Kamis, April 27, 2017

aak - 6



TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter 6
CORPORATE GOVERNANCE

Pendahuluan
            Korporasi mengendalikan sebagian besar sumber daya di planet ini dan meningkatkan dominasi organisasi ekonomi. Karena keputusan dibuat oleh orang-orang yang menjalankan korporasi, maka perlu mempertimbangkan perilaku individu dalam korporasi. Hal ini terkait dengan peran dan etika dalam pembuatan keputusan korporasi yang mempengaruhi kesejahteraan individu dan mempengaruhi berbagai aspek lain yang lebih luas.

Perkembangan Corporate Governance
            Praktik corporate governance semakin meningkat sebagai hasil dari tingginya kasus yang dipublikasi tentang kelakuan buruk dari korporasi dan manajadi perhatian manajemen korporasi.
Masalah dengan Manajemen Korporasi
            Contoh masalah ini adalah: (1) manajer perusahaan menggunakan sumber daya untuk keuntungan mereka sendiri (bukan keuntungan stakeholder); (2) korporasi mengambil tindakan yang mungkin tidak diinginkan shareholder (atau masyarakat); (3) korporasi mungkin menyembunykan atau memberikan informasi yang salah kepada shareholder untuk menghindari konsekuensi.
Manfaat dari Good Corporate Governance
            Manfaat GCG diantaranya adalah dapat menurunkan biaya modal dan perusahaan didorong untuk menggunakan sumber daya lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan korporasi.

Apa Corporate Governance itu
            Corporate governance adalah sistem dimana korporasi bisnis diarahkan dan dikendalikan. Good corporate governance mengatur tujuan yang tepat dan menaruh sistem dan struktur kedalamnya untuk meyakinkan tujuan tersebut dapat tercapai, dan jua memberikan arti untuk yang lainnya, baik di dalam maupun di luar korporasi, mengendalikan dan mengawasi aktivitas korporasi dan manajernya.

Pentingnya Sistem Corporate Governance
            Aturan dan prescription corporate governance diperlukan karena adanya kebutuhan dari struktur bisnis. Pemisahan antara pemilik modal dan manajemen yang menjalankan korporasisering menjadi penyebab masalah corporate governance. Pemisahan ini dilakukan untuk tujuan efisiensi. Pemilik modal dan manejer memegang keputusan bisnis kunci, yang dijelaskan dalam teori agensi.

Teori Agensi dan Sifat dari Hubungan Keagenan
            Hubungan keagenan adalah hubungan dimana pemilik menyerahkan wewenang pengambilan keputusan kepada agen. Tiga biaya yang terjadi dalam hubungan keagenan:
1.      Monitoring cost: biaya yang terjadi karena pemilik mengawasi perilaku agen.
2.      Bonding cost: pembatasan pada tindakan agen berasal dari hubungan kepentingan agen dan pemilik.
3.      Residual loss: pengurangan kekayaan pemilik yang disebabkan oleh perilaku agen yang tidak optimal.
            Masalah agensi: (1) Risk aversion, masalah ini disebebkan oleh hubungan antara risiko dan return. (2) Penahanan dividen, perbedaan kepentingan antara manajer yang ingin menahan laba agar tidak dibagikan sebagai dividen agar perusahaan semakin besar dan shareholder yang ingin mendapatkan dividen yang tinggi. (3) Perbedaan horizon, manajer fokus pada kinerja jangka pendek saat ia mengelola korporasi, sedangkan shareholder menginginkan keputusan tebaik untuk tujuan jangka penjang.

Implikasi dan Prediksi dari Perencanaan Bonus
            Hipotesis perencanaan bonus: prediksi dari agensi teori adalah jika pembayaran gaji manajer terikat pada laba akuntansi melalui perencanaan bonus, mereka akan menggunakan kebijakan akuntansi untuk memindah pendapatan yang dilaporkan dari periode masa depan ke masa sekarang. Bonus ini dapat dihubungkan dengan profit, harga saham atau tingkat dividen yang dibayarkan.

Pedoman dan Praktik Corporate Governance
            Praktik dan prosedur corporate governance yang diinginkan akan dipengaruhi oleh: (1) sifat dari korporasi tertentu dan aktivitasnya. (2) lingkungan dimana korporasi beroperasi.

Pendekatan dalam Corporate Governance
1.      Pendekatan rules-based, pendekatan ini mengidentifikasi praktik yang tepat yang diminta atau direkomendasikan untuk memastikan adanya good corporate governance.
2.      Pendekatan principal-based, pendekatan ini mengidentifikasi prinsip atau objektif dari sistem corporate governance agar tujuan dapat tercapai.

Peranan Akuntansi dan Laporan Keuangan dalam Corporate Governance
            Akuntansi digunakan secara langsung untuk mengarahkan dan mengendalikan manajer dari korporasi, yaitu menggunakan akuntansi untuk mendukung keputusan yang tepat dan akuntansi dapat membantu corporate governance melalui pengungkapan.
            Peran kunci dari laporan keuangan dalam corporate governance adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk mengukur kinerja korporasu dan manajernya. Sehingga, laporan keuangan harus transparan, tidak bias dan lengkap. Namun banyak kasus terjadi karena adanya manipulasi keuangan sehingga menimbulkan masalah.

Peranan Etika
            Etika adalah aturan standar yang mengindikasi bagaimana seseorang harus berperilaku berdasarkan kewajiban moral dan kebaikan. Manajer dalam membuat keputusan harus berdasarkan pada etika yang ada agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Perspektif dan Perkembangan Internasional
            Pandangan tradisional yang menekankan pada shareholder yang menginginkan peningkatan laba korporasi tidak lagi tepat, namun harus juga mempertimbangkan kepentingan dari para stakeholder yang lain. Banyak negara sudah mengadopsi model Anglo-Saxon. Pendekatan principles-based banyak digunakan saat ini dan didukung oleh aturan hukum untuk praktik tertentu, sehingga diharapkan akan semakin mengurangi kegagalan laporan keuangan dan kebangkrutan korporasi di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun