Kamis, April 27, 2017

akk - 8



TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN KONTEMPORER
Chapter 8
INTERNATIONAL ACCOUNTING

            IASB (International Accounting Standards Board) dibentuk pada tahun 2000 dan mulai beroperasi pada 2001. IASB merupakan standar setter yang berada di London yang mengembangkan standar akuntansi untuk digunakan di seluruh dunia. Tujuan dari konvergensi adalah untuk memberikan kerangka akuntansi yang akan menghapus persyaratan SEC (Securities Exchange Comission) tentangi perusahaan yang ingin meningkatkan ekuitas atau utang di Amerika Serikat untuk menyediakan rekonsiliasi dengan standar akuntansi FASB (Financial Accounting Standard Board).

Dorongan untuk Perubahan
            IASC (International Accounting Standards Committee) adalah standar setter akuntansi yang diawasi oleh IFAC yang ada antara tahun 1973-2000. Negara seperti Australia, UK, US, New Zealand, Kanada, dll berpartisipasi dalam level internasional melalui keanggotaan di IFAC (International Federation of Accountants) yang merupakan badan perwakilan untuk organisasi akuntansi professional di seluruh dunia. Produk dari standar setter yaitu Accounting Standard Board (ASB) di UK dan FASB di US dianggap lebih menyeluruh dan didukung oleh pengalaman berharga.
            Dorongan untuk mengembangkan standar akuntansi internasional yang berkualitas tinggi disebabkan oleh beberapa faktor.
1.      Sebuah asosiasi dari global regulators yang dikenal sebagai International Organisation of Securities Commissions (IOSCO) membentuk kelompok kerja untuk meninjau standar yang dikeluarkan oleh IASC. Tugasnya adalah untuk menentukan apakah standar sudah cukup kuat dan cocok untuk digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang masuk transaksi cross-border.
2.      Krisis keuangan Asia akhir 1990-an menciptakan krisis kepercayaan dalam kualitas pelaporan keuangan di wilayah tersebut. Tekanan mulai meningkat pada pemerintah di kawasan Asia untuk membangun laporan kontrol yang bisa dipercaya oleh badan-badan pemberi pinjaman internasional seperti International Monetary Fund, World Bank dan Asian Development Bank.
3.      Munculnya skandal akuntansi di US, jatuhnya perusahaan besar Enron dan WorldCom, mendorong perlunya standar akuntansi yang memenuhi kompleksitas pasar modal yang besar.
Rangkaian perkembangan ini mengakibatkan peningkatan untuk transparansi, berkualitas tinggi dan pengaturan yang sebanding dari standar internasional yang akan menyederhanakan tugas penggalian informasi dari laporan perusahaan.

Perkembangan International Standar Setting
            IASC dibentuk sebagai badan anak perusahaan di bawah naungan IFAC, yang mewakili sebagian besar badan akuntansi profesional di dunia. Badan standard-setting didanai oleh anggota IFAC, dan keanggotaan tunduk pada nominasi yang diajukan oleh anggota IFAC di setiap negara. Ada kehawatiran bahwa struktur di bawah IFAC tidak bisa memenuhi tolok ukur kemandirian yang diatur oleh penciptaan FASB pada tahun 1973. Konstitusi FASB menetapkan kondisi yang ketat untuk pemilihan tujuh anggota dewan. Anggota FASB standar-setter harus full-time, dan ketika diangkat mereka diwajibkan untuk memutuskan semua hubungan dengan pekerjaan mereka sebelumnya. Group of Four plus One (4G+1) adalah sekelompok pembuat standar nasional yang telah membentuk jaringan untuk berbagi ide. Kelompok ini terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru dan IASC. Standar-setter dari masing-masing negara berpartisipasi dalam makalah teknis yang berurusan dengan berbagai topik seperti share-based payment dan lease.

Struktur International Standar Setting
1.      The Governing Body (IASCF - International Accounting Standards Committee Foundation)
Struktur IASCF dirancang untuk memastikan bahwa masalah operasional dan keuangan tetap terpisah dari aspek teknis pengaturan standar. Berbagai tugas penting dewan pengawas yang berkinerja diatur ke dalam yayasan konstitusi (IASB 2006), tugas-tugas ini dapat dipecah menjadi dua jenis: tugas-tugas administrasi yang dapat mempengaruhi operasi standard-setter, dan tugas lain yang memiliki dampak yang lebih besar dan lebih langsung pada komposisi dan agenda IASB.
2.      The Standar Setter (IASB - International Accounting Standards Board)
IASB bertanggung jawab dalam penerbitan International Financial Reporting Standards (IFRSs). IASB terdiri dari 12 dewan full-time dan dua anggota part-time. Anggota full-time harus berkomitmen waktu karena mereka dibayar, sementara anggota part-time mungkin tetap dipekerjakan oleh entitas lain. IASB melakukan due process, yaitu proses konsultasi dan membuat keputusan dari standard setter.
3.      An Interpretive Body (IFRIC – International Financial Reporting Interpretations Committee)
Mulai 31 Maret 2010 disebut IFRS Interpretation Committee. Salah satu isu yang paling penting dalam akuntansi internasional adalah bagaimana standar ditafsirkan oleh orang-orang yang dalam prakteknya berurusan dengan masalah akuntansi. Beberapa orang berbagi latar belakang budaya dan pelatihan umum dalam akuntansi; orang lain bekerja di dalam sistem hukum yang beragam. Perbedaan penafsiran standar dalam praktek dapat menyebabkan hasil pelaporan yang berbeda. IFRIC didirikan untuk membantu dalam proses penerbitan interpretasi otoritatif dalam keadaan di mana konflik telah diidentifikasi
4.      An Advisory Body (SAC – Standar Advosory Council)
Mulai 31 Maret 2010 disebut IFRS Advisory Council. SAC merupakan badan penasehat resmi untuk IASB dan Pengawas dari IFRS Foundation, yang terdari dari berbagai perwakilan dari kelompok-kelompok yang terkena dampak dan tertarik pada pekerjaan IASB. Termasuk investor, analis keuangan dan pengguna laporan keuangan yaitu pembuat, akademisi, auditor, regulator, badan akuntansi professional dan standard setter.

            Secara garis besar ada empat kunci tujuan Norwalk agreement untuk memenuhi standar setter:
1.    Menghapus jarak dari perbedaan antara US GAAP dan pernyataan dari IASB sebagai bagian dari program konvergensi jangka pendek.
2.    Menghapus perbedaan lain melalui deretan program kerja, dimana kedua dewan melakukan dealing atas isu untuk sinkronisasi.
3.    Melanjutkan  kemajuan joint project yang ada pada saat perjanjian.
4.    Mendorong koordinasi kegiatan dengan dewan interpretatif masing-masing

            Proses standard setting Australia diatur oleh badan independen yaitu AASB (Australia Accounting Standard Board) yang diawasi oleh FRC (Financial Reporting Council). Full adopsi dari standar internasional diterapkan di Australia mulai 1 Januari 2005.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen o yo rek,, *suwun