Kamis, September 15, 2016

pusat cabang




A.  PENDAHULUAN
Perusahaan-perusahaan besar atau yang sedang berkembang, selalu berusaha untuk meningkatkan volume penjualan. Aspek pemasaran merupakan aspek penting dalam usaha pencapaian tujuan ini. Oleh karena itu, bagian pemasaran yang merupakan ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan.
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, perusahaan melakukan pemetaan wilayah sehingga dapat diketahui pasar potensial bagi produk atau jasa yang dihasilkan atau ditawarkan. Dengan penggunaan cara ini, dapat diketahui market share ( bagian pasar yang dapat dimasuki) dari produk atau jasa yang dihasilkan atau ditawarkan perusahaan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menangkap peluang dari market share yang sudah diketahui ini antara lain dengan cara membuka kantor agen atau bahkan membuka kantor cabang.
Pada dasarnya kantor agen berbeda dengan kantor cabang. Kantor cabang hanya berfungsi mencari pembeli atau memperoleh order. Penjualan kepada konsumen dilakukan langsung oleh kantor pusat. Pemabayarannya juga diterima langsung dari konsumen ke kantor pusat. Kantor cabang mempunyai kewenangan yang lebih luas dibandingkan kantor agen, karena selain berfungsi mencari pembeli kantor cabang dapat melakukan transaksi penjualan secara langsung kepada konsumen. Wewenang yang lebih besar lagi adalah kantor cabang dapat membeli barang dagangan dari luar negeri.

B.  HUBUNGAN KANTOR PUSAT DENGAN AGEN  & KANTOR CABANG
1.    Agen dan Kantor Cabang
Tabel 1: Perbedaan Kareateristik Kantor Cabang dan Agen
Kantor Cabang
Agen
·      Struktur organisasi dan kegiatan tidak terlepas dari kantor pusat. Sehingga kantor  cabang bertanggungjawab penuh atas segala aktivitasnya ke manajemen kantor pusat.
·      Kegiatan  kantor cabang tidak terbatas pada usaha untuk memperoleh pesanan saja tetapi juga usaha untuk memenuhi pesanan yang dapat diambil dari persediaan sendiri maupun persediaan kantor pusat.
·      Investasi kantor pusat ke cabang tidak hanya sebatas modal kerja saja tetapi semua fasilitas yang dibutuhkan dalam mendirikan kantor cabang dan permulaan operasinya kantor cabang
·      Struktur organisasi dan kegiatan terlepas dari kantor pusat atau berdiri sendiri.  Oleh karena itu satu kantor agen dapat mengageni beberapa perusahaan. Sehingga kantor agen tidak bertanggungjawab ke kantor pusat  tetapi bertanggungjawab pengelola agen.
·      Kegiatan  kantor agen terbatas pada usaha untuk memperoleh pesanan dan calon pembeli saja. Dengan demikian agen hanya sebagai fungsi pemasarnya saja.
·      Investasi kantor pusat ke agen hanya sebatas modal kerja saja.


Tabel 2: Perbedaan Kegiatan Penjualan Kantor Cabang dan Agen
Keterangan
Kantor Cabang
Agen
Persediaan barang dagang
Ada, baik dibeli dari luar maupun kiriman dari kantor pusat
Tidak ada, tapi hanya ada sampel barang dari kantor pusat
Penjualan kepada pihak ke-3,
Dilakukan sendiri
Dilakukan oleh Kantor pusat
Syarat penjualan
Ditentikan sendiri  (desentralisasi)
Ditentukan Kantor pusat
Beban operasional dan modal kerja ditentukan oleh :
Kantor cabang
Kantor pusat, agen hanya mengurus kas kecil

2.    Hubungan Kantor Pusat dan Agen
a.       Usaha dari Suatu Agen
Agen yang berkerja sebagai suatu unit organisasi penjualan lokal (daerah tertentu) berada di bawah pengawasan kantor pusat dan biasanya tidak mengadakan persediaan selain dari contoh atau sample daripada barang yang akan ditawarkan untuk dijual. Agen diberi modal kerja dari kantor pusat guna pembayaran ongkos­ongkos penjualan dan penyelesaian kewajiban agen dalam melaksanakan tugasnya. Pesanan yang diterima agen dikirimkan langsung ke kantor pusat untuk dimintakan persetujuan, setelah disetujui maka kantor pusat dapat mengirimkan barang langsung kepada langganan.
b.      Pembukuan untuk suatu Agen
Agen cukup menyelenggarakan buku kas untuk mencatat penerimaan modal kerja dari kantor pusat dan pengeluaran­pengeluaran untuk berbagai macam biaya. Pada saat modal kerja habis, agen mengirimkan copy (tembusan) catatan pengeluaran kas atau ringkasannya berikut bukti pengeluarannya kepada kantor pusat untuk mendapatkan penggantian kembali modal kerja.
c.       Pembukuan pada kantor pusat
Pembukuan yang diselenggarakan oleh Kantor Pusat, tergantung pada tujuan yang dikehendaki, yaitu mengenai laba atau rugi yang didapat dari aktivitas penjualan agen tersebut:
1.      Laba (rugi) yang didapat dari aktivitas penjualan melalui agen (tiap agen) tidak ditentukan secara terpisah. Laba (rugi) yang didapat dari penjualan melalui agen akan dilaporkan tergabung dengan transaski penjualan reguler. Semua transaksi penjualan dan biaya­biaya yang terjadi melalui agen yang bersangkutan, dicatat dalam rekening­ rekening pembukuan yang ada seperti halnya transaksi yang terjadi di kantor pusat.
2.      Laba (rugi) diperoleh dari aktivitas penjualan melalui ahen ditentukan secara terpisah. Dibuat rekening­rekening pembukuan khusus untuk agen, terutama untuk pendapatan dan biaya­biaya yang bersangkutan harus diselenggarakan. Apabila perusahaan mempunyai beberapa agen, maka rekening­rekening pendapatan dan biaya­biaya pada agen dapat diselenggarakan sebagai rekening kontrol. Sedang rekening pendapatan dan biaya untuk tiap agen diselenggarakan sebagai rekening pembantunya. 
3.    Hubungan Kantor Pusat dengan Kantor Cabang
Hubungan kantor pusat dan kantor cabang yaitu hubungan  antara  kantor pusat (utama) dengan kantor pengembangan/perwakilan yang  skala usahanya lebih  kecil dan  merupakan bagian dari  kantor pusat tersebar di daerah-daerah lain.
Sifat dan jenis usahanya operasi kantor cabang, biasanya berada di bawah pengelolaan seorang manajer cabang yang bertanggung jawab langsung kepada top manajemen di kantor pusat. Administrasi yang lengkap terhadap aktiva yang ditempatkan dan hutang­hutang atau kewajiban yang timbul di cabang juga diperlukan seperti halnya di kantor pusat. Meskipun cabang berusaha dan bekerja sebagai unit yang berdiri sendiri, tetapi tetap dikontrol oleh kantor pusat. Tingkat kebebasan berdiri sendiri yang diberikan kepada suatu cabang ditetapkan oleh kantor pusat. Garis besar bekerjanya suatu cabang adalah sebagai berikut:
a.       Cabang diberi modal kerja, baik berupa uang kas, barang­barang dagangan maupun aktiva lainnya oleh kantor pusat.
b.      Cabang dapat membeli barang dagangan dari pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan permintaan barang-barang lokal yang tidak dapat terpenuhi oleh kantor pusat.
c.       Cabang melakukan aktivitas penjualan, mulai dari usaha­usaha untuk mendapatkan pembeli, mengirimkan barang atau menyerahkan jasa kepada langganan, membuat faktur penjualan, menagih piutang dan menyimpam uangnya di dalam rekening banknya sendiri.

C.  SISTEM AKUNTANSI HUBUNGAN KANTOR PUSAT DAN CABANG
            Ada dua sistem yang digunakan dalam pencatatan sistem akuntansi hubungan kantor pusat dengan  kantor cabang, yaitu:
1.      Sistem Sentralisasi
Pembukuan di kantor cabang diselenggarakan sepenuhnya oleh kantor pusat. Kantor cabang cukup mengumpulkan dokumen-dokumen dasar atau bukti lain yang mendukung terjadinya transaksi. Sistem sentralisasi dilakukan dalam rangka penghematan biaya administrasi, menjamin adanya keseragaman prosedur dan metode-metode pembukuan yang diterapkan baik untuk kantor pusat maupun kantor cabang. Sistem ini cocok dipakai apabila kantor cabang letaknya dekat dengan kantor pusat  dan kegiatan kantor cabang masih terbatas/kantor cabang masih relative kecil.
2.      Sistem Desentralisasi
Dalam sistem ini, setiap cabang menyelenggarakan pembukuan atas transaksi yang terjadi pada cabang yang bersangkutan secara lengkap. Biasanya susunan dan klasifikasi rekeningrekening pembukuan pada tiap-tiap kantor cabang mengikuti dan sesuai dengan susunan dan klasifikasi yang dipakai pada kantor pusatnya. Proses akuntansi pada kantor cabang diselenggarakan seperti halnya pada perusahaan yang berdiri sendiri, kecuali bahwa kantor cabang tidak menyelenggarakan rekening modal.
Transaksi  keuangan  kantor cabang  di dalam  system desentralisasi dikelompokkan menjadi 2 transaksi, yaitu:
a.    Transaksi  antara  kantor  cabang  dengan  kantor  pusat.    Transaksi    ini  akan mempengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini dicatat baik oleh    kantor cabang maupun kantor pusat. Oleh karena itu, diperlukan rekening yang bersifat Resiprokal (timbal balik) antara kantor pusat dan kantor cabang untuk menampung transaksi yang bersifat resiprokal ini, kantor pusat menggunakan nama rekening kantor cabang, sebaliknya kantor cabang menggunakan rekening kantor pusat. Rekening kantor cabang merupakan hak kantor pusat sedangkan rekening kantor pusat merupakan kewajiban kantor cabang. Dalam membuat laporan konsolidasi rekening resiprokal harus dieleminasi.
b.    Transaksi  antara  kantor  cabang  dengan  pihak  ketiga.  Transaksi    ini  tidak  mempengaruhi hubungan kantor cabang dengan kantor pusat sehingga transaksi ini tidak  dicatat oleh    kantor pusat.



Transaksi antara Kantor Cabang dan Kantor Pusat
No
Keterangan
Kantor Pusat (KP)
Kantor Cabang (KC)
1.
Pengiriman  kas (aktiva)  dari  kantor Pusat ke kantor cabang
Kantor Cabang                                                    xxx
                Kas                                                                         xxx
Kas                                                                         xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx

Pengiriman  kas (aktiva)  dari  kantor cabang ke  kantor pusat
Kas                                                                         xxx
                Kantor Cabang                                    xxx
Kantor Pusat                                                        xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
2.
Pengiriman barang  dagang dari kantor  Pusat ke cabang
Sistem Fisik
Kantor Cabang                                                    xxx
                Pengiriman Barang Dagang ke KC                  xxx

Sistem Perpetual
Kantor Cabang                                                    xxx
                Persediaan Barang Dagang                               xxx
Sistem Fisik
Pengiriman Barang Dagang dari KP                xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx

Sistem Perpetual
Persediaan Barang Dagang                               xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx
Pengembalian barang  dagang dari Kantor Cabang ke  Pusat
Sistem Fisik
Pengiriman Barang Dagang ke KC                  xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx

Sistem Perpetual
Persediaan Barang Dagang                               xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
Sistem Fisik
Kantor Pusat                                                        xxx
                Pengiriman Barang Dagang dari KP                xxx

Sistem Perpetual
Kantor Pusat                                                        xxx
                Persediaan Barang Dagang                               xxx
3.
Pembebanan biaya  oleh  Kantor  Pusat  kepada  kantor cabang
Kantor Cabang                                                    xxx
                Biaya ....                                                                                xxx
Biaya ....                                                                                xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx        
Pembebanan biaya oleh  kantor  cabang kepada  kantor  pusat:
Biaya ....                                                                                xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
Kantor Pusat                                                        xxx
                Biaya ....                                                                                xxx
               
4.
Penghitungan  bunga atas  investasi Kantor Pusat di Kantor Cabang
Kantor Cabang                                                    xxx
                Pendapatan Bunga                                             xxx
Biaya Bunga ....                                                   xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx
5.
Pembelian  aktiva  oleh Kantor Cabang yg akuntansinya diselenggarakan  Kantor Pusat
Aktiva ....                                                               xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
Kantor Pusat                                                        xxx
                Kas/Utang                                                             xxx
5.
Pengakuan laba Kantor Cabang
Kantor Cabang                                                    xxx
                Laba/Rugi Kantor Cabang                                                xxx
Laba/Rugi                                                             xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx
Pengakuan rugi Kantor Cabang:
Laba/Rugi Kantor Cabang                                                xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
Kantor Pusat                                                        xxx         Laba/Rugi                                                             xxx
6.
Penagihan  piutang kantor  pusat  oleh  kantor  cabang
Kantor Cabang                                                    xxx
                Piutang                                                                  xxx
Kas                                                                         xxx
                Kantor Pusat                                                        xxx
Penagihan  piutang kantor  Cabang oleh  kantor  Pusat
Kas                                                                         xxx
                Kantor Cabang                                                    xxx
Kantor Pusat                                                        xxx
                Piutang                                                                  xxx

Laporan Keuangan Konsilidasi Kantor Pusat dan cabang
            Dipandang dari segi ekonomi kantor pusat dan kantor cabang adalah satu kesatuan ekonomi dan dianggap oleh pihak eksternal sebagai satu perusahaan. Oleh karena itu, sesuai dengan konsep enterprise (satu kesatuan ekonomi) kantor pusat harus menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi (Consolidated Income Statement) yang merupakan laporan keuangan gabungan antara kantor pusat dan kantor cabang.
Prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi:
1)        Membuat Jurnal Eliminasi
Jurnal eliminasi yang dibuat tidak akan mempengaruhi laporan keuangan individual, baik kantor pusat maupun kantor cabang. Jurnal Eliminasi hanya diposting pada kertas kerja yang dibuat dalam rangka penyusunan laporan konsolidasi. Tujuan pembuatan jurnal eliminasi adalah menghilangkan (mengeliminir) semua saldo rekening resiprokal. Caranya dengan mendebit rekening yang dikredit dan mengkredit rekening yang didebet dari transaksi yang bersifat resiprokal.
No.
Keterangan
Sistem Fisik
Sistem Perpetual
1.
Mengeliminasi saldo rekening KP dan KC
Kantor Pusat                   xxx
                Kantor Cabang         xxx
Kantor Pusat                xxx
       Kantor Cabang      xxx
2.
Mengeliminasi Pengiriman Barang Dagang dari KP ke KC
Pengiriman BD ke KC         xxx
                Pengiriman BD dari KP  xxx
Tidak Dijurnal
3.
Eliminasi bunga  yang diperhitungkan atas investasi KP di KC
Pendapatan Bunga        xxx
                Biaya Bunga           xxx
Pendapatan Bunga    xxx
        Biaya Bunga                            xxx

2)        Membuat Kertas Kerja
Prosedur  yang  harus  dilakukan  dalam  menyusun  kertas  kerja:
a.     Memasukkan  angka-angka  dari  neraca  saldo  atau  laporan  keuangan kantor pusat  dan  kantor  cabang.
b.    Memasukkan  angka-angka  jurnal  eliminasi  ke  dalam  rekening  debet-kredit yang  sesuai.
c.     Menghitung  angka-angka  yang  akan  disajikan  dalam  laporan  keuangan konsolidasi  yang  merupakan  gabungan  antara langkah  1  dan  2.
3)        Menyusun Laporan Keuangan Konsilidasi
Membuat laporan leuangan lonsolidasi yang sumbernya berasal dari kolom terakhir kertas kerja sesuai dengan format yang sesuai dengan PSAK No.1.

D.  PERMAALAHAN-PERMASALAHN KHUSUS HUBUNGAN KANTOR PUSAT DENGAN KANTOR CABANG
Persoalan-persoalan khusus di dalam akuntansi biasanya timbul (perusahaan menggunakan sistem desantralisasi), apabila hubungan antara kantor pusat dan cabang menyangkut hal-hal berikut:
1.    Pengiriman aktiva antar cabang atas perintah kantor pusat
Pengiriman aktiva antar cabang atas perintah kantor pusat melibatkan tiga hal, yaitu: 1) kantor cabang pengirim, 2) kantor cabang penerima dan 3) kantor cabang pusat. Transaksi yang tejadi dalam kegiatan ini juga dicatat oleh tiga pihak. Pencatatan yang dilakukan oleh masing- masing pihak akan tergantung pada jenis transaksi. Kegiatan ini dikelompokkan mejadi tiga, yaitu:1) Pengiriman kas, 2) Pengiriman barang dagangan yang dicatat atas dasar harga pokok dan 3) Pengiriman barang dagangan yang dicatat di atas harga pokok.
2.    Pengiriman barang ke cabang di nota di atas harga pokok
Barang-barang yang dikirim oleh kantor pusat ke cabang-cabang dinota di atas harga pokoknya, biasanya dilakukan salah satu dari dua macam, yaitu dinota dengan tambahan % tertentu diatas harga pokok dan dinota dengan harga jual eceran.
3.    Kantor cabang di luar negeri
Apabila kantor cabang berada di luar negeri, maka masalah khusus yang dihadapi akan menjadi semakin kompleks. Di samping tiga masalah khusus di atas, beberapa tambahan masalah yang timbul berkenaan dengan penjabaran laporan keuangan kantor cabang yang semula dijabarkan dalam mata uang asing (dilihat dari kantor pusat) ke dalam mata uang domestik yang digunakan oleh kantor pusat. Masalah tersebut timbul karena kurs suatu mata uang terhadap mata uang lain selalu mengalami perubahan. Di dalam menjabarkan laporan keuangan yang disajikan di dalam mata uang asing ke dalam mata uang domestik tersebut terdapat beberapa metode, antara lain :
1.      Current rate method (pemilihan tingkat kurs sehingga rekening laporan keuangan dikelompokkan menjadi dua, yaitu rekening timbal balik dan non timbal balik).
2.      Non-current rate method (sebelum laporan keuangan perusahaan anak dijabarkan ke dalam mata uang domestik maka laporan keuangan tersebut harus dinilai kembali dari mata uang non-fungsional ke dalam mata uang fungsional, dilakukan berdasarkan FASB Statement no.52).
3.      Current/ non-current method (penjabaran laporan keuangan kantor cabang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu rekening neraca lancar, rekening neraca tidak lancar dan rekening laba rugi).
4.      Monetary /non-monetary method ( penjabaraan laporan keuangan kantor cabang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu rekening moneter, rekening non-moneter dan rekening laba rugi).
5.      Temporar method (penjabaran rekening laporan keuangan dikelompokkan mejadi tiga, yaitu : 1) rekening neraca yang dinilai berdasar harga pokok historis akan dijabarkan berdasarkan kurs historis, 2) ) rekening neraca yang dinilai berdasar nilai pasar atau nilai masa yang akan datang akan dijabarkan berdasar kurs pada tanggal neraca, dan 3) rekening laba rugi dijabarkan berdasarkan kurs rata-rata).
Contoh soal :
1.    Sistem sentralisasi
Pada awal tahun 2011, perusahaan tersebut membuka sebuah kantor cabang di Yogyakarta. Transaksi kantor pusat dan kantor cabang selama tahun 2011:
1.    Kantor pusat mengirim kassebesar Rp150.000 untuk pembukaan cabang.
2.    Kantor cabang membeli aktiva tetap seharga Rp100.000 secara tunai. Akuntansi aktiva tetap kantor cabang diselenggarakan oleh kantor pusat.
3.    Pembelian barang dagangan, semuanya secara kredit, yaitu :Kantor pusat  : Rp1.250.000 dan Kantor cabang : Rp250.000
4.    Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang Rp325.000.
5.    Penjualan, semuanya ssecara kredit, kantor pusat Rp 1.500.000 dan kantor cabang Rp750.000. Harga pokok atas barang dagangan yang dijual tersebut masing- masing Rp1.000.000 dan Rp500.000.

Berikut ini neraca PT Delta per 31 Desember 2010
PT DELTA
Neraca
Per 31 Desember 2010 (dalam jutaan)
Aktiva                                                                      Passiva
Kas                                          Rp   250.000          Utang usaha               Rp   100.000
Piutang dagang (neto)                 125.000          Modal saham                     500.000
Persediaan                                     275.000          Laba ditahan                       400.000
Aktiva tetap (neto)                      350.000
Total aktiva                         Rp  1.000.000        Total passiva             Rp 1.000.000
6.    Penagihan piutang dagang KP : Rp 1.400.000 dan KC : Rp600.000
7.    Pembayaran utang dagang : KP : Rp1.200.000  dan KC : Rp200.000
8.    Pengeluaran kas untuk membayar biaya komersial: KP : Rp275.000  dan KC : Rp100.000
9.    Pembebanan biaya kantor pusat kepada kantor cabang Rp50.000
10.     Pengiriman kas dari kantor cabang ke kantor pusat sebesar Rp 300.000
11.     Penyusutan aktiva tetap: KP : Rp40.000 dan KC : Rp10.000
12.     Kantor pusat membagi dividen dalam bentuk kas sebesar Rp100.000.
Penyelesaian :
Transaksi- transaksi akan dicatat oleh kantor pusat sebagai berikut :
1.    Kas – Kantor cabang                  Rp 150.000
 Kas                                                          Rp 150.000
(mencatat pembukuan kantor cabang)
2.      Aktiva tetap – Kantor cabang    Rp 100.000
  Kas – Kantor cabang                              Rp 100.000
3.      Persediaan                                 Rp 1.250.000
Utang dagang                                          Rp 1.250.000
(mencatat pembeliaan yang dilakukan oleh kantor pusat)
Persediaan – Kantor cabang      Rp    250.000
Utang dagang                                          Rp    250.000
(mencatat pembelian yang dilakukan oleh kantor cabang)
4.      Persediaan – Kantor cabang      Rp    325.000
Persediaan                                              Rp    325.000
(mencatat pengiriman barang dagangan ke kantor cabang)

5.      Piutang dagang                          Rp 1.500.000
Penjualan                                                            Rp1.500.000
Hpp                                           Rp 1.000.000
Persediaan                                              Rp 1.000.000
(mencatat penjualan dan HPP kantor pusat)
Piutang dagang                          Rp   750.000
Penjualan                                                            Rp    750.000
HPP                                           Rp   500.000
Persediaan                                              Rp    500.000
(mencatat penjualan dan HPP kantor cabang)
6.      Kas                                           Rp 1.400.000
Piutang dagang                                       Rp 1.400.000
(mencatat penagihan piutang dagang kantor pusat)
Kas – Kantor Cabang                Rp    600.000
Piutang dagang                                       Rp    600.000
(mencatat penagihan piutang dagang kantor cabang)
7.      Utang dagang                            Rp 1.200.000
Kas                                                         Rp 1.200.000
(mencatat pembayaran utang dagang kantor pusat)
Utang dagang                            Rp   120.000
Kas – Kantor Cabang                             Rp   120.000
(mencatat pembayaran utang dagang kantor cabang)
8.      Biaya komersial                                    Rp   275.000
Kas                                                         Rp   275.000
(mencatat pengeluaran kas untuk biaya komersial di kantor pusat)
Biaya komersial–Kantor cabang             Rp 100.000   
Kas – Kantor cabang                              Rp   100.000
(mencatat pengeluaran kas untuk biaya komersial di kantor cabang)
9.      Biaya komersial – Kantor cabang            Rp 50.000
Biaya komersial                                      Rp   50.000
(mencatat pembebanan biaya kepada kantor cabang)
10.  Kas                                           Rp   300.000
Kas – Kantor cabang                              Rp   300.000
(mencatat pengiriman kas dari kantor cabang)
11.  Biaya komersial                                    Rp     40.000
Aktiva tetap                                            Rp     40.000
(mencatat penyusutan aktiva tetap kantor pusat)

Biaya komersial                                    Rp    10.000
Aktiva tetap                                            Rp     10.000
(mencatat penyusutan aktiva tetap kantor cabang)
12.  Laba ditahan                             Rp   100.000
Kas                                                         Rp   100.000
(mencatat pembagian dividen)

PT DELTA
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2011
Aktiva                                                                          Passiva
Kas                                                     Rp 225.000   Utang dagang                            Rp  150.000
Kas –Kantor cabang                              130.000   Utang dagang- Kantor cabang       130.000
Piutang dagang                                       225.000    Modal saham                                    500.000
Piutang dagang–Kantor cabang          150.000    Laba ditahan                                    300.000
Persediaan                                               200.000    Penjualan                                        1.500.000
Persediaan – Kantor cabang                  75.000    Penjualan-Kantor cabang               750.000
Aktiva tetap                                          310.000    Total passiva                             Rp3.330.000
Aktiva tetap – Kantor cabang               90.000                     
HPP                                                        1.000.000
HPP – Kantor cabang                            500.000
Biaya komersial                                     265.000
Biaya komersial –Kantor cabang       160.000
Total aktiva                                  Rp3.330.000
Berdasarkan transakasi dan data di atas maka dapat dibuat laporan keuangan:
PT DELTA
Laporan Laba- Rugi
Tahun 2011
     Keterangan        Kantor Pusat (Rp)   Kantor Cabang (Rp)                Total (Rp)
Penjualan                          1.500.000                       750.000                          2.250.000
HPP                                     1.000.000                       500.000                          1.500.000
Laba kotor                          500.000                       250.000                             750.000
Biaya komersial                  265.000                       160.000                             425.000
Laba bersih                         235.000                         90.000                             325.000

Jurnal penutup :
Penjualan – Kantor cabang                         Rp750.000
HPP Kantor cabang                                                   Rp500.000
Biaya komersial – Kantor cabang                                   160.000
Laba rugi – Kantor cabang                                               90.000     
(mencatat dan mengakui laba atau rugi kantor cabang)
Penjualan                                        Rp1.500.000
Laba rugi – Kantor cabang                       90.000
HPP                                                               Rp1.000.000
Biaya komersial                                                    265.000
Laba rugi                                                              325.000
(mencatat dan mengakui laba rugi perusahaan)
PT DELTA
Neraca setelah Penutupan
Per 31 Desember 2011
Aktiva                                                                  Passiva
Kas:                                                                                      Utang dagang :
   Kantor pusat     Rp225.000                               Kantor pusat      Rp150.000
   Kantor cabang       130.000  Rp 355.000     Kantor cabang           130.000   Rp280.000
Piutang dagang:                                                  Modal saham                                   500.000
   Kantor pusat      Rp225.000                           Laba ditahan                                    625.000
   Kantor cabang         150.000 Rp375.000    Total passiva                            Rp1.405.000
Persediaan:
   Kantor pusat      Rp310.000
   Kantor cabang         90.000   R 400.000
Jumlah aktiva                                        Rp1.405.000

1.    Sistem desentralisasi
Sesuai dengan contoh soal (termaksud transaksi dan kegiatan perusahaan) pada sistem sentralisasi, maka pencatatan dilakukan.
Penyelesaian :
Transaksi tersebut akan dicatat oleh kantr pusat dan kantor cabang.

No.
Kantor Pusat (KP)
Kantor Cabang (KC)
1.


Kantor cabang       Rp150.000
Kas                        Rp150.000
     Kas                              Rp150.000
     Kantor pusat                Rp150.000
(mencatat pengiriman kas ke kantor cabang dari kantor pusat)
2.


Aktiva tetap-KC       Rp100.000
KP                              Rp100.000         
     Kantor cabang              Rp100.000
     Kas                                 Rp100.000
(mencatat pembelian aktiva oleh kantor cabang dan kantor pusat)
3.


Pembelian               Rp1.250.000
Pembelian                Rp1.250.000
     Utang dagang               Rp1.250.000
     Utang dagang              Rp1.250.000
(mencatat pembelian  barang dagangan oleh kantor pusat dan kantor cabang)
4.


Kantor cabang        Rp350.000
Pengiriman barang dr KP  Rp350.000
   Pengiriman barang ke KC Rp350.000
     KP                                    Rp350.000
(mencatat pengiriman barang dagang ke kantor cabang dari kantor pusat)
5.


Piutang dagang       Rp1.500.000
Piutang dagang       Rp1.500.000
     Penjualan                     Rp1.500.000
     Penjualan                    Rp1.500.000
(mencatat penjualan barang dagangan secara kredit oleh KP dan KC)
6.


Kas                          Rp1.400.000
Kas                           Rp1.400.000
     Piutang dagang            Rp1.400.000
     Piutang dagang            Rp1.400.000
(mencatat penagihan piutang dagang oleh KP dan KC)
7.


Utang dagang          Rp1.200.000
Utang dagang           Rp1.200.000
     Kas                               Rp1.200.000
     Kas                              Rp1.200.000
(mencatat pelunasan utang dagang KP dan KC)
8.


Biaya komersial       Rp275.000
Biaya komersial         Rp275.000
     Kas                                Rp275.000
     Kas                               Rp275.000
(mencatat pembayaran biaya komersial oleh KP dan KC)
9.


KC                            Rp50.000
Biaya komersial         Rp50.000
     Biaya komersial              Rp50.000
     KP                                  Rp50.000
(mencatat alokasi biaya ke KC dari KP)
10.


Kas                           Rp300.000
KP                               Rp300.000
     KC                                  Rp300.000
     Kas                                 Rp300.000
(mencatat pengiriman kas dari KC ke KP)
11.





KC                            Rp10.000
Biaya komersial          Rp10.000
     Aktiva tetap-KC             Rp10.000
     KP                                  Rp10.000
(mencatat penyusutan aktiva tetap ke KC dari KP)
Biaya komersial         Rp40.000
-
     Aktiva tetp                    Rp40.000
-
(mencatat penyusutan aktiva tetap KP)
12.


Laba ditahan              Rp100.000
-
     Kas                                Rp100.000
-
(mencatat pembagian dividen)
-
Neraca saldo
Rekening                                                   Kantor Pusat (Rp)                 Kantor Cabang (Rp)
Aktiva
   Kas                                                                 225.000                                         130.000
   Piutang dagang (neto)                                  225.000                                       150.000 
   Persediaan                                                      275.000                                             -
   Aktiva tetap (neto)                                        310.000                                             -
   Aktiva tetap–KC                                             90.000                                             -
   Pembelian                                                    1.250.000                                       250.000
   Pengiriman barang dari KP                              -                                                325.000
   Biaya komersial                                            260.000                                       160.000
   R/K Kantor cabang                                       135.000                                             -
Total aktiva                                                   2.775.000                                    1.015.000
Passiva
   Utang dagang                                 150.000                                       130.000
   Modal saham                                                 500.000                                             -
   Laba ditahan                                                 300.000                                             -
   Penjualan                                                     1.500.000                                       750.000
   Pengiriman barang ke KC                            325.000                                             -
   Kantor pusat                                                        -                                               135.000
Total passiva                                                 2.775.000                                    1.015.000
Laporan keuangan akhir tahun 2011 diketahui bahwa persediaan akhir pada kantor pusat sebesaar Rp200.000 dan kantor cabang sebesar Rp75.000.
Dari neraca saldo dan persediaan dilakukan penyusunan keuangan untuk:


1.    Kantor Cabang
PT DELTA – KANTOR CABANG YOGYAKARTA
Laporan Laba/Rugi
Tahun 2011
Penjualan                                                                                                       Rp750.000
Harga pokok penjualan :
     Pembelian                                                                  Rp250.000
     Pengiriman dari kantor pusat                                                     325.000
   Barang tersedia dijual                                               Rp575.000
   Persediaan akhir                                                                 75.000
   Harga pokok penjualan                                                                               500.000
Laba kotor                                                                                                     Rp250.000
Biaya komersial                                                                                                 160.000                      
Laba bersih                                                                                                   Rp  90.000
Dari laporan laba rugi di atas, kantor cabang membuat jurnal penutup, yaitu:
1)      Penjualan                                  Rp750.000
       Laba/rugi                                                    Rp750.000
(menutup pendapatan)
2)      Laba rugi                                   Rp660.000
     HPP                                                              Rp500.000
     Biaya komersial                                                160.000
(menutup biaya)
3)      Laba rugi                                   Rp  90.000
      Kantor pusat                                                           Rp  90.000
(menutup laba bersih yang diperoleh dari KC yang merupakan hak KP)
Kantor cabang                           Rp  90.000
     Laba/rugi Kantor cabang                              Rp  90.000
(menutup laba kotor yang diakui oleh KC dan dicatat oleh KP)
PT DELTA – KANTOR CABANG YOGYAKARTA
Neraca
Per 31 Desember 2011
Aktiva                                                                Passiva
Kas                                     Rp130.000             Utang dagang                    Rp130.000
Piutang dagang (neto)         150.000             Kantor pusat                          225.000
Persediaan                               75.000                            
Jumlah aktiva                Rp355.000             Jumlah passiva                Rp355.000

2.    Kantor Pusat
PT DELTA – KANTOR CABANG YOGYAKARTA
Laporan Laba/Rugi
Tahun 2011
Penjualan                                                                                                       Rp1.500.000
Harga pokok penjualan :                                                           
     Persediaan awal                                                       Rp  275.000
     Pembelian                                                                      1.250.000
                                                                                          Rp1.525.000
Pengiriman ke cabang                                                          325.000
Barang tersedia dijual                                                  Rp1.200.000           
Persediaan akhir                                                                    200.000            
Harga pokok penjualan                                                                                                  1.000.000
Laba kotor                                                                                                     Rp  500.000
Biaya komersial                                                                                                   165.000                    
Laba bersih operasi                                                                                    Rp  235.000

PT DELTA – KANTOR CABANG YOGYAKARTA
Neraca
Per 31 Desember 2011
Aktiva                                                                Passiva
Kas                                     Rp225.000             Utang dagang                    Rp150.000
Piutang dagang (neto)         225.000             Modal saham                         500.000
Persediaan                             200.000             Laba ditahan                         625.000
Aktiva tetap (neto)              310.000
Aktiva tetap-KC                    90.000
Kantor cabang                      225.000
Jumlah aktiva              Rp1.275.000           Jumlah passiva                Rp355.000
3.    Laporan keuangan konsolidasi
Diketahui jumlah persediaan di kantor pusat sebesar Rp200.00 dan kantor cabang sebesar Rp75.000 dengan menggunakan peritungan fisik.
a.       Jurnal eliminasi
1)      Kantor pusat                                               Rp135.000
Kantor cabang                                                 Rp135.000
(mengeliminasi rekening koran KC dan KP)
2)      Pengiriman barang ke KC               Rp325.000
Pengiriman barang dari KP                              Rp325.000
(mengeliminasi pengiriman barang dari KP ke KC)

b.      Kertas kerja
PT DELTA
Kertas Kerja
Tahun 2011 (dalam 000 Rp)
Rekening

Neraca Saldo
Jurnal Eliminasi
L/R Konsolidasi
Neraca Konsolidasi
KP (Rp)
KC (Rp)
Dr (Rp)
Kr (Rp)
Dr (Rp)
Kr (Rp)
Dr (Rp)
Kr (Rp)
Debit








   Kas
225
130
-
-
-
-
335
 -
   Piutang dagang (neto)
225
150
-
-
-
-
375
 -
   Persediaan awal
275
-
-
-
275
-
-
 -
   Aktiva tetap (neto)
310
-
-
-
-
-
310
 -
   Aktiva tetap -KC
90
-
-
-
-
-
90
 -
   Pembelian
1.250
250
-
-
1.500
-
-
 -
   Pengiriman barang dari KP
-
325
-
2)325
-
-
-
 -
   Biaya operasi
265
160
-
-
425
-
-
 -
   Kantor cabang
135
-
-
1)135
-
-
-
 -
   Persediaan akhir-neraca
200
75
-
-
-
-
275

2.975
1.190






Kredit








Utang dagang
150
130
-
-
-
-
-
280 
Modal saham
500
-
-
-
-
-
-
 500
aba ditahan
300
-
-
-
-
-
-
 300
Penjualan
1.500
750
-
-
-
2.250
-
 -
Pengiriman barang ke KC
325
-
2)325
-
-
-
-
 -
Kantor pusat
-
135
1)135
-
-
-
-
 -
Persediaan akhir-Laba/Rugi
200
75
-
-
-
275
-
 -

3075
1.190
460
460
2.200
2.525
-
 -
Laba bersih konsolidasi




325
-

 325





 2.525
2.525 
1.405
1.405


c.       Laporan keuangan konsolidasi
PT DELTA
Laporan Laba/Rugi Konsolidasi
Tahun 2011
Penjualan


Harga pokok penjualan

               Rp2.250.000
Persediaan awal
Rp   275.000

Pembelian
1.500.000

Barang tersedia dijual
Rp1.775.000

Persediaan akhir
275.000

Harga pokok penjualan
               Rp1.500.000
Laba kotor

                Rp    750.000
Biaya operasi

                        425.000
Laba bersih

                Rp   325.000

PT DELTA
Laporan Perubahan Laba Ditahan
Tahun 2011
Laba ditajan 1 Januari 2011
Rp400.000
Laba bersih
     325.000

 Rp725.000
Pembagian dividen
      100.000
Laba ditahan 31 Desember 2011
 Rp625.000

PT DELTA
Neraaca Konsolidasi
Per 31 Desember 2011
Aktiva

Passiva

  Kas
Rp   355.000
Utang dagang
      Rp   280.000
  Piutang dagang (neto)
  375.000
Modal saham
500.000
  Persediaan
275.000
Laba ditahan
625.000
  Aktiva tetap (neto)
400.000

Total aktiva
Rp1.405.000
Total passiva
       Rp1.405.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun