Senin, Februari 27, 2017

corporate governance



Summary of the Movie
THE CORPORATION


            150 tahun yang lalu, korporasi bukanlah institusi yang  signifikan dalam bisnis. Namun saat ini korporasi adalah institusi yang dominan yang sangat mempengaruhi kehidupan berbagai lapisan masyarakat. Kurangnya kontrol publik pada perusahaan-perusahaan besar menjadi pemicu skandal yang diperdebatkan banyak pihak. Istilah “bad apple” semakin terdengar dalam dunia bisnis, apabila apel busuk tercampur dengan apel yang bagus maka bakteri dalam apel busuk secara bertahap akan menyebar ke apel yang bagus, begitu juga dalam korporasi.

Apa itu Korporasi?
            Korporasi merupakan salah satu jenis kepemilikan bisnis, dimana beberapa individu saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tujuan ini contohnya adalah untuk menghasilkan laba, pertumbuhan yang berkelanjutan dan lain sebagainya. Robert Keyes (President & CEO, Canadian Council for International Business) mengemukakan bahwa banyak masyarakat berpendapat korporasi adalah evil yang ingin menguasai dunia, karena itu ia lebih suka menggunakan kata bisnis, perusahaan atau komunitas bisnis dibandingkan kata korporasi. Korporasi merupakan kreasi buatan yang sering disamakan dengan elang atau ikan paus.

Awal Lahirnya Korporasi
            Korporasi modern mulai tumbuh sejak era industri, yaitu sejak tahun 1712 yaitu saat orang Inggris bernama Thomas Newcomen menemukan mesin uap. Selanjutnya muncul penambangan batu bara sebagai bahan bakar yang mempercepat proses industri. Perusahaan semakim cepat dalam melakukan produksinya karena telah menggunakan bantuan mesin.

A Legal Person
            Korporasi dapat beroperasi secara legal sebagai individu berdasarkan aturan hukum yang ada. Korporasi memiliki banyak hak, ia dapat membeli atau menjaul property, ia dapat meminjam uang, ia dapat menggugat atau digugat, tentu saja kesemuanya dilakukanatas nama korporasi, bukan atas nama orang yang memiliki. Korporasi sangat spesial karena hanya memiliki tujuan untuk kepentingan pemilik saham, yaitu untuk meningkatkan profit. Yang jadi masalah adalah mereka tidak pernah merasa cukup atas profit yang mereka miliki. Istilah externalities muncul ketika korporasi mencari cara agar pihak lain yang menghadapi masalah atas perbuatannya.

Case Histories
Ø  Harm to Workers
Banyak pekerja dibayar sangat murah oleh perusahaan, padahal produk yang dijual harganya sangat tinggi. Bahkan produk yang dijual dilabeli bahwa beberapa persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk orang yang membutuhkan, namun pekerjanya pun masih belum terjamin kebutuhan pokoknya. Dinegara yang penduduknya berjuang untuk bisa makan menjad magnet bagi korporasi untuk mendapatkan pekerja yang mau dibayar murah, bahkan beberapa dari mereka yang bekerja masih dibawah umur. Nike adalah contoh perusahaan yang membuat pabrik di negara yang tenaga kerjanya murah agar bisa menghasilkan keuntungan yang besar.
Ø  Harm to Human Health
Gangguan kesehatan muncul ketika produk yang dihasilkan perusahaan ternyata berbahaya, pembuangan limbah pabrik yang sembarangan, polusi yang ditimbulkan serta adanya bahan kimia sintetis. Semakin banyak penggunaan bahan kimia sekarang ini memicu tumbuhnya penyakit kanker. Kasus penumpahan minyak oleh SHELL yang merupakan perusahaan minyak dan gas yang cukup besar merupakan salah satu contoh kasus yang menyebabkan  gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Ø  Harm to Animals
Kegiatan yang dilakukan beberapa korporasi membuat kerusakan pada habitat hewan, peternakan hewan yang tidak baik, eksperimen dengan hewan, rBGH/rBST/Posilac. Kasus yang terjadi pada Musanto, perusahaan susu terbesar di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sapi diberikan suntikan berbagai bahan kimia agar dapat memproduksi banyak susu, hal ini menyebabkan susu yang diproduksi mengandung bakteri dan zat lain yang berbahaya bagi konsumen susu yang meminumnya. “Agent orange” yang merupakan zat kimia yang diproduksi Musanto untuk disemprotkan ke daratan Vietnam ketika perang, zat ini berefek sampai puluhan tahun kemudian, yang merusak lingkungan alam, binatang, bahkan menjadikan masyarakat menderita penyakit kanker, penyakit kulit dan penyakit berbahaya lain.
Ø  Harm to Biosphere
Korporasi dapat membahayakan biosfer ketika ia melakukan pembabatan hutan, emisi Co2, pembuangan nuklir, paradigm korporasi yang mementingkan profit tanpa memperdulikan lingkungan. Beberapa perusahaan besar menghadapi kasus harus membayar ganti rugi atas operasinya yang mengganggu lingkungan, diantaranya adalah Chevron melakukan kejahatan lingkungan dan harus membayar $6,5 juta. Exxon, General Electric, Mitsubishi, IBM, Kodak, Sears juga pernah membayar ganti rugi atas kejahatan operasi bisnisnya. Terkadang ada pandangan bahwa lebih efisien jika mereka membayar ganti rugi dari pada mereka harus menjalankan etika bisnis yang baik.

The Pathology of Commerce
            Terjadi transisi antara psikopat dalam diri seseorang ke psikopat dalam korporasi. Korporasi tentu saja tidak bisa memiliki moral dan tidak memiliki tanggung jawab sosial. Namun korporasi terdiri dari individu-individu manusia yang tentu saja memiliki persaaan, sehingga dapat mengetahui mana yang beretika dan mana yang tidak. Untuk itu seharusnya korporasi harus menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Monstrous Obligations
            Pekerjaan sebagai CEO terkadang membuat frustasi, hal ini karena apa yang sebenarnya yang menjadi harapan dan pemikiran CEO tidak bisa seenaknya diterapkan dalam korporasi. Walaupun pekerja yang ada di korporasi memiliki sifat yang baik, namun pada dasarnya korporasi adalah monster. Pada akhirnya, CEO adalah orang yang paling bertanggung jawab atas korporasi yang dipimpinnya.

Mindset
            Profit yang besar adalah motif yang mampu mendorong korporasi untuk mebuat minset kompetitif dan mengahalalkan segala cara untuk mencapai profit tersebut. Intinya adalah setiap orang menginginkan uang, seorang CEO belum tentu memberikan perhatian yang murni untuk meningkatkan nilai share holder, tapi bisa saja ia ingin mendapatkan bonus ketika ia dapat meningkatkan nilai share holder.
            Tragedi 11 September menjadi berkah tersendiri bagi beberapa orang karena harga emas yang melonjak tajam, mereka tidak perduli dengan keadaan yang terjadi. Bom di Irak tahun 1991 juga menjadi berkah karena harga minyak bumi yang melonjak tajam menjadikan keuntungan yang besar bagi broker.

Boundary Issues
            Saat ini banyak barang umum yang diubah menjadi barang privat secara legal, hal ini sangat tidak tepat karena barang umum seharusnya dimiliki oleh masyarakat umum dan mereka bebas menggunakannya. Namun, sekarang ini air, udara, tanah, samudra yang merupakan barang umum sudah diprivatisasi oleh beberapa perusahaan. Institusi publik seperti sekolah, rumah sakit dan pemadam kebakaran juga turut diprivatisasi untuk meningkatkan kekayaan pribadi.

Basic Training
            Marketing menjadi hal yang sangat penting saat ini, banyak korporasi tidak perduli dengan baik atau buruknya produk bagi konsumen. Mereka fokus untuk menarik konsumen agar mau membelinya. Iklan yang ditujukan untuk anak-anak menjadi alat yang efisien untuk membuat anak-anak meminta orang tuanya membeli barang yang ia inginkan. Korporasi harus membuat mindless consumer yang selalu memenuhi keingginannya, bukan kebutuhannya saja. Tujuan korporasi tentu saja agar ia dapat meningkatkan profit dan market share.

Perception Management
            Persepsi managemen adalah konsep yang sangat menarik, hal ini merupakan metodologi yang membantu manajemen berhubungan dengan klien. Korporasi telah menjual ide kepada masyarakat tentang bagaimana kehidupan yang lebih baik melalui produk/jasa yang mereka jual. Terkadang korporasi sengaja untuk melakukan donasi sosial agar dapat mengurangi pajak yang harus mereka bayarkan kepada negara.

A Private Celebration
            Korporasi dikatakan sukses bukan lagi karena ia memproduksi produk tapi karena brand image yang dibangunnya. Contohnya adalah Disney yang membangun sebuah kota yang disebut Celebration sebagai perwujudan brand yang dimiliki.
Triump of the Shill
            Undercover marketing dan penempatan produk yang tepat menjadi hal yang potensial untuk menarik consumer. Consumer yang sudah termakan oleh iklan suatu produk akan menceritakan produk tersebut ke teman-temannya, sehingga produk tersebut pada akhirnya akan semakin menyebar luas.

Advancing the Front
            Saat ini penemuan-penemuan dengan mudah dipatenkan agar tidak ada pesaing yang mengambil penemuan baru tersebut. Semuanya dapat dipatenkan kecuali human being. Produk-produk yang ditawarkan oleh berbagai korporasi diinformasikan secara fair ke global, sehingga masyarakat bisa mengetahui info tersebut dan dapat memilih produk/jasa yang tepat untuk mereka beli.

Unsettling Accounts
            Bovine Growth Hormone (BGH) yang dibuat oleh Monsanto untuk disuntikkan pada sapi dipeternakannya ternyata menjadikan susu yang dihasilkan menjadi berbahaya, dan bisa menjadikan kangker. Namun jurnalis dari Fox yang mengetahui kasus tersebut diminta Monsanto agar tidak menyebarkannya, bahkan ia bersedia membayar agar jurnalis tersebut mau mengubah laporannya. Pada akhirnya jurnalis tersebut melakukan whistleblower ke council karena mereka beranggapan media tidak boleh melakukan kebohongan.

Expansion Plan
            Air sebagai sumber daya dasar di bumi ini juga mulai diprivatisasi. Setelah air di Bolivia diprivatisasi, banyak masyarakat miskin merasa keberatan untuk membeli air. Sehingga pada akhirnya masyarakat turun ke jalan untuk melakukan protes. Banyak korporasi tidak peduli dengan siapa mereka bekerja sama, walaupun dengan musuh negara tersebut. Asal mereka mendapat profit ia akan lebih mengutamakan hal tersebut.

Hostile Takeover
            Korporasi semakin mendunia, ia malakukan perluasan daerah ke beberapa negara. Hal ini akan mengurangi kontrol dari negara. Kapitalisme semakin kuat dan merasuk dalam dunia politik untuk memenangkan kompetisi. Perjanjian dagang dibuat antar negara agar mempermudah kegiatan bisnis.

Democracy Ltd
            Terkadang korporasi melakukan corporate social responsibility bukan karena mereka memang perduli, tapi karena ia ingin dilihat masyarakat bahwa ia korporasi yang perduli. Ini adalah taktik dari korporasi untuk melakukan CSR untuk merespon tekanan dari masyarakat. Protes dari masyarakat atas tindakan tidak etis yang dilakukan oleh korporasi menjadi alat yang ampuh untuk menahan korporasi agar tidak melakukan tindakan yang tidak etis.

Psychotherapist
            Kekuatan dari masyarakat menjadi kekuatan besar untuk mengontrol kegiatan korporasi. Masyarakat saat ini semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, mereka berani menyuarakan protes jika korporasi merugikan mereka dan lingkungan. Hal ini mendorong korporasi untuk melakukan good corporate governance dalam aktivitas bisnisnya.

Prognosis
            Banyak orang telah berkomitmen untuk kesejahteraan seluruh umat manusia, tidak memandang gender, kelas, ras dan agama. Masyarakat dapat memenangkan hak nya ketika ia bekerja sama. Ada banyak cara untuk mengatasi masalah kekuasaan korporasi, kita semua dapat mempengaruhi pemerintah dan korporasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun