Kamis, September 15, 2016

Teori Akuntansi



Tugas Bab 2, halaman 98:

41. Seseorang yang cukup terpandang di bidang profesi dan penyusunan standar akuntansi membuat pernyataan dalam suatu seminar nasional di bawah ini. Evaluasilah apakah pernyataan tersebut merupakan stratagem atau salah nalar?
“Kita tidak perlu macam-macam tentang istilah beban. Istilah beban untuk expense adalah benar karena nyatanya semua kantor akuntan publik menggunakan istilah tersebut.”

Jawab:
            Pernyataan di atas merupakan strategem. Strategem merupakan merupakan salah satu bentuk argumen karena merupakan upaya untuk meyakinkan seseorang agar dia percaya atau bersedia mengerjakan sesuatu. Strategem dapat melibatkan salah nalar walaupun tidak harus demikian. Pembuat pernyataan di atas tidak memberikan penalaran dan argumen yang valid dalam menyatakan pernyataan tersebut, tapi ia menyatakan bahwa semua kantor akuntan publik menggunakan istilah beban untuk expense. Imbauan dari otoritas dalam hal ini yang digunakan adalah kantor akuntan publik dijadikan patokan oleh pemberi pernyataan, sebagai seorang akademisi seharusnya ia tidak boleh memberikan pernyataan tersebut padahal ia tahu bahwa istilah beban tidak valid untuk dinyatakan sebagai padanan expense.
            Secara definisional  expense adalah jasa atau manfaat suatu sumber ekonomik yang telah digunakan dalam rangka menciptakan pendapatan yang merupakan tujuan setiap unit usaha. Berdasarkan definisi tersebut, istilah biaya sebenarnya lebih mendekati pengertian dan makna expense. Sehingga tepatlah jika dinyatakan bahwa biaya adalah sumber ekonomik (yang direpresentasi dalam bentuk cost) yang telah keluar dari kesatuan usaha (menjadi expired cost) akibat penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan dalam upaya menghasilkan pendapatan.
            Secara bahasa beban sebagai padanan kata expense juga sangat tidak tepat karena istilah beban sama sekali tidak mengandung makna ekonomik. Istilah beban (terjemahan dari kata charge) mempunyai arti tidak lebih dari sekedar pengurang atau debiy (charge of revenue). Beban mempunyai makna sebagai sesuatu yang harus ditanggung padahal secara konseptual expense (biaya) merupakan sesuatu yang harus dikorbankan dahulu untuk menciptakan pendapatan. Menyebut expense sebagai beban sama saja dengan mengatakan bahwa pendapatan harus menggunakan biaya dan bertentangan dengan konsep bahwa kos yang telah dikorbankan (keluar dari kesatuan usaha) merupakan upaya (effort) untuk menimbulkan pendapatan (accomplishment). Namun secara teknis pendapatan diukur lebih dahulu baru kemudian biaya yang menghasilkan pendapatan tersebut ditentukan untuk dikurangkan atau dibebankan ke pendapatan sehingga akan laba diperoleh.
            Karena penjelasan-penjelasan di atas, maka tidak tepat bahwa istilah beban sebagai padanan expense. Dan pernyataan yang dikemukakan oleh seseorang dalam seminar nasional tersebut merupakan suatu bentuk strategem.
Tugas summary:
What Does Cost Really Mean?

            Istilah cost memiliki banyak arti, akan tetapi dalam konteks akuntansi sebagai penyedia informasi finansial kuantitatif, istilah tersebut mempunyai arti khusus. Dalam praktik dan akademik sekarang ini, istilah biaya, harga pokok, harga perolehan dan kadang-kadang beban digunakan sebagai terjemahan dari istilah cost. Penggunaan istilah-istilah tersebut menimbulkan kerancuan dalam menggunakan dan memahami akuntansi sebagai penyedia informasi.
            Karakteristik cost adalah sebagai berikut:
1)      Cost merupakan pengukur (a measurement) dalam unit moneter suatu sumber ekonomik yang digunakan atau dikorbankan untuk tujuan tertentu.
2)      Cost dinyatakan dalam unit moneter khususnya dalam rerangka akuntansi sebagai penyedia informasi kuantitatif.
3)      Pengukuran cost selalu dihubungkan dengan fokus, objek, tujuan (purpose), atau pusat perhatian. Fokus ini dikenal sebagai cost object atau cost objective.
4)      Secara fisis, kesatuan usaha menguasai dan mengelola sumber ekonomik yang membentuk aset. Cost aset adalah hasil pengukuran yang ditentukan pada saat transaksi pemerolehannya dan didasarkan pada harga pertukaran.
5)      Sebagai dasar pengukuran, cost tidak mempunyai konotasi sebagai sesuatu hal yang negatif (mengurangi) atau merugikan atau sesuatu yang jelek.
            Cost merupakan hasil pengukuran dalam unit moneter suatu objek dan cost tercipta karena adanya kejadian ekonomik dalam suatu unit organisasi.
            IAI tidak tegas membedakan biaya dan beban tapi di berbagai uraian dalam SAK mengesankan bahwa istilah biaya sama dengan cost. IAI mulai menjauhkan penggunaan istilah harga pokok sebagai padanan kata cost, tetapi lebih banyak diartikan sebagai harga perolehan atau biaya perolehan. Untuk cost of goods solf, IAI mengartikannya sebagai harga pokok penjualan. Akibat tidak sesuainya makna dengan simbol akhirnya istilah biaya tidak dapat dapat berlaku umum dan akhirnya harus ada “kualifikasi” penggunaan istilah tersebut. Penggunaan istilah harga pokok merupakan kualifikasi ketidaktepatan rasa dan makna bahasa istilah biaya untuk menggantikan istilah cost secara penuh.
            Istilah cost dengan makna atau karakteristik yang telah dijelaskan sebelumnya memang tidak mempunyai padanan yang pas dalam bahasa Indonesia. Harga pokok, harga perolehan dan biaya terbukti tidak dapat mewakili istilah cost. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencari istilah Indonesianya adalah menyerap istilah tersebut menjadi kos. Istilah ini sebenarnya sudah dikenalkan IAI (1989, halaman 128) yaitu Daftar Istilah buku Norma Pemeriksaan Akuntan. IAI pun sebenarnya mulai menggunakan istilah kos dalam Standar Profesional Akuntansi Publik.
            Kos mempunyai kedudukan sebagai pengukur atau bahan oleh akuntansi dan bukan sebagai objek atau wadah. Sehingga akan mudah pula untuk menjelaskan pengertian expense dan revenue serta konsep penandiangan (matching). Expense dan revenue merupakan wadah atau objek dan bukan bahan olah. Kalau expense dan revenue dilekati (diukur) dengan kos maka size atau relationship keduanya dapat diketahui sehingga dihasilkan suatu informasi.
            Misnomer yang sangat fatal adalah penggunaan istilah beban sebagai padanan kata expense. Secara definisi expense adalah jasa atau manfaat suatu sumber ekonomik yang telah digunakan dalam rangka menciptakan pendapatan yang merupakan tujuan setiap unit usaha. Berdasarkan definisi tersebut sebenarnya biaya lebih mendekati pengertian dan makna dari expense. Tepatlah kalau dikatakan bahwa biaya adalah sumber ekonomi (yang dipresentasikan dalam bentuk kos) yang telah keluar dari kesatuan usaha (menjadi expired cost) akibat penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan dalam upaya menghasilkan pendapatan.
            Istilah beban sebagai padanan kata expense secara rasa bahasa juga sangat tidak tepat karena istilah beban sama sekali tidak mengandung makna ekonomik. Istilah beban (terjemahan dari charge) mempunyai arti tidak lebih dari sekedar pengurang atau debit (charge to revenue) dan berkaitan dengan teknik pembukuan semata-mata.
            Pendapatan merupakan aliran sumber ekonomiik yang masuk ke suatuan usaha yang umumnya berupa kas atau piutang. Kas dan piutang ini sebenarnya merupakan kos juga karena kalau kas dan piutang tersebut dikeluarkan (dikorbankan) untuk memperoleh barang dan jasa akhirnya akan menjadi kos juga. Pendapatan merupakan wadah pengukuran dan bukan bahan olah atau pengukur itu sendiri.
            Cost of goods sold berarti cost yang melekat pada barang terjual dan menjadi bagian dari total biaya. Sehingga padanan kata yang logis dan jelas maknanya adalah kos barang terjual atau kos produk terjual.  Namun istilah umum yang sering digunakan dan menyimpang dari makna aslinya adalah harga pokok penjualan, hal ini merupakan suatu total misnomer.
            Istilah kos cukup mampu untuk mengatasi berbagai kerancuan yang sering terjadi. Penggunaan istilah yang menggambarkan makna tidak hanya bermanfaat untuk menghindari kerancuan tetapi juga akan memudahkan memahami akuntansi sebagai penyedia informasi keuangan kuantitatif dan mendorong pemahaman akuntansi dengan perspektif yang lebih luas.
            Dalam akuntansi keuangan data dasar yang dihasilkan adalah kos. Data dasar dihasilkan dalam pelaporan keuangan merupakan data dasar yang pokok yang minimal harus tersedia dalam perusahaan. Data kos diklasifikasi atas dasar elemen statemen keuangan. Untuk keperluan yang lebih rinci, tiap elemen bisa dipecah lagi menjadi pos-pos. Biaya merupakan objek (cost objective) dan kos merupakan pengukur (a measurement). Bergantung pada tujuan manajemen, kos yang digunakan sebagai pengukur dapat berupa kos historis, kos sekarang (pengganti) atau kos masa datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komen o yo rek,, *suwun