Kamis, April 27, 2017

akk - 7



TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter 7
ENVIRONMENTAL AND SOCIAL REPORTING AND ACCOUNTING

Pendahuluan
            Hubungan yang kompleks antara economic return dan corporate value dalam isu lingkungan dan sosial terus menerus diteliti oleh akademik dan kelompok terkait. Saat ini perusahaan ditekan untuk lebih akuntabel dan responsible untuk memberikan informasi yang trasparan dan relevan kepada stakeholder untuk membantu mereka dalam membuat keputusan tentang perusahaan.

Apa pelaporan sosial dan lingkungan itu
            Sejak pernyataan United Nations tahun 1972, hukum mengharuskan korporasi untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke seluruh aktivitas bisnisnya. Stakeholder memberikan tekanan kepada korporasi untuk lebih akuntabel dan transparansi, sehingga memunculkan pelaporan suka rela (voluntary reporting), yang berisi (a) Pemenuhan perusahaan sesuai persyaratan yang diwajibkan, (b) Respon manajemen terkait isu lingkungan dan sosial.
            Pelaporan sosial dan lingkungan adalah pengungkapan informasi terkait isu sosial dan lingkungan dan kinerjanya, contohnya reporting of policies on equal opportunity and minorities, pengungkapan atas target emisi. Sustainability adalah konsumsi yang wajar atas sumber daya agar tidak membahayakan terpenuhinya kebutuhan generasi mendatang. Prioritas ekonomi dan hasil keuangan atas nilai sosial dan lingkungan menyoroti masalah biaya sosial dan externalitas. Biaya sosial (eksternalitas) adalah biaya aktivitas perusahaan atas lingkungan dan masyarakat yang dipenuhi oleh komunitas umum.

Tekanan Stakeholder
            Tahun 1987, United Nations World Commission on Environmental Development (the Brundland Comission) memproduksi laporan Our Common Future (disebut Brundland Report) yang diuraikan dan didefinisikan dari solusi praktik dari internalisasi biaya sosial. Hal ini berdasarkan pada sustainable development, yaitu pengembangan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa membahayakan terpenuhinya kebutuhan generasi mendatang. Teori legitimasi, yaitu teori yang mendorong masyarakat menghukum perusahaan yang gagal memenuhi ekspektasi dan nilai dari komunitas. Accountability (stewardship) adalah tanggung jawab dengan menyediakan informasi yang memungkinkan pengguna untuk menilai kinerja, posisi keuangan, pembiayaan dan investasi dan pemenuhan pelaporan entitas.
            Strategi manajemen reaktif adalah pemenuhan tuntutan legislatif setelah suatu peristiwa, contohnya clean-up, kompensasi atau pembayaran pinalti untuk pelanggaran hukum. Strategi manajemen proaktif: tindakan pencegahan yang melibatkan risiko manajemen untuk memprediksi dan menghindari pelanggaran hukum, misalnya pencegahan polusi, proses daur ulang dan pembersihan.

Praktik Pelaporan
            Tujuan umum pelaporan keuangan berisi informasi untuk memenuhi stakeholder yang berbea, setiap individu membutuhkannya untuk membuat keputusan ekonomi. Tahun 1994, John Elkington membuat istilah triple bottom line, yang merupakan praktik pelaporan ekonomi, sosial dan manajemen lingkungan dan kinerja perusahaan.

Pedoman untuk pengungkapan suka rela (Voluntary Disclosure)
            Beberapa pedoman best practice yang umum diketahui untuk voluntary disclosure: (a) Global Reporting Initiatives (GRI) G3 guidelines (2006); (b) Institute of Social and Ethical Accountability: AA1000 standards series; (c) Social Accountability International: SA8000 standard; (d) Ecological footprint standards 1.0 (end of 2006); (e) Department of Environment and Heritage, Australia; (f) International Organisation for Standardisation ISO14000 family of environmental management standards; (g) United Nations Global Impact; (h) OECD principles of corporate governance.

Aplikasi Praktikal
            Jika perusahaan menghabiskan uang, itu mempengaruhi kinerja dan posisi keuangan. Pengaruhnya dapat minimal atau cukup substansial tergantung jangka pendek atau panjang. Sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk mengantisipasi biaya sosial dan lingkungan yang merupakan bagian dari strategi manajemen risiko. Pembiayaan investasi etis adalah pembiayaan investasi yang melindungi investasi potensial atas tidak hanya kinerja ekonomi, tapi juga atribut sosial dan lingkungan. Contohnya apakah perusahaan melakukan percobaan pada hewan atau melibatkan persenjataan.

Reputasi
            Reputasi dari perspektif akuntansi adalah benda yang tidak berwujud, karena tidak memiliki identitas fisik. Untuk pelaporan eksternal, reputasi diklasifikasi sebagai aset yang dihasilkan secara internal, yang diidentifikasi terpisah dan tidak dapat diukur secara reliable. Hal ini tidak dilaporkan dalam neraca sebagai aset tidak berwujud, tapi sebagai bagian dari yang disebut goodwill.

Natural Capital
            Aset lingkungan alam dapat dibagi dalam tiga kategori: (a) critical natural capital; (2) other (sustainable, substitutable, or renewable) natural capital, (c) artificial capital.

Peranan Profesi Akuntansi
            Bertahun-tahun, model pelaporan konseptual dirumuskan pada level makro dan mikro, masing-masing disiapkan sebagai alat praktik untuk melaporkan dampak sosial ekonomik dan hubungannya. Dahulu profesi akuntansi terfokus pada kompleksitas praktik atas pengukuran moneter dampak sosial ekonomik untuk tujan pelaporan eksternal. Tapi pada tahun 1970-an, profesi akuntansi mulai mempertimbangkan hubungan akuntansi dengan isu sosial dan lingkungan.

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Pasar Saham
            Meningkatnya perhatian stakeholder dan komunitas tentang etika, sosial dan lingkungan mendukung evolusi mekanisme investasi pasar saham menuju investasi yang beretika dana permintaan akan transparansi dalam proses pelaporan korporasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun