Kamis, April 27, 2017

akk - 11



TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter 11: PROFESSIONAL RESPONSIBILITY

Profesi dan Tanggung Jawab Profesional Akuntan
            Profesi merupakan kelompok disiplin individual yang diterima oleh publik yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus yang dikenal luas dalam pembelajaran berasal dari penelitian, pendidikan dan pelatihan. Masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap profesi dan profesiona; yang keduanya diwajibkan untuk mengikuti kode perilaku yang ideal.
Ø  Akuntan Sebagai Profesi: Akuntan menginginkan untuk dapat memberikan informasi yang relevan dan handal agar dapat dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan, serta dapat mempertimbangkan dan menganalisa masalah yang mungkin timbul dalam prakteknya. Sehingga, persepsi masyarakat terhadap profesi akuntan dapat terpenuhi.
Ø  Tanggung Jawab Profesional Akuntan: Akuntan memiliki tanggung jawab profesional untuk menyeimbangkan berbagai tugas yang ditanggung kepada para pengguna informasi akuntansi yang berbeda-beda, seperti masyarakat, klien dan profesi itu sendiri.
Ø  Etika dan Perilaku Profesional: Akuntan harus melakukan sendiri secara konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menghindari perilaku yang dapat merusak reputasinya. Agar akuntan dapat dianggap etis dan profesional, mereka tidak hanya dituntut untuk mematuhi aturan yang tertulis saja, tetapi juga menerapkan etika dalam bekerja.
Ø  Aturan Perilaku Etis: Lima prinsip dasar profesi akuntansi: (1) Integritas: kewajiban akuntan untuk bersikap jujur, (2) Objektivitas: kewajiban akuntan untuk tidak berpihak dalam membuat penilaian professional sehingga keputusan tersebut tidak bias dan tidak menguntungkan pihak manapun, (3) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional: kewjiban akuntan untuk menjaga pengetahuan dan keterampilan professional mereka serta bertindak sesuai dengan standar profesional dan teknis, (4) Kerahasiaan: adanya pembatasan pengungkapan informasi rahasia tanpa otoritas klien, (5) Perilaku professional: mewajibkan akuntan untuk mematuhi hukum yang relevan dan menghindari setiap tindakan atau kelalaian yang mungkin memiliki efek negatif pada profesi

Standar Perpajakan dan Aspek Perilaku Profesional
            Salah satu area yang umum untuk menguji tanggung jawab profesional akuntan adalah standar perpajakan. Klien sering meminta akuntan untuk meminimalkan kewajiban pajak mereka, sehingga akuntan harus memastikan untuk tidak memberikan layanan ini. Standar perpajakan adalah prinsip dasar yang mengatur tanggung jawab profesional bahwa akuntan harus menerapkannya dalam praktek pajak mereka. Tujuan utama dari penasihat pajak profesional adalah untuk memastikan bahwa klien sadar terhadap peraturan yang relevan dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi klien sehingga mereka dapat membuat keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pajak saat ini dan masa datang.
Ø  Perikatan Perpajakan: Ketika merencanakan untuk menerima perikatan perpajakan, akuntan harus mendiskusikan dan membuat kesepakatan dengan calon klien sebelum dan selama perikatan, seperti: (1) Korespodensi yang diarahkan ke agen pajak (penasihat) sehingga masalah apapun yang terjadi dapat ditangani dengan segera dan efisien. (2) Klien harus melakukan tinjauan secara rinci mengenai return agar dapat memahami dan menghargai pekerjaan yang diselesaikan oleh auditor. (3) Klien harus menyetujui pengurangan biaya akuntansi dari pengembalian cek yang akan disetorkan ke rekening yang dipercaya akuntan.
Pengedalian Mutu dalam Praktek Publik
            Pengendalian mutu (quality control) merupakan suatu sistem kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan tanggung jawab kepemimpinan terhadap kualitas perusahaan, persyaratan etika, penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan keterikatan spesifik, keterikatan kinerja dan monitoring. Perusahaan harus menetapkan sistem pengendalian mutu yang dirancang untuk menyediakan jaminan yang wajar bahwa perusahaan dan karyawannya sesuai dengan standar profesional, persyaratan peraturan dan laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan ataupun mitra juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Isu berikut ini ditentukan dalam APES 320 (Accounting Professional & Ethical Standards):
1.      Leadership responsibilities for quality within the firm: Anggota staf seperti staf akuntan senior atau konsultan eksternal dari praktik akuntansi harus bertanggung jawab atas sistem pengendalian mutu. Mereka bertugas untuk merencanakan, mengawasi pelaksanaan, dan menjaga sistem.
2.      Ethical Requirement: Perusahaan seharusnya menetapkan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memastikan bahwa perusahaan dan personil memenuhi persyaratan etika yang relevan.
3.      Acceptance and continuance of client relationships and specific engagement
4.      Human resources: Perusahaan harus memiliki struktur organisasi yang menunjukkan berbagai fungsi dan hubungan kerja dalam praktek, termasuk korespondensi, penyelesaian perjanjian dan nama-nama personil yang bertanggung jawab untuk sistem pengendalian mutu.
5.      Engagement performance
6.      Monitoring: Monitoring meliputi evaluasi kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dilakukan tepat waktu dan berkala serta melakukan inspeksi/pemeriksaan dan juga tinjauan.

Pengendalian Mutu untuk Area Praktik Tertentu: Pelaporan Keuangan dan Kompilasi
            Sebelum berusaha untuk menyediakan jasa pelaporan keuangan atau kompilasi, penting bagi akuntan untuk memahami klien secara menyeluruh. Akuntan juga harus memahami risiko yang mungkin terjadi. Faktor yang dapat mempengaruhi risiko meliputi: (1) Karakteristik industri dimana klien beroperasi, (2) Struktur pengendalian internal, (3) Tingkat pengetahuan dan pengalaman karyawan, (4) Praktek-praktek pajak yang diadopsi, (5) Riwayat dan latar belakang klien.

Laporan Keuangan Bertujuan Khusus
            Penyusunan laporan keuangan bertujuan khusus adalah bidang lain dengan berbagai persoalan tanggung jawab yang spesifik dan unik. Hal tersebut karena akuntan menyiapkan laporan untuk pembaca tertentu, misalnya untuk persiapan pengembalian pajak (taxation return) atau untuk memperoleh pinjaman bisnis dari bank.

Area Baru dari Tanggung Jawab Profesional
Asuransi professional indemnity (PI) merupakan asuransi penting untuk melindungi akuntan dan klien mereka serta untuk meminimalkan kerugian keuangan yang disebabkan dari ketidakpatuhan. Terdapat beberapa alasan untuk memastikan litigation for claim, termasuk: (1) Kesiapan orang-orang untuk terlibat dalam litigasi, (2) Insiden klaim yang tidak penting dan menyusahkan, (3)  Kelangkaan staf yang berkualitas dan berpengalaman, (4) Meningkatnya kompleksitas dan keragaman pekerjaan akuntan publik.
Ø  Social responsibility reporting: Akuntan harus memperhatikan berbagai pedoman ketika menyiapkan laporan. Hal penting untuk diperhatikan adalah tujuan ekonomi perusahaan harus konsisten dengan socially responsible behaviour.
Ø  Financial advice: Akuntan dapat memberikan professional advice khusus yang tidak diwajibkan untuk diberikan oleh pemegang lisensi jasa keuangan.
Ø  Anti money-laundering legislation: Akuntan perlu menyimpan catatan identitas klien langsung mereka dan aktivitasnya. Akuntan harus mengamati setiap transaksi multifaset dan transaksi luar biasa serta melaporkannya dengan cara yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun