Kamis, September 15, 2016

induk anak cucu



MASALAH KHUSUS INDUK ANAK CUCU

            Akuisis merupakan salah satu aternatif yang dapat dipilih untuk meakukan pengembangan usaha. Kepemilikan hak suara suatu entitas selain dimaksudkan untuk mengendalikan entitas tersebut, dalam kasus tertentu dapat juga dilakukan untuk mengendalikan suatu entitas yang kebetulan memiliki atau mengendalikan entitas lain. Misalkan PT I memiliki 90% saham PT A dan PT A menguasai 80% saham PT C. Kepemilikan PT A atas saham PT C sebesar 80% menyebabkan PT I juga memiliki pengaruh atas PT C secara tidak langsung, karena PT A yang merupakan induk PT C adalah perusahaan anak PT I. Hak PT I atas PT C adalah 90% x 80% = 72%, sehingga PT I tetap mengendalikan PT C. PT A disebut entitas anak dan PT C disebut entitas cucu dari PT I. Hubungan induk-anak dapat terjadi dari penyertaan langsung, yakni dengan kepemilikan hak suara atas entitas anak.
            Penyertaan tidak langsung adalah pengendalian atas entitas tertentu dengan cara melakukan penyertaan langsung atas entitas lain yang memiliki hak suara atau mengendalikan entitas tersebut. Dalam kasus di atas, PT I melakukan penyertaan tidak langsung dalam PT C. Jadi, penyertaan tidak langsung atas suatu entitas hanya dapat terjadi dengan adanya penyertaan langsung pada entitas lainnya. PT I, PT A, dan PT C dalam kasus ini adalah satu kelompok usaha (grup) karena berada dalam suatu pengendalian, dengan PT I sebagai pengendali tertinggi (entitas induk). Istilah afiliasi juga sering dipakai untuk menggambarkan hubungan grup. Laporan konsolidasi wajib disusun oleh pengendali tertinggi.
            Hubungan antara PT I, PT A, dan PT C merupakan bentuk hubungan induk-anak-cucu. Dalam banyak kasus, bisa juga perusahaan anak mengakuisisi saham perusahaan induk. Dalam bahasa akuntansi, hal ini disebut kepemilikan mutual (mutual holding), yang dapat menimbulkan permasalahan perlakuan investasi anak dalam saham induk. Perhitungan pendapatan investasi dan nilai investasi menimbulkan permasalahan tersendiri apabila perusahaan anak memiliki saham preferen. Dalam praktiknya, banyak terjadi hubungan yang lebih kompleks.

Kepemiikan Tidak Langsung (Indirect Holding)
     Pendapatan investasi suatu perusahaan apabila terdapat penyertaan langsung dan tidak langsung menjadi sebagai berikut:
     Pendapatan investasi dari penyertaan langsung              xxx
     Pendapatan investasi atas penyertaan tidak langsung     xxx
                 Total pendapatan investasi                               xxx

Contoh Kasus:
Papa Corp. memiliki saham Son Corp. pada tanggal 1/1/2005 sebesar 80% dari saham PT Son dengan harga $3.256.000. Pada tanggal tersebut kekayaan PT Son sebagai berikut:
            Modal saham                                       $2.500.000
            Laba ditahan                                       $1.320.000
            Total ekuitas pemegang saham           $3.820.000
Selisih akuisisi dan nilai buku yang diperoleh disebabkan oleh goodwill dan diamortisasi selama 10 tahun. Kepemilikan Son Corp. ini dimaksudkan untuk menguasai saham Cucu Corp.yang merupakan anak perusahaan Son Corp. Saham Cucu 90% dikuasai Son. Investasi dalam saham Cucu dilakukan pada selisih harga yang disebabkan goodwill sebesar $100.000 dengan nilai buku Cucu yang dimiliki Son. Goodwill tersebut diamortisasi selama 10 tahun. Hingga tanggal 31/12/2005 goodwill telah diamortisasi selama 6 tahun. Informasi tentang laba dan deviden ketiga perusahaan yang diumumkan pada akhir tahun 2005 adalah sebagai berikut:


Laba
Dividen
Papa Corp.
$370,000
$300,000
Son Corp.
$200,000
$80,000
Cucu Corp
$100,000
$40,000

Laba bersih konsolidasi Papa Corp tahun 2005 dapat dihitung sbb:
Laba individu                                                                                                              $300.000
Pendapatan dan penyertaan langsung:
            Laba Son Corp (80% x 200.000)                               $160.000
            Amortisasi goodwill (200.000/ 10 thn)                       ($20.000)                     $140.000
Penyertaan tidak langsung
Laba cucu 80% x ((90%x 100.000) - $10.000))                      $64.000                      $204.000
Laba bersih konsolidasi                                                                                               $504.000

Papa Corporation Dan Anak Perusahaan
Kertas Kerja Konsolidasi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2005
Ayat Jurnal kertas kerja penyesuaian dan eliminasi laporan keuangan konsolidasi PapaCorp dan anak perusahaan sebagai berikut:
Akun Antar perusahaan Son Corp dan Cucu Corp:
            Pendapatan investasi dari Cucu          80.000
                        Dividen                                               36.000
                        Investasi dalam saham Cucu               44.000
(Laba cucu yang menjadi bagian dari pendapatan Son adalah $90.000, dikurangi amortisasi goodwill $10.000, sehingga nilai pendapatan investasi Son menjadi $80.000).

Kepemilikan Mutual (Mutual Holding)
Mutual holding adalah sebuah tipe khusus dari kepemilikan tidak langsung pada perusahaan perusahaan diafiliasi yang secara tidak langsung dimiliki oleh perusahaan itu sebdiri. Mutual holding terjadi jika pemegang saham minoritas anak perusahaan memiliki saham perusahaan induk. Misalnya PT A menguasai 80% saham PT B, dengan demikian 20% saham PT B yang tidak dikuasai PT A dapatsajamemilikisaham PT B, yang menimbulkanmutual holding.
            Ada beberapa persoalan yang akan timbul apabila terjadi mutual holding, diantaranya adalah:
1.      Laporan konsolidasi menyajikan laporan gabungan induk dan anak serta mengeliminasi akun antar perusahaan.
2.      Hak minoritas dalam laporan konsolidasi merupakan bagian kekayaan pemegang saham yang tidak dikuasai induk atau kekayaan hak minoritas.
3.      Bila terjadi mutual holding di mana anak memiliki saham induk, maka jumlah kepemilikan harus dieliminasi.
4.      Perusahaan anak memiliki catatan investasi dalam saham induk.
            Prinsip penyusunan laporan konsolidasi mengatakan bahwa akun antar perusahaan harus dieliminasi, sehingga nilai investasi perusahaan anak juga harus dieliminasi dengan modal saham induk. Eliminasi modal saham induk mengakibatkan pengurangan modal saham induk dalam laporan konsolidasi. Pada dasarnya, modal saham induk tidak berkurang, akan tetapi untuk tujuan penyusunan laporan konsolidasi tersebut modal saham induk harus dieliminasi berdasarkan nilai investasi anak atas modal saham tersebut.
            Perlakuan akuntansi pengurangan modal saham induk tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni: Pendekatan saham dibeli kembali/perbendaharaan (treasury stock approach) dan pendekatan konvensional (conventional approach). Dalam pendekatan saham dibeli kembali, saham induk perusahaan yang dibeli anak perusahaan dianggap sebagai saham yang dibeli kembali oleh entitas konsolidasi, sehingga biaya investasi dikurangkan dari equitas pemilik modal pada laporan neraca konsolidasi.
            Dalam pendekatan konvensional, saham induk perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan diangggap sebagai saham yang “ditarik kembali” (contructively retired), modal saham serta saldo laba yang didapat oleh anak perusahaan tidak muncul dalam laporan keuangan konsolidasi. Modal saham dan laba ditahan perusahaan induk tidak akan dikonsolidasikan sama modal saham dan laba ditahan, kecuali kalau perusahaan induk melakukan sebuah pencatatan pada buku terpisah untuk mencatat transaksi saham sesuai dengan besarnya transaksi sebenarny.

Stock Tambahan (Mutual Owned)
            Ketika mutual holdings meliputi saham tambahan sesama anak perusahaan. Pendekatan saham keuangan tidak dapat dipakai dan separate income dari afiliasi akan dialokasikan dengan menggunakan pendekatan konfensional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun