Kamis, September 15, 2016

Kontrak Konstruksi



Pengakuan Laba Kotor Kontrak Konstruksi

            PSAK No 34: Kontrak Konstruksi,  mengatur perlakuan akuntansi pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kontrak konstruksi. Oleh karena sifat dari aktivitas yang dilakukan pada kontrak konstruksi, tanggal saat aktivitas kontrak mulai dilakukan dan tanggal saat aktivitas tersebut diselesaikan biasanya jatuh pada periode akuntansi yang berlainan. Oleh karena itu, masalah utama dalam akuntansi kontrak konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode di mana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan.
     Kontrak konstruksi (constructions contract) adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset tunggal, misalnya untuk membangun  jembatan, bangunan, bendungan, pipa, jalan, kapal, dan terowongan; atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan pokok penggunaan, misalnya konstruksi kilang-kilang minyak atau bagian-bagian lain yang kompleks dari pabrik atau peralatan.
     Kontrak konstruksi diklasifikasikan sebagai kontrak biaya plus dan kontrak harga tetap. Kontrak biaya-plus (cost-plus contract)  adalah kontrak konstruksi yang mana kontraktor mendapatkan penggantian untuk biaya-biaya yang telah diizinkan atau telah ditentukan, ditambah imbalan dengan persentase terhadap biaya atau imbalan tetap. Kontrak harga tetap (fixed-price contract)   adalah kontrak konstruksi dengan syarat bahwa kontraktor telah menyetujui nilai kontrak yang telah ditentukan,  atau tarif tetap yang telah ditentukan per unit output, yang dalam beberapa hal tunduk pada ketentuan-ketentuan kenaikan biaya (subject to cost esclation clauses).
       Pendapatan kontrak (contract revenue) terdiri dari:
1.      nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan
2.      penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif:
a.       sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan
b.      dapat diukur secara andal.
            Entitas mengukur pendapatan kontrak pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima (received or receivable). Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh beragam ketidakpastian yang bergantung pada hasil dari peristiwa di masa depan. Estimasi sering kali perlu untuk direvisi sesuai dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian. Oleh karena itu, jumlah pendapatan kontrak dapat meningkat atau menurun dari satu periode ke periode berikutnya.
            Biaya suatu kontrak (contract cost) konstruksi terdiri dari:
1.      biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak tertentu;
2.      biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak secara umum dan dapat dialokasikan pada kontrak tersebut; dan
3.      biaya lain yang secara spesifik dapat ditagihkan ke pelanggan sesuai isi kontrak.
            Dengan demikian, biaya kontrak meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan pada suatu kontrak selama periode sejak tanggal kontrak itu diperoleh sampai dengan penyelesaian akhir kontrak. Akan tetapi, biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak dan terjadi untuk memperoleh kontrak juga dimasukkan sebagai bagian dari biaya kontrak jika biaya-biaya ini dapat diidentifikasi secara terpisah dan dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar kontrak tersebut dapat diperoleh. Jika biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh kontrak diakui sebagai beban pada periode terjadinya, maka biaya-biaya tersebut tidak dimasukkan dalam biaya kontrak ketika kontrak tersebut diperoleh pada periode berikut.
            Penyimpangan kontrak adalah suatu instruksi yang diberikan pelanggan mengenai perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak. Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika:
1.      kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan
2.      jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
            Klaim adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya-biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak. Pengukuran pendapatan dari klaim mengandung ketidakpastian dan tergantung pada hasil negosiasi. Klaim dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika:
1.      negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga kemungkinan besar pelanggan akan menerima klaim tersebut; dan
2.      nilai klaim yang kemungkinan besar akan disetujui oleh pelanggan, dapat diukur secara andal.
            Pembayaran insentif adalah jumlah tambahan yang dibayarkan kepada kontraktor apabila standar-standar pelaksanaan yang telah ditentukan telah terpenuhi atau dilampaui. Misalnya, pembayaran karena penyelesaian yang lebih awal dari suatu kontrak. Pembayaran insentif dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika:
1.      kontrak tersebut cukup aman sehingga kemungkinan besar pelanggan memenuhi atau melampaui standar pelaksanaan; dan
2.      jumlah pembayaran insentif dapat diukur secara andal.


Pengakuan Pendapatan dan Beban Kontrak
            Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal akhir periode pelaporan. Taksiran rugi pada kontrak konstruksi tersebut segera diakui sebagai beban.
            Ada dua metode akuntansi untuk kontrak konstruksi jangka panjang:
1.      Metode prosentase penyelesaian.
a.       Pendapatan kontrak diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi pada periode akuntansi di mana pekerjaan dilakukan.
b.      Biaya kontrak biasanya diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode akuntansi di mana pekerjaan yang berhubungan dilakukan. 
2.      Metode kontrak selesai, artinya pendapatan diakui jika kontraknya telah selesai dilaksanakan.
            Dasar pemikiran penggunaan metode  prosentase penyelesaian adalah:
1.      Pembeli dan penjual memiliki hak yang dilaksanakan (enforceable rights).
2.      Pembeli memiliki hak secara hukum untuk meminta kinerja spesifik di dalam kontrak.
3.      Penjual memiliki hak untuk meminta pembayaran atas kemajuan kontrak untuk memberikan bukti kepemilikan pembeli.
4.      Hasilnya, penjualan berkelanjutan terjadi sementara pekerjaan berlanjut, dan entitas harus mengakui pendapatan sesuai dengan kemajuan pekerjaan tersebut.
            Perusahaan menggunakan metode prosentase penyelesaian jika semua kondisi berikut terpenuhi.
1.      Jumlah pendapatan kontrak dapat diukur dengan andal
2.      Ada kemungkinan manfaat ekonomis terkait kontrak masuk ke perusahaan
3.      Biaya kontrak sampai selesai dan tingkat penyelesaian pada akhir periode pelaporan dapat diukur dengan andal.
4.      Biaya kontrak yang berasal dari kontrak dapat diidentifikasi dan diukur dengan andal, sehingga biaya aktual kontrak dapat dibandingkan dengan perkiraan awal.












 













            Penyajian laporan keuangan metode prosentase penyelesaian:
1.      Untuk menghindari double-counting akun persediaan, selama kontrak PT A melaporkan selisih akun konstruksi dalam proses dan akun penagihan konstruksi dalam proses di dalam laporan posisi keuangan.
2.      Jika selisih tersebut di posisi debit, maka dilaporkan sebagai aset lancar
3.      Jika selisih tersebut di posisi kredit, maka dilaporkan sebagai kewajiban lancar

            Kerugian di suatu periode di dalam kontrak yang menguntungkan à Hanya di metode prosentase penyelesaian, peningkatan biaya yang diperkirakan memerlukan penyesuaian laba kotor yang diakui periode sebelumnya pada periode sekarang.
            Kerugian pada kontrak yang merugikan à Terdapat di kedua metode, perusahaan harus mengakui keseluruhan perkiraan kerugian pada periode sekarang.

Kontraktor konstruksi harus mengungkapkan:
1.      Pendapatan yang diakui selama periode dan metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak dan tingkat penyelesaian.
2.      Untuk kontrak yang sedang berlangsung, perusahaan harus mengungkapakan jumlah agregat biaya yang dibebankan dan laba bersih yang diakui, jumlah uang muka, dan jumlah retention.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun