laba perusahaan, seperti yang dihitung per SPT pajak hatus diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar. Tidak seperti perseroan, perusahaan perseorangan dan persekutuan bukan merupakan entitas kena pajak. Karena masing-masing pemilik dan anggota persekutuan terkena PPh pribadi atas bagian dari laba kena paja perusahaannya, maka kewajiban PPh tidak dicantumkan dalam laporan keuangan.

10.  Kewajiban yang berhubungan dengan Karyawan
a.       Pemotongan Gaji
Jenis paling umum dari pemotongan gaji adalah pajak premi asuransi, tabungan karyawan dan iuran serikat kerja. Jika jumlah dipotong belum diserahkan kepada pihak yang berwenang pada akhir periode akuntansi, maka jumlah itu harus diakui sebagai kewajiban lancar.
b.      Absensi yang Dikompensasi
Absensi yang dikompensasi adalah absensi dari pekerjaan seperti cuti, sakit, dan hari libur. Suatu kewajiban harus diakrualkan untuk biaya kompensasi atas absensi di masa depan.
c.       Perjanjian Bonus
Tambahan atas gaji atau upah yang diberikan kepada karyawan atas hasil kerja atau jumlah laba tahunan perusahaan. Pemberian bonus kepada karyawan harus dimasukkan sebagai pengurang dalam menentukan laba bersih tahun berjalan

B.     PROVISION
Provisi adalah suatu kewajiban yang jumlah dan waktunya tidak pasti (kadang disebut estimasi kewajiban). Provisi sangat umum dan kadang dilaporkan menjadi lancar dan tidak lancar tergantung estimasi waktu pembayaran.
Perbedaan antara provisi dan kewajiban lainnya (seperti hutang usaha, hutang wesel, hutang gaji dan hutang deviden) adalah provisi memiliki ketidakpastian yang lebih besar tentang waktu dan jumlah pengeluarannya di masa datang untuk menyelesaikan kewajiban.
            Pengakuan Provisi atas beban dan kewajiban lainnya terjadi hanya jika :
1.      Perusahaan memiliki kewajiban saat ini sebagai akibat kejadian dimasa lalu.
2.      Besar kemungkinan bahwa akan ada pengeluaran sumber daya ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban.
3.      Estimasi wajar yang dibuat untuk jumlah atas kewajiban.
Jika tiga kondisi diatas tidak ditemui, maka pengakuan provisi tidak dapat dilakukan.
Pengukuran Provisi menurut IFRS Pengukuran haruslah merupakan estimasi terbaik dari jumlah yang dikeluarkan untuk menyelesaikan kewajiban saat ini.
Jenis jenis provisi yang biasanya ditemukan:
1.      Perkara hukum
Perusahaan harus mempertimbangkan kewajiban yang mungkin terjadi dimasa depan yang belum bisa ditentukan karena adanya penundaan atau ancaman pengadilan. Faktor yang harus dipertimbangkan:
a.       Periode waktu dimana penyebab tindakan yang mendasari terjadi (periode waktu perkara yang kewajibannya diakui haruslah terjadi pada atau sebelum tanggal laporan keuangan)
b.      Probabilitas hasil yang merugikan
c.       Kemampuan untuk melakukan estimasi layak atas jumlah kerugian.
2.      Garansi
Garansi adalah janji yang dibuat penjual kepada pembeli untuk memperbaiki defisiensi kuantitas, kualitas atau kinerja suatu produk. Jaminan dan garansi memerlukan biaya masa depan, yang seringkali merupakan biaya tambahan yang signifikan, yang terkadang disebut “biaya sesudah” atau “biaya purna jual”. Walaupun biaya masa depan bersifat tidak pasti dalam hal jumlah, tanggal terjadinya,  bahkan pelanggannya, namun kewajiban adalah mungkin dalam banyak kasus dan harus diakui dalam akun jika dapat diestimasi secara layak.  Perusahaan memberikan salah satu dari dua jenis garansi berikut kepada konsumen :
a.       Garansi yang telah disepakati dalam kontrak saat produk dijual. Jenis garansi ini termasuk dalam harga jual dari produk perusahaan dan sering disebut sebagai jenis garansi jaminan.
b.      Garansi dimana menawarkan layanan tambahan dari garansi asuransi. Garansi ini tidak termasuk dalam harga jual produk dan sering disebut sebagai jenis garansi jasa.

E13-13 ( Garansi )
Selzer Equipment Company menjual 500 Rollomatics selama tahun 2015 dengan harga $6.000 per unit. Selama tahun 2015, Selzer mengeluarkan $30.000 untuk memenuhi garansi selama 2 tahun atas barang Rollomatics.

a.       Jurnal Selzer untuk tahun 2015, dengan asumsi Selzer mengestimasi total biaya servis atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun.

Jurnal Penjualan 500 Rollomatics selama 2015 dengan harga $6.000 per unit
            Kas                                                                  3,000,000
                        Penjualan (500x$6,000)                                              3,000,000
           
  Jurnal pengeluaran $30.000 untuk memenuhi garansi selama 2 tahun
            Beban Garansi                                                 30,000
                        Kas, Persediaan, Gaji Akrual                                      30,000
           
Jurnal estimasi biaya servis atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun
            Beban Garansi                                                 90,000
                        Kewajiban Garansi                                                     90,000
($120,000 – $30,000)

b.      Jurnal Selzer untuk tahun 2015, dengan asumsi garansi yang berupa garansi jasa  tidak termasuk ke dalam bagian penjualan Rollomatics. Asumsikan bahwa total penjualan Rollomatics sebesar $160.000 termasuk kedalam kontrak Garansi Penjualan. Selzer mengestimasi total biaya untuk garansi servis selama 2 tahun sebesar $120.000. Estimasi pendapatan terkait dengan garansi servis.

Jurnal penjualan dengan asumsi garansi yang berupa garansi service tidak termasuk ke dalam bagian penjualan Rollomatics           
Kas                                                                  3,000,000
Penjualan                                                                     2,840,000
Pendapatan garansi diterima dimuka                          160,000

Jurnal pengeluaran $30.000 untuk memenuhi garansi selama 2 tahun
            Beban Garansi                                                 30,000
                        Kas, Persediaan, Gaji Akrual                                      30,000

Jurnal estimasi biaya servis atas garansi akan berjumlah $120.000 untuk 2 tahun
            Pendapatan garansi diterima dimuka              40,000
                        Pendapatan garansi                                                    40,000
                        [$160,000 X ($30,000/$120,000)]

3.      Consideration Payable
          Perusahaan sering melakukan pembayaran kepada konsumen sebagai bagian dari rencana untuk mendapatkan pendapatan. Consideration Payable bisa berupa diskon, rabat, gratis produk, atau jasa. Contoh, banyak perusahaan menawarkan premi (baik atas dasar terbatas maupun berkelanjutan) kepada pelanggan sebagai pengganti tutup kotak, sertifikat, kupon, label, atau bungkus produk. Premi dapat berupa peralatan dari perak, piring, alat rumah tangga, mainan, atau barang lainnya. Biaya yang terjadi harus dicatat sebagai beban pada periode penjualan.

E13-14 ( Premi )
Moleski Company menyertakan 1 kupon disetiap kotak sabun bubuk yang dikemasnya. Setiap 10 kupon yang berhasil dikumpulkan bisa ditukarkan konsumen dengan premi (berupa peralatan dapur). Tahun 2015, Moleski Company membeli 8.800 premi dengan harga €0,90 per premi, dan menjual 120.000 kotak sabun bubuk dengan harga €3,30 per kotak. 44.000 buah kupon disediakan untuk ditukarkan selama tahun 2015. Diestimasi 60% dari kupon akan ditukarkan oleh konsumen dengan premi.


Jurnal terkait penjulan dan rencana premi selama tahun 2015:
Jurnal saat pembelian 8.800 premi dengan harga €0,90 per premi
            Persediaan premi (8,800 X €.90)                                           7,920
                        Kas                                                                                          7,920

Jurnal saat penjualan 120.000 kotak sabun bubuk dengan harga €3,30 per kotak.
            Kas (120,000 X €3.30)                                                          396,000
                        Penjualan                                                                                 396,000

Jurnal pengakuan 44.000 buah kupon disediakan untuk ditukarkan selama 2015
            Beban Premi                                                                            3,960
                        Persediaan Premi [(44,000 ÷ 10) X €.90]                              3,960

Jurnal estimasi 60% dari kupon akan ditukarkan oleh konsumen dengan premi.
            Beban Premi                                                                            2,520
                        Estimasi Kewajiban untuk Premi                                            2,520
[(120,000 X 60%) – 44,000] ÷ 10 X €.90 = €2,52

4.      Kewajiban Lingkungan
           Estimasi biaya untuk membersihkan lokasi limbah beracun sangat penting. Serta, estimasi biaya untuk membersihkan udara dan untuk mencegah kemunduran dimasa depan yang semakin tinggi. Pengakuan akuntansi atas Kewajiban Lingkungan, sama seperti provisi lainnya, sebuah perusahaan harus mengakui kewajiban lingkungan ketika perusahaan mempunyai kewajiban hukum yang terkait dengan penghentian sebuah aktiva jangka panjang dan ketika perusahaan dapat secara layak mengestimasi jumlah kewajiban itu.
     Kejadian yang membebankan kewajiban. Contoh dari kewajiban hukum yang ada, yang memerlukan pengakuan kewajiban, meliputi tetapi tidak terbatas pada :
a.       Penutupan pabrik / fasilitas nuklir
b.      Pembongkaran, pemulihan, dan reklamasi properti minyak dan gas
c.       Biaya penutupan, reklamasi, dan pembongkaran fasilitas pertambangan
d.      Biaya penutupan dan pasca penutupan tempat pembuangan sampah padat.
           Untuk memperoleh manfaat dari aktiva jangka panjang ini, perusahaan biasanya berkewajiban secara hukum terhadap biaya-biaya yang terkait dengan penghentian aktiva tersebut, walaupun perusahaan meminta pihak lain atau dilakukan dengan tenaga kerja dan peralatan sendiri.
           Pengukuran, Perusahaan pada awalnya mengukur kewajiban lingkungan pada estimasi terbaik nilainya pada masa depan. Estimasi harus mencerminkan jumlah yang harus dibayar perusahaan di dalam pasar aktif untuk menyelesaikan kewajiban (biasanya menggunakan nilai wajar). Karena pasar aktif tidak begitu banyak tersedia bagi kewajiban lingkungan, maka perusahaan mengestimasi nilai wajarnya berdasarkan informasi terbaik yang ada seperti informasi harga pasar dan kewajiban serupa jika ada. Alternatifnya, perusahaan dapat memakai teknik nilai sekarang untuk mengestimasi nilai wajar.
                Pengakuan dan Alokasi, untuk mencatat sebuah kewajiban lingkungan dalam laporan keuangan, sebuah perusahaan memasukkan biaya yang terkait dengan kewajiban lingkungan dalam aktiva jangka panjang tersebut dan mencatat kewajiban dengan jumlah yang sama. Biaya penghentian akan dicatat sebagai bagian dari aktiva tersebut karena biaya-biaya ini terikat pada kegiatan operasi aktiva itu dan diperlukan untuk menyiapkan aktiva itu agar sebagaimana mestinya. Perusahaan tidak boleh mencatat biaya lingkungan yang dikapitalisasi di akun terpisah karena tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang dapat dikaitkan dengan biaya ini saja.
           Pada periode-periode setelahnya, perusahaan mengalokasikan biaya aset untuk dibebankan selama periode umur manfaat aktiva tersebut. Perusahaan dapat menggunakan metode garis lurus untuk alokasi ini.

E13-18 (Kewajiban Penghentian Aset)
Bassinger Company membeli sebuah depot tanker minyak pada 1 Januari 2015, dengan biaya sebesar $ 600.000. Bassinger memperkirakan dapat mengoperasikan depot selama 10 tahun, dan secara hukum diharuskan membongkar depot dan menghapus tangki penyimpanannya di bawah tanah. Diperkirakan biayanya $ 70.000 untuk membongkar depot dan menghapus tank pada akhir masa manfaat depot tersebut.
a.       Buatlah ayat jurnal untuk mencatat depot dan kewajiban lingkungan atas depot pada 1 Januari 2015. Berdasarkan tingkat efektif-bunga 6%, nilai wajar dari kewajiban lingkungan pada tanggal 1 Januari 2015, adalah $ 39.087.
Depot Tanker                                                              600,000
Kas                                                                              600,000
Depot Tanker                                                              39,087
Kewajiban Lingkungan                                               39,087

b.      Siapkan jurnal yang diperlukan untuk depot dan kewajiban lingkungan pada tanggal 31 Desember 2015. Bassinger menggunakan metode penyusutan garis lurus; taksiran nilai sisa depot adalah nol.
Beban Depresiasi (600.000/10)                                   60,000
Akumulasi Depresiasi – Depot Tanker                       60,000
Beban Depresiasi ($39,087/10)                                   3,909
Akumulasi Depresiasi – Depot Tanker                       3,909
Beban Bunga ($39,087 x 0,06)                                   2,345
Kewajiban Lingkungan                                               2,345

c.       Pada tanggal 31 Desember 2024, Bassinger membayar sebuah perusahaan pembongkaran untuk membongkar depot dan menghapus tank dengan harga $ 80.000. Buatlah jurnal untuk penyelesaian kewajiban lingkungan ini.
Kewajiban Lingkungan                                               70,000
Kerugian Penyelesaian kewajiban lingkungan            10,000
Kas                                                                              80,000

5.      Ketentuan kontrak yang memberatkan (Onerous Contract Provisions)
          Kadang perusahaan memiliki apa yang disebut kontrak yang memberatkan (onerous contract). Kontrak dimana biaya yang tidak bisa dihindari untuk memenuhi kewajiban karena melebihi manfaat ekonomi yang diharapkan akan diterima. Contoh kontrak yang memberatkan adalah kerugian yang diakui atas komitmen pembelian (item persediaan yang tidak menguntungkan) yang tidak bisa dibatalkan.

6.      Restrukturisasi
          Akuntansi untuk provisi restrukturisasi itu kontroversial. Contoh peristiwa yang dapat digolongkan sebagai restrukturisasi :
a.       Penjualan atau penghentian suatu lini usaha
b.      Penutupan lokasi usaha dalam suatu negara atau rehgional
c.       Perubahan dalam struktur manajemen
d.      Reorganisasi mendasar yang memiliki dampak signifikan terhadap karakteristik dan fokus operasi entitas.
Berikut adalah contoh peristiwa yang dapat digolongkan sebagai restrukturisasi:
a.       penjualan atau penghentian suatu lini usaha;
b.      penutupan lokasi usaha dalam suatu negara atau kawasan atau relokasi kegiatan usaha ke negara atau kawasan regional lain;
c.       perubahan dalam struktur manajemen, misalnya menghilangkan satu lapis manajemen; dan
d.      reorganisasi mendasar yang memiliki dampak signifikan pada karakteristik dan fokus operasi perusahaan, termasuk penggabungan badan usaha dan peleburan badan usaha.
Kewajiban estimasi bagi biaya restrukturisasi diakui hanya jika kriteria pengakuan umum yang berlaku bagi kewajiban diestimasi dipenuhi. Kewajiban konstruktif untuk melakukan restrukturisasi muncul hanya jika persyaratan berikut dipenuhi:
a.       perusahaan memiliki rencana formal yang terperinci untuk restrukturisasi dengan mengidentifikasi, sekurang-kurangnya:
·         usaha atau bagian usaha yang terlibat;
·         lokasi utama yang terpengaruh;
·         lokasi, fungsi, dan perkiraan jumlah pegawai yang akan menerima kompensasi karena pemutusan hubungan kerja;
·         pengeluaran yang akan terjadi; dan
·         waktu implementasi rencana tersebut.
b.      perusahaan menimbulkan harapan yang kuat dan sah kepada pihak pihak yang terkena dampak restrukturisasi bahwa perusahaan akan melaksanakan restrukturisasi dengan memulai implementasi rencana tersebut atau mengumumkan pokok pokok rencana.
Bukti bahwa perusahaan telah mulai mengimplementasikan rencana restukturisasi akan tampak, antara lain, dengan menghentikan operasi pabrik atau menjual aktiva atau mengumumkan kepada masyarakat tentang pokok-pokok rencana restrukturisasi. Pen gumuman mengenai rencana yang terperinci tentang restrukturisasi ters ebut merupakan kewajiban konstruktif untuk melakukan restrukturisasi hanya jika rencana itu dibuat sedemikian rupa dan dengan perincian yang memadai (yaitu menjelaskan pokok-pokok rencana) sehingga menimbulkan harapan yang kuat dan sah di pihak lain seperti pelanggan, pemasok, dan pegawai (atau wakilnya) bahwa perusahaan akan melaksanakan restrukturisasi
          Keputusan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi yang diambil sebelum tanggal neraca tidak menimbulkan kewajiban konstruktif pada tanggal neraca, kecuali sebelum tanggal neraca perusahaan telah: (a) mulai mengimplementasikan rencana restrukturisasi; atau (b) mengumumkan pokok-pokok rencana restrukturisasi kepada pihak yang terkena dampak rencana tersebut.

C.     KONTIJENSI
Perusahaan tidak diperkenankan mengakui kewajiban kontinjensi. Kewajiban kontinjensi diungkapkan, seperti ditentukan dalam paragraf 87, kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya kecil.
Apabila perusahaan bertanggung jawab secara masing-masing dan bersama dengan pihak lainnya (tanggung renteng), bagian kewajiban yang diharapkan akan dipenuhi oleh pihak-pihak lain diperlakukan sebagai kewajiban kontinjensi. Perusahaan mengakui kewajiban diestimasi untuk bagian dari kewajiban yang kemungkinan besar dipenuhi dengan arus keluar sumber dayanya, kecuali dalam keadaan sangat jarang, yaitu dalam hal estimasi andal tidak dapat dibuat.
Kewajiban kontinjensi dapat berkembang ke arah yang tidak diperkirakan semula. Oleh karena itu, kewajiban kontinjensi harus terus menerus dikaji ulang untuk menentukan apakah tingkat kemungkinan arus keluar sumber daya bertambah sehingga menjadi kemungkinan besar (probable). Jika timbul kemungkinan besar bahwa diperlukan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan suatu unsur yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai kewajiban kontinjensi, maka perusahaan mengakui kewajiban diestimasi dalam laporan keuangan pada periode saat perubahan menjadi kemungkinan besar tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun