Kamis, September 15, 2016

Sustainability



SUSTAINABILITY DAN TRIPLE BOTTOM LINE

            Bisnis berkelanjutan (business sustainability) adalah kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dengan mengintegrasikan ekonomi, sosial dan lingkungan ke dalam stretegi bisnisnya. Elkington memberi pandangan bahwa perusahaan yang ingin berkelanjutan, haruslah memperhatikan “3P”. Teori Triple Bottom Line yang dikemukakan oleh John Elkington pada tahun 1997 melalui bukunya “Cannibals with Forks, the Triple Bottom Line of Twentieth Century Bussiness”. Elkington mengembangkan konsep triple bottom line degan istilah economoic prosperity, environmental quality dan social justice. Elkington memberi pandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka perusahaan tersebut harus memperhatikan “3P”. Selain mengejar keuntungan (profit), perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).
           
            Saat ini perusahaan secara sukarela menyusun laporan setiap tahun yang dikenal dengan sustainability report. Laporan tersebut menguraikan dampak organisasi perusahaan terhadap ekonomi, sosial, lingkungan. Salah satu model awal yang digunakan oleh perusahaan dalam menyusun suistanability report mereka adalah dengan mengadopsi metode akuntansi yang dinakaman triple bottom line. Menurut John Elkington (1997) dalam Solihin (2008) konsep triple bottom line merupakan perluasan dari konsep akuntansi tradisional yang hanya membuat single bottom line tunggal yakni hasil-hasil keuangan dari aktivitas ekonomi perusahaan
            Mengapa perlu menerapkan triple bottom line dalam kegiatan usaha?
Meningkatnya emisi karbon à efek rumah kaca à Pemanasan global à Perubahan iklim
Meningkatnya emisi karbon ini penyebabnya adalah kegiatan industri yang kurang memperhatikan kelangsungan lingkungan, untuk itu perusahaan tidak boleh hanya berfokus pada profit saja, tapi juga harus memperhatikan ligkungan alam agar mengurangi dampak negatif dari industri yang dijalankannya.

            Baru-baru ini, Burger King, Unilever, Nestle dan Kraft Foods memutuskan menghentikan pembelian minyak kelapa sawit yang diproduksi oleh Grup Sinar Mas. Alasan mereka adalah dugaan adanya perusakan hutan tropis yang membahayakan kehidupan satwa, mengurangi kemampuan penyerapan karbon dioksida yang merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim global yang lebih dikenal dengan global warming.
            5R adalah sebuah singkatan yang berasal dari Bahasa Inggris, yaitu : (1) Reduce (mengurangi), (2) Reuse (menggunakan kembali), (3) Recycle (mendaur ulang), (4) Replace (mengganti), (5) Replant (menanam kembali). Langsung saja dibawah ini, penjelasan singkat dari pengertian konsep 5R beserta contoh penerapannya :
  1. Reduce atau pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian suatu barang atau pola perilaku manusia yang dapat mengurangi produksi sampah, serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contohnya adalah mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak bisa didaur ulang, dll. 
  2. Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Contohnya adalah menggunakan kembali botol bekas yang masih layak untuk tempat minum, dll. 
  3. Recycle atau mendaur ulang adalah kegiatan mengolah kembali (mendaur ulang). Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, memanfaatkan barang bekas untuk dibuat kerajinan, dll.
  4. Replace atau penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya adalah mengubah penggunaan kertas tisu dengan menggunakan sapu tangan, dll. 
  5. Replant atau penanaman kembali adalah kegiatan penanaman kembali, sering juga disebut reboisasi. Contohnya adalah melakukan kegiatan reboisasi hutan mangrove untuk mengurangi global warming.

Sustainability di Bidang IT
            Penggunaan handphone, aktivitas industri dan aktivitas sosial network merupakan beberapa contoh kegiatan yang membutuhkan konsumsi energy. Misalnya untuk mencharger batrai handphone diperlukan listrik, dan listrik tersebut bersumber dari batu bara yang sifatnya tidak dapat diperbaharui. Contoh yang lain dalam menjalankan mesin industri, maka memerlukan bahan bakar solar yang bersumber dari minyak bumi. Asap yang ditimbulkan dari mesin-mesin tersebut menyebabkan emisi karbon yang menjadi pemicu pemanasan global. Untuk itu perusahaan perlu melakukan sustainability initiative, yaitu melalui efisiensi energi, carbon footprint yang lebih kecil dan eco sustainability.
            Efisiensi energi dapat dilakukan dengan melakukan elektronik/mesin yang hemat energi, mencari sumber energy alternative seperti solar energy. Jejak karbon adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pribadi atau kelompok dalam melakukan kegiatannya per periode tertentu. Contoh pengurangan jejak karbon adalah dengan mengurangi penggunaan kertas, Green Computing adalah pengurangan pemakaian listrik dan pembuangan limbah lingkungan secara berlebihan ketika menggunakan komputer. Mengadakan kendaraan umum untuk para karyawan.
            Eco sustainability merupakan program ramah lingkungan yang dilakukan perusahaan dalam menjaga kerberlangsungan usahanya. Contoh hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah limbah sisa industri, penggunaan pupuk organik dalam pertanian, bukan pupuk kimia.

Contoh pelaksanaan Sustainability:
Alcatel Lucent merupakan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi yang berpusat di Prancis. Ia berhasil mengurangi TCO (Total Cost of Ownership) dengan cara:
1.      Menggunakan perangkat yang lebih sedikit untuk mengurangi penggunaan energi.
2.      Mengurangi carbon footprint (jejak karbon)
3.      Penggunaan HLN (High Leveredge Network) dapat menangani traffic data yang besar karena kecanggihan networknya, sehingga menjadi lebih efisien.
            High Leverage Network (HLN) adalah solusi pintar untuk menangani berbagai service yang lewat di jaringan, seperti service intelligence, broadband access, efesiensi IP transport dan menerapkan cost per bits yang lebih murah. Tentunya hal ini merupakan inovasi untuk meng-generate revenue dari service dan bisnis di jaringan. High Leverage Network (HLN) dapat dideskripsikan sebagai application enablement, universal access, network evolution dan operational transformation.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun