Kamis, September 15, 2016

Penggabungan Usaha



Penggabungan Usaha dan Laporan Keuangan Konsolidasian

            Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahaan lain.
            Jenis penggabungan usaha:
1.      Akuisisi adalah suantu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan yaitu pengakuisisi (acquisition) memperoleh  kendali atas aktiva netto dan operasi perusahan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
2.      Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh, atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer).
            Ditinjau dari bentuk penggabungannya, terdapat tiga bentuk penggabungan usaha yaitu:
1.    Penggabungan horisontal, yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut.
2.    Penggabungan vertikal, yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya, keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan, misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi.
3.    Penggabungan konglomerat, yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering).
            Ditinjau dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi menjadi:
1.    Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya.
2.    Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru.
3.    Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya.

Faktor yang mendorong perusahaan melakukan penggabungan usaha adalah :
1.      Keuntungan dari sisi biaya
2.      Meminimalisasi resiko
3.      Memperpendek waktu tunda bagi kegiata operasional
4.      Menghindari pengambilalihan secara paksa
5.      Penguasaan aktiva tidak berwujud
6.      Faktor-faktor lain

Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang didalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki control (kendali) terhadap perusahaan lain. Dalam hal ini tentunya perusahaan investor (acquirer). Pengendalian (control) diasumsikan diperoleh apabila salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain, kecuali apabila dapat dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun pemilikan lebih dari 50%.
Penggabungan usaha dalam praktek bisnis dapat dilakukan dengan dua cara, penerbitan saham baru dan pembelian aktiva perusahaan yang diakuisisi. Dari kedua cara ini lahirlah dua metode pencatatan yang dikenal yaitu, metode penyatuan kepemilikan (pooling of Interest) dan metode pembelian (purchase).
1.      Asumsi yang mendasari metode penyatuan kepemilikan ini adalah dimana kepemilikan oleh pemegang saham dua perseroan disatukan dan tidak mengalami perubahan hingga terbentuknya entitas baru. Jika penyatuan kepemilikan dilakukan, maka otomatis salah satu entitas yang bergabung harus bubar secara hukum, atau kedua entitas bubar dan dibentuk entitas baru. Pada metode penyatuan kepemilikan, aktiva, kewajiban dan laba ditahan dari entitas yang bergabung dialihkan kepada salah satu entitas atau entitas yang baru dibentuk. Dalam metode ini, aktiva dan kewajiban perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri akan dicatat dengan menggunakan nilai buku.
2.      Suatu penggabungan usaha dikatakan suatu akuisisi apabila terdapat perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi. Suatu akuisisi harus dibukukan sebesar sebesar biaya perolehan yaitu jumlah kas atau setara kas yang dibayar atau nilai wajar aktiva lain yang diberikan oleh perusahaan pengakuisisi sebagai imbalan atas perolehan kendali atas aktiva neto perusahaan lain ditambahkan biaya lain yang secara langsung dapat di atribusikan pada akuisisi tersebut.
Menggabungkan Laporan Keuangan entitas induk dan entitas anak à menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban.
1.      Investasi entitas induk pada anak dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi, (goodwiil muncul)
2.      Kepentingan non pengendali diidentifikasi: ekuitas (awal dan perubahan, laba/rugi
3.      Saldo transaksi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh à belum direaliasi, dampak pajak penghasilan

Investasi
1.      Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas entitas anak
2.      Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali.
3.      Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi)
4.      Goodwiil muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai wajar
Akun: Utang – piutang yang muncul antara anak dan induk harus dihapuskan
Transaksi: Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga, transaksi anak dan induk harus dieliminasi
Persediaan
·         Penjualan dan harga pokok penjualan
·         Jika barang belum terjual maka laba yang belum direalisasi harus dikurangkan dari nilai inventory dan mempengaruhi laba yang telah diakui.
Aset tetap
  • Pada tahun terjadi transaksi tidak boleh diakui keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut
  • Laba yang ada dalam aset tersebut harus dieliminasi
  • Nilai penyusutan akan disesuaikan
Obligasi
·         Obligasi hanya boleh diakui sebesar obligasi pada pihak eksternal.
·         Pendapatan / beban bunga harus dieliminasi
Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset: persediaan, aset tetap, obligasi harus dieliminasi.
  • Pengaruh ke nilai aset dan kewajiban
  • Mempengaruhi laba/rugi periode berjalan à COGS, biaya bunga, depresiasi
Penjualan hulu dari entitas induk, semua laba disesuaikan mempengaruhi bagian laba induk.
Penjualan hilir dari entitas anak, semua laba disesuaikan mempengaruhi bagian laba /kepentingan non pengendali, karena laba ada di anak perusahaan.
            LK yang digunakan untuk menyusun LK konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama. Jika tidak sama menyusun LK dengan tanggal yang sama kecuali tidak praktis Jika tanggal berbeda, penyesuaian dilakukan atas dampak transaksi / peristiwa yang signifikan (tidak lebih  bulan). Lama periode pelaporan dan perbedaan antar akhir periode, sama dari periode ke periode.
            LK konsolidasian menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. (jika tidak sama penyesuaian). Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).à kepantingan non pengendali disesuaikan nilainya jika terpengaruh.
            Rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian. Pengendalian hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui, dan:
·         porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan nilai wajar
·         pos keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif jika tidak disajikan terpisah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun