Senin, Februari 27, 2017

lingkungan bisnis



TUGAS BIG PAPER LINGKUNGAN BISNIS
ANALISIS PENURUNAN LABA BERSIH TAHUN 2015 PADA
PT. UNITED TRACTOR, Tbk.

BAB I
 PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Perkembangan dalam dunia bisnis cukup dinamis. Tantangan terbesar bagi perusahaan adalah menjaga bagaimana bisnisnya bisa bertahan dan tumbuh positif untuk jangka waktu yang lama. Pertumbuhan tersebut tidaklah sama, tergantung dari jenis bidang industri yang digeluti. Selain itu, faktor eksternal maupun internal perusahaan juga akan sangat berpengaruh.
PT. United Tractors, Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam indsutri alat berat dan pertambangan. Perusahaan ini memiliki aktivitas bisnis pada produksi batubara, distributor alat berat, dan pemegang konsensi pertambangan batubara. Sebagai perusahaan yang bermain di hulu industri, kinerja bisnis PT. United Tractors, Tbk. sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang bersifat makro ekonomi, seperti perubahan harga komoditas, pergerakan kurs mata uang, penentuan tingkat suku bunga, ketersediaan batubara di perut bumi, tingkat pertumbuhan industri konstruksi dan lain sebagainya.
Pada tahun 2011 hingga tahun 2015, secara umum PT. United Tractors, Tbk. mencatat penurunan laba bersih. Penurunan terbsar terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 42%. Penurunan ini disebabkan karena harga komoditas batubara yang menjadi tumpuan PT. United Tractors, Tbk. terus jatuh. Harga batubara dari 2011 hingga 2015 rata-rata turun 15%. Penurunan ini memiliki berefek pada aktivitas bisnis penjualan alat berat yang juga ikut turun karena banyak perusahaan yang tidak lagi membeli kendaraan dan alat berat pertambangan dimana mereka terpaksa menghentikan produksi akibat harga komoditas yang terus jatuh.
Penurunan harga komoditas batubara ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa diantaranya adalah kelebihan jumlah pasokan batubara di pasar sedangkan jumlah permintaan batubara di pasar global terus menurun. Hal ini tidak lepas dari adanya kesepakatan mengenai energisumber energi bersih dan terbarukan yang mendorong banyak konsumen batubara beralih ke sumber energi alternative. Selain itu, krisis ekonomi dunia juga memiliki dampak terhadap daya beli konsumen batubara sehingga mereka membatasi konsumsinya. Fenomena tersebut mengakibatkan perusahaan harus mengevaluasi bisnisnya, khususnya melakukan revaluasi nilai aset perusahaan agar dapat menunjukkan nilai ekonomik yang sebenarnya.
PT. United Tractors, Tbk. mengalami dampak serupa. Pendapatan bersih perusahaan mengalami fluktuatif selama 2011 hingga 2015. Secara umum  pendapatan bersihnya menurun rata-rata 2,5% pertahun akan tetapi laba bersih menurun tujuh kali lipat dari penurunan pendapatan bersih tersebut. Makalah ini mencoba menganalisis apa yang menjadi penyebab utama dari penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015.

1.2     RUMUSAN MASALAH
1.         Apa penyebab utama turunnya laba bersih PT. United Tractors, Tbk. Tahun 2015 turun?
2.         Apa langkah yang perlu diambil oleh PT. United Tracktors, Tbk. dalam merespon penurunan laba di tahun 2015?

1.3  TUJUAN
1.         Untuk mengetahui penyebab utama dari penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015
2.         Untuk memberikan solusi mengenai langkah yang perlu diambil dalam merespon penurunan laba PT. United Tractors, Tbk. di tahun 2015

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

            PT United Tractors Tbk (“United Tractors” atau “UT”)  didirikan pada 13 Oktober 1972, UT melaksanakan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 19 September 1989 menggunakan nama PT United Tractors Tbk (UNTR). PT Astra International Tbk merupakan pemegang saham mayoritas dari UT yaitu sebesar 59,50% dan sisanya yaitu 40,50% dimiliki oleh publik. Modal dasar UT adalah 6.000.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp250 per saham. Kantor Pusat United Tracors Tbk berada di Jalan Raya Bekasi KM.22, Cakung, Jakarta – 13910 Indonesia.
            Misi United Tractors Tbk adalah Menjadi perusahaan yang:
1.      Bertekad membantu pelanggan meraih keberhasilan melalui pemahaman usaha yang komprehensif dan interaksi berkelanjutan.
2.    Menciptakan peluang bagi insan perusahaan untuk dapat meningkatkan status sosial dan aktualisasi diri melalui kinerjanya.
3.    Menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui tiga aspek berimbang dalam hal ekonomi, sosial dan lingkungan.
4.    Memberi sumbangan yang bermakna bagi kesejahteraan bangsa.
            Sedangkan, visi dari United Tractors Tbk adalah “Menjadi perusahaan kelas dunia berbasis solusi di bidang alat berat, pertambangan dan energi, untuk menciptakan manfaat bagi para pemangku kepentingan.” UT menjalankan berbagai bisnisnya melalui tiga unit usaha yaitu Distributor Alat Berat, Pertambangan Batu Bara dan Kontraktor Penambangan.

2.1  Distributor Alat Berat
     United Tractors Tbk menjalankan peran sebagai distributor alat berat terkemuka dan terbesar di Indonesia, yaitu distributor tunggal produk Komatsu untuk digunakan di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi dan kehutanan serta untuk material handling dan transportasi. Sebagai perusahaan yang berbasis solusi, selain menyediakan produk alat berat dan suku cadang, United Tractors secara komprehensif juga menyediakan layanan berikut:
a.       Konsultasi Lapangan
b.      Rekomendasi Alat Berat yang Optimal
c.       Program Pemeriksaan Mesin
d.      Program Pemantauan Alat Berat
e.       Remanufaktur dan Rekondisi
f.       Pelatihan untuk Operator dan Mekanik
g.      UT Call di nomor 500 072 (24/7 pusat layanan pelanggan)
h.      Guaranteed Product Support
     United Tractors berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di pasar alat berat Indonesia pada 2015, dengan pangsa pasar sebesar 36% (menurut riset internal).

2.2  Pertambangan Batu Bara
     United Tractors memasuki bisnis pertambangan batubara pada tahun 2007 melalui anak perusahaannya, PT Prima Multi Mineral (“PMM”), diikuti oleh akuisisi beberapa perusahaan tambang lokal lainnya. Perseroan memiliki hak konsesi atas sembilan lahan tambang batu bara di Kalimantan dan Sumatera, yang
dikelola oleh beberapa anak perusahaan, termasuk PT Tuah Turangga Agung (“TTA”), PT Agung Bara Prima (“ABP”), PT Bukit Enim Energi (“BEE”), PT Asmin Bara Bronang (“ABB”); PT Asmin Bara Jaan (“ABJ”), PT Duta Sejahtera (“DS”), PT Duta Nurcahya (“DN”), PT Piranti Jaya Utama (“PJU”) dan PMM.
     Perkiraan total cadangan batu bara dari sembilan tambang batu bara tersebut adalah 395 juta ton (combined reserve) dengan kualitas menengah hingga tinggi. Melalui proses restrukturisasi pada 2014, seluruh anak perusahaan lini usaha Pertambangan sekarang berada di bawah TTA dengan UT dan PAMA sebagai pemegang saham utama, masing-masing menguasai 40% dan 60% saham TTA. Reorganisasi ini menjadi strategi meningkatkan keunggulan operasional melalui pengelolaan anak perusahaan secara lebih baik dan guna memperkuat fokus Perseroan dalam meningkatkan kinerja produksi dan perdagangan batubara.

2.3  Kontraktor Penambangan
     United Tractors Tbk mendukung perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia dengan menyediakan jasa penambangan melalui PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”), yang didirikan pada tahun 1989. Menguasai 48% pangsa pasar pendapatan, berdasarkan riset pasar internal, PAMA terus memberikan layanan berkualitas dari mulai perencanaan strategi dan implementasi proyek, termasuk dalam proses desain tambang, eksplorasi, ekstraksi,  hauling,  barging dan transportasi komoditas. Layanan yang ditawarkan PAMA ntara lain:
a.       Desain pertambangan dan implementasi
b.      Penilaian dan studi kelayakan awal
c.       Pembangunan infrastruktur dan fasilitas tambang
d.      Pengupasan tanah dan penanganan limbah
e.       Produksi komersial bahan tambang
f.       Perluasan tambang/ fasilitas
g.      Reklamasi dan revegetasi
h.      Pengapalan dan pemasaran 
     Beroperasi di proyek-proyek pertambangan batu bara utama di seluruh wilayah negeri, PAMA dikenal luas sebagai kontraktor penambangan batu bara terbesar dan terkemuka di Indonesia, termasuk anak-anak perusahaan di bawahnya: PT Kalimantan Prima Persada (“KPP”), PT Pama Indo Mining (“PIM”) dan PT Multi Prima Universal (“MPU”). Dalam memperkuat keberadaan Perseroan dan secara strategis bagi kelangsungan bisnis masa depan, PAMA menyediakan layanan yang komprehensif dan mempertahankan produktivitas dan efisiensi yang tinggi dengan menetapkan target zero accident di semua wilayah operasi tambang.



BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1  ANALISIS PENURUNAN LABA
Fenomena yang menjadi fokus pembahasan pada makalah ini adalah penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015 yang cukup signifikan, yaitu 42% sedangkan pendapatan bersih hanya menurun 7%. Kesenjangan yang cukup jauh ini menunjukkan ada lonjakan yang cukup besar pada akun-akun beban yang menyebabkan laba bersih jatuh cukup jauh. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi manajemen, tantangan utama yang dihadapai PT. United Tractors, Tbk. adalah penurunan harga komoditas batubara yang terus berlangsung sejak 2011. Berikut Data Produksi dan Harga Batubara (dalam satuan juta rupiah) yang berhubungan dengan Pendapatan Bersih dan Laba Bruto, serta pengaruh Kerugian Penurunan Nilai pada Laba bersih:

      Penurunan harga batubara ini tidak hanya berdampak kepada unit bisnis PT. United Tractors, Tbk. di bidang batubara saja, melainkan juga menurunkan pemasukan pada bisnis distribusi alat berat. Hal ini karena para pelanggan kendaraan dan alat berat membatasi pembelian unit baru akibat pembatasan produksi di perusahaan masing-masing. Pembatasan ini akibat penurunan harga jual batubara yang cukup membebani perusahaan tersebut.
      Untuk menganalisis penyebab penurunan harga batubara ini bisa digunakan model analisis PESTEL yang melihat aspek-aspek eksternal perusahaan yang memengaruhi harga komoditas batubara. Aspek-aspek tersebut antara lain :
1.      Politics (Politik) : Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melakukan diversifikasi energi terbarukan dan mix energy untuk mengurangki ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu pemerintah Indonesia juga mulai membatasi ekspor barang tambang mentah sehingga produsesn tambang perlu mengolah hasil tambangnya terlebih dahulu sebelum diekspor.
2.      Economy (Ekonomi) : Krisis ekonomi dunia pada tahun 2008 masih berdampak kepada penurunan daya beli dari negara-negara yang menjadi konsumen terbesar batubara Indonesia.
3.      Social (sosial) : Masyarakat dunia mulai lebih sadar akan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari penggunaan bahan akar yang tidak ramah lingkungan, salah satunya adalah batubara. Mereka mulai beralih ke sumber energi alternative yang lebih ramah lingkungan.
4.      Technology (Tekonologi) : Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai inovasi muncul untuk menemukan sumber energi baru dan terbarukan yang lebih efisien dan ekonomis meskipun presentasenya masih sedikit.
5.      Environment (Lingkungan) : Disisi lain, pasokan batubara yang sudah terlanjur ditambang oleh produsen semakin bertupuk sehingga mengalami surplus persediaan. Hal ini berdapak kepada kerusakan lingkungan disekitar lokasi pertambangan
6.      Legal (Hukum) : Konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan di Paris menghasilkan kesepakatan agar negara-negara di dunia mulai beralih ke sumber energi bersih
Hal-hal tersebut di atas membuat permintaan terhadap batubara semakin menurun. Disisi lain terjadi surplus persediaan batubara akibat produksi batubara yang masih berjalan. Hal ini menyebabkan harga barubara terus tergerus.
      Akibat penurunan harga batubara tersebut, pemerintah Indonesia memerintahkan perusahaan untuk melakukan revaluasi terhadap aset-aset perusahaan. Hal ini dilakukan karena nilai akuntansi atas aset-aset tersebut tidak lagi relevan dengan nilai ekonomisnya. Hasil revaluasi menunjukkan adanya kerugian revaluasi (penurunan nilai) atas properti pertambangan dan aset sebesar Rp5,2 Triliun. Kerugian ini kemudian dianggap sebagai beban yang menyebabkan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. turun cukup signfikan sebesar 42% meskipun pendapatan bersihnya hanya turun 7%.
Menurut standar akuntansi dalam PSAK 16 dan 48, Perhitungan Penurunan Nilai Aset Tetap perlu dilakukan setiap tahun bagi aset yang memiliki harga fluktuatif. Hasil perhitungan penurunan nilai akan dicatat sebagai beban penurunan nilai apabila nilai pasarnya di atas nilai buku, dan akan dicatat sebagai kerugian penurunan nilai apabila nilai pasarnya dibawah nilai buku. Pada United Tractors, tahun 2011 sampai 2013, Penurunan nilai Properti Pertambangan dicatat sebagai Beban penurunan nilai. Sedangkan pada 2014 dan 2015, penurunan nilai dicatat sebagai Kerugian penurunan nilai.
      Penurunan nilai yang telah dilakukan oleh United Tractors sudah benar, karena jika tidak dilakukan maka :
·         Tidak sesuai dengan PSAK
·         Tidak mencerminkan fair value
·         Semakin besarnya nilai penurunan aset di tahun depan (asumsi harga batu bara semakin turun)
      Perubahan nilai Properti Pertambangan di tahun 2016 dan selanjutnya tidak dapat diprediksi, karena Nilai pasar dari Properti Pertambangan dinilai oleh Penilai Independen.
      Untuk mengantisipasi kerugian penurunan aset di tahun 2016 dan selanjutnya, maka perlu dilakukan rekayasa keuangan dan rekayasa rill dalam bentuk Program tindak lanjut berupa cost restructuring, diversifikasi unit usaha, pengolahan produk turunan batu bara dan mempertahankan posisi market leader penjualan alat berat.

3.2  SOLUSI DAN PROGRAM TINDAK LANJUT
      Solusi atas kerugian penurunan nilai atas properti pertambangan dan aset sebesar Rp 5,2 Triliun adalah dengan melakukan:
1.      Rekayasa Keuangan, melakukan cost restructuring untuk menutup kerugian.
2.      Rekayasa Riil, Melakukan program riil untuk meningkatan laba:
a.       Mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat
b.      Meningkatkan kepemilikan di unit bisnis konstruksi
c.       Melakukan diversifikasi pengolahan batu bara menjadi produk turunan batu bara.
3.2.1   Cost Restructuring
        Biaya perbaikan dan pemeliharaan sebesar Rp5.532.848.000.000 terbagi atas dua:
a.       Revenue Expenditure (tidak menambah umur manfaat ekonomis) sebesar Rp247.561.000.000.
b.      Capital Expenditure (menambah umur manfaat ekonomis) sebesar Rp5.285.287.000.000.
Sehingga Capital expenditure ini dihilangkan dari beban dan menutup kerugian penurunan nilai aset.
3.2.2   Mempertahankan Posisi sebagai Market Leader Alat Berat
        Pada tahun 2015, Komatsu menguasai 36% pangsa pasar alat berat di Indonesia. Data dapat dilihat pada diagram di bawah ini:
Sumber:Annual Report UT 2015
        Data tentang volume penjualan alat berat di Indonesia adalah sebagai berikut:
Sumber: Indoanalisis

        Penjualan alat berat dari tahun 2011 sampai 2015 mengalami penurunan. Jika menggunakan analisa tren asumsi linieritas, dapat diproyeksikan bahwa akan terjadi penurunan pasar alat berat di tahun 2016 sebesar 30%, sehingga proyeksi penjualan alat berat United Tractors juga harus diturunkan menjadi minimal 4.000 unit untuk mempertahankan posisi Market Leader.
        Agar bisa mencapai target penjualan di tahun 2016, UT dapat melakukan pembuatan mobile aplikasi, tujuannya:
a.       Memudahkan akses pelanggan untuk mengetahui layanan Purna Jual dan Info terkait Produk Alat Berat
b.      Memudahkan akses konsumen baru untuk mengetahui Informasi terkait produk Alat berat yang dijual UT
Biaya pembuatan aplikasi adalah sebagai berikut:
Eclipse IDE
Gratis
Phonegap
Gratis
Publisher Google  Play
Rp        250.000
Game Maker Studio
Rp    4.036.500
Sencha Touch Bundle
Rp    9.382.500
Jasa Developer (160 jam)
Rp  80.000.000
            Total
Rp  93.669.000

3.2.3   Meningkatkan kepemilikan di unit bisnis konstruksi
        Meningkatkan persentanse kepemilikan saham Acset dengan membeli 5,83% (29.150.000 lembar) saham Acset yang telah dimiliki Loka cipta Kreasi. Acset merupakan perusahaan yang dinilai prospektif karena :
a.       Adanya kebijakan pembangunan besar-besaran infrastruktur oleh pemerintah
b.      Acset sebagai perusahaan konstruksi memiliki kinerja yang bagus.
      Harga saham Acset per 7 November 2016 Rp 3.200 per lembar. Sehigga total biaya untuk meningkatkan kepemilikan atas Acset adalah sebesar Rp  93.280.000.000
Tahun
2014
2015
2016 (proyeksi)
Dividen per saham
Rp 39.50
Rp      42.00
Rp     44.66
Jumlah Saham dimiliki
-
250,500,000 lembar
279,650,000  lembar
Pendapatan dari Acset
 -
Rp   10,521,000,000
Rp     12,488,673,418

      Pertumbuhan dividen tahun 2014 ke tahun 2015 adalah sebesar 106%, sehingga proyeksi dividen tahun 2015 adalah sebesar Rp44,66. Akuisisi ini akan memberi United Tractor tambahan laba sebesar Rp12,488,673,418 yang bisa membantu menjaga laba apabila terjadi kerugian akibat penurunan nilai aset di 2016.

3.2.4   Melakukan diversifikasi pengolahan batu bara menjadi produk turunan batu bara.
        Metanol merupakan produk turunan batubara yang tergolong Coal Bed Methane. Metanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, untuk bahan baku pembuatan formaldehyde, MTBE, dan Asam asetat, sebagai bahan aditif, dan sebagai bahan pengolahan limbah. Secara keseluruhan, permintaan global untuk metanol diproyeksikan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 9,8% dari 2010 sampai 2015.
        Menurut David Licindo dan Arinne Christin Paramudita, berdasarkan analisis ekonomi :
a.       laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 45.91% pada tingkat suku bunga per tahun 7.5%, dan laju inflasi sebesar 4.5% per tahun.
b.      waktu pengembalian modal (POT) adalah 1.92 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 30.32% melalui cara linear.
c.       Umur dari pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun.
d.      Untuk memproduksi metanol sebanyak 1.625.833 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi per tahun (TPC) sebesar Rp8.036.885.370.428,00 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp1.698.846.861.979,00 dan total penjualan sebesar Rp9.710.466.434.130,00.
Dengan melihat aspek penilaian analisis ekonomi dan teknisnya, maka pabrik metanol dari batubara ini layak untuk didirikan.




BAB IV
PENUTUP

4.1  REKOMENDASI
Kerugian revaluasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Kerugian revaluasi sebesar 5,2 Triliun rupiah ini berdampak signifikan kepada penurunan laba bersih PT. United Tractors, Tbk. tahun 2015 sebesar 42%. Perusahaan harus melakukan langkah-langkah strategis untuk menutup kerugian tersebut dan menjaga serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Langkah yang bisa diambil perusahaan adalah melalui rekayasa keuangan dan rekayasa riil. Rekaya keuangan melaui restrukturisasi biaya pada pos capital expenditure biaya pemeliharaan dan perbaikan dapat menghemat anggara sebesar Rp5.285.287.000.000 yang dapat dialokasikan untuk menutup kerugian revaluasi. Di sisi lain, rekayasa riil yang dilakukan perusahaan dapat menghasilkan pendapatan di tahun 2016 sebesar Rp12.488.673.418.
  PENDAPATAN (Dalam Milyar Rupiah)

2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
Program Rekayasa Riil Jangka Panjang







1.      Pembuatan Aplikasi







2.      Meningkatkan kepemilikan pada Acset
Rp 12.48
Rp 12.48
Rp 12.48
Rp 12.48
Rp       12.48
Rp  12.48
Rp 12.48
3.      Membuat Produk turunan batubara
Rp  -
Rp             -
Rp             -
Rp             -
Rp  1,698.80
Rp 1,698.80
Rp 1,698.80
Jumlah
Rp
12.48
Rp    12.48
Rp    12.48
Rp    12.48
Rp  1,711.28
Rp 1,711.28
Rp 1,711.28
Total Akumulasi Pendapatan
Rp 12.48
Rp 24.96
Rp 37.44
Rp 49.92
Rp 1,761.20
Rp 3,472.48
Rp 5,183.76



REFERENSI

2.      Komuditas Bisnis Batu Bara. Indonesia Investment. 5 September 2016. http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/batu-bara/item236
3.      Henny Rachma Sari. Ini penyebab harga batu bara terperosok. 18 April 2015. https://www.merdeka.com/uang/ini-penyebab-harga-batu-bara-terperosok.html
4.      Sukirno. Grup Astra: United Tractors (UNTR) Mulai Tinggalkan Pertambangan. 27 Februarui 2016. http://market.bisnis.com/read/20160227/192/523110/grup-astra-united-tractors-untr-mulai-tinggalkan-pertambangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun